
Pukul 3:00 sore, Aditya dan Kyra ingin pergi ke pusat perbelanjaan......tadi saat Aditya berada didalam kamarnya, baru mengingat jika tidak ada bahan makanan di Apartemennya apalagi ada penghuni baru di Apartemennya itu yang harus ia perhatikan.
Meskipun ia masih kesal dengan Kyra tapi tanggung jawab tetap tanggung jawab. Jadi ia mengajak Kyra pergi berbelanja bahan makanan dengan wajah yang masih terlihat kesal.
***
Sekarang mereka sudah berada dimobil sport putih milik Aditya menuju ke Pusat Perbelanjaan terbesar di Kota itu. Didalam mobil tampak hening, Aditya sejak tadi hanya fokus menyetir tanpa sekalipun menengok kearah Kyra. Kyra mencoba bertanya pada Aditya karena ia penasaran dengan yang dipikirkan Aditya yang tiba – tiba mengajaknya keluar belanja mengingat wajah kesal yang selalu ia perlihatkan padanya.
“Kenapa kamu tiba – tiba mengajakku pergi berbelanja?” tanya Kyra sambil menengok kesamping Aditya.
“Bukankah tidak ada bahan makanan dirumah....malah tanya lagi” ketusnya.
“Aku kan penasaran, karena tadi kamu terlihat kesal terus. Lalu tiba – tiba mengajakku keluar belanja” ucapnya dengan ekspresi cemberut. Aditya menengok kearah Kyra dan menatapnya dengan tatapan tajam.
“Kenapa.....marah lagi. Terus ingin menurunkan aku dijalan?” tanya Kyra yang kesal dengan tatapan tajam Aditya.
“Apa aku terlihat ingin menurunkanmu dijalan?” tanya Aditya dengan serius.
“Itukan yang biasa dilakukan pria kaya kalau kesal dengan wanita” jawabnya.
“Huh....kamu sepertinya kebanyakan nonton drama” ucapnya yang kembali fokus menyetir.
“Ada juga kok dikehidupan nyata seperti itu”
“Kenapa...kamu juga mau mengalaminya. Kalau kamu mau, aku akan melakukannya apalagi kalau kamu terus bicara. Aku pasti mewujudkan keinginanmu itu?” tanya Aditya serius sambil melihat Kyra.
“Huh....” sambil memalingkan wajahnya dari Aditya.
Ia tidak berani lagi bicara pada Aditya karena takut dengan ancamannya apalagi ia tidak bawa uang karena tadi Aditya menyuruhnya untuk tidak bawa tas.
***
Setelah beberapa menit, mereka pun sampai disebuah Pusat Perbelanjaan terbesar di Kota itu. Aditya langsung memarkirkan mobilnya didalam tempat parkir Pusat Perbelanjaan. Mereka berjalan masuk kedalam, Kyra tak lupa mengambil troli yang ada didekat pintu masuk Pusat Perbelanjaan itu.
Kyra menuju ke bagian sayuran dan buah bersama Aditya, ia memegang Buah Apel dan melihat harganya yang sangat mahal.
“Harganya mahal sekali, hanya satu buah saja bisa Rp.20rb. Bagaimana kalau kita beli 20 buah?” tanya Kyra pada Aditya yang ada disampingnya.
“Itu harganya Cuma Rp.20rb” balas Aditya sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya itu.
“Kita pindah tempat saja ya....yang harganya lebih murah” pinta Kyra.
“Mau pindah kemana lagi. Disini tempat yang paling bagus?” tanya Aditya.
“Tapi harganya sangat mahal” jawabnya.
“Belanja....belanja saja. Tidak usah banyak tingkah” ucapnya dengan kesal.
“Tapi...ini mahal sekali Dit”
“Memang mau belanja dimana sih?” tanya Aditya.
“Kita belanjanya dipasar saja. Disana sayuran dan buahnya lebih murah”
“Apa....dipasar” dengan ekspresi kaget. “Ngapain belanja dipasar, disana tempatnya kumu, tidak Hygienic.Tidak usah” tegasnya.
“Siapa bilang tidak Hygienic? Bahkan di pasar, sayuran dan buahnya segar – segar semua”
“Aku bilang tidak usah ya tidak usah. Kamu ini bikin kesal terus. Kalau mau belanja di Pasar, sana pergi sendiri” ketusnya. “Sini trolinya....biar aku yang belanja disini” sambil menarik troli belanja ditangan Kyra.
Kyra hanya diam saja melihat Aditya yang sudah marah padanya, ia mengikuti Aditya dari belakang sambil melihat Aditya memilih bahan makanan yang ia inginkan. Ia tak berani membantah ataupun bicara pada suaminya itu, ia hanya diam melihat Aditya belanja.
“Dia kalau marah....bikin takut. Aku sebaiknya diam saja sampai rumah, kalau bicara lagi pasti dia marah – marah lagi, terus aku ditinggal disini apalagi aku tidak bawa uang” dalam hati Kyra yang cemberut melihat Aditya sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.
Selama belanja, Kyra memang tidak pernah bicara karena takut melihat amarah Aditya tadi. Ia hanya mengikuti suaminya itu dari belakang.
Selama setengah jam lebih mereka keliling belanja, Aditya ke kasir untuk membayar belanjaannya bersama Kyra. Setelah selesai, Aditya dan Kyra kembali ke Apartemennya dengan mengendarai mobilnya. Di mobil pun mereka tidak pernah bicara sama sekali.
“Bawa semua barangnya masuk” perintah Aditya dengan wajah datarnya.
“Semuanya...” balasnya dengan ekspresi kaget. “Ini banyak sekali”
“Bawa saja tidak usah membantah” ketusnya.
Kyra hanya berwajah cemberut mendengar ucapan Aditya. Ia lalu membawa semua barang belanjaannya itu dengan kerepotan. Aditya hanya berjalan masuk tanpa mempedulikan istrinya.
Kyra masuk kedalam Apartemennya sambil memegang semua barangnya sampai membuatnya terengah – engah karena barang yang ia bawa memang banyak. Ia sudah melihat Aditya yang sampai duluan di Apartemennya itu.
Kyra langsung menuju dapurnya. Ia memasukkan semuanya didalam kulkas dengan rapi lalu ia masak untuk makan malam karena memang sudah waktunya makan malam sedangkan Aditya menyenderkan tubuhnya di sofa sambil nonton Tv.
Setelah masak makanan, ia meletakkan makanannya di meja dan memanggil Aditya untuk makan.
“Dit....makanannya sudah siap. Ayo makan” panggilnya sambil melihat Aditya yang tak jauh darinya.
Aditya berdiri dan berjalan kearahnya lalu menarik kursi dan duduk. Ia melihat semua makanan lezat dihadapannya itu. Tapi makanan yang ia lihat itu tidak seperti makanan yang biasa ia makan, makanan yang dimasak Kyra hanya makanan biasa saja. Hanya sayur biasa dan ayam goreng cincang ditambah sambal udang. Itu adalah makanan sehari – hari yang ia masak untuk adiknya sekarang ia masakkan untuk suaminya.
“Ini makanan apa. Kenapa tidak masak Spagety, tadi kan aku beli semua bahannya?” tanya Aditya.
“Aku Cuma bisa masak makanan seperti ini, aku tidak tahu masak makanan orang kaya”
“Ya sudah....mau gimana lagi”
Aditya pun mulai mengambil makanan yang sudah dimasak Kyra, ia makan dengan lahap makanannya itu.
“Eem enak juga” dalam hati Aditya.
“Gimana makanannya....enak?” tanya Kyra penasaran.
“Ehgem.....biasa saja” jawabnya.
Padahal makanan yang ia makan sangat enak, Cuma ia gengsi mengatakannya pada Kyra.
“Oh....” balasnya dengan wajah kecewa.
***
Setelah selesai makan, Aditya melangkahkan kakinya masuk ke kamarnya sedangkan Kyra masih ada di dapur mencuci piring.
Setelah mencuci piring, ia juga masuk ke kamar. Ia melihat Aditya habis mandi dan menuju kamar gantinya. Kyra pun masuk ke kamar mandi setelah melihat Aditya masuk ke kamar gantinya.
Setelah mandi selama 30 menit, Kyra keluar dan melihat Aditya sedang bersandar dikasur sambil memejamkan matanya.
“Apa dia ketiduran ya?” gumamnya sambil menggosok – gosok rambut basahnya yang panjang.
Ia lalu masuk ke kamar gantinya dan memilih baju tidur yang akan ia pakai, ia baru sadar jika baju tidurnya itu tidak sesuai dengan model Shorts Set yang biasa ia pakai.
“Astaga....ini semua baju apaan?” gumamnya dengan kaget. “Masa aku harus pakai baju begini” sambil memegang bajunya didalam lemari.
Semua baju yang ada dilemarinya itu model Nightgown dan Bathrobes. Itu semua dibelikan oleh mertuanya tapi untung saja bajunya tidak ada model Babydoll, bisa – bisa Kyra semakin kaget dibuatnya dengan baju seperti itu.
Dalam keadaan terpaksa, ia pun memilih baju Nightgownnya yang menurutnya lebih tertutup daripada model satunya yang baju dalamnya sangat sexi.
“Aku pakai ini saja, kalau pakai yang itu, bisa – bisa Aditya merasa kalau aku mau menggodanya” gumamnya sambil mengambil bajunya dari lemari.
Setelah memakai gaun tidurnya yang berwarna merah muda itu, ia langsung keluar. Ia melihat Aditya sudah tertidur pulas. Posisinya tidak seperti tadi, ia sudah baring dikasur sambil menghadap ke arah Kyra.
Kyra lalu berjalan pelan untuk naik ke kasur agar ia tidak membangunkan Aditya. Ia berbaring membelakangi suaminya sambil menutupi semua tubuhnya dengan selimut yang hanya memperlihatkan kepalanya.
Bersambung.
Biasakan LIKE setelah membaca ya karena LIKE itu gratis.