
Pak Mustang datang menghampiri Nyonya Sintya yang masih menatap kepergian anak dan menantunya itu.
“Nyonya.....sepertinya mereka sudah terlihat akrab.”
“Bukan akrab lagi....tapi mereka sudah mulai menyukai satu sama lain. Kyra sampai membela suaminya di depanku.”
“Selamat nyonya.....sebentar lagi Anda akan punya cucu.”
“Haaaa...aku tidak terlalu berharap punya cucu sekarang karena mereka masih muda.” Ucapnya sambil tersenyum. “Ayo....kita ke kantor.”
“Baik nyonya” balasnya sambil menunduk.
Nyonya Sintya naik ke mobil setelah Pak Mustang membuka pintu mobil untuknya dan melajukan mobilnya meninggalkan Apartemen Aditya.
***
Selama satu jam perjalanan yang mereka tempuh, Kyra hanya tertidur di mobil. Aditya tidak pernah sekalipun membangunkan istrinya itu atau berusaha mengganggunya bahkan ia berusaha agar Kyra tidak bangun dari tidurnya.
Setelah sampai di tempat tujuan, Aditya langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkiran tempatnya menginap. Ia membangunkan istrinya yang masih tertidur pulas, ia ingin memperlihatkan pemandangan indah pada Kyra yang tempatnya tak jauh darinya.
“Kyra....ayo bangun, kita sudah sampai.” Ucapnya sambil memegang tangan Kyra.
Kyra membuka matanya secara perlahan dan menengok kearah Aditya.
“Kita sudah sampai.” sambil mengucek – ngucek matanya.
“Ia....ayo turun.” pintanya sambil melepaskan sabuk pengamannya.
Ia turun dari mobilnya disusul dengan Kyra. Kyra sangat takjub melihat pantai yang ada di depannya. Pemandangannya sangat indah dan terlihat sangat bersih.
Pantai itu terlihat kosong tanpa ada wisatawan yang datang berkunjung karena Aditya sudah memesan tempat itu selama tiga hari untuk kegiatan Ospek mereka. Jadi tidak ada orang yang akan mengganggu saat kegiatan mereka dilakukan.
***
Kyra melihat sekelilingnya yang terlihat sepi, ia tidak melihat keberadaan teman – teman kampusnya, hanya mereka berdua saat itu.
“Dit....kenapa kita cuma berdua saja?” tanya Kyra penasaran.
“Mungkin sebentar lagi, mereka sampai.”
“Jadi kita datang lebih awal yah.”
“Bukan....itu karena aku memotong jalan tadi apalagi mereka cuma naik Bus. Tentu saja kita sampainya duluan.”
“Kalau begitu....kita bisa jalan – jalan di pantai dulu kan.”ucapnya sambil tersenyum.
Aditya hanya mengangguk tersenyum.
Kyra berlari menuju pantai yang tak jauh dari tempat penginapan mereka. Aditya mengikutinya dengan cepat sambil tersenyum melihat istrinya yang berlari cepat menelusuri tepi pantai dengan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya.
Aditya memang sengaja melakukan kegiatan kampusnya di pantai karena Kyra sangat suka dengan pantai. Ia ingin Kyra merasa bahagia dan tidak tertekan dengan kegiatan yang akan mereka lakukan nanti.
Tak lama kemudian, mobil kampusnya pun datang bersama dengan mobil Bagas dan Rey.
Bagas, Rey dan Andi langsung datang menghampiri mereka berdua yang tengah berada di tepi pantai.
Semua mahasiswa turun dari Bus dengan sangat gembira saat melihat pemandangan pantai di depan mereka. Mereka berlarian kearah pantai dengan gelak tawa yang menghiasi wajah mereka.
***
Para gadis yang melihat kehadiran Kyra diantara Bagas, Rey, Andi dan Aditya mulai merasa benci dan iri apalagi saat mereka melihat Kyra tertawa bersama Aditya dan yang lainnya.
Mereka saling berbisik satu sama lain tentang Kyra yang begitu hebatnya bisa dekat dengan mereka apalagi bisa bersama dengan Aditya yang selalu mereka puja – puja. Ada yang mencibirnya sebagai gadis matre, ada juga yang mengatakan kecantikannya sebagai alasan bisa mendekati mereka. Parasnya memang cantik apalagi tubuhnya yang ramping dan tinggi, tentu saja membuat para gadis iri padanya.
***
Melia dan teman – temannya baru turun dari mobil setelah mereka berdandan. Melia sangat terkejut saat melihat Kyra bersama Aditya....perasaan benci dan irih terhadap Kyra mulai tumbuh. Ia tak habis pikir jika ada gadis yang mendahuluinya mendekati Aditya apalagi selama ini ia tidak bisa mendekati Aditya seperti Kyra yang begitu gampangnya bisa tertawa dengan mereka.
“Kamu tidak apa – apa Mel?” tanya Alini yang melihat Melia berwajah kesal sambil menatap Kyra dan Aditya.
“Siapa gadis itu?”tanya Melia dengan ekspresi kesalnya.
“Dari pakaian yang dia pakai sepertinya dia anak baru.” sahut Sarla.
“Tapi kenapa dia tidak ada di mobil bersama kita tadi?” tanya Melia sambil mengerutkan keningnya yang tak pernah melepaskan pandangannya dari Kyra.
“Aku tidak tahu....tapi yang aku lihat saat di dalam mobil, kalau dia sudah bersama Kak Adit sebelum kita datang.”sahut Alini.
“Baru hari pertama saja dia sudah berani mendekati Kak Adit. Dasar gadis murahan.”ucap Melia dengan kesal.
“Tenanglah....dia tidak sebanding denganmu. Dia pasti salah satu gadis yang sering ditiduri Kak Adit. Setelah Kak Adit puas, dia pasti akan dibuang.”sahut Alini.
“Ia....gadis seperti itu hanya butuh uangnya Kak Adit tapi kamu berbeda, kamu tulus suka padanya.”sambung Sarla.
“Huh....perempuan matre seperti itu harus kusingkirkan. Lihat saja, aku akan membuat Kak Adit meninggalkannya.”ucapnya dengan ekspresi kesalnya. “Kalian tunggu disini, aku akan datang menghampiri mereka.”
“Oke....”sahut Alini dan Sarla secara bersamaan.
Melia kemudian berlari kearah mereka yang tengah berada di tepi pantai.
Bagas, Aditya, Andi dan Rey langsung berbalik melihat kearah Melia begitupun dengan Kyra.
“Siapa yang kamu panggil....kita semua kan seniormu?”tanya Rey dengan serius.
“Oh.....aku hanya datang menyapa saja karena melihat senior berkumpul disini dan ada mahasiswa baru juga disini.”ucapnya sambil melihat kearah Kyra yang sedang berpegangan tangan dengan Aditya.
“Dasar perempuan murahan.”dalam hati Melia.
“Aku antar Kyra dulu ke tempat penginapan.”sahut Aditya tanpa mempedulikan Melia.
Aditya dan Kyra berjalan meninggalkan mereka, tiba – tiba Melia memanggilnya.
“Ketua...” panggilnya sambil tersenyum.
Aditya dan Kyra langsung menengok kearahnya. Kyra kaget mendengar Aditya dipanggil Ketua oleh Melia.
“Dia panggil ketua....maksudnya Aditya”dalam hati Kyra.
“Ada apa?” tanya Aditya dengan tatapan dinginnya.
“Eem....biar aku saja yang mengantarnya ke tempat penginapan. Sebentar lagi kita akan rapat bersama yang lainnya.” jawabnya sambil tersenyum.
“Siapa kamu...berani mengatur – ngaturku?” ucapnya dengan wajah dinginnya.
“Maaf senior....saya tidak bermaksud seperti itu.” Balas Melia sambil menunduk takut.
“Pergi sana.” Tegasnya.
Melia langsung berlari setelah mendengar ucapan Aditya, ia kecewa mendengar Aditya yang mengusirnya.
Sedangkan Kyra sangat kaget mendengar Aditya berbicara kasar pada seorang gadis sampai membuatnya seperti itu.
Ketiga temannya yang menyaksikan adegan itu hanya biasa saja karena mereka tahu kalau Aditya tidak suka diperintah – perintah oleh orang lain.
“Dit....apa kamu tidak kasihan melihat dia tadi?”tanya Kyra.
“Kenapa aku harus kasihan....itu bukan urusanku?” ketusnya.
“Ayo....kuantar ke Villa.”ucapnya sambil menarik tangan Kyra.
“Eh...tunggu sebentar”
“Ada apa?”
“Kenapa tadi dia memanggilmu ketua?” tanya Kyra penasaran.
“Ya....karena aku Ketua mereka yang kamu bilang tadi kampungan.”
Sontak saja membuat Kyra kaget mendengar ucapan dari bibir suaminya itu.
“Apa....?” teriaknya dengan mata melotot melihat Aditya. “Kenapa kamu tidak bilang dari tadi?”
“Karena kamu tidak tanya padaku.”
Kyra langsung melepaskan tangan Aditya dan berjalan cepat menuju Villa.
“Hei....tunggu sebentar sayang.” teriaknya.
Kyra menengok ke belakang sambil menatap Aditya dengan tatapan tajam.
“Berhenti mengikutiku....”
“Kenapa...?”
“Pantas saja mereka semua menatapku dengan tatapan aneh ternyata aku bersama dengan Ketua mereka. Dasar”
“Kamu malu dengan mereka.”
“Apa yang akan mereka pikirkan tentangku?”
“Kamu tidak usah pikirkan mereka.”
“Pokoknya jauhi aku selama kegiatan ini berlangsung. Aku tidak mau tahu.”tegasnya sambil memasang wajah kesalnya.
“Masa sampai segitunya sih.”
“Kalau tidak mau yah sudah.....sekalian saja tidak usah bicara padaku.”
“Oke...oke. Akan kulakukan sesuai kemauanmu, tapi jangan mengabaikanku yah karena aku paling tidak suka diabaikan.”ucapnya dengan serius.
“Ia....”
Kyra kemudian berjalan meninggalkan Aditya yang masih berdiri di tempatnya. Setelah melihat Kyra masuk ke dalam Villa, ia lalu berjalan menghampiri ketiga sahabatnya.
Bersambung
Jangan lupa Vote dan Like Aditya dan kyra yah.