Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 14 Beautiful Romance



Dua hari yang lalu Nyonya Sintya menyuruh Pak Mustang meminta rekam medis Zahila pada Direktur Rumah Sakit tempat ia dirawat. Lalu ia mengirim rekam medis itu ke Amerika dan baru saja ia menerima email dari Amerika jika ada donor jantung yang cocok untuk Zahila. Ia pun bergegas menuju Rumah Sakit.


Ia memang sering menyumbangkan uangnya untuk Rumah Sakit kecil yang membutuhkan dana  seperti Rumah Sakit tempat Zahila dirawat. Namun sejak tahu adik Kyra dirawat disitu, ia sengaja menyumbangkan uang yang cukup besar di Rumah Sakit itu.


Saat ini Nyonya Sintya sudah berada didepan Rumah Sakit tempat dimana adik Kyra dirawat. Nyonya Sintya pun masuk kedalam Rumah Sakit tempat Zahila dirawat bersama Pak Mustang. Saat masuk kedalam Rumah Sakit, ia disambut oleh Direktur Rumah Sakit yang bernama Tuan Hermawan. Mereka kemudian masuk kedalam ruangan Tuan Hermawan.


“Silahkan duduk nyonya”  mempersilahkan Nyonya Sintya.


“Terima kasih” balas Nyonya Sintya sambil duduk. Sedangkan Pak Mustang berdiri disampingnya.


“Maaf nyonya.....tapi saya tidak tahu kenapa Anda tiba – tiba datang kesini?” tanya Tuan Hermawan.


“Saya hanya ingin memberitahukan kepada Anda kalau saya sudah mendapatkan donor yang cocok pada Zahila”


“Terima kasih banyak atas bantuannya nyonya. Anda sudah sering kali menyumbangkan uang di Rumah Sakit kami ini bahkan sekarang Anda juga membantu salah satu pasien di Rumah Sakit ini”


“Itu tidak masalah buat saya. Tapi saya ingin meminta bantuan dari Anda pak” pinta Nyonya Sintya.


“Oh...silahkan nyonya. Katakan apa yang bisa saya bantu selama itu dalam batas kemampuan saya. Saya akan membantu Anda” balasnya.


“Anda beritahukan ini pada keluarga Zahila jika ada donor yang cocok untuknya tapi saya mau Anda beritahu kalau donor itu dari saya dan tentu saja saya tidak akan memberikan secara gratis. Kalau keluarganya sudah punya biaya untuk donornya maka Zahila akan segera di operasi tapi tentu saja dari pihak sana tidak bisa menunggu lama jika terlambat sedikit saja maka donornya bisa jatuh ke orang lain” jelas Nyonya Sintya.


“Baik nyonya. Saya akan secepatnya menghubungi keluarganya tapi kalau keluarganya ingin bicara langsung pada Anda. Bagaimana nyonya?” tanya Tuan Hermawan.


“Anda berikan saja kartu nama Pak Mustang” balasnya. Pak Mustang menyodorkan kartu namanya pada Tuan Hermawan.


“Baik nyonya. Saya akan mengurus secepatnya”


“Kalau begitu saya permisi dulu ya pak” sambil berdiri dari tempat duduknya.


“Baik....sekali lagi terima kasih banyak atas bantuannya nyonya”


Nyonya Sintya hanya mengangguk sambil berjabat tangan dengan Tuan Hermawan. Ia lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan Tuan Hermawan. Saat diluar, ia langsung masuk kedalam mobil setelah melihat Pak Mustang membukakan pintu mobil untuknya. Didalam mobil ia mencoba berbicara pada Pak Mustang tentang masalah tadi.


“Haaaaa.....aku sebenarnya tidak tega tadi. Kalau saja aku tidak ingin menjodohkan gadis itu dengan Aditya. Aku pasti akan membantunya dengan sukarela. Kasihan sekali dia, pasti saat ia mengetahui kabar ini dia akan sangat senang sekaligus sedih. Dilain sisih ia senang karena mendapatkan donor untuk adiknya apalagi ia harus membayar dengan biaya yang cukup besar” ucap Nyonya Sintya dengan wajah serius.


“Nyonya tidak usah khawatir.....gadis itu pasti baik – baik saja. Dia adalah gadis yang kuat”


“Ia aku tahu....tapi hati nuraniku selalu memikirkan dia yang harus tertekan diusianya yang masih muda”


Pak Mustang tidak membalas ucapan Nyonyanya itu karena ia tahu jika ia teruskan pasti drama sedih lagi yang terjadi. Yaaa.....sifatnya Nyonya Sintya memang tidak tegaan pada orang yang tertindas tapi ia juga kejam pada orang yang menurutnya tidak baik apalagi jika orang itu memiliki niat dan hati yang jahat.


Setelah beberapa menit perjalanan, Nyonya Sintya sampai dirumahnya. Ia langsung masuk kedalam dan berjalan menuju kamar ibu mertuanya. Ia melihat ibu mertuanya itu lagi makan kue kesukaannya yang diberikan Aditya. Ia melihat ibu mertuanya tertawa bersama Aditya, karena tidak ingin mengganggu mereka. Ia pun pergi menuju kamarnya untuk istirahat.


***


Sementara Kyra yang menerima telfon dari dokter yang merawat adiknya sangat kaget saat dokter itu mengatakan jika adiknya sudah mendapatkan donor yang cocok. Ia lalu meninggalkan pekerjaannya dan bergegas ke Rumah Sakit. Setelah sampai ke Rumah Sakit, ia langsung masuk kedalam dan menuju ruangan Dokter Aris yang merawat adiknya.


Tok....tok...tok.......suara ketukan pintu dari Kyra.


Kyra membuka pintu dan langsung masuk. Ia sudah melihat Dokter Aris tengah duduk menunggunya.


“Silahakan duduk Kyra”


“Dok....ditelfon tadi Anda bilang kalau adik saya mendapatkan donor” ucapnya dengan ekspresi senang.


“Betul sekali Kyra. Tapi.....kamu harus secepatnya memutuskan tentang operasi transplantasi jantung adikmu jika tidak kita bisa didahulukan orang lain”


“Maksud dokter apa?” tanya Kyra bingung.


“Maaf Kyra.....orang yang mengantri untuk mendapatkan donor jantung sangat banyak. Jika kamu terlambat memutuskan maka kesempatan untuk Zahila akan diambil orang”


“Berapa lama waktu yang diberikan pihak Rumah Sakit dok?” tanya Kyra.


“Satu minggu. Setelah itu kamu harus memutuskan untuk menerimanya atau tidak” balas Dokter Aris.


“Lalu....biaya untuk operasi transplantasi jantung adik saya. Berapa dok?” tanya Kyra.


“Sekitar 80 sampai 500 juta Kyra” balas Dokter Ara. Kyra sangat terkejut mendengar biayanya yang sangat mahal.


“Dimana saya bisa mendapatkan biaya sebanyak itu dok. Sekarang saja saya hanya punya uang simpanan 15 juta dari hasil kerja saya setiap hari. Apa saya bisa mencicil biayanya dok?” tanya Kyra


“Saya juga tidak bisa apa – apa Kyra. Pihak Rumah Sakit tidak punya kemampuan untuk membantu kamu sampai mencicil apalagi donor yang kita dapat berasal dari luar negeri. Tapi mungkin saya bisa memberikan sedikit bantuan pada kamu”  sambil memberikan sebuah kartu nama pada Kyra.


“Ini maksudnya apa dok?”  tanya Kyra sambil melihat kartu nama itu dengan ekspresi bingung.


“Itu kartu nama orang yang bisa membantu kamu. Dia adalah orang yang menemukan donor jantung untuk Rumah Sakit ini. Dia juga sering menyumbangkan dana untuk Rumah Sakit ini. Dia adalah orang yang sangat baik. Jika kamu bisa meminta bantuan darinya agar bisa memberikanmu keringanan itu pasti akan lebih baik. Pikirkanlah baik – baik karena ini kesempatan yang sangat langka bagi adikmu kemungkinan besar ia tidak akan mendapatkan kesempatan ini lagi dikemudian hari” jelas Dokter Aris.


“Baik dok. Saya akan mencoba memikirkannya dengan baik dan terima kasih banyak karena sudah membantu saya”


“Tidak masalah Kyra. Itu hanya bantuan kecil dariku”


“Kalau begitu saya permisi dok. Sekalian saya ingin menjenguk adik saya”


“Baiklah....silahkan”


Kyra mengangguk lalu berdiri dari tempat duduknya. Ia keluar dari ruangan Dokter Aris menuju kamar pasien tempat dimana Zahila dirawat.


Ya....sekarang Kyra memang tengah mengumpulkan uang untuk adiknya dengan bekerja part time diberbagai tempat. Namun ia hanya bisa mengumpulkan uang 15 juta selama tiga tahun ini bahkan ia tidak sanggup membawa adiknya ke Rumah Sakit besar dan hanya bisa membawa adiknya ke Rumah Sakit kecil ditambah ia membutuhkan donor jantung untuk Zahila dan sekarang ia sudah mendapatkan donor jantung untuk adiknya tapi uangnya masih belum cukup. Ia masih membutuhkan lebih banyak uang lagi apalagi Dokter Aris mengatakan padanya jika ini adalah kesempatan langka kemungkinan kecil ia tidak bisa mendapatkan kesempatan ini lagi. Satu – satunya cara, ia harus meminta bantuan pada Nyonya Sintya.


.


.


Bersambung