
Aditya sudah sangat marah melihat Kyra yang berada di depannya. Wajahnya seperti ingin menerkam mangsa yang ada didepannya. Kyra sangat ketakutan melihat ekspresi suaminya itu. Ia ingin lari tapi situasinya tidak memungkinkan karena pasti ia semakin membuat Aditya semakin marah apalagi Aditya sudah berada di depannya. Ia hanya bisa memohon dan meminta maaf pada Aditya agar bisa memaafkan kesalahannya tadi.
“Aku hanya bercanda Dit” ucap Kyra dengan pelan.
“Cepat kesini” tegasnya sambil menatap Kyra.
“Maaf Dit....aku benar – benar hanya bercanda tadi. Aku pikir kamu tidak akan marah” sahut Kyra dengan nada pelan.
“Aku bilang cepat kesini” ucap Aditya dengan kesal.
“Kalau aku kesitu....kamu tidak akan memukulku kan”
“Kalau kamu kesini, aku tidak akan memukulmu” ucap Aditya dengan ekspresi datar.
“Tidak mau. Melihat wajahmu sekarang sepertinya kamu akan memukulku”
“Kyra....jangan menguji kesabaranku” ucap Aditya tegas.
Karena Kyra takut membuat Aditya semakin marah, ia pun berjalan pelan kearah Aditya sambil menundukkan kepalanya. Saat Kyra sudah berada didepan suaminya itu. Aditya langsung mengangkat tubuh istrinya dan mendudukkannya di meja membuat Kyra sangat terkejut. Aditya lalu membungkuk dan memajukan wajahnya didepan Kyra yang menunduk ketakutan.
“Seharusnya ku apakan dirimu ya” ucap Aditya serius.
Kyra hanya diam menunduk karena takut dengan suaminya itu apalagi tidak ada yang bisa menolongnya jika Aditya berbuat macam – macam padanya. Tiba – tiba Aditya mengangkat tangannya membuat Kyra takut sampai menutup matanya. Ia pikir jika Aditya akan memukulnya. Tapi Aditya hanya mencoba menakutinya saja. Aditya tersenyum melihat Kyra yang memejamkan matanya karena takut.
“Buatkan aku spagety.....” pinta Aditya.
Kyra membuka matanya dan langsung menatap Aditya dengan kaget.
“Apa....?”
“Aku bilang....buatkan aku spagety” ucap Aditya tegas.
“Hanya itu. Kamu tidak akan memukulku” balas Kyra.
“Apa dipikiranmu itu, aku adalah pria yang sangat kejam?” tanya Aditya.
“Karena ekpresimu tadi seperti ingin memukul orang. Tidak salah kan kalau aku berpikir begitu” jawabnya pelan.
“Bagaimana aku tidak kesal. Aku sudah mempercayaimu tadi tapi kamu malah mengerjaiku bahkan meninggalkanku sendiri di mobil” ucapnya dengan wajah kesal.
“Aku minta maaf.....aku hanya bercanda tadi” sambil menunduk.
“Minta maaf itu gampang Kyra, tapi rasa sakit di hati itu susah hilang”
“Maaf....aku benar – benar hanya bercanda. Aku pikir kamu tidak marah”
“Terus....kamu mau berbuat apa untuk menghilangkan rasa sakitku gara – gara sikapmu itu”
“Aku buatkan spagety ya. Tadi kamu ingin makan spagety kan” ucap Kyra. Aditya hanya terdiam sejenak sambil menatap Kyra.
“Baiklah....tapi kalau hasilnya tidak enak, kamu harus mengganti yang lain”
“Oke....tenang saja. Biarpun aku tidak pernah masak Spagety tapi pasti hasilnya enak” sambil tersenyum.
“Ya sudah...sana. Apalagi yang kamu tunggu?” ketusnya.
“Bagaimana aku bisa turun kalau kamu menekanku begini?” tanya Kyra sambil melihat tangan Aditya yang ada disamping kiri kanannya.
Aditya langsung mengangkat kedua tangannya dan berdiri tegak didepan Kyra. Kyra langsung turun dari meja dan berjalan menuju dapur.
“Cepat ya. Aku tunggu makanannya” teriak Aditya sambil berjalan meninggalkan Kyra didapur.
Setelah Aditya pergi, Kyra memulai memasak Spagety ditemani pelayan yang ada di rumah itu. Karena tidak tahu cara membuatnya, ia lalu membuka HP-nya untuk mencari tahu resep Spagety yang paling enak. Setelah menemukan resep yang menurutnya bagus, ia melanjutkan kembali memasaknya.
“Biar saya saja mba” pinta Kyra pada salah seorang pelayannya yang ingin membantu.
“Baik nyonya”
“Baik Nona Kyra” balas pelayan itu sambil menunduk hormat.
“Mba kerjain yang lain saja....biar saya yang masak nanti ketahuan sama tuan kalian bisa dimarahi” ucap Kyra pada pelayannya sambil tersenyum.
“Baik nona” balas pelayan itu sambil memunduk hormat.
Kyra memasak Spagetynya sendiri tanpa dibantu oleh pelayan. Ia terus memasak sambil melirik resep yang ada di HP-nya itu.
Setelah setengah jam lebih, ia memasak Spagety. Ia lalu meletakkan hasil masakannya itu di meja makan dan menyuruh pelayannya memanggil Aditya.
Tidak menunggu lama Aditya pun datang dari lantai atas. Ia berjalan menghampiri Kyra yang sudah duduk di meja makan.
“Spagetynya sudah jadi” ucap Aditya sambil menarik kursi dan duduk didepan Kyra.
“Ia....cobain saja” balas Kyra sambil tersenyum.
Aditya mulai memakan Spagetynya dengan lahap.
“Eem enak sekali. Dia pintar juga masaknya. Tapi bukan Aditya namanya, kalau tidak ku kubalas perbuatannya tadi padaku” dalam hati Aditya yang terus mengunyah Spagetynya.
Aditya menghabiskan semua makanannya sampai tidak ada yang tersisa. Kyra sudah yakin jika Spagetynya itu pasti enak karena sudah dihabiskan Aditya tapi ia ingin mendengar sendiri dari mulut Aditya jika Spagety buatannya itu sangat enak.
“Bagaimana, enak kan.?” tanya Kyra.
“Tidak enak.....” balasnya dengan datar.
“Maksudnya tidak enak apa?” tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya karena bingung dengan ucapan Aditya.
“Tidak enak ya tidak enak.....terlalu banyak bumbunya” jawabnya dengan santai.
“Terus....kenapa Spagetynya bisa kamu makan habis kalau tidak enak?” dengan wajah kesal sambil menatap Aditya.
“Itu karena aku menghargai makanan yang kamu masak, makanya aku makan sampai habis”
“Kalau tidak enak ya tidak usah dimakan. Kamu cuma bikin orang kesal saja” ucap Kyra yang semakin keasal.
Kyra pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Aditya dengan wajah kesalnya.
“Kamu mau kemana?” tanya Aditya serius.
“Mau segarin pikiran dulu. Aku bisa gila kalau disini terus” jawabnya dengan kesal.
Kyra lalu berjalan meninggalkan Aditya dengan perasaan yang kesal. Sedangkan Aditya mulai khawatir melihat Kyra yang marah padanya.
“Apa dia marah karena aku bilang makanannya tidak enak?” gumamnya.
Aditya berdiri dari tempat duduknya untuk mengejar Kyra yang naik ke lantai atas. Saat diatas, ia terus mencari Kyra dimana – mana tapi tidak menemukannya.
Sepertinya Aditya sudah mulai takut dengan amarah istrinya. Buktinya ia mencari – cari keberadaan istrinya itu. Ia membuka semua pintu ruangan yang ada di rumahnya itu.
"Dia pergi kemana sih....awas saja kalau sampai aku menemukannya. Aku beri dia pelajaran" gumamnya sambil memegang pinggangnya.
Ia lalu berjalan menaiki tangga menuju lantai atas dan membuka semua pintu ruangan.
"Gadis itu selalu saja membuatku kesal setiap saat"
Aditya lalu terdiam sambil mengerutkan keningnya. Ia seperti melupakan ruangan yang belum ia datangi yaitu kamarnya sendiri.
"Apa mungkin dia ada dikamarku tapi dia kan belum tahu dimana kamarku" gumamnya dengan kesal.
Aditya lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mencari Kyra.
Bersambung.
Biasakan LIKE setelah membaca karena LIKE itu gratis guys.