
Hari pernikahan tiba...rumah Keluarga Sinatria berubah menjadi sebuah tempat pernikahan yang sangat indah dan mewah. Diluar rumah sudah ada tenda yang terpasang dengan dekorasi pernikahan yang mewah, sudah ada banyak kursi yang berjejer didalam tenda dengan hiasan bunga mawar putih, semuanya serba putih. Tempat pelaminannya pun terlihat mewah.
Begitupun didalam rumah, meskipun tempat pernikahannya diadakan diluar tapi didalam rumah juga didekorasi dengan cantik dan indah karena malamnya mereka akan mengadakan pesta didalam rumah. Keluarga Sinatria bisa saja mengadakan pernikahan di Hotel mewah atau digedung yang sangat besar dan mewah tapi mereka mengadakan pernikahannya dirumah atas permintaan Aditya yang tak ingin pernikahannya terlalu berlebihan.
Terlihat dari luar pintu masuk tenda pernikahan sudah terpajang jelas foto prewedding mereka berdua. Setiap tamu yang masuk kedalam melihat dengan jelas kedua mempelai lewat foto yang dipajang dipintu masuk rumah yang sudah didekor dengan sangat indah dan cantik.
Semua tamu yang datang merupakan kerabat dekat beserta rekan bisnis Keluarga Sinatria, tidak banyak yang mereka undang saat itu.
Terlihat Nyonya Sintya dan suaminya Tuan Agung menyambut para tamu. Tuan Agung sendiri baru datang tiga hari yang lalu tetapi ia memang sudah tahu tentang rencana pernikahan anaknya dari Nyonya Sintya karena Nyonya Sintya tidak pernah menyembunyikan apapun dari suaminya itu.
Sedangkan Kyra yang sudah memakai gaun kebaya berada dikamarnya menunggu dirinya dipanggil untuk turun kebawah. Ia akan terus berada dikamar sampai dirinya sah menjadi Nyonya Aditya Sinatria.
Sejak Kyra melakukan foto prewedding bersama Aditya, ia memang tidak pernah bertemu lagi dengan Aditya selama beberapa hari ini sampai dimana ia akan melangsungkan pernikahannya hari ini.
***
Bunyi klakson dua mobil sport dari luar rumah...mereka langsung masuk dan memarkirkan mobilnya ditempat parkiran yang sudah disediakan. Mereka adalah Bagas, Rey dan Andi. Mereka sudah berpakaian rapi dengan setelan jaz nya masing – masing. Mereka langsung masuk kedalam dan disambut langsung oleh Nyonya Sintya dan Tuan Agung.
“Halo tante...om” sapanya bersamaan.
“Kalian sudah datang” sapa Nyonya Sintya.
“Ia tante....maaf kami sedikit terlambat” balas Rey.
“Ia...tidak apa – apa. Acaranya juga belum dimulai” jawab Tante Sintya.
“Dimana Aditya tante?” tanya Bagas.
“Aditya masih didalam rumah”
“Kenapa tidak keluar kesini?” tanya Andi.
“Dia menunggu penghulunya dulu untuk ijab kabul setelah itu baru keluar kesini bersama Kyra” jelasnya serius.
“Kalau begitu kami bertemu Aditya dulu tante” sahut Bagas.
“Ia....masuklah. Nanti tante nyusul kalian karena tante masih tunggu penghulunya datang”
“Baik tante”
Mereka lalu masuk kedalam rumah mencari keberadaan Aditya......mereka melihat Aditya sedang duduk di Ruang Tamu bersama Nyonya Besar.
“Selamat pagi nek” sapanya bersamaan sambil menunduk hormat.
“Ini bukan pagi lagi....ini sudah jam 11” sahut Aditya dengan wajah datarnya. Ketiga temannya hanya melihat Aditya tanpa membantah karena mereka tidak mau berdebat didepan Nyonya Besar.
“Duduklah” pinta Nyonya Besar.
“Baik nek...” sahut bersamaan sambil duduk disofa.
Andi melihat sekelilingnya seperti mencari seseorang.
“Apa yang kamu cari?” tanya Aditya yang sadar dengan tingkah Andi.
“Dimana calon istrimu kakak pertama...kami ingin melihatnya?” tanya Andi penasaran.
“Buat apa kamu ingin melihatnya?” ketusnya.
“Aditya....kenapa kamu bicara begitu pada sepupumu. Dia kan hanya ingin mengenal kakak iparnya saja?” ucap neneknya sambil melihat Aditya. Ya....Andi memang sepupu Aditya dari ibunya tapi orang tuanya tidak ada di Indonesia. Mereka tinggal di Amerika sekarang jadi dia tinggal sendiri dirumahnya.
“Huh.....” sambil memalingkan wajahnya dari Andi. Begitulah Aditya...suka bicara sesukanya pada ketiga temannya itu apalagi pada Andi yang disebut sepupunya itu.
“Sudah.....sudah, jangan bertengkar lagi. Kyra sebentar lagi akan turun setelah Aditya melakukan ijab kabulnya. Tapi sampai sekarang penghulunya belum datang juga padahal sudah dijemput oleh Pak Mustang” jelas Nyonya Besar khawatir.
Tiba – tiba datang Nyonya Sintya dan Tuan Agung membawa penghulu masuk kedalam diikuti beberapa tamu yang ingin menyaksikan ijab kabul yang akan diucapkan Aditya. Aditya yang duduk disofa bersama nenek dan ketiga temannya berdiri saat penghulu itu sudah berada didekat mereka.
“Ibu....penghulunya sudah datang” ucap Nyonya Sintya.
“Mulailah ijab kabulnya” balas Nyonya Besar.
Mereka lalu berjalan menuju tempat dimana sudah disediakan untuk melakukan ijab kabul. Aditya sudah duduk didepan penghulu sedangkan disampingnya sudah ada Tuan Agung yang akan menjadi wali dari Kyra.
Ya.....sebelum pernikahan, Keluarga Sinatria memang sepakat jika Tuan Agung yang akan menjadi wali Kyra mengingat Kyra tidak memiliki orang tua dan kerabat sama sekali. Jadi terpaksa Tuan Agung harus menjadikan dirinya sebagai ayah angkat Kyra agar pernikahan mereka bisa dilangsungkan dengan lancar dan tentu saja itu sudah disetujui Kyra.
Waktu itu ia menangis terharu saat Tuan Agung menjadikan dirinya sebagai ayah angkatnya karena Tuan Agung memang sangat baik padanya walau hanya beberapa hari kenal.
***
Aditya sudah melakukan ijab kabulnya dengan satu tarikan nafas....diikuti dengan kata sah dari penghulu dan para saksi yang hadir.
Setelah sah menjadi suami istri....Kyra dibawa turun oleh Maria dan beberapa pelayan. Nyonya Sintya menjemput Kyra dan membawanya ke pelaminan bersama Aditya. Mereka berdua saling tukar cincin perkawinan lalu duduk di kursi pelaminan yang sudah disediakan. Para tamu juga sudah menyantap makanannya.
***
Malamnya....pakaian mereka berdua berganti menjadi pakaian modern. Kyra dengan gaun putihnya sementara Aditya dengan jas putih celana hitam dan dasi kupu - kupunya. Aditya dan Kyra sudah berganti tempat didalam rumah bukan diluar rumah lagi. Didalam mereka berpesta pora bersama para tamu yang baru datang ataupun yang sudah lama hadir.
Kyra dan Aditya yang ikut berpesta bersama mereka didatangi oleh ketiga temannya. Mereka memperkenalkan dirinya masing – masing pada Kyra.
“Hai...kakak ipar. Kenalkan aku Andi sepupu sekaligus teman masa kecil Aditya” sapa Andi sambil mengulurkan tangannya pada Kyra.
“Kyra...” balasnya dengan tersenyum sambil membalas uluran tangan Andi.
“Rey....teman Aditya” sambung Rey.
“Kyra....”
“Aku Bagas....teman Aditya” sambung Bagas sambil mengulurkan tangannya pada Kyra.
“Kyra....”
Tentu saja Bagas sadar dengan Kyra yang pernah ia panggil menjadi supir panggilan untuk Aditya tapi ia masih ragu – ragu karena waktu itu Kyra memakai topi menutupi wajahnya. Saat ini juga belum tepat bertanya pada Kyra.
Sedangkan Aditya yang menyaksikan mereka berkenalan dengan Kyra yang sudah menjadi istrinya menjadi kesal.... tak tahu apa yang membuat dirinya kesal hanya dengan perkenalan biasa mereka.
***
Setelah mereka selesai berkenalan dengan Kyra, mereka kembali menikmati pesta. Nyonya Sintya menyuruh Aditya dan Kyra berdansa untuk membuat suasana pesta lebih hidup karena saat itu para tamu yang hadir hanya makan dan minum sambil mengobrol dengan yang lainnya. Saat Aditya dan Kyra berdansa suasana pesta semakin romantis. Mereka berdansa dengan damai tanpa bertengkar karena sebelum pernikahan Aditya sudah memberitahu Kyra jika mereka berdua tidak boleh bertengkar dihari penting seperti ini untuk menghormati neneknya.
Bersambung
Author sangat bersemangat menulis jika kalian:
LIKE
COMMENT
VOTE
RATE 5