
Pukul 9:00 pagi, Aditya sekarang sedang berada dikampus. Ia memarkirkan mobil sportnya di parkir khususnya lalu masuk kedalam kampus. Ia berjalan menelusuri kampus menuju tempat yang disebutnya dengan Bas Camp itu.
Saat ia jalan, ia melihat seorang pria culun memegang sebuah lolipop, pria itu membuka lolipop kesukaannya dan ingin memasukkan kemulutnya.
Tiba – tiba Aditya merebut lolipopnya dan langsung memasukkan kemulutnya dan terus berjalan kedepan tanpa mempedulikannya. Pria culun itu juga tak bisa apa – apa karena takut dengan Aditya.
Ia memang biasa diperlakukan seperti itu pada Aditya. Ia hanya menggeleng – gelengkan kepalanya melihat tingkah Aditya yang sesuka hatinya itu.
Seperti anak kecil saja ya mereka....makan lolipop.
Setelah sampai di Bas Campnya, ia langsung melemparkan tubuhnya disofa sambil menatap langit – langit ruangannya. Dipikirannya banyak sekali pertanyaan tentang Kyra yang ingin menikah dengannya.
“Apa alasan gadis tomboi itu ingin menikah denganku. Bukankah dia pernah bertemu dengan mami, pasti dia tahu aku dong” dalam hati Aditya sambil terus menghisap lolipop yang ada dimulutnya.
“Aaahhh aku tahu....pasti karena dia suka padaku. Kalau bukan itu apalagi coba. Memang benar kalau wanita itu lain dimulut lain dihati. Bilangnya benci dan tidak mau melihatku tapi dalam hatinya dia sangat menyukaiku. Si gadis tomboi itu....pasti malu – malu saat berhadapan denganku makanya dia seakan – akan membenciku. Huh pesonaku memang masih ada ternyata, tidak ada gadis yang bisa menolak seorang Aditya yang tampan” dalam hatinya sambil senyum – senyum sendiri.
Ketiga temannya masuk kedalam ruangan tapi Aditya tidak menyadarinya kehadiran mereka karena asyik sendiri dengan dunia pikirannya. Mereka bertiga melihat adegan yang tak pernah mereka bayangkan selama ini.
“Apa aku tidak salah lihat?” tanya Rey kaget yang melihat Aditya menatap langit – langit ruangannya sambil tersenyum sendiri.
“Kamu tidak salah lihat adik ketiga. Dia memang sedang tersenyum sekarang” ucap Bagas.
“Tapi apa yang membuatnya sampai senyum begitu bahkan selama bersama Aura dulu. Dia tidak pernah tersenyum sendiri begitu seperti menang lotre saja” sambung Rey sambil menatap terus Aditya.
“Matahari sudah terbit dari Timur sekarang. Dia bahkan tidak sadar dengan kehadiran kita disini” ucap Andi sambil menatap Aditya tak melepaskan pandangannya.
“Bukankah matahari memang terbit dari Timur. Kamu ini ada – ada saja” sahut Bagas.
“Sudahlah....ayo kita kesana” pinta Rey.
Mereka bertiga pun berjalan kearah Aditya dan langsung duduk disampingnya membuat Aditya kaget dan langsung merubah wajahnya kembali menjadi serius.
“Kakak pertama...apa yang membuatmu tersenyum sendiri dari tadi?” tanya Andi dengan penuh penasaran.
“Sejak kapan aku tersenyum” balasnya dengan wajah datar sambil terus menghisap lolipopnya.
“Tadi kami melihatmu dari sana bahkan kakak pertama tidak mendengar kedatangan kami bertiga” sambung Bagas sambil melihat kearahnya.
“Ehem.....kalian itu salah lihat. Sejak tadi aku duduk disini tapi tak pernah senyum” sambil memalingkan wajahnya kesamping berusaha menyembunyikan wajahnya dari mereka bertiga.
“Hai...tidak usah mengelak begitu. Kami ini bertiga, sedangkan kamu hanya sendiri. Memangnya bisa melawan kami” sahut Rey.
Aditya langsung menatap tajam Rey dengan wajah dinginnya. Bagas dan Andi sudah mulai takut dengan ekspresi Aditya.
“Sudahlah adik ketiga....jangan ditanya lagi. Lebih baik kita main billiar saja” sambil berdiri dan menarik tangan Rey dan Andi untuk berdiri.
“Hei...kenapa kamu menarikku sih. Aku belum selesai bicara dengannya?” ucap Rey dengan nada keras.
“Sudah...jangan bertanya lagi. Apa kamu tidak lihat kalau dia sudah terlihat marah” bisik Bagas pada Rey sambil menarik tubuh Rey ke meja billiar.
Mereka bertiga berjalan menuju meja billiar sementara Aditya masih duduk di sofa.
***
Sedangkan ditempat lain, Kyra sedang berdiri di depan Rumah Sakit. Ia masuk kedalam dengan pakaian seragam sekolahnya. Ia menuju kamar pasien dimana adiknya dirawat. Ia membuka pintu kamar pasien dan melihat adiknya sedang terbaring dikasur.
“Zahila....apa kamu sedang tidur?” tanya Kyra yang sudah berdiri disamping adiknya. Zahila membuka matanya pelan – pelan dan melihat kakaknya berdiri disampingnya.
“Kakak.....sejak kapan kakak datang?” tanya Zahila.
“Kakak baru datang sayang” jawab Kyra sambil mengelus kepala Zahila.
“Tapi kenapa kakak bisa datang jam segini. Ini kan masih jam sekolah?” tanya Zahila.
“Hari ini hari sabtu jadi kakak bisa pulang cepat apalagi senin depan kakak sudah mulai ujian sekolah” jawab Kyra.
“Berarti kakak tidak akan sibuk kerja lagi” tanya Zahila.
“Tentu saja kakak masih bekerja tapi kali ini kakak hanya bekerja disiang hari saja” jawabnya.
“Sebenarnya hari ini kakak datang kesini ingin mengatakan kabar baik padamu”
“Kabar baik apa kak?” tanya Zahila antusias.
“Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang membantu kita mendapatkan donor jantung untukmu”
“Benarkah.....jadi Zahila bisa keluar Rumah Sakit dan bisa sekolah terus bermain seperti yang lainnya?” tanya Zahila sambil tersenyum lebar.
“Tentu saja....tapi Zahila harus dioperasi dulu”
“Tidak masalah....yang penting Zahila bisa sehat kembali. Terus kapan Zahila bisa dioperasi?” tanya Zahila penasaran.
“Secepatnya sayang tapi Zahila tidak dioperasi disini melainkan di Amerika” tanya Kyra mencoba memberi pengertian pada Zahila.
“Kenapa Zahila harus dioperasi disana bukan disini?” tanya Zahila dengan serius.
“Karena peralatan disana sangat canggih terus donor jantung yang Zahila terima juga ada disana sayang” sambil memegang pipi Zahila.
“Baiklah....itu tidak masalah buatku yang penting aku bisa sembuh”
“Satu lagi.....mungkin kakak tidak bisa ikut denganmu kesana karena kakak harus ujian sekolah dulu sayang” jelas Kyra dengan serius.
“Kalau begitu kita tunggu kakak selesai ujian sekolah dulu baru pergi ke Amerika”
“Tidak bisa Zahila....kamu harus secepatnya dioperasi kalau tidak donor jantung yang kamu terima bakal diambil orang. Kakak harap Zahila bisa mengerti ya”
“Baiklah....Zahila akan menuruti semua yang dikatakan kakak”
“Jadi kamu tidak masalah kan” ucapnya. Zahila hanya mengangguk sambil tersenyum pada Kyra. “Baiklah....kalau begitu kakak pergi kerja ya karena ini sudah jam satu siang” sambil melihat jam dinding yang menempel didalam kamar itu.
“Baik kak...hati – hati dijalan”
“Ia sayang. Kakak pergi ya” sambil berjalan keluar. Zahila hanya melambaikan tangannya pada Kyra. Kyra menutup pintunya pelan sambil tersenyum pada Zahila.
Kyra keluar dari Rumah Sakit dan berjalan menuju Halte Bus dengan seragam sekolah yang masih menempel
ditubuhnya. Ia menunggu selama 30 menit sampai akhirnya Bus datang. Ia naik ke Bus itu menuju Toko Bolu Cukke yang sangat terkenal itu.
Setelah beberapa menit perjalanannya, ia sampai di pemberhentian kedua. Ia turun dari Bus dan berjalan kaki ke Toko Bolu yang tak jauh dari Halte Bus tempatnya turun.
Saat sampai, ia langsung mengganti baju seragamnya dengan pakaian seragam toko diruang ganti. Setelah selesai, ia keluar dan memulai melayani pelanggannya yang sudah memadati toko tempatnya bekerja.
“Hari ini cepat sekali kamu datangnya Kyra” tanya Mira teman kerjanya yang sudah berada disampingnya.
“Ia kak...kemarin aku sudah menghubungi bos untuk mengganti sifku lebih awal karena aku ingin pulang cepat. Aku ingin menemani adikku di Rumah Sakit” jawab Kyra sambil memasukkan Kue Bolunya kedalam dus kecil.
“Ada apa...apa terjadis sesuatu pada adikmu?” tanya Mira khawatir.
“Tidak kak... Zahila sekarang mendapatkan donor jantung dan dia harus dibawa ke Amerika untuk dioperasi tapi aku tidak bisa ikut menemaninya karena harus ujian sekolah jadi aku ingin menemaninya saat ini” jelasnya.
“Wah....selamat ya Kyra. Adik kamu akhirnya bisa mendapatkan donor jantung dan bisa hidup normal seperti dulu”
“Terima kasih kak” sambil menatap Mira.
“Ia Kyra...aku turut senang mendengarnya. Semoga kedepannya kalian bisa terus bahagia bersama. Aku sangat senang mendengarnya dan juga lega. Akhirnya perjuangan kalian selama dua tahun ini membuahkan hasil”
“Terima kasih banyak kak”
“Ia....ayo semangat” sambil tersenyum lebar pada Kyra.
Mereka kembali fokus bekerja setelah mengobrol lama.
Bersambung
Jangan lupa like and koment ya karena like itu gratis