
Tidak terasa usia pernikahan Aditya dan Kyra sudah menginjak satu tahun sebelas bulan. Satu bulan lagi mereka akan mengadakan hari Anniversary pernikahan mereka yang kedua, tahun lalu mereka mengadakannya dengan berdua saja atas keinginan Kyra.
Setelah kejadian Melia itu mereka memang mengadakan Anniversary mereka yang pertama dan sejak itu mereka berdua memang semakin menunjukkan kemesraan mereka didepan umum. Bahkan mereka berdua terkenal dikampus sebagai pasangan romantis karena setiap hari mereka semakin mesra dan semakin membuat orang iri.
Semenjak kejadian itu pula....Kyra, Lea dan Aura berteman. Meskipun beberapa hari Kyra tidak peduli dengan Aura yang selalu mengikuti dan mengajaknya bicara. Tapi semakin hari ia kasihan melihat Aura yang terus berusaha berteman dengannya. Ia pun luluh dengan kelembutan Aura apalagi Aura mengenalkan calon tunangannya pada Kyra ditambah Aura tidak pernah mendekati Aditya, Kyra semakin yakin kalau Aura itu adalah gadis yang baik.
Meskipun Aura berteman dengan Kyra tapi Aditya tidak pernah berbicara padanya atau sekalipun melihatnya. Dimatanya hanya ada Kyra, ia membiarkan mereka berteman selama istrinya merasa bahagia dan selama Aura tidak berbuat sesuatu yang menyakiti perasaan istrinya.
***
Saat ini....Kyra tengah hamil dua minggu setelah periksa ke dokter. Waktu itu, Aditya khawatir melihat istrinya yang selalu muntah – muntah dan pusing. Ia tidak tahu apa penyebab istrinya muntah – muntah begitu sampai membuat kondisinya lemah. Ia pun membawa Kyra untuk periksa ke dokter.
Ketika periksa.....dokter mengatakan pada Aditya jika istrinya tengah hamil dua minggu. Sontak saja membuat Aditya kaget, perasaannya campur aduk antara senang dan kaget karena ia tidak menyangka jika istrinya benar – benar hamil setelah usia pernikahan mereka sudah mau menginjak dua tahun.
Beberapa bulan lagi ia akan menjadi seorang ayah. Berbeda dengan Kyra, meskipun dia juga senang tapi ada perasaan takut dalam dirinya yang menjadi wanita hamil. Apakah ia bisa melewatinya dengan lancar sampai persalinannya, apakah ia bisa melahirkan dengan lancar dan apakah ia bisa menjadi ibu yang baik mengingat dirinya yang masih muda. Banyak sekali yang ia pikirkan waktu itu.
Setelah tahu Kyra hamil.....Aditya mengambil cuti kuliah beberapa hari untuk istrinya karena kondisinya yang masih lemah. Mereka menghabiskan banyak waktu di rumah.
Apartemen Aditya.
Aditya sedang memasak beberapa makanan untuk istrinya yang sedang tidur dikamarnya karena tubuhnya yang masih lemah untuk bangun.
Tak lama kemudian, ia pun selesai memasak. Ia mengantarkan makanannya itu di kamar.
Saat didalam kamar, ia melihat Kyra masih tidur dikasurnya, ia datang menghampiri Kyra dan meletakkan makanannya disamping tempat tidurnya lalu membangunkan istrinya itu.
“Sayang.....ayo bangun. Aku sudah membuatkanmu sarapan.” Ucapnya dengan lembut.
Kyra membuka matanya secara perlahan dan melihat suaminya sudah duduk ditepi tempat tidurnya. Ia bangun dan melihat beberapa makanan diatas meja dekat kasurnya.
“Itu tidak ada bawang merahnya kan, Dit.” Ucapnya dengan menutup hidungnya sambil melihat makanannya yang dimeja.
“Tidak ada kok. Bagaimana bisa aku memberikan bawang yang bisa membuatmu muntah – muntah?” Ucapnya sambil tersenyum.
Ia kemudian meraih sarapan istrinya yang ia simpan tadi diatas meja dan meletakkannya didepan Kyra.
“Benar....tidak ada.”
“Ia....cepat makan sarapanmu.”
“Ia...” Balasnya.
Kyra mulai memakan sarapannya itu didepan suaminya. Aditya hanya tersenyum melihat istrinya itu makan dengan lahap.
Tiba - tiba Aditya teringat tentang hari Anniversary pernikahan mereka yang kedua. Ia ingin membahas tentang hari Anniversary mereka yang tinggal satu bulan lagi.
Kali ini Aditya ingin mengadakannya dengan meriah apalagi dengan kehadiran cabang bayi diperut Kyra. Ia ingin melukiskan kebahagiaannya pada pestanya nanti.
“Kyra.....” panggilnya pelan.
“Eem.” Sahut Kyra sambil menguyah makanannya.
“Satu bulan lagi kan hari Anniversary kita....bagaimana kalau kita buat pesta yang meriah.”
“Buat apa......rayain saja seperti tahun lalu. Cuma kita berdua.”
“Aku ingin mengundang semua orang, sekalian kita ngadain syukuran karena kamu hamil.” Ucapnya dengan serius.
“Kalau syukuran hamil itu kan ketika umur 7 bulan, Dit. Sedangkan umur kehamilanku baru dua minggu.” Ucapnya.
“Ia....aku tahu. Tapi....Bagas kan ingin kembali ke Amerika, dia tidak bisa melihat kelahiran bayi kita. Sekalian kita berkumpul dengan semua orang sebelum dia pergi. Bagaimana?”
“Ya terserah kamu lah. Aku ikut saja.” Balasnya.
“Terima kasih sayang.” Ucapnya sambil mengusap kepala Kyra.
“Sekarang perusahaan Tante Rosa dalam krisis, ia menyuruh Bagas kembali membantunya di perusahaan. Dia kan tidak punya anak dan suami, dia hanya mengharapkan Bagas untuk membantunya.”
“Terus kapan Kak Bagas pergi?” Tanya Kyra penasaran.
“Aku tidak tahu pasti....aku hanya tahu kalau dia akan pergi setelah wisuda....”
“Loh....bukannya wisuda kalian tinggal menghitung hari yah. Berarti Kak Bagas akan pergi sebentar lagi dong.”
“Ia sih....tapi aku sudah memberitahunya untuk menunggu sampai Anniversary kita.”
“Aku pasti akan merindukan Kak Bagas.” Ucapnya dengan wajahnya yang sedih.
“Jangan sedih dong....kita kan bisa mengunjunginya di Amerika. Lagipula kan aku berencana mengunjungi Zahila di Amerika setelah kamu melahirkan.” Ucapnya dengan serius.
“Kamu berencana mengunjungi Zahila, Dit.”
“Ia....aku sudah berjanji padanya kalau aku akan datang menemuinya.”
“Aku bingung dengan Zahila. Kenapa dia tidak kesal padaku setelah tahu kalau kita menikah bahkan dia sangat senang padamu. Kamu juga, selalu video call dengannya sampai dia melupakanku. Apa sih yang kalian bicarakan?” Tanya Kyra serius.
“Itu rahasia antara kakak ipar dan adik ipar.” Ucapnya sambil tersenyum
“Cih.....”
“Sudah....cepatlah bangun. Kita kembali ke rumah nenek, mereka sudah menunggumu. Setelah mengantarmu ke rumah, aku harus kembali ke kantor papi.”
“Baiklah...”
Setelah sarapan dan mengobrol.....Kyra pun turun dari tempat tidurnya dengan dibantu Aditya. Ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Selesai mandi....Kyra siap – siap berpakaian sedangkan Aditya sedang duduk di sofa sambil memainkan HP-nya.
Saat itu....Aditya sedang membaca email istrinya yang baru masuk, ada beberapa email yang sudah ia baca sebelumnya. Selama ini ia selalu membuka email Kyra tanpa sepengetahuan istrinya itu. Email – email itu berasal dari Ivan mantan pacarnya. Setelah ia membaca email dari Ivan, ia langsung menghapusnya agar tidak dilihat oleh Kyra.
Ia selalu kesal dan cemburu ketika membaca setiap email Ivan tapi ia selalu menahan rasa cemburunya itu agar tidak membuat hubungan mereka merenggang.
“Selama Kyra tidak membalas email pria brengsek ini, aku akan mencoba menahan amarahku. Awas saja kalau mereka diam – diam dibelakangku.” Dalam hati Aditya yang saat itu tengah menghapus email Ivan dari kotak masuknya.
Kyra keluar kamarnya dan melihat suaminya sedang sibuk dengan HP-nya.
“Dit...Adit.” Panggilnya.
Aditya langsung memasukkan HP-nya ke dalam kantong celananya dan berdiri dari tempat duduknya.
“Kamu sudah siap.”
“Ia....”
“Ayo....kita berangkat.”
“Oke....”
Mereka berdua meninggalkan Apartemennya menuju Kediaman Sinatria dengan mengendarai mobilnya.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua sampai di rumah keluarganya. Setelah memasuki pekerangan rumahnya yang luas itu, Aditya memarkirkan mobilnya di depan rumahnya.
Ia mengantar Kyra ke kamar neneknya. Kyra disambut antusias oleh neneknya karena sudah dari kemarin ia menunggu kedatangan cucu menantunya itu setelah mendengar kabar tentang kehamilannya.
Aditya pergi meninggalkan rumahnya ketika Kyra sudah bersama dengan neneknya. Ia mengendarai salah satu mobilnya menuju kantor ayahnya.
Bersambung.
Jangan lupa Like karena Like itu gratis.