
Pukul 6:00 pagi.....Aditya terbangun, ia melihat Kyra yang masih tertidur sambil menghadap kearahnya. Ia menatap wajah Kyra mulai dari bulu matanya yang panjang, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang merah sampai membuatnya menelan ludahnya.
Terlihat diwajahnya jika ia ingin sekali mencium bibir istrinya itu apalagi saat Kyra menggerakkan bibirnya semakin membuat Aditya bergairah untuk menciumnya.
Tiba – tiba Kyra menggerakkan tubuhnya sampai membuat Aditya langsung bangun karena kaget plus takut ketahuan oleh Kyra jika ia terus menatap wajahnya.
Aditya yang masih duduk dikasur mencoba menengok kebelakang untuk mengecek apakah istrinya itu bangun dan menyadari dengan tingkahnya tadi.
“Huufff” sambil mengelus dadanya. “Aku pikir dia bangun tadi” gumamnya pelan.
Aditya lalu beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Setelah mandi, ia berpakaian sangat rapi tapi tidak seperti biasanya. Ia terlihat sangat bersemangat seperti sudah sangat menanti – nantikan hari ini. Ia lalu membangunkan Kyra yang masih tertidur dikasur.
“Hei....cepat bangun” teriaknya sambil menarik selimut Kyra dari tubuhnya.
“Ada apa sih Dit, pagi – pagi begini sudah berisik?” sambil membuka matanya dengan pelan.
“Katanya mau jalan – jalan...cepat bangun lalu mandi” perintahnya dengan nada tegas.
“Sebentar lagi....aku masih mengantuk” ucap Kyra pelan.
Aditya terlihat kesal pada Kyra yang tidak ingin bangun, ia pun mengangkat tubuh istrinya itu ke kamar mandi.
“Dit.....apa yang kamu lakukan?” pekik Kyra dengan mata melotot.
Aditya tidak mempedulikan teriakan Kyra, ia langsung melempar tubuh Kyra di Bathup yang sudah terisi air.
“Aaaahhh.....”teriaknya dengan keras. “Apa – apaan sih kamu” sambil berdiri dengan wajah marah.
“5 manit lagi aku tunggu kamu diluar. Kalau kamu tidak keluar dalam 5 menit, aku sendiri yang akan masuk untuk menarikmu keluar” ucapnya dengan tegas.
“Kenapa sih kamu pagi – pagi sudah marah – marah tidak jelas?”
Aditya tidak membalas ucapan Kyra, ia hanya berjalan keluar dari kamar mandi meninggalkan Kyra yang sedang berdiri di Bathup dengan tubuh basah.
“Cih....dasar kasar” gumamnya sambil melihat Aditya keluar dari kamar mandi.
Setelah mandi, ia keluar dengan memakai baju mandi yang menempel ditubuhnya karena tadi ia tidak membawa baju gantinya gara – gara Aditya.
Kyra lalu mengambil bajunya di koper lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi tanpa mempedulikan Aditya yang sedang duduk di sofa sambil sibuk dengan HP-nya.
Setelah berpakaian, Kyra keluar kamar mandinya dan datang menghampiri Aditya yang masih duduk di sofa.
“Aku sudah berpakaian....sekarang kita mau kemana?” tanya Kyra serius. Aditya langsung berdiri saat Kyra bicara padanya.
“Ayo....kita ke bawah, aku sudah suruh orang kirim mobil ke sini”
Mereka pun turun ke lantai bawah....dari depan Hotel terlihat mobil sport biru sedang terparkir. Itu adalah mobil Aditya yang di kirim oleh salah satu supir di rumahnya yang ada di Amerika.
“Kenapa kamu tiba – tiba punya mobil?” tanya Kyra penasaran.
“Kamu lupa kalau ibu mertuamu punya rumah disini tentu saja punya mobil juga”
“Kenapa dari kemarin kamu tidak bawa mobilnya?” tanya Kyra.
“Kemarin kan kita hanya jalan – jalan di pantai saja yang letaknya tidak jauh dari Hotel. Buat apa pakai mobil” jawabnya serius. “Naiklah...” pinta Aditya.
Kyra langsung membuka pintu mobilnya dan naik ke mobil disusul Aditya. Aditya mengendarai mobilnya dengan cepat menuju Times Square.
Selama satu jam perjalanan, mereka sampai di Times Square, Kyra melihat jalanan Times Square yang sangat ramai, itu karena banyaknya papan – papan iklan dimana – mana dengan lampu yang berwarna – warni apalagi banyak sekali wisatawan yang memadati tempat itu. Times Square memang merupakan area komersial yang sering dikunjungi para wisatawan.
***
Aditya memarkirkan mobilnya di depan Teater terbesar di Times Square Kota New York. Kyra turun dari mobil dan sangat kagum dengan Teater yang ia lihat didepannya. Mereka lalu masuk ke dalam teater untuk menonton sebuah pertunjukan yang sangat terkenal di Kota itu.
Sebelum mereka pergi ke Times Square, Aditya memang sudah mempersiapkan tiket masuk Teater jadi ia tinggal masuk bersama Kyra ke dalam.
Aditya membawa Kyra kesana karena ingin menikmati berbagai makanan Asia yang ditawarkan di tempat itu apalagi banyak sekali tempat sejarah yang bisa ia kunjungi disitu.
Mereka menghabiskan banyak waktunya disitu karena tempat itu banyak sekali objek wisata yang bisa mereka nikmati, mereka juga berfoto – foto disana. Selama menikmati jalan – jalan mereka, Aditya dan Kyra tidak pernah bertengkar, mereka hanya tertawa senang sambil menikmati wisata yang disuguhkan di tempat itu.
Setelah menghabiskan seharian dengan jalan – jalan keliling Kota New York. Mereka pun kembali ke Hotel, didalam mobil Kyra tertidur lelap sambil menyenderkan kepalanya di jendela kaca mobil karena sudah tidak tahan dengan rasa ngantuknya.
Saat sampai di Hotel, Aditya memarkirkan mobilnya didepan Hotel. Ia melihat Kyra yang masih tidur lelap.
“Bagaimana caranya aku membangunkan dia ya. Apa kugendong saja masuk ke dalam?” gumamnya sambil melihat Kyra.
Aditya lalu melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Ia membuka pintu mobilnya dan melepaskan sabuk pengaman Kyra lalu mengangkat tubuhnya masuk ke dalam Hotel sampai ke kamarnya.
Aditya berjalan kearah kasurnya, tiba – tiba Kyra bangun dan membuka matanya. Ia melihat Aditya sedang menggendongnya, Aditya sadar jika Kyra sudah bangun. Ia berhenti sambil menatap Kyra yang heran melihatnya dan terjadilah aksi tatap menatap diantara mereka.
Tanpa berpikir panjang, Aditya langsung melepaskan Kyra dari gendongannya sampai membuatnya terjatuh dilantai dan kesakitan. Alasannya karena ia malu dengan Kyra saat itu.
“Ssstt Auw.....sakit” sambil memegang pantatnya. "Kamu kenapa langsung lepasin. Aku kan kesakitan jatuh dilantai” sambil berdiri didepan Aditya.
“Aku tidak sengaja. Lagian kamu sendiri yang salah, tiba – tiba bangun terus tidak bilang – bilang” ucapnya sambil memalingkan wajahnya.
“Iih jahat banget sih....masa cuma gara – gara itu”
Aditya langsung berjalan cepat masuk ke kamar mandi, didalam kamar mandi ia menarik nafasnya dengan panjang.
“Sial....kenapa aku bisa malu saat dia menatapku tadi” sambil menatap wajahnya dicermin. “Baru kali ini aku kalah pada wanita, biasanya mereka yang malu saat melihatku tapi hari ini aku yang sangat malu” gumamnya.
Aditya lalu melepaskan semua bajunya dan mandi dengan Power Shower. Setelah mandi dan berpakaian, ia keluar dari kamar mandi dan menatap Kyra yang sedang duduk di tepi tempat tidur sambil memegang HP-nya.
“Kamu tidak pergi mandi” sahut Aditya. Kyra langsung menghentikan aktivitasnya.
“Eh....kamu sudah selesai ya”
“Cepat mandi sana” perintahnya dengan nada tegas.
“Ia...”
Kyra langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa gaun tidur yang akan ia pakai. Tak menunggu lama, ia keluar dengan gaun tidur yang sudah ia pakai.
Kyra lalu kembali duduk bersandar di kasur sambil sibuk dengan HP-nya. Ia membuka foto adiknya yang dikirim oleh Dr. Aris sambil terus tersenyum sedangkan Aditya merasa penasaran dengan Kyra yang terus tersenyum sambil melihat HP-nya. Ia sengaja mengeluarkan suara dari tenggorokannya untuk menarik perhatian Kyra.
“Eghem.....” sambil melirik Kyra. Kyra masih tidak menengok kearahnya dan masih tersenyum sambil melihat HP nya. “Eghem.....eghem” suaranya semakin keras. Tapi Kyra masih asyik dengan HP-nya.
Karena sudah sangat kesal dengan Kyra yang tidak mempedulikannya, ia pun keluar dari kamar Hotelnya dengan wajah kesal. Ia membuka pintu kamarnya dan membantingnya sangat keras membuat Kyra sangat kaget.
“Ada apa lagi dengannya.....?” gumamnya sambil menatap kearah pintu. “Setiap hari kerjanya hanya marah – marah tanpa sebab padahal kan aku tidak mengganggunya dan hanya duduk jauh darinya....dasar aneh”
Setelah puas melihat semua foto – foto adiknya yang ada di Rumah Sakit, ia pun baring dikasur sambil menarik selimutnya.
Selama satu jam lebih, Aditya kembali...ia masuk kedalam kamarnya. Saat masuk ia sudah melihat Kyra yang sedang tidur lelap, wajahnya semakin kesal melihat Kyra yang sudah tertidur.
“Dasar gadis tomboi......apa dipikirannya itu hanya tidur”gumamnya dengan kesal.
Aditya lalu baring disamping Kyra, sambil memikirkan Kyra yang tersenyum melihat HP-nya tadi.
“Siapa sih yang dia ajak chat sampai tersenyum begitu?” gumamnya dengan penasaran. “Ah...sudahlah!Buat apa aku memikirkannya. Itu bukan urusanku” gumamnya dengan kesal.
Aditya kemudian mencoba memejamkan matanya untuk tidur. Tak menunggu lama, ia pun tertidur lelap.
Selama satu jam tadi, ia pergi ke Bar Hotel yang letaknya didekat Restoran. Aditya minum Whisky untuk menenangkan pikirannya. Ia minum sampai tiga gelas Whisky, tiga gelas itu tidak membuatnya sampai mabuk kecuali jika ia minum melebihi batas.
Bersambung.
Biasakan LIKE setelah membaca ya karena LIKE itu gratis.