Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 63 Beautiful Romance



Setelah berbicara tentang Aura tadi....mereka menghabiskan malam berdua dengan melakukan hubungan suami istri yang penuh gairah.


Kemudian mereka berdua tertidur lelap dengan keadaan telanjang, hanya selimut yang menutupi tubuh mereka. Kyra tidur dilengan suaminya sambil dipeluk erat oleh Aditya.


Tiba – tiba HP Kyra bergetar....sebuah pesan masuk dari HP-nya. Aditya meraih HP milik Kyra itu yang ada dimeja samping istrinya, kemudian ia baca isi pesan dari Ivan mantan pacarnya.


“Kyra......bagaimana kabarmu. Akhir – akhir ini aku selalu memikirkan keadaanmu. Aku sangat khawatir karena tidak pernah mendengar kabar darimu. Aku pernah berjanji padamu, setelah aku menyelesaikan kuliahku disini dan sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Aku akan kembali ke Indonesia untuk menikahimu. Jadi tunggu aku disana yah. Aku pasti kembali untukmu.”


Wajah Aditya berubah dingin setelah membaca pesan dari Ivan. Ia langsung memblokir nomor Ivan dari HP istrinya.


Tapi karena tidak bisa menahan amarahnya....ia bangun dan memakai bajunya kemudian keluar ke teras untuk menenangkan amarahnya dengan HP Kyra yang masih dipegangnya.


Ia tidak ingin bertengkar dengan istrinya hanya karena masalah pesan singkat dari Ivan mantan pacarnya.


“Berani sekali laki – laki itu mengirim pesan untuk istriku. Apa selama ini, dia selalu berhubungan dengan mantan pacarnya itu. Dasar brengsek, beraninya mereka berhubungan dibelakangku?” Gumamnya dengan kesal.


Karena terlalu kesal, Aditya langsung melempar jauh HP milik istrinya itu.


Setelah amarahnya reda....ia kembali ke kamarnya dan tidur kembali disamping istrinya dengan membelakanginya. Butuh waktu lama agar bisa memejamkan matanya karena memikirkan pesan Ivan di HP milik Kyra.


Keesokan paginya....Kyra membuka matanya perlahan – lahan. Ia melihat Aditya yang sudah selesai mandi.


“Dit.....kamu sudah


bangun dari tadi.” Tanya Kyra sambil bengun dari tempat tidurnya.


“Ia....cepatlah mandi. Kita kembali ke rumah.” Jawabnya sambil mengusap rambutnya dengan handuk.


“Baiklah....”


Ia memaksa tubuhnya bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Beberapa saat kemudian, ia keluar dari kamar mandi dan sudah melihat Aditya duduk disofa dengan sarapan diatas meja.


“Ayo cepat sini...kita makan. Aku sudah sangat lapar karena menunggumu.” Ucapnya.


“Ia...”


Kyra melangkahkan kakinya kearah Aditya. Ia duduk disamping Aditya dan mulai memakan sarapannya yang sudah disiapkan Aditya didepannya.


“Apa hari ini kita jadi ke rumah nenek?” Tanya Kyra sambil memegang Sandwich yang sudah ia gigit itu.


“Ke rumah nenek.” Jawab Aditya yang bingung.


“Loh...kamu lupa yah. Kemarin kan kamu bilang kalau kamu kangen sama nenek terus ingin ketemu.”


“Oh....ia aku sampai lupa. Nanti kita mampir ke rumah nenek, dia juga pasti sudah kangen denganmu.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Ia...aku kangen sekali dengan nenek. Sudah lama tidak mengunjunginya.”


Kyra kembali melanjutkan makan Sandwich yang ada ditangannya.


Selesai makan....Kyra siap – siap berpakaian. Ia mencari HP-nya yang ia letakkan di meja.


“Dit...kamu lihat HP ku tidak?” Tanya Kyra sambil mencari – cari keberadaan HP-nya.


“Tadi malam...aku tidak sengaja melemparnya ke laut.” Jawab Aditya dengan santai.


“Hah...” Balasnya dengan ekspresi bingung mendengar ucapan Aditya. “Kenapa kamu bisa tidak sengaja melemparnya ke laut?” Tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya.


“Aku memang punya kebiasaan melempar barang kalau sedang kesal. Aku pikir aku melempar HP milikku tapi ternyata itu HP mu. Nanti aku belikan yang baru.”


“Kamu masih kesal dengan yang tadi malam. Maaf....Dit, aku benar – benar mengatakan itu karena pendapatku saja bukan karena tidak percaya padamu.”


Aditya berdiri dan berjalan kearah istrinya. Ia memegang kedua pipi Kyra sambil mengelusnya dengan lembut.


“Aku sudah tidak marah sayang....maaf yah kalau aku melempar HP mu. Aku tidak sengaja melakukannya. Nanti aku ganti yang baru, lagipula HP-nya sudah tua sekali. Mungkin kamu memang harus mengganti dengan yang baru.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Baiklah.....tidak masalah yang penting kamu sudah tidak marah lagi padaku.”


“Ia...aku sudah tidak marah. Ayo....kita pulang sekarang.”


Kyra mengangguk melihat Aditya. “Eem...”


Mereka berdua kemudian keluar Villa dengan menarik koper kecilnya. Diluar sudah terlihat ramai dengan teman – teman kampusnya yang sudah siap – siap untuk pulang.


Kyra dan Aditya masuk ke dalam mobil setelah memasukkan kopernya di bagasi mobilnya.


Aditya melajukan mobilnya bersama dengan mobil Rey dan Bagas meninggalkan pantai. Bus yang membawa teman – teman kampusnya juga ikut meninggalkan pantai.


Setelah satu jam perjalanan, Aditya dan Kyra sampai di kediaman Sinatria. Ia masuk kedalam setelah pintu otomatis pagar rumahnya terbuka.


Aditya berpisah dengan teman – teman kampusnya saat Aditya masuk ke dalam Kediaman keluarganya.


Ia memarkirkan mobilnya didepan rumahnya. Aditya masuk kedalam rumahnya bersama dengan Kyra.


“Selamat datang Tuan Muda....Nyonya Muda.” Sapanya sambil membungkuk hormat.


“Aku kan sudah bilang panggil nama saja.?” Ucapnya sambil memegang pundak Maria.


Maria tidak merespon Kyra dan masih menunduk karena takut tidak sopan didepan Aditya.


“Dimana nenek dan mami?” Tanya Aditya dengan serius.


“Nyonya Sintya masih berada di kantor, Tuan Muda. Kalau Nyonya besar ada diatas, baru selesai sarapan.” Jawabnya.


“Oke...kalau begitu kita langsung naik keatas saja.” Ucapnya sambil menggandeng bahu istrinya.


“Ia...”


Kyra dan Aditya menaiki tangga rumahnya sampai ke lantai dua. Setelah berada didepan kamar Nyonya Besar, Kyra langsung berlari masuk karena saat itu pintu kamar Nyonya Besar terbuka lebar.


“Nenek....” Panggilnya.


Saat itu....Nyonya Besar sedang duduk bersandar ditempat tidurnya sambil menonton Tv.


“Kyra....kamu datang sama siapa?” Tanya Nyonya Besar yang belum melihat Aditya diluar.


“Sama Adit nek.” Balasnya sambil duduk disamping neneknya.


Aditya kemudian berjalan menghampiri neneknya. Ia langsung mencium tangan neneknya itu.


“Nenek sehat – sehat saja kan.” Tanya Aditya yang berdiri disamping nenek dan istrinya.


“Ia....nenek tidak apa – apa. Melihat kalian berdua, nenek sangat bersemangat. Apalagi kalau kalian memberikan nenek cicit, nenek pasti sangat bahagia.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Ah...” Balas Kyra dengan kaget.


Ia bahkan tersipu malu saat itu tapi Aditya hanya santai saja menanggapi ucapan neneknya itu.


“Tenang saja nek.....sebentar lagi nenek pasti mendapatkan cicit. Setiap hati Aditya berusaha untuk memberikan nenek cicit.” Ucapnya sambil tersenyum melirik istrinya.


“Aditya...benar – benar deh. Dia sama sekali tidak malu mengatakan itu didepan nenek. Aku saja sudah sangat malu mendengar ucapan nenek. Bahkan mengangkat kepalaku didepannya sangat berat.” Dalam hati Kyra yang melihat suaminya.


“Nenek jadi tidak sabar mendengar kabar baik kalian berdua.” Ucapnya sambil tersenyum memegang pipi Kyra.


“Hari ini kalian akan bermalam disini kan. Masa kalian cuma mampir saja sih, nenek masih kangen loh dengan Kyra.” Sambungnya.


“Kalau nenek menginginkan kami bermalam, kami berdua akan bermalam satu malam disini.” Ucap Aditya sambil tersenyum.


“Benarkah...” Balasnya dengan wajah tersenyum lebar.


“Ia nek...kalau gitu nenek ngobrol sama Kyra dulu. Aku mau ganti baju terus main futsal dibawah.”


“Ia...pergilah.”


Aditya pergi meninggalkan Kyra bersama dengan neneknya yang masih asyik mengobrol sementara ia pergi mengganti bajunya dengan baju futsalnya dan turun kebawah.


Ia mengajak beberapa pelayan laki – laki untuk bermain futsal. Hanya beberapa menit saja, ia sudah bosan karena tidak cukup pelayan laki – laki sebayanya yang bisa main futsal. Baginya tidak asyik kalau mereka bermain futsal jika pemainnya saja tidak cukup. Akhirnya ia memanggil ketiga temannya ke rumah.


Memang sudah lama sekali Aditya tidak main futsal lagi. Apalagi ia hobi sekali dengan permainan itu.


Karena kesenangannya pada futsal, ayahnya sampai membangunkan lapangan futsal dibelakang rumahnya itu agar anak semata wayangnya tidak merasa kesepian dirumahnya apalagi Tuan Agung ayahnya lebih banyak menghabiskan waktunya dengan perusahaannya.


***


Selama 30 menit...ketiga temannya datang kerumahnya. Mereka langsung menuju ke lapangan futsal yang ada dibelakang.


“Kenapa tiba – tiba ingin main futsal disini?” Tanya Bagas yang berjalan kearahnya.


“Aku bosan.....Kyra sama nenek terus mengobrol dikamarnya. Lagian sudah lama sekali aku tidak main futsal.”


“Ia.....aku juga tidak punya kegiatan di Apartemen. Apalagi kan kita sebentar lagi pertandingan futsal.” Sahut Andi.


“Itu masih ada beberapa bulan lagi. Masih lama.” Balas Bagas.


“Yah sudah....kita main sekarang. Itung – itung latihan sebelum pertandingan kampus.” Sahut Rey.


Mereka kemudian main futsal bersama. Para pelayan yang tadi ikut bermain masih ikut bermain dengan mereka.


Meskipun Aditya itu selalu memperlihatkan wajah dinginnya didepan orang dan suka marah – marah tapi ia tidak pernah membeda – bedakan orang apalagi pelayan yang ada di rumahnya. Semuanya ia samakan, selama pelayannya itu masih sopan padanya.


Bersambung.


Jangan lupa Like yah karena Like itu gratis sayang.