
Aditya masuk ke dalam kamarnya, ia menghampiri Kyra yang sedang berbaring terlentang di kasurnya.
Ia duduk di tepi tempat tidur sambil melihat wajah Kyra yang sedang tertidur pulas. Ia mengelus kepala istrinya itu dengan lembut.
“Sayang.....aku akan melindungimu dari orang – orang yang berusaha menyakitimu. Sampai kapanpun, kamu tidak akan menjadi orang yang tergantikan dalam hidupku. Apapun yang kamu lakukan, aku akan menjadi orang yang pertama yang memihakmu.” Dalam hati Aditya.
Ia mencium kening istrinya dengan lembut dan ikut berbaring disampingnya kemudian menempatkan kepala Kyra dilengannya sambil memeluknya dengan erat.
Keesokan paginya, Aditya membuka matanya secara perlahan. Ia melihat Kyra yang masih tidur dalam pelukannya. Ia tersenyum melihat istrinya itu tertidur pulas.
“Dia kalau sedang tidur sangat imut.” Dalam hati Aditya sambil mengelus pipi Kyra.
Tiba – tiba Kyra mengeluarkan suara seraknya karena merasakan belaian tangan Aditya dipipinya.
“Eem.....”
“Kamu sudah bangun yah.” Tanya Aditya.
Kyra membuka matanya setelah mendengar ucapan Aditya padanya. Ia mengangkat kepalanya keatas melihat wajah suaminya. Aditya langsung mencium bibir Kyra saat itu. Kyra hanya diam santai melihat Aditya menciumnya.
“Pagi sayang.” Sapanya setelah mencium istrinya.
“Sejak kapan kamu bangun?” Tanya Kyra serius.
“Aku juga baru bangun.”balasnya sambil tersenyum. “Ayo bangun....kita siap – siap untuk kegiatan selanjutnya.” Ucap Aditya sambil bangun dari tempat tidurnya.
“Kegiatan apa....bukannya aku dilarang ikut kegiatan Ospek?” Tanya Kyra dengan ekspresi seriusnya.
“Siapa bilang kamu dilarang?”
“Kemarin sore kamu menyuruhku tinggal disini sampai pulang. Apa tuh namanya kalau tidak melarang?” Tanya Kyra.
“Tenang sayang.....kemarin itu kan aku takut kalau kamu bergabung dengan mereka kamu dihina lagi oleh mereka. Tapi....sekarang berbeda, mereka tidak akan pernah membuat istriku yang pemarah ini kesal lagi.” Ucapnya sambil tersenyum lebar.
“Huh......apa yang kamu lakukan pada mereka sampai kamu yakin kalau mereka tidak akan membuatku jengkel?” Tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya.
“Tidak ada. Aku belum meluapkan amarahku tapi mereka sudah ketakutan. Bagaimana.....suamimu keren kan?” Tanya Aditya sambil tersenyum melihat Kyra.
“Cih....aku tidak percaya kalau kamu tidak marah – marah disana.”
“Benar.....aku hanya bicara sedikit pada mereka tapi mereka sudah takut. Pesona suamimu memang hebat.” Ucapnya sambil tersenyum narsis.
“Berhentilah bicara suami didepanku. Aku merasa geli mendengarnya.”
Aditya geleng – geleng kepala didepan istrinya kemudian turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. “Haaaaa......bagaimana bisa aku jatuh cinta pada gadis yang tidak romantis seperti itu?” Gumamnya.
“Kamu bilang apa?” Tanya Kyra yang tidak terlalu mendengar ucapan suaminya itu.
Aditya tersenyum sambil menengok ke belakang melihat Kyra.
“Aku tidak bilang apa – apa sayang. Sudah yah, aku mau mandi dulu.” Ucapnya.
Ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi sementara Kyra masih duduk di kasur sambil menunggu Aditya selesai mandi. Tapi saat didalam kamar mandi Aditya lupa membawa baju mandinya, terpakasa ia membuka pintu kamar mandinya setengah. Ia mengeluarkan kepalanya dipintu melihat Kyra.
“Kyra....” Panggilnya.
Kyra berbalik melihat Aditya yang sedang mengeluarkan kepalanya dipintu kamar mandi.
“Ada apa?” Tanya Kyra serius.
“Tolong ambilkan aku baju mandi yah. Tadi aku lupa bawa masuk.”
“Oh....baiklah.”
Kyra berjalan menuju lemari yang ada di dekat tempat tidurnya. Disana tersimpan beberapa handuk dan baju mandi.
Setelah mendapatkan satu baju mandi, ia berjalan menghampiri Aditya yang masih menyodorkan kepalanya di pintu kamar mandi. Kyra memberikan baju mandinya pada Aditya, Aditya langsung menarik tangan Kyra yang sedang memegang baju mandinya. Kyra sampai kaget dibuatnya.
“Dit....apa – apaan sih. Kamu tarik – tarik tanganku begini?” Tanya Kyra sambil berusaha menarik tangannya kembali agar lepas dari Aditya.
Tentu saja ia tidak bisa melepaskan tangannya karena tenaga suaminya itu lebih kuat darinya.
“Gimana kalau kita mandi bersama.” Ucapnya sambil tersenyum menggoda.
“Tidak mau ah....”
“Kenapa....biar lebih cepat sayang. Kamu juga buru – buru mau keluar kan?”
“Cih....aku tidak percaya padamu. Kalau aku masuk, aku tidak jamin kalau cuma sebentar. Pasti kamu ingin melakukan hal aneh lagi didalam.”
“Idih.....pikiranmu kotor terus. Siapa juga yang ingin melakukan hal begitu pagi – pagi begini?”
“Aku tidak berpikiran kotor tapi ekspresimu yang terlihat aneh sekarang. Pokoknya aku tidak mau.”
“Kyra sayang....” Panggilnya sambil tersenyum menggoda.
“Tidak mau....cepat lepaskan tanganku. Kalau tidak aku akan marah nih.” Ucap Kyra dengan ekspresi cemberutnya.
“Haaa.....” Aditya menghela nafasnya dengan wajah kecewa. “Tidak asyik....yah sudahlah.” Ucap Aditya sambil melepaskan tangan istrinya.
“Dia marah lagi.....jadi serba salah kan. Aku begitu kan karena ingin sekali berendam di Bathtub untuk menghilangkan rasa lelahku. Dasar tukang marah.” Gumamnya.
Setelah beberapa menit, Aditya keluar dari kamar mandi dengan baju mandi yang menempel ditubuhnya. Kyra berlari mencium bibir Aditya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Aditya kaget melihat Kyra yang tiba – tiba mencium bibirnya tanpa mengatakan apa – apa. Kyra berbuat seperti itu untuk meredakan rasa kecewa suaminya tadi.
“Hah.....setelah menciumku, dia langsung pergi begitu saja. Memang dia pikir ciuman bisa membuatku melupakan hasratku padanya. Cih....dasar gadis tomboi.” Gumamnya dengan wajah cemberutnya.
Kyra keluar dari kamar mandi setelah berendam lama didalam. Ia tidak melihat Aditya dikamarnya saat itu.
“Dia sudah pergi.....kenapa tidak menungguku sih?” Gumamnya sambil melihat sekeliling kamarnya.
Tiba – tiba ia teringat jika kopernya masih ada di Villa sebelah.
“Astaga....pakainku ada disebelah....bagaimana ini?” Gumamnya dengan panik.
Aditya masuk kedalam kamarnya membawa sarapan dan koper milik istrinya itu.
Kyra langsung berlari membantu Aditya yang sedang kesusahan memegang nampang sarapannya.
“Kamu habis dari sebelah yah.” Tanya Kyra serius.
“Tidak.....tadi Bagas yang membawa barangmu kesini.” Jawabnya sambil meletakkan kopernya di dekat kasur. “Ayo.....kita sarapan dulu.”
“Aku pakai baju dulu yah baru sarapan.” Balasnya.
“Cepatlah....aku tunggu.”
“Ia...” Balasnya sambil tersenyum.
Aditya duduk disofa sambil menunggu Kyra selesai pakai baju. Tak lama kemudian Kyra selesai pakai
baju. Ia datang menghampiri Aditya yang sedang duduk disofa sambil memegang HP-nya.
Saat itu, Aditya menerima pesan dari mantan pacarnya bernama Aura.
Isi Pesan
“Dit....aku sudah kembali.”
Wajah Aditya terlihat serius melihat HP-nya sampai tidak merasakan kehadiran istrinya disampingnya.
“Kenapa wanita ini tiba - tiba kembali?” Dalam hati Aditya.
Kyra mencoba memanggilnya yang sedari tadi memasang wajah serius didepannya.
“Dit.....Dit.” Panggilnya.
Aditya langsung kaget mendengar Kyra memanggilnya.
“Ia...” Balasnya sambil memasukkan HP-nya dikantong celananya.
“Kamu terima pesan dari siapa sih sampai serius begitu?” Tanya Kyra penasaran.
“Bukan siapa – siapa hanya orang yang tidak penting sayang.” Jawabnya.
“Oooo....ayo kita makan.”
“Oke...”
Kyra dan Aditya mulai memakan sarapannya tapi wajah Aditya terlihat berbeda saat itu. Terlihat wajahnya yang sedikit khawatir setelah membaca pesan Aura di HP-nya. Bukan khawatir karena ia masih ada perasaan pada Aura tapi ia khawatir jika kehadiran Aura membuat istrinya salah paham padanya apalagi ia belum menceritakan tentang Aura pada Kyra.
“Semoga saja wanita itu tidak mengganggu Kyra. Aku takut gara – gara kehadirannya membuat dia salah paham. Aku hanya ingin hidup damai dengannya. Seandainya saja aku bisa hidup di tempat yang tidak ada orang yang mengganggu kami, aku pasti akan merasa sangat bahagia. Hanya ada aku dan dia disana.” Dalam hati Aditya.
Kyra mulai sedikit khawatir melihat suaminya dari tadi tidak fokus hanya mengaduk – ngaduk makanannya saja. Tidak biasanya ia melihat Aditya seperti itu.
“Dit....kamu kenapa sih dari tadi hanya mengaduk – ngaduk makanan?” Tanya Kyra penasaran.
Aditya langsung kaget saat itu.
“Ah.....tidak apa – apa.” Ucapnya dengan tersenyum.
“Benar....kamu tidak apa – apa?”
“Ia sayang....aku tidak apa – apa.” Ucapnya sambil tersenyum.
“Ooo.....aku pikir kamu sakit. Apa kamu tidak suka makanannya?” Tanya Kyra serius.
“Tidak...aku cuma kangen dengan nenek.” Ucapnya.
“Yah sudah....kalau kita pulang nanti. Kita ke rumah nenek saja. Aku juga kangen dengan nenek.”
“Ia sayang.” Balasnya sambil mengusap kepala istrinya itu.
Kyra merasakan ada yang berbeda pada Aditya setelah memegang HP-nya tadi. Bukan karena ia kangen dengan neneknya tapi ada hal lain. Dia seperti tidak bersemangat.
Bersambung.
Jangan lupa Like yah karena Like itu gratis.