Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 53 Beautiful Romance



Setelah berada di depan Villa, Andi langsung berpamitan pada Kyra dan Lea.


“Kakak ipar....aku antar sampai sini saja yah, aku kembali ke sebelah dulu panggil anggota yang lainnya.”


“Ia kak.”balas Kyra sambil tersenyum.


“Terima kasih senior karena sudah mengantar kami.”sahut Lea.


“Ia....sama – sama. Kalian masuklah ke dalam.”balas Andi


“Oke....”balas Kyra. “Ayo Lea.”ajak Kyra.


Kyra dan Lea masuk ke dalam Villa setelah Andi pergi. Saat masuk ke dalam, Kyra merasa aneh dengan tatapan teman – teman kampusnya apalagi mereka semua seakan menjauh darinya saat ia berjalan mendekat.


“Kenapa mereka semua menatapku seperti itu?”dalam hati Kyra sambil mengerutkan keningnya.


Kyra dan Lea ingin bergabung dengan mereka tapi teman – temannya itu malah menjauh darinya. Alhasil ia dan Lea hanya duduk berdua di sofa sedangkan yang lainnya duduk jauh darinya sambil berbisik tentang dirinya.


Kyra masih tak tahu apa penyebab ia dijauhi teman – teman kampusnya yang belum ia kenal itu.


“Kenapa mereka seperti menjauhi kita?”tanya Kyra penasaran.


“Aku juga tidak tahu Kyra. Tapi mereka seperti menatapmu. Mereka sampai berbisik saat melihatmu.”balas Lea.


“Kalau begitu kita ke kamar saja. Aku merasa aneh jika terus ditatap aneh oleh mereka.”


“Tidak bisa....senior ingin membagikan kelompok pelatihan untuk kita semua. Kalau kita ke kamar nanti kita tidak dapat teman kelompoknya. Kita duduk saja sebentar menunggu senior datang.”jelas Lea.


“Oh.....baiklah.”


Kyra mencoba menahan dirinya yang sudah merasa tidak nyaman dengan tatapan teman – temannya itu.


“Aku ingin sekali pergi dari sini. Mereka menatapku seolah aku tersangka pembunuhan. Apa mereka menatapku gara – gara mereka tahu aku dekat dengan Aditya yah. Haaa.....kapan sih para senior itu datang, aku sudah tidak tahan duduk disini?”dalam hati Kyra.


Tiba – tiba Melia datang bersama Anggota BEM yang lain. Melia sengaja mengajak semua seniornya datang untuk menyaksikan Kyra dipermalukan agar ia bisa di keluarkan langsung dari kampus.


Melia dan kedua temannya langsung datang menghampiri Kyra yang sedang duduk bersama Lea. Saat berada di depan Kyra, ia langsung menatap Kyra dengan tatapan hina.


“Jadi ini mahasiswa baru kita yang digosipkan anak – anak.”ucap Melia sambil melingkarkan tangannya di depan dadanya dengan wajah yang begitu angkuh.


Ia seakan baru tahu gosip tentang Kyra, padahal itu semua adalah perbuatannya.


Kyra dan Lea langsung berdiri saat melihat Melia dan kedua temannya berdiri di depannya.


“Gosip apa yah senior?”tanya Kyra penasaran.


“Astaga....kamu sudah duduk lama disini tapi masih belum tahu tentang gosip dirimu yang menyebar diantara para mahasiswa disini.”jelasnya.


“Gosip apa yang senior maksud sampai membuat senior mendatangiku begini?”tanya Kyra penasaran.


“Kamu itu sudah mencemarkan nama baik kampus kita dengan kelakuan murahanmu itu.”ucap Melia dengan wajah kesalnya.


“Apa maksud senior.....saya tidak mengerti?”tanya Kyra yang masih bingung.


“Dasar gadis murahan. Kamu itu tidur dengan beberapa pria hanya untuk mendapatkan uang dari mereka.”ucapnya dengan mata melotot.


“Apa....?”balasnya dengan terkejut. “Kenapa senior bisa mengatakan hal seperti itu pada saya. Saya tidak pernah melakukan hal yang senior katakan itu?”tanya Kyra dengan wajah yang sangat terkejut dengan ucapan Melia.


“Alaahh.....kamu tidak usah pura – pura tidak tahu. Kamu sendiri tahu dengan dirimu yang hina itu. Semua mahasiswa disini sudah tahu sifatmu yang suka menggoda pria untuk mendapatkan uang.”


Tiba – tiba Santi datang menghampiri mereka.


Santi merupakan teman seangkatan Aditya. Ia juga merupakan teman SMA Aura dan Aditya. Tapi Aditya tidak terlalu dekat dengannya.


***


Santi berjalan mendekati Kyra dan berbicara padanya.


“Namamu Kyra kan.”


“Ia senior.”balas sambil melihat kearah Santi.


“Kami semua mendengar tentang dirimu yang selalu gonta – ganti pria untuk mendapatkan uang bahkan kamu juga mendekati pria kaya yang ada di kampus kita. Kelakuanmu ini sudah sangat mencemarkan nama baik kampus kita Kyra.”


“Maaf senior tapi ucapan yang senior tuduhkan itu semuanya fitnah, aku sama sekali tidak pernah menggoda siapapun. Siapa yang mengatakan hal itu tentang saya, senior?”tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya.


“Kamu tidak usah mengelak lagi....kami punya bukti kalau kamu adalah gadis panggilan.”sahut Melia.


“Bukti apa yang kamu maksud?”tanya Kyra.


Alini mengeluarkan Black Card dari dompet Kyra. Kyra sangat terkejut melihat dompetnya ditangan Alini.


“Kita menemukannya di lantai. Kami periksa dalam dompetnya dan ternyata dompet ini milikmu.”jawab Alini.


“Itu tidak penting....tapi yang penting adalah Kartu Kredit ini.”sahut Melia sambil mengambil Kartu Kredit dari Alini.


“Bagaimana kamu bisa memiliki kartu kredit begini yang hanya dimiliki orang – orang kaya sedangkan kamu tidak sanggup memiliki barang seperti ini, mengingat dirimu itu hanya anak yatim piatu yang miskin.”ucap Melia sambil menunjukkan kartu kredit milik Kyra di depannya.


Kyra menghembuskan nafasnya mencoba menenangkan dirinya yang sudah terlihat kesal dengan Melia dan yang lainnya.


“Tahan Kyra....jangan emosi.”dalam hati Kyra.


Ia kembali berbicara pada Melia.


“Senior tidak perlu tahu aku mendapatkan kartu kredit itu dari mana, yang jelas Anda sudah melanggar privasi orang dengan mengeluarkan barang di dalam dompetnya.” ucap Kyra sambil mengambil dompet dan kartu kreditnya dari tangan Alini dan Melia.


Alini dan Melia hanya diam membiarkan Kyra mengambil dompet dan kartu kreditnya karena mereka sudah menunjukkan barang yang mereka anggap sebagai bukti di depan yang lainnya.


Melia kembali berbicara pada Kyra dengan wajah yang penuh amarah.


“Kamu masih bilang kalau aku melanggar hukum. Hei...perempuan *******, kamu tidak pantas bicara seperti itu padaku dengan statusmu yang rendah. Kamu hanya wanita yang ditiduri banyak pria saat mereka butuh.”


“Apa saya punya salah pada senior...pada kalian semua.”teriaknya yang sudah sangat kesal dengan penghinaan orang padanya.


“Kalian berbisik sana sini hanya karena mendengar gosip yang tidak tahu asalnya darimana. Saya memang gadis miskin yang tidak punya orang tua tapi kalian tidak berhak menghina saya hanya karena saya memiliki barang seperti ini. Kalian pikir kalian lebih baik dari saya. Kalian hanya bisa menghujat, menghina tanpa tahu diri kalian apakah sudah lebih baik dari saya.”teriaknya sambil melihat kearah teman – temannya.


Ia kembali menatap Melia dengan tatapan marah.


“Kenapa senior menghina saya di depan mereka bahkan mengambil barang saya di kamar. Dompet itu tidak pernah jatuh ditempat lain kecuali senior sendiri yang mengambilnya?”tanya Kyra dengan marah.


Melia terlihat kaget mendengar ucapan Kyra yang tahu dengan perbuatannya. Ia mengalihkan pembicaraan Kyra dengan kembali menghinanya di depan yang lainnya.


“Dasar gadis murahan. Kamu malah menanyakan hal itu untuk mengalihkan kelakuanmu yang hina itu. Aku sungguh kasihan dengan orang tuamu yang sudah mati itu, atau jangan – jangan ibumu juga seperti dirimu yang suka menggoda pria.”


Plak...tamparan keras mendarat di pipi Melia....semua orang yang diam menyaksikan pertengkaran mereka sangat terkejut melihat Kyra menampar Melia dengan keras.


“Beraninya menghina ibuku.”ucap Kyra yang dipenuhi dengan amarah mendengar ucapan Melia yang menghina Orang tuanya.


“Kau menamparku.”teriak Melia sambil memegang pipinya.


Plak...tamparan dipipi sebelah Melia membuatnya semakin geram.


“Apa yang kamu lakukan?”sahut Alini sambil mendorong Kyra.


“Huh...itu tamparan untuk orang tidak beradab sepertimu. Aku bisa terima penghinaanmu tapi aku tidak akan pernah terima jika ada orang yang menghina ibuku.”ucap Kyra dengan ekspresi yang sangat marah.


Melia sudah sangat marah sampai membalas tamparan Kyra. Alini dan Sarla ikut maju untuk menampar Kyra tapi ditahan oleh Lea. Melia menarik rambut panjang Kyra dan akhirnya terjadilah aksi jambak - jambakan diantara Kyra dan Melia bahkan kedua temannya juga ikut membantu tapi Lea berusaha menahan mereka sampai membuatnya ikut berkelahi dengan Alini dan Sarla.


Semua mahasiswa hanya menyaksikan mereka tanpa ikut membantu, Santi berteriak untuk menghentikan perkelahian mereka tapi mereka tidak mempedulikan dengan teriakannya.


Andi masuk ke dalam Villa untuk membagi kelompok mereka dan sudah mendapati perkelahian kelima orang itu. Ia mencoba melerai perkelahian mereka tapi ia malah kena imbasnya. Akhirnya ia berlari untuk membaritahu Aditya tentang perkelahian Kyra karena ia tak bisa menghentikan dengan seorang diri saja apalagi yang lainnya hanya menonton tanpa membantu.


***


Saat di Villa sebelah, Andi langsung menerobos masuk ke dalam ruangan istirahat Aditya dengan nafas yang terengah – engah karena berlarian.


Rey berdiri setelah melihat Andi yang berlarian masuk dengan wajah merah yang habis kena tamparan Kyra.


“Adik keempat.....kenapa dengan wajahmu?”tanya Rey.


“Ini bekas tamparan kakak ipar.”balasnya dengan nafas terengah – engah.


“Ada masalah apa?”tanya Aditya dengan ekspresi terkejut.


“Kakak ipar....kakak ipar.”ucapnya sambil menunjuk keluar dengan nafas yang masih terengah – engah.


“Ada apa dengannya. Cepat katakan?”tanya Aditya sambil mengerutkan keningnya.


“Kakak ipar berkelahi dengan Melia dan teman – temannya.”


“Apa...”ucap Aditya dengan ekspresi terkejut.


Ia langsung berlari ke Villa sebelah bersama dengan Rey dan Andi.


Bersambung.



Jangan lupa like, vote, comment and rate 5 yah.