
Malam tiba......Kyra yang sedang istirahat di Rumah kecilnya dibangunkan dengan alarm handphone yang berbunyi tepat di dekat telinganya. Ia terburu – buru bangun dan siap – siap untuk berangkat kerja di sebuah Club Malam. Kali ini ia mengendarai motor bebeknya yang sudah tua. Itu salah satu peninggalan yang diberikan orang tuanya.
Hanya beberapa menit saja, ia sampai di Club Malam. Ia masuk kedalam Ruang Ganti baju untuk mengganti bajunya. Saat berganti pakaian, tiba – tiba salah satu teman kerjanya masuk kedalam untuk berganti baju. Ia menyapa Kyra yang sedang terlihat murung tidak seperti biasanya.
“Hai Kyra......ada apa denganmu?” Sambil melepaskan baju yang dipakainya.
“Eh...kak Ria. Aku tidak apa – apa. Kak Ria baru datang ya?” Tanya Kyra.
“Ia....” Sambil tersenyum pada Kyra. “Kita harus berjuang lagi malam ini. Semangat ya Kyra.”
“Ia kak....terima kasih” Membalas senyuman Ria.
Setelah selesai berganti baju dengan seragam sexi yang harus dipakai seorang pelayan Club. Mereka pun keluar bersama dan mulai menyuguhkan minuman kepada para pelanggan saat itu.
Terlihat dari pintu masuk Club, Aditya dan ketiga temannya datang dan langsung duduk di meja bartender. Mereka kemudian memesan bir untuk mereka minum bersama.
Sementara dari kejauhan, terjadi keributan. Kyra yang sedang menuangkan minuman pada salah satu pelanggan mencoba menggodanya dan memegang pundaknya.
“Tuan....apa yang Anda lakukan?” Sambil melepaskan tangan laki – laki itu darinya.
“Ayolah sayang.....kamu bergabung saja bersama kita” Sambil berusaha memegang pinggang Kyra.
“Maaf tuan tapi saya tidak bisa menemani Anda”
“Ayolah cantik...”
Pria itu sudah memegang pinggul Kyra membuat Kyra semakin geram dan langsung memukul pria itu. Pria itu sangat marah dan ingin memukul kembali Kyra tapi Aditya tiba – tiba datang dan menahan tangan pria itu lalu memukul wajahnya. Semua orang kaget melihat keributan yang disebabkan Aditya, Kyra juga terkejut sampai menutup mulutnya yang menganga karena melihat Aditya memukul pria itu begitupun dengan Andi, Bagas dan Rey. Mereka kaget dan mencoba menenangkan Aditya .
“Kakak pertama.......sudahlah.” Sahut Rey.
Aditya langsung menarik tangan Kyra keluar dari Club itu. Ia menarik Kyra sampai diparkiran mobilnya.
“Hei....kenapa kamu menarikku keluar. Lepaskan aku?” Pekik Kyra sambil menghempaskan tangannya dari Aditya.
Aditya langsung berbalik dan melihat penampilan Kyra dari atas kebawah.
“Apa kamu setiap hari bekerja di tempat seperti ini dengan pakaian sexi?” Tanya Aditya.
“Ia...kenapa Anda menanyakan hal seperti ini pada saya?”
“Hei...kamu itu masih SMA kan tapi kenapa bekerja ditempat seperti ini.”
“Itu tidak ada urusannya dengan Anda.”
“Ya...aku memang tidak ada urusannya tapi melihat gadis SMA yang bekerja ditempat seperti ini membuatku kasihan. Aku tidak ada maksud lain selain menolongmu.”
Aditya lalu mengeluarkan dompetnya dan menyodorkan beberapa lembar uang pada Kyra. Ia menarik tangan Kyra dan memberikan uangnya pada Kyra.
“Kamu butuh uang kan. Ini uang untukmu tapi sebagai gantinya kamu jangan pernah muncul dihadapanku apalagi berada ditempat seperti ini.”
“Ambil uang Anda kembali. Saya tidak butuh, saya bisa mencari uang sendiri dengan kerja keras bukan belas kasihan dari orang lain apalagi dari orang seperti Anda.” Sambil melemparkan uang didepan muka Aditya.
“Beraninya kamu.....dasar gadis murahan.”
“Anda bilang tidak ingin melihat wajah saya kan. Hari ini juga saya akan berhenti kerja dari tempat ini bukan karena nasihat Anda tapi saya tidak ingin melihat pria mesum dan kasar seperti Anda disekitar saya.”
“Kamu....” teriak Aditya sambil menunjuk wajah kyra.
“Apa....mau pukul saya?” Tanyanya dengan mata melotot.
Kyra lalu meninggalkan Aditya yang masih berdiri didepannya tanpa menengok sedikitpun. Ia sangat marah dengan perlakuan Aditya yang menganggapnya gadis murahan.
“Hei...mau kemana kamu?” Teriak Aditya.
Tapi Kyra tidak menghiraukan teriakan Aditya. Ia hanya berjalan terus tanpa menengok ke belakang.
Teman – teman Aditya dari tadi berdiri didepan Club dan menyaksikan pemandangan yang terjadi di antara mereka. Mereka sangat kaget karena itu pertama kalinya ada orang yang berani melawan Aditya apalagi seorang gadis bahkan sampai melempar uang didepan wajah Aditya. Bagi mereka itu adalah pemandangan yang sangat langkah.
Sementara Aditya masih terlihat sangat marah pada Kyra karena sudah berani mengabaikannya.
“Dasar brengsek...” Sambil menendang ban mobilnya sendiri.
Andi, Rey dan Bagas yang melihat Aditya marah – marah lalu datang menghampirinya dan mencoba menenangkan temannya itu.
“Tenanglah kakak pertama.” Sahut Rey sambil memegang pundak Aditya.
“Kalian lihat gadis sialan itu. Berani sekali dia melempar uang diwajahku. Setelah aku menolongnya tadi seharusnya dia berterima kasih kan apalagi aku memberinya uang tapi dia malah berbicara kasar padaku” Teriaknya marah – marah.
“Jadi kalian lebih membela gadis murahan itu dibanding teman kalian sendiri.” Ucapnya dengan wajah kesalnya
“Kita tidak bermaksud membelanya tapi hanya mengatakan fakta saja kakak pertama.” Sambung Andi.
“Diamlah kalian semua.” Sambil membuka pintu mobilnya.
“Kakak pertama mau kemana?” Tanya Andi.
“Pulang...” dengan nada kesal.
Aditya lalu mengendarai mobil sportnya itu dan meninggalkan mereka bertiga. Ia mengendarai mobilnya dengan sangat cepat karena sangat marah.
Sedangkan Kyra, tengah dimarah – marahi oleh manajer Club. Ia hanya terus menunduk.
“Gara – gara kamu, sebagian pelanggan komplain. Saya juga mengalami kerugian gara – gara keributan tadi.” Sambil menunjuk – nunjuk Kyra.
“Maafkan saya pak”
“Hari ini kamu dipecat dan jangan harap mendapatkan pesangon”
“Tapi pak.....saya sangat membutuhkan uang untuk adik saya pak” Ucapnya dengan wajah sedikit kecewa.
“Apa saat kamu bekerja tadi, kamu memikirkan konsekuensinya. Tidak kan?”
“Pak saya mohon....bapak boleh pecat saya tapi tolong berikan gaji saya bulan ini”
“Kalau saya berikan gaji kamu. Lalu yang bayar kerugian yang disebabkan teman kamu. Siapa?”
Kyra hanya menunduk pasrah didepan Manajer Club tanpa membantah lagi karena ia memang harus membayar kerugian yang disebabkan Aditya.
“Pergilah”
“Baik pak”
Kyra pun keluar dengan wajah pasrah. Ia menaiki motor bebeknya dan meninggalkan tempat itu. Diperjalanan pulang ia memikirkan Aditya yang memberinya uang tadi.
“Kalau saja tadi aku tahu kalau harus bayar kerugian. Aku pasti akan mengambil uang orang mesum itu. Haaaa brengsek. Semoga saja aku tidak bertemu dengannya lagi. Kenapa sih tuhaaaan....beberapa hari ini aku sial sekali. Mulai dari ibu Ivan yang tiba – tiba datang dan menamparku dicafe, ditambah aku harus putus hubungan dengan Ivan dan tadi aku bertemu dengan laki – laki mesum itu. Hidupku benar – benar tidak beruntung. Sampai kapan aku harus menjalani kehidupan yang seberat ini” Gumamnya sambil meneteskan air matanya karena memikirkan nasib ketidakberuntungannya.
Kyra pun sampai rumah, ia langsung merebahkan tubuhnya dikasur dan mencoba memejamkan matanya.
Keesokan paginya, ia bangun pagi – pagi sekali karena hari ini ia harus ke Rumah Sakit untuk menjenguk adiknya dan mengantarkan sarapan untuknya sebelum berangkat ke Sekolah. Setelah di Rumah Sakit, ia langsung masuk dan sudah melihat Zahila tengah duduk bersandar dikasurnya.
“Zahila....kakak datang” Panggil Kyra sambil tersenyum. Zahila menengok setelah mendengar suara kakaknya itu.
“Kakak datang”
“Ia tapi Cuma sebentar saja karena kakak harus berangkat ke Sekolah. Kakak hanya datang melihatmu saja setelah itu kakak pergi”
“Ia kak tidak apa - apa. Apa ini makanan untuk aku?”
“Ia....makanlah”
Setelah melihat adiknya selesai makan. Ia pun berpamitan pada Zahila.
“Kalau begitu kakak berangkat sekolah ya. Takutnya terlambat.”
“Ia kak. Terima kasih sarapannya ya..”
“Eemm. Sini peluk kakak dulu...” Sambil mengulurkan kedua tangannya didepan Zahila.
Zahila membalas pelukan kakaknya itu. Setelah berpelukan, Kyra berjalan keluar meninggalkan adiknya. Ia pergi mengendarai motor bebeknya menuju sekolahnya.
Bersambung.
Author sangat bersemangat menulis jika kalian:
LIKE
COMMENT
VOTE
RATE 5**