
Setelah ketiga temannya pulang, Aditya naik ke kamarnya bersama dengan Kyra. Aditya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena lengket akibat keringat yang menempel ditubuhnya.
Selama satu jam, ia keluar dari kamar mandinya dengan baju mandinya. Ia melihat Kyra sedang duduk disofa. Wajahnya terlihat cemberut karena ia sudah satu jam menunggu Aditya selesai mandi.
“Kamu lama sekali sih mandinya.”
“Aku berendam air panas didalam. Badanku terasa tidak nyaman, memangnya kenapa sayang?” Tanya Aditya serius.
“Aku sudah lama menunggumu. Aku juga harus mandi dengan cepat.”
“Kenapa.....kamu sudah mau tidur yah.” Tanya Aditya sambil tersenyum menggoda.
“Iih....apa sih, bukan tahu.”
“Terus apa...?”
“Kata Maria....papi sudah pulang jadi kita disuruh turun kebawah secepatnya untuk makan malam.” Jelasnya.
“Haaaa.....santai saja. Dia tidak akan marah – marah kalau kita terlambat turun.”
“Ia....tapi kan ini pertama kalinya aku makan malam bersama dengannya. Kata Maria papi itu orangnya tepat waktu dan disiplin. Sudah Ah....jangan mengajakku bicara, aku mau mandi dulu.”
Kyra berlari masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Aditya berganti pakaian dengan baju santainya.
Pukul 7:00 malam.....Aditya turun kebawah bersama dengan Kyra setelah menunggu istrinya selesai berpakaian.
Mereka sudah melihat Tuan Agung, Nyonya Sintya dan Nyonya Besar sudah duduk di meja makan. Kyra langsung menyapa mereka semua setelah berada di depan meja makan.
“Selamat malam pi....selamat malam mi.....selamat malam nek.” Sapanya sambil tersenyum.
“Malam sayang....” balas Nyonya Sintya.
Nyonya Besar hanya tersenyum lebar melihat mereka berdua.
“Duduklah Kyra....” pinta Tuan Agung.
“Ia pi...”
Aditya dan Kyra duduk bersama didepan Nyonya Sintya dan Nyonya Besar.
Mereka sudah mulai menyendok makanannya dan mulai makan bersama. Tuan Agung mencoba berbicara pada menantunya itu.
“Bagaimana kabar sekolahmu...apa kamu senang satu kampus dengan Aditya?” Tanya Tuan Agung sambil melihat kearah Kyra.
“Lancar pi....aku senang.” Balasnya sambil tersenyum.
“Baguslah kalau kamu senang.”
“Bagaimana denganmu Dit......apa kamu sudah menyelesaikan semua gambarmu itu?” Tanya Tuan Agung dengan serius.
“Sudah pi...”
“Apa kamu benar – benar ingin membangun perusahaanmu sendiri?”
“Ia....aku akan belajar dari nol. Aku sudah mempersiapkan semuanya.” Balasnya dengan serius.
“Haaa.....baiklah itu terserah padamu tapi kamu tetap harus menggantikan papi setelah papi sudah tidak sanggup bekerja lagi.”
“Ia.....aku hanya ingin tahu sampai mana batas kemampuanku. Aku juga ingin belajar membangun bisnisku sendiri.”
“Baiklah....lakukan apapun yang kamu inginkan, papi tidak akan melarangmu selama kamu senang.”
Setelah mengobrol dengan anaknya.....ia kembali melanjutkan makannya begitupun dengan Aditya.
Tak lama setelah makan malam.....mereka semua berkumpul di Ruang Keluarga sambil mengobrol, karena Tuan Agung jarang sekali punya waktu untuk keluarganya. Jika ia punya waktu seperti sekarang, ia gunakan untuk mengobrol dengan keluarganya itu.
Selama dua jam mereka mengobrol, Aditya dan Kyra kembali ke kamarnya begitupun dengan Tuan Agung, Nyonya Sintya dan Nyonya Besar. Mereka semua kembali istirahat.
Malam itu tidak ada yang spesial diantara Kyra dan Aditya karena mereka langsung tidur saat berada dikamarnya. Aditya tak lupa mencium kening istrinya sebelum tidur.
Keesokan paginya.....mereka berdua berangkat ke kampus setelah sarapan bersama dengan keluarganya.
Setelah sampai dikampus.....Aditya mengantar istrinya ke kelas barunya. Ia tak lupa mengecup kening Kyra sebelum masuk kelas.
“Masuklah....” Ucapnya setelah mencium kening Kyra.
“Ia...”balasnya sambil tersenyum.
Aditya kemudian berjalan menuju kelasnya yang letaknya cukup jauh dari kelas istrinya.
***
Hari pertama kuliah....Kyra disibukkan dengan mata pelajarannya sampai ia tidak punya waktu bertemu dengan Aditya.
Pukul 12:00 siang, Kyra keluar kelasnya bersama dengan Lea. Mereka berdua menuju kantin kampusnya untuk makan siang.
Saat dikantin....Kyra dan Lea mengantri untuk mengambil makan siang mereka. Mereka berdua duduk dimeja kantin dengan nampang makanan yang mereka pegang.
Mereka makan sambil mengobrol. Ditengah – tengah pembicaraan mereka, Melia dan teman – temannya datang menghampiri mereka berdua.
“Wah...wah...wah. Kelihatannya kalian berdua sangat bahagia yah.” Ucapnya yang sudah berdiri disamping Lea dan Kyra.
Lea dan Kyra tidak menghiraukan Melia. Mereka hanya asyik memakan makanannya sendiri. Melia kembali berbicara....kali ini ia berbicara pada Lea.
“Lea......kenapa kamu bisa diajak makan dikantin kampus. Seharusnya kan temanmu ini mengajak makan di Restoran mahal?” Tanya Melia sambil tersenyum mengejek.
“Memangnya aku sama dengan temanmu yang selalu mengikutimu itu. Hanya berteman denganmu karena ingin ditraktir.”
“Apa kamu bilang....berani sekali kamu bicara tidak sopan dengan seniormu?” sahut Alini dengan kesal.
“Kamu menghinaku. Berani sekali kamu menghinaku begitu.” Teriak Melia yang merasa dirinya dihina oleh Lea.
“Cukup......kalian semua bisa diam tidak. Ini kantin, tempat untuk makan.” Sahut Kyra sambil berdiri didepan Melia.
Melia yang melihat Kyra berdiri dan berteriak didepannya datang mendekatinya dan membisikkannya sesuatu.
“Ingat yah...aku akan membuatmu menyesal karena sudah merebut milikku.” Bisiknya.
“Benarkah....milikmu yang mana aku rebut.”
“Jangan pura – pura tidak tahu.”
“Apa yang kamu maksud itu Aditya?”
“Benar....aku dan dia sudah dijodohkan dengan ibunya.”
“Benarkah....selamat yah.” Ucapnya sambil tersenyum mengejek.
Tiba – tiba Kyra melihat Aditya yang masuk ke kantin.
“Apa mau aku buktikan......seberapa pentingnya aku dimata Adityamu itu?” Bisiknya.
“Apa maksudmu?” Tanya Melia kebingungan.
Kyra tiba – tiba memegang tangan Melia dan menjatuhkan dirinya dilantai.
“Auw....sakit sekali.” Teriaknya sambil memegang kakinya.
Aditya langsung berlari saat melihat Kyra terjatuh dari lantai. Ia terlihat panik saat itu.
“Kyra....kamu baik – baik saja.” Ucapnya.
“Ia....aku baik – baik saja tapi kakiku sepertinya keseleo Dit.” Ucapnya sambil memegang kakinya.
“Kenapa kamu sampai jatuh....apa dia yang mendorongmu?” Tanya Aditya sambil melihat kearah Melia.
“Bukan kok....aku tidak sengaja jatuh tadi.”
“Apa kamu bisa berdiri?”
“Sepertinya tidak bisa....kakiku sakit sekali.” Ucapnya dengan manja sambil melirik Melia.
Aditya langsung menggendong Kyra didepannya. Kyra melingkarkan tangannya dileher suaminya. Saat Aditya berjalan membelakangi Melia sampai berlalu meninggalkan Melia dan teman – temannya. Kyra menjulurkan lidahnya pada Melia membuat Melia semakin kesal.
“Dasar wanita licik....” gumamnya dengan kesal.
Aditya membawa Kyra sampai ke Bas Camp dan menurunkannya disofa. Kyra terus memegang kakinya yang tadi dibilang sakit. Aditya hanya menghela nafasnya sambil melihat istrinya.
“Sudah....jangan pura – pura lagi.” Ucap Aditya sambil melihat istrinya.
Kyra menghentikan aksinya itu mendengar ucapan Aditya.
“Kamu tahu aku pura – pura jatuh.”
“Tentu saja aku tahu...”
“Jadi...saat kamu berlari kearahku kamu sudah tahu kalau aku pura – pura jatuh.”
“Kyra....Kyra....aktingmu buruk sekali. Masa cuma jatuh ringan begitu kakimu langsung ke seleo dan tidak bisa jalan.”
“Terus kenapa tadi kamu malah menggendongku kalau kamu sudah tahu?”
“Aku hanya ingin membuat istriku senang.” Balasnya sambil memegang kepala Kyra.
“Cih....kenapa aku merasa dipermainkan yah?”
“Sudah....tidak usah pikirkan itu. Kamu makan siang dulu, aku sudah menyiapkan makan siangmu.” Ucapnya sambil meraih makanan kotak yang sudah ia pesan tadi.
“Tadi aku sudah makan siang.”
“Bukannya tadi kamu makannya cuma sedikit.”
"Ia sih....tapi kenapa kamu datang ke kantin sendirian?" Tanya Kyra penasaran.
"Aku datang mencarimu untuk makan siang bersama."
“Jadi tadi itu kamu ke kantin karena mencariku.”
“Ia....”
“Baiklah....kalau gitu aku makan makanannya yah, karena suamiku sudah menyiapkan makan siangnya dengan penuh cinta.” Ucapnya sambil tersenyum.
“Sudah....jangan memuji terus karena tanpa kamu puji pun, aku selalu memberikanmu cinta.”
“Ia....aku makan yah makanannya.”
“Eem...”
Kyra pun memakan makanan yang diberikan suaminya itu.
Selesai makan siang.....Kyra meninggalkan Aditya di Bas Champ karena ia masih memiliki mata kuliah yang harus ia hadiri.
Bersambung.
Jangan lupa like yah karena Like itu gratis