Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 6 Beautiful Romance



Keesokan paginya.....Aditya masih tertidur pulas. Tiba – tiba handphone berbunyi, ia meraba – raba mencari dimana asal muasal bunyi handphonenya itu dengan keadaan masih dalam setengah tidur.


Setelah menemukan handphonenya, ia mengangkat telfonnya tanpa mengetahui siapa yang menelfonnya.


“Halo....siapa”


“Aditya...ini mami”


“Ada apa lagi sih mi...pagi – pagi begini?”


“Mami mau kamu menghadiri kencan buta yang mami siapkan untukmu sayang”


“Hei Nona Sintya, kamu tahu kan kalau aku tidak suka kehidupan pribadiku diganggu oleh siapapun?”


“Mami sudah janji sama orang tuanya sayang, mami tidak bisa membatalkan janjinya kalau kamu tidak datang mami akan bawa dia langsung ke Apartemenmu”


“Kenapa aku harus ikut kencan buta sih. Umurku masih muda, perjalanan masih panjang buat apa cari pacar sekarang”


“Mami hanya ingin kamu bahagia sayang, tidak terpuruk seperti itu. Lupakanlah gadis mata duitan itu apalagi nenek ingin sekali melihatmu menikah”


“Baiklah.....aku pergi tapi aku tidak janji ya kalau aku harus memacari gadis pilihanmu itu”


“Ia sayang....kamu tenang saja, kamu hanya perlu menemuinya saja. Kalau kamu tidak suka mami akan cari yang lain lagi untukmu”


Aditya langsung menutup telfonnya, ia sudah tidak sanggup mendengar ocehan ibunya itu. Ia pun kembali tidur.


***


Siangnya....Aditya bangun setelah mendengar pesan dari ibunya jika ia harus menemui gadis yang diajaknya kencan buta dan ibunya juga mengirimkan foto gadis yang dikencangnya itu. Ia pun pergi ke Restoran Seafood di Kota X mengendarai Motor Harleynya. Hanya selang beberapa menit saja, ia sampai di Restoran yang disebutkan ibunya. Ia lalu masuk kedalam mencari keberadaan gadis itu. Dari kejauhan, seorang gadis berdiri didekat meja Restoran sambil melambaikan tangannya pada Aditya. Aditya datang menghampiri gadis itu.


“Hai....kamu pasti Aditya kan. Kenalin aku Manda?” Sapa Manda sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum pada Aditya.


Aditya langsung duduk tanpa menghiraukan Manda.


“Duduklah” Pinta Aditya.


Manda duduk dan kembali berbicara pada Aditya.


“Kudengar kamu kuliah di Universitas Treeya ya. Wah hebat juga ya, bisa kuliah disana. Seandainya ayahku tidak menginginkanku kuliah dikampus miliknya pasti aku juga kuliah disana karena kudengar Unversitas Treeya merupakan kampus ternama di Kota ini”


“Dia ini cerewet sekali sih dari tadi, haaaa....seandainya ada orang yang bisa menolongku dari perempuan cerewet ini. Aku pasti akan melakukan apa saja untuknya” Dalam hati Aditya.


“Oyah....hobimu apa?” Tanya Manda.


Aditya tidak menjawab pertanyaan Manda dan hanya memasang wajah dingin pada Manda tapi Manda tidak mempedulikannya karena ia sangat suka pada wajah tampan Aditya apalagi ibunya Aditya sudah bilang padanya jika Aditya adalah pria yang cuek. Ia kembali berbicara pada Aditya.


“Kamu berapa kali pacaran?” Tanya Manda.


Aditya langsung menatap tajam Manda karena pertanyaan Manda.


“Apa sebaiknya kamu pesan makanan dulu, daripada kamu menanyakan hal yang tidak penting padaku?”


“Oh....maaf karena aku keasyikan ngobrol denganmu jadi aku lupa pesan makanan” Ucap Manda.


Ia lalu melambaikan tangannya pada salah satu pelayan yang ada di Restoran itu. “Pelayan"


Salah satu pelayan perempuan datang menghampiri mereka berdua. Ia berdiri didepan mereka. Aditya tidak melihat pelayan itu karena sibuk dengan handphonenya.


“Anda ingin pesan apa nona?”


“Aku pesan Spaghetti sama Lemon Tea. Aditya....kamu pesan apa?” Tanya Manda.


Aditya lalu melihat kearah pelayan Restoran, betapa terkejutnya ia saat melihat pelayan Restoran itu adalah Kyra. Kyra pun sama, ia sangat terkejut melihat Aditya didepannya.


“Ya tuhaaaan....orang mesum ini disini, bagaimana ini?” Dalam hati Kyra.


“Kebetulan sekali dia disini, dia bisa membantuku dari perempuan cerewet ini” Dalam hati Aditya.


Kyra sangat terkejut mendengar Aditya memanggilnya sayang apalagi saat Aditya memeluknya. Matanya sampai melotot karena terkejut.


“Sa...yang......kenapa kamu pang” balas Kyra. Tiba – tiba mulutnya dibekap oleh tangan Aditya. “Eeemm...eemm”


“Diamlah.....kemarin aku bilang jangan muncul dihadapanku kan tapi hari ini kamu membuat kesalahan. Jadi kamu harus membalas tindakanmu padaku” Ucap Aditya yang berbisik ditelinga Kyra.


Manda hanya bingung dan belum mengerti tentang situasi yang ada didepannya itu.


“Apa kalian saling kenal?” Tanya Manda.


“Oh.....dia ini pacarku” Balas Aditya.


“Pacar....” Sahut Kyra dengan wajah kaget.


Aditya hanya menatap dengan mata melotot ke Kyra mengisyaratkan jika ia harus diam dan menuruti semua yang dilakukan Aditya.


“Perempuan pelayan ini pacar kamu....” Ucap Manda yang kaget. Ia berdiri menatap Kyra dari atas ke bawah.


“Ia....dia pacar aku”


“Tapi Tante Sintya tidak pernah bilang kalau kamu punya pacar”


“Ibuku memang belum tahu tentang pacarku karena kami baru saja pacaran beberapa hari yang lalu. Ia kan sayang.” Jelas Aditya sambil menatap ke arah Kyra memberinya kode.


“I...i..ia sayang” Dengan senyum terpaksa didepan Manda.


“Kamu pacaran dengan perempuan pelayan seperti dia.” Sambil menunjuk ke arah Kyra.


“Memang ada masalah dengan seorang pelayan yang penting kami saling mencintai kan. Ia kan sayang” Balas Aditya.


Kyra hanya tersenyum sambil mengangguk didepan Manda.


“Dasar brengsek”


Manda lalu pergi meninggalkan mereka dalam perasaan marah. Ia menelpon ibunya Aditya jika kencan butanya gagal karena Aditya sudah memiliki pacar bahkan ia mengatakan pada ibunya Aditya jika pacarnya seorang pelayan.


Sementara Aditya dan Kyra masih berada didalam Restoran. Kyra sangat kesal dengan perbuatan Aditya yang menjadikannya tameng didepan perempuan yang tidak disukainya.


“Lepaskan....orangnya sudah pergi” Ucap Kyra pada Aditya yang masih memeluknya.


“Oh...maaf....Aku terlalu menghayati tadi sampai lupa” Sambil melepaskan tangannya dari pundak Kyra.


“Jadi sekarang kita impas kan, saya sudah menolong Anda tadi. Sekarang saya tidak punya hutang lagi pada Anda”


“Oke......tapi....kenapa kau bisa ada dimana – dimana sih. Jangan – jangan kamu mengikutiku ya” Sambil tersenyum seringai pada Kyra.


“Maaf ya tuan....saya tidak pernah berniat untuk mengikuti Anda. Saya disini untuk bekerja, bahkan saya berdoa agar saya tidak pernah bertemu dengan Anda tapi hari ini saya benar – benar sial”


Aditya berdiri sambil menatap kesal wajah Kyra karena mendengar ucapannya.


"Kamu bilang apa....sial?"


Kyra lalu pergi meninggalkan Aditya dan tidak menghiraukan Aditya yang masih berdiri disitu.


“Hei.....kamu...kembali kesini. Hei....”teriak Aditya. Tapi kyra tidak berbalik dan terus berjalan kedepan.


“Dasar laki – laki hidung belang. Semoga aku tidak bertemu dengannya lagi. Ya tuhan....mimpi apa aku semalam sampai bertemu dia disini” Gumamnya sambil berjalan menjauh.


Setelah Kyra pergi.....Aditya juga pergi meninggalkan Restoran dengan perasaan kesal dan marah. Ia pergi mengendarai motor Harleynya.


Bersambung.


Jangan lupa Like yah karena Like itu gratis.