
Bagas membunyikan bel Apartemen Aditya beberapa kali.
Kyra yang sedang tidur di sofa menunggu suaminya datang, tiba – tiba terbangun setelah mendengar bunyi bell dari luar.
“Kenapa Aditya tidak langsung masuk. Kenapa harus membunyikan bell?” gumamnya sambil mengucek – ngucek matanya yang masih mengantuk.
Ia memaksakan tubuhnya bangun dan melangkahkan kakinya untuk membuka pintu Apartemennya itu.
Ia sangat terkejut saat melihat Bagas memegang tubuh Aditya yang sudah setengah mabuk.
“Kak Bagas....ada apa dengannya?” tanya Kyra penasaran.
“Maaf Kyra....tadi kami sedang berkumpul dengan anak – anak yang lain terus dia minum banyak disana, jadinya seperti ini.” jelas Bagas sambil terus memegang Aditya yang tidak bisa menahan tubuhnya sendiri.
Tiba – tiba Aditya menggerakkan kepalanya kearah Bagas.
“Mana Kyra.” gumam Aditya dalam keadaan mabuk.
“Buka matamu lebar – lebar, Kyra sekarang ada di depanmu.”
Aditya melihat kearah istrinya yang sedang berdiri di depannya dengan mata sedikit terbuka sambil mengerutkan keningnya berusaha melihat dengan jelas. Ia kemudian mencengkram leher baju Bagas.
“Hei....jangan membohongiku. Dia bukan istriku, dia itu gadis yang memukulku di Bar.” ucap Aditya.
Kyra hanya memegang leher bagian belakangnya karena malu melihat tingkah Aditya saat mabuk.
“Maaf yah Kyra, sepertinya dia sudah sangat mabuk.”
“Oh....tidak apa – apa kak.”
“Aku serahkan Aditya padamu yah”
“Baik kak...”
Kyra lalu memapah Aditya yang sudah mabuk sampai membuatnya hampir jatuh karena menahan tubuh Aditya. Tapi Bagas dengan sigap memegang Kyra.
“Hati – hati....Kamu baik - baik saja kan" ucap Bagas khawatir.
"Tidak apa - apa kak."
"Sini....biar aku saja yang bawa dia masuk, sepertinya tenagamu tidak kuat kalau sampai ke dalam. Kamu hampir jatuh kan tadi gara - gara menahan tubuhnya.”
“Terima kasih kak, aku baik - baik saja.” balas Kyra sambil tersenyum.
Bagas melingkarkan tangan Aditya ke lehernya sambil memegang tubuhnya. Ia membawanya masuk ke dalam kamarnya.
Saat di kamar, Bagas langsung melemparkan tubuh Aditya di kasur.
“Kak Bagas pulang saja....biar aku yang mengurus dia.”
“Ia....aku serahkan dia padamu yah.”
“Terima kasih kak.”
“Sama – sama.” balas Bagas sambil tersenyum.
Setelah Bagas pulang, Kyra mulai membuka sepatu Aditya dan melepaskan jaket yang di pakainya.
“Kyra....Kyra....” panggil Aditya dalam keadaan mabuk dan mata masih terpejam.
Kyra kaget mendengar Aditya memanggilnya.
“Kenapa dia memanggil namaku....apa dia sedang menyumpahiku dalam mimpinya?” gumamnya.
Ia membungkukkan tubuhnya dan mendekatkan kepalanya untuk mendengar apa yang akan dikatakan Aditya selanjutnya.
“Kenapa kamu memanggilku....ada apa?” tanya Kyra sambil mendekatkan wajahnya di depan Aditya yang masih dalam keadaan tak sadar.
“Aku suka padamu.” ucap Aditya dengan pelan.
Sontak saja membuat Kyra sangat terkejut sekaligus bingung dengan yang dikatakan Aditya barusan. Ia langsung berdiri tegak sambil mencernah ucapan suaminya itu.
“Dia bilang apa tadi, suka padaku.” gumamnya sambil tertawa kecil seakan tak percaya.
“Dia.....” sambil menunjuk Aditya. “Suka padaku. Tidak mungkin” ucap Kyra sambil menggelengkan kepalanya yang masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
“Pasti dia bilang itu pada gadis yang di cintainya itu. Tapi...dia memanggil namaku tadi. Ah...sudahlah, itu pasti bukan aku, mana mungkin dia suka padaku. Kalau benci...ia.”
Kyra kemudian menyelimuti suaminya itu, tiba – tiba tangannya ditarik oleh Aditya membuat ia berada diatas tubuh suaminya. Ia berusaha bangun tapi Aditya memeluknya dengan erat membuat ia tidak bisa bergerak.
“Dit....apa yang kamu lakukan?” tanya Kyra sambil melihat Aditya yang masih terpejam. “Lepaskan...aku tidak bisa nafas. Dit....Aditya.” teriaknya sambil menggoyang – goyangkan tubuhnya.
“Eem....” balas Aditya dengan suara serak.
“Lepaskan....aku tidak bisa nafas Dit.”
Tiba – tiba Aditya menggulingkan tubuhnya sambil memeluk Kyra sampai posisi diatas Kyra. Ia mencengkram tangan Kyra di sisi kanan kiri kepalanya.
“Dit....kamu mau apa?” tanya Kyra yang kaget.
“Aku mencintaimu.”
“Kamu siapa?” tanya Aditya yang masih dalam pengaruh alkohol.
“Aku Kyra.....”
Aditya terus menatap Kyra yang masih dalam pengaruh alkohol.
“Kamu benar – benar Kyra.”
“Ia....cepat lepaskan aku. Aku sesak tahu.” ucap Kyra sambil berusaha melepaskan tangannya yang di genggam erat oleh Aditya.
Aditya hanya tersenyum melihat Kyra tanpa ingin melepaskan cengkramannya dari istrinya itu. Ia semakin memajukan wajahnya untuk mencium Kyra.
“Dit.....kamu mau apa?”
Aditya langsung mencium bibir istrinya itu. Ia bermain – main dengan lidah lembutnya dengan penuh gairah.
“Mmm.....mmm...Dit....mmm”
Aditya terus mencengkram erat tangan Kyra tanpa sekalipun membiarkan tangannya lepas. Ia mencium pipi Kyra dengan lembut bahkan mengigit telinganya. Seusai mengigitnya, ia menciumi telinga istrinya dengan lembut sampai menelusuri leher, dan bahunya. Aditya melepaskan tangan kanannya dan memasukkan tangannya itu ke dalam baju Kyra. Ia meraba – raba dada istrinya dan kembali mencium bibir Kyra, melumatnya sambil melepaskan tali gaun tidur Kyra.
Aditya menekan tubuh Kyra dengan kedua kakinya lalu melepaskan bajunya dengan tergesa – gesa karena sudah tidak tahan ingin melakukannya dengan Kyra. Kyra hanya menuruti kemauan suaminya itu karena tidak bisa melawan kekuatan Aditya yang menekan tubuhnya.
Setelah melepaskan semua pakaiannya....ia kembali menciumi seluruh jengkal tubuh Kyra sampai meninggalkan bekas di tubuhnya.
Ia pun melakukannya sampai berkali – kali membuat seluruh badan Kyra kesakitan.
Setelah melakukannya, Aditya langsung tidur tanpa berpakaian di samping istrinya. Kyra hanya menghela nafasnya dengan panjang, sesekali ia melihat kesamping suaminya yang sudah tidur lelap.
Ia sakit hati dengan Aditya yang mabuk sampai memaksanya berhubungan intim apalagi menganggapnya sebagai wanita yang di cintainya.
“Benar – benar lucu.....dia melakukannya seperti binatang buas. Saat malam pertamaku dengannya, dia tidak sampai sebuas ini. Apa dia sangat mencintai wanita itu.” dalam hati Kyra.
Ia tak bisa menahan kesedihannya itu sampai membuatnya menangis.
“Apa aku sudah suka padanya sampai aku menangis karena dia menganggapku wanita lain. Kyra.....jangan menangis, dia sudah memperingatkanmu untuk tidak berharap padanya. Kubur dalam – dalam perasaanmu itu, kamu hanya sakit hati jika suka padanya.” dalam hati Kyra.
Ia menghapus air matanya dan mencoba memejamkan matanya. Tapi ia tidak bisa tidur mengingat Aditya yang menganggap dirinya wanita lain saat berhubungan. Ia merasa malu sebagai perempuan, meskipun tidak ada cinta diantara mereka tapi menganggapnya sebagai wanita lain itu sangat menyakitkan apalagi saat berhubungan intim.
Ia kembali memaksakan matanya untuk tidur.
Keesokan paginya.....Aditya bangun dan meraba tubuhnya yang tidak berpakaian.
Ia sangat kaget saat melihat wanita yang sedang berbaring membelakanginya. Punggungnya dipenuhi dengan tanda merah bekas ciumannya.
“Astaga....apa yang terjadi?” dalam hati Aditya.
Ia masih belum tersadar dengan dirinya yang berada di kamarnya sendiri karena fokus dengan dirinya dan wanita yang tidur di sampingnya.
“Aku mabuk sambil membayangkan istriku sendiri....bagaimana ini, apa dia Kyra atau bukan yah.” dalam hati Aditya yang takut.
Ia mengira wanita yang tidur di sampingnya itu bukan istrinya karena ia sama sekali tidak tahu kalau dirinya pulang ke rumah tadi malam. Ia mengira jika dirinya melakukan kesalahan pada wanita lain sambil membayangkan istrinya disaat ia mabuk apalagi orang mabuk itu tidak bisa berpikir jernih makanya ia bisa berpikir jika wanita yang di sampingnya itu bukan istrinya tapi melainkan wanita lain yang ia anggap sebagai Kyra.
“Aku hanya membayangkan wajah Kyra....ya tuhan Aditya apa yang sudah kamu lakukan. Jangan – jangan dia wanita yang tadi malam menghampiriku terus aku mengira kalau dia adalah Kyra.” dalam hati Aditya sambil memegang kepalanya yang masih pusing.
Ia mengangkat kepalanya lalu melihat sekelilingnya dan tersadar jika ia berada di rumahnya sendiri.
“Eh....ini kan kamarku, berarti...” gumamnya sambil memajukan wajahnya untuk melihat wanita yang tidur di sampingnya.
Haaaa......ia menghela nafasnya dengan panjang sambil mengelus dadanya merasa dirinya lega karena ia tidak hanya sekedar membayangkannya saja tapi ia benar – benar memuaskan nafsunya dengan wanita yang sudah mulai merasuki pikirannya itu.
“Untunglah aku melakukannya dengan istriku sendiri. Karena ketakutan, aku sampai tidak sadar kalau berada di rumah sampai mengira istriku adalah gadis murahan yang sering kutiduri." dalam hati Aditya.
***
Aditya sebenarnya mengingat perbuatan yang dilakukannya pada istrinya itu tapi ia tidak mengingat jika dirinya mengatakan hal yang membuat Kyra salah paham.
***
Ia mengelus kepala Kyra dan turun dari tempat tidurnya. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Saat di dalam kamar mandi, ia menertawakan dirinya sendiri yang tak percaya kalau ia sudah jatuh cinta pada Kyra yang selalu membuatnya kesal itu.
“Ini tidak benar.....aku pasti keliru, bagaimana bisa aku jatuh cinta padanya bahkan saat mabuk pun aku sangat menginginkannya. Tidak Aditya, ini pasti bukan cinta, ini pasti hasrat seorang pria normal....” gumamnya sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.
Ia kemudian mendongakkan kepalanya sampai membiarkan wajahnya itu terkena air shower.
“Tapi.....kenapa pikiranku semua dipenuhi dengan dirinya.” dalam hati Aditya.
Ia kemudian mematikan air showernya dan menarik handuk yang ada di sampingnya.
Sebenarnya Aditya itu sudah jatuh cinta pada Kyra tapi ia gengsi mengakui dirinya sendiri kalau ia jatuh cinta.
Dulu waktu ia bersama Aura, ia tidak sampai begini. Apalagi yang duluan mengatakan cinta itu adalah Aura sendiri.
Bersambung.
Author sangat berterima kasih jika kalian Vote, Like dan Comment.