
Pukul 7:00 pagi....Kyra bangun dan masih melihat Aditya tidur disampingnya. Ia terburu – buru bangun dari tempat tidurnya karena tersadar jika ia masih memakai baju mandi. Ia ingin berjalan keluar menuju kamarnya untuk berganti pakaian tapi ia sudah melihat kopernya ada didepannya. Ia bukalah kopernya itu dan tidak melihat pakaian lamanya, hanya baju baru dan bermerek yang mengisi kopernya itu.
“Siapa yang membawa masuk koperku disini....terus isinya baju baru semua dengan ukuranku. Apa Mami Sintya yang sudah menyiapkan semua ini karena Cuma dia yang selalu memperhatikanku” gumamnya.
Kyra memang sudah memanggil Nyonya Sintya dengan sebutan mami atas perintah Nyonya Sintya sendiri saat pesta tadi malam.
Tiba – tiba Aditya bangun dari tempat tidurnya dan melihat Kyra sedang bicara sendiri sambil melihat isi kopernya. Ia berjalan menghampiri Kyra.
“Mulai sekarang kamu harus merubah semua pakaian murahmu itu.” ucapnya. Kyra mendengar Aditya langsung berbalik kearahnya. Ia langsung berdiri dan menghadap pada Aditya.
“Apa kamu yang menyiapkan semua ini?” tanya Kyra penasaran.
“Buat apa aku menyiapkan semua itu.....itu mami yang melakukannya?” tanya Aditya.
“Apa aku harus berpakaian mahal seperti ini?” tanya Kyra.
“Ia....itu diharuskan...kamu kan sudah menjadi bagian keluarga Sinatria. Masa harus pakai baju – baju murah itu apalagi kan baju yang disiapkan mami masih dengan gayamu yang tomboi. Jadi tidak usah membantah dan pakai saja dengan tenang” jawabnya dengan serius.
“Ia....akan kupakai” ucapnya.
Ia lalu mengambil salah satu baju yang ada dikopernya dan berjalan cepat menuju kamar mandi. sedangkan Aditya masih berdiri ditempatnya, ia lalu meraih HP-nya dimeja dekat tempat tidurnya dan duduk disofa. Ia memainkan HP-nya itu sambil menunggu Kyra selesai mandi.
Selama 30 menit, Kyra keluar dari kamar mandinya dengan pakaian rapi yang sudah menempel ditubuhnya. Kamar Aditya sih punya Ruang Ganti, Cuma Kyra tidak ingin keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang masih dibalut dengan baju mandi karena ia masih belum terbiasa jika ada orang yang melihat dirinya sehabis mandi.
***
Aditya yang melihat Kyra keluar langsung masuk kekamar mandi tanpa mempedulikannya....sedangkan Kyra melihat seluruh isi kamar Aditya.
“Wah....kamarnya luas sekali dan mewah, banyak sekali lukisan mobil dia simpan di dinding kamarnya, tadi malam aku tidak terlalu memperhatikannya karena situasi yang tidak memungkinkan” gumamnya.
Ia lalu berjalan disebuah lemari kaca besar didepan tempat tidurnya yang dipenuhi dengan berbagai model miniatur mobil. Ia bukalah lemari kacanya itu dan melihat semua miniatur mobil milik Aditya dengan mata terbelalak.
“Gila...banyak sekali. Semua model mobil ada miniaturnya yang dia simpan. Apa dia sangat suka mobil ya?” gumamnya.
Ia lalu mengambil salah satu miniatur mobil dengan model keluaran terbaru. Tiba – tiba Aditya keluar dari kamar mandinya dan melihat Kyra sedang berdiri didepan lemari miniatur mobilnya tapi Kyra masih belum sadar dengan Aditya yang berdiri melihatnya.
“Apa yang sedang kamu lakukan disitu?” tanya Aditya.
Kyra langsung kaget mendengar suara Aditya sampai menjatuhkan miniatur mobil milik Aditya. Aditya yang melihat miniatur mobilnya jatuh langsung berjalan menghampiri Kyra dan mengambil miniatur mobilnya yang jatuh. Ia sangat terkejut saat miniatur mobilnya itu rusak. Kyra yang melihat itu sudah ketakutan.
“Apa yang kamu lakukan pada mobil kesayanganku sampai rusak begini?” tanya Aditya dengan suara kerasnya sambil memperlihatkan miniatur mobilnya yang rusak.
“Maaf....aku hanya memegangnya tadi” sambil menunduk. “Aku tidak sengaja menjatuhkannya, itu semua kan gara – gara kamu juga yang tiba – tiba bicara padaku” ucapnya dengan suara pelan.
“Kamu menyalahkan aku atas perbuatan yang kamu lakukan” dengan wajah yang terlihat kesal.
“Maaf....aku akan mengganti miniatur mobilmu itu. Katakanlah berapa harganya?” tanya Kyra dengan ekspresi bersalahnya.
“Huh....memangnya kamu sanggup membayarnya....ini harganya 80 juta” dengan ekspresi marah didepan kyra.
“Apa.....” Kyra sangat kaget mendengar harga miniatur mobil milik Aditya.
“Mahal sekali.....itu sama dengan harga operasi jantung Zahila. Ya tuhan.....Kyra, kenapa kamu bodoh sekali sih?” dalam hati Kyra.
“Hei....kenapa diam saja. Katanya mau ganti?” tanya Aditya serius.
“Eem....itu mahal sekali. Aku tidak punya uang sebanyak itu” jawab Kyra.
Aditya lalu menatap tajam Kyra sambil memegang erat miniatur mobilnya.
“Kamu tidak sanggup menggantinya kan. Kalau begitu akan aku jadikan kamu seperti mobil yang sudah rusak ini” ucapnya sambil berjalan pelan kearah Kyra.
Kyra menelan ludahnya karena ketakutan dengan ucapan Aditya. Ia berjalan mundur untuk menghindari Aditya dan akhirnya ia bersandar didinding. Aditya menahan Kyra didinding dengan menempelkan kedua tangannya disisi kanan kiri tubuh Kyra. Ia memajukan wajahnya pada Kyra membuat wajah mereka sangat dekat.
“Tadi malam kamu juga sudah menipuku dengan pura – pura tidur sekarang kamu merusak mobilku. Hari ini kamu akan merasakan akibat dari semua perbuatanmu itu” ucapnya dengan ekspresi serius.
“Apa...dia tahu kalau aku pura – pura tidur tadi malam. Apa dia akan memukulku” dalam hati Kyra.
“Ssstt Auw...apa yang kamu lakukan?” sambil meringis kesakitan. Kyra yang melihat Aditya memegang kakinya yang kesakitan langsung berlari keluar kamarnya.
“Mau kemana kamu?” teriak Aditya yang marah. Aditya juga berlari keluar mengejar Kyra.
“Berhenti Kyra....awas kalau aku menangkapmu ya. Beraninya kamu memukul suamimu sendiri” teriak Aditya yang mengejar Kyra menuruni tangga.
Ia mengejar sampai kebawah dan terjadilah aksi kejar – kejaran diantara mereka berdua dilantai bawah.
Kyra yang melihat Nyonya Sintya sedang duduk dimeja makan untuk sarapan langsung berlari kearahnya.
“Mamiiiiii.....”teriak Kyra sambil berlari kearah Nyonya Sintya. Sontak saja membuat Nyonya Sintya kaget dan langsung berdiri.
“Ada apa sayang?” tanya Nyonya Sintya. Kyra langsung bersembunyi dipunggung Nyonya Sintya saat ia melihat Aditya yang sudah dekat.
Aditya berhenti sambil meletakkan kedua tangan dipinggangnya dan mengatur nafasnya karena kelelahan mengejar Kyra.
“Kyra......kemari kau” perintahnya.
“Aditya....ada apa ini. Kamu mengejar Kyra dengan telanjang dada begitu?” tanya Nyonya Sintya sambil melihat Aditya yang hanya memakai handuk dipinggangnya.
“Dia sudah merusak mobil kesayanganku terus sampai memukulku juga” jawabnya.
“Kalau rusak...ya tinggal dibawa kebengkel lah. Kenapa mesti marah – marah begitu sih”
“Dia itu merusak miniatur mobilku yang harganya 80 juta. Mau diperbaiki tidak bisa, itu miniatur kesayanganku” jelasnya dengan kesal.
“Kamu ini seperti anak kecil saja....mami pikir mobil betulan. Biarkan saja, kamu bisakan beli yang baru”
“Ini cuma satu – satunya didunia. Dengan susah payah aku mendapatkannya tapi malah dirusak sama pembuat masalah itu” ucapnya.
Kyra yang bersembunyi dibalik punggung Nyonya Sintya langsung berjalan kesamping ibu mertuanya itu.
“Maaf....aku benar – benar tidak sengaja tadi” sambil menunduk karena merasa bersalah. “Aku pasti akan mencicilnya dengan tabunganku”
“Huh....buat apa uang kalau tidak bisa mendapatkan mobil seperti itu?” dengan wajahnya yang semakin kesal.
“Sudahlah Dit !Biarkan saja, kasihan Kyra....dia kan sudah menjadi tanggung jawabmu. Semua barang yang kamu miliki itu juga sudah menjadi miliknya jadi biarkan saja ya. Mobilnya juga sudah terlanjut rusak kan, mau di apa lagi” ucap Nyonya Sintya. Aditya hanya terdiam sambil menatap Kyra yang menunduk didepannya.
“Baiklah...aku akan membiarkannya tapi aku tidak akan membiarkan untuk kedua kalinya”
Aditya masih menatap tajam Kyra sambil menunjuk matanya dengan jari telunjuk dan jari tengahnya lalu mengarahkannya pada Kyra yang melihatnya tanda peringatan darinya. Ia lalu pergi meninggalkan Kyra dan ibunya yang masih berada dimeja makan.
“Duduklah.....kita sarapan sama – sama” pinta Nyonya Sintya. Kyra duduk dikursi dengan makanan yang sudah tersedia didepannya.
“Kamu jangan terlalu pikirkan Aditya.....dia itu tidak pernah memukul wanita. Biarpun kelihatannya sangat arogan dan pemarah begitu tapi dia tidak suka memukul wanita. Mungkin saja dia menggodamu tadi” ucap Nyonya Sintya yang berusaha menenangkan Kyra yang terlihat bersalah.
“Ia...mi”
“Makanlah sarapanmu...”
Kyra memakan sarapannya yang sudah disediakan para pelayan dirumah itu. Setelah makan Nyonya Sintya pamit pada Kyra untuk berangkat ke Kantor. Sedangkan dia masih duduk dimeja makan untuk sarapan.
Setelah selesai sarapan, ia pergi ke kamar Nyonya Besar. Saat masuk ia disambut dengan senyuman lebar diwajah Nyonya Besar. Mereka mengobrol lama dan saling bercanda. Kyra selalu membuat Nyonya Besar tertawa dengan cerita – cerita lucunya itu.
Bersambung
Author sangat senang jika kalian:
LIKE
COMMENT
VOTE
RATE 5