Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 28 Beautiful Romance



Setelah pesta pernikahan yang melelahkan.....akhirnya mereka bisa istirahat. Para tamu dibawah juga sudah pulang semua.


Kyra sekarang sudah berada dikamar Aditya dengan gaun pengantin yang masih menempel ditubuhnya itu.  Ia duduk disofa dengan perasaan yang tidak karuan sedangkan Aditya sedang mandi dikamar mandinya.


“Apa yang harus kulakukan saat dia keluar....kalau dia tiba – tiba minta aku melayaninya bagaimana. Aku tidak mungkin menolaknya kan karena dia sudah sah menjadi suamiku. Suka tidak suka aku harus melayaninya, berdosa jika dia meminta lalu aku menolaknya. Tapi ini pertama kalinya bagiku?” dalam hati Kyra.


Tiba – tiba Aditya keluar dengan memakai handuk dipinggangnya memperlihatkan tubuh atasnya yang kekar dan berotot ditambah rambut basahnya yang terus ia kibas – kibaskan.


Kyra yang melihat Aditya langsung menunduk karena malu ditambah dirinya takut menatap Aditya yang akan meminta haknya sebagai suami.


“Kenapa duduk saja disana....?” tanya Aditya yang berdiri tak jauh darinya.


“Ah....” dengan kaget Kyra mengangkat kepalanya sambil melihat Aditya.


“Memangnya kamu tidak merasa berat dengan gaun yang kamu pakai itu....cepat ganti.” pinta Aditya sambil menggosok – gosok rambutnya dengan handuk kecil yang dipegangnya.


Kyra masih diam dan tak bergerak. Aditya yang melihat Kyra seperti itu tiba – tiba punya pikiran aneh dalam dirinya. Ia berjalan menghampiri Kyra dengan senyuman seringai diwajahnya.


Kyra yang masih duduk disofa mulai sedikit takut melihat Aditya yang datang menghampirinya.


***


Aditya sudah berdiri didepan Kyra, ia lalu membungkuk sambil mendekatkan wajahnya didepan wajah Kyra membuat Kyra kaget. Aditya lalu memiringkan kepalanya dan mendekatkan kepalanya itu ditelinga Kyra.


“Kalau kamu tidak ingin ganti baju juga tidak apa – apa. Itu sama saja, kita tetap akan melakukannya malam ini.” bisiknya sambil tersenyum nakal.


Sontak saja membuat Kyra kaget dengan mata melotot didepan Aditya. Ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Aditya tapi tiba – tiba Aditya menarik tangannya. Kyra langsung berbalik melihatnya.


“Mau kemana....?” tanya Aditya sambil tersenyum nakal.


“A...a..aku mau mandi dulu” jawabnya dengan gugup.


Aditya langsung menarik tubuh Kyra lalu memeluknya dengan erat. Kyra saat itu menahan tubuh Aditya dengan kedua tangannya didepan dada Aditya. Aditya melanjutkan aksinya menggoda Kyra.


“Buat apa mandi.....kita tinggal lakukan saja kan?”ucapnya


“Tidak enak kalau tidak mandi dulu....rasanya tubuhku penuh dengan keringat. Sangat bau” ucapnya sambil memalingkan wajahnya karena saat itu wajah mereka terlalu dekat.


“Baiklah....”sambil melepaskan pelukannya dengan cepat dari tubuh Kyra. “Tapi jangan lama – lama ya.....aku itu orangnya tidak bisa menunggu lama” ucapnya sambil menatap Kyra dengan senyuman nakalnya.


Kyra hanya menelan ludahnya karena takut saat mendengar ucapan Aditya seakan dirinya akan dimakan oleh harimau ganas.


***


Kyra langsung berlari sambil mengangkat gaun pengantinnya yang panjang itu menuju kamar mandi.


Sementara Aditya tersenyum mengejek saat melihat Kyra berlari ke kamar mandi.


“Senang sekali bisa menggodanya tadi.....terlihat jelas diwajahnya kalau dia itu takut padaku. Dasar gadis tomboi, ternyata ada juga yang dia takutkan.” gumamnya.


Sementara Kyra yang berada dikamar mandi menghela nafasnya dengan panjang sambil memegang dadanya.


“Apa yang harus kulakukan ya.....aku tidak mungkin menolaknya kan. Apa aku pura – pura pingsan saja ya tapi kalau pura – pura pingsan pasti aku ketahuan kan...... atau aku pura – pura tidur saja disini” gumamnya sambil mondar – mandir. “Ia....pura – pura tidur saja. Tapi sebelum itu aku mandi dulu” gumamnya.


Kyra lalu membuka dengan pelan gaun pengantinnya itu....setelah melepaskan gaunnya, ia lalu menggantungnya ditempat gantungan baju yang ada didepannya dan berendam di Bak Mandi dengan air panas.


“Untung saja....aku pernah menjadi pelayan Hotel meskipun hanya pelayan sementara jadi aku tahu seperti apa kamar mandi orang kaya” gumamnya yang sudah berada di Bak Mandi.


Setelah beberapa menit berendam....ia keluar dari Bak Mandi lalu memakai baju mandi yang sudah tersedia disitu.


“Ah...kenapa dia belum tidur sih....apa dia benar – benar akan menungguku untuk melakukan seperti yang biasa dilakukan suami istri saat malam pertama. Aku juga lupa tadi mengambil baju ganti, masa keluar dengan baju mandi begini” gumamnya.


Kyra kembali menutup pintu kamar mandinya dan menguncinya.


Sementara Aditya yang berada diluar mulai khawatir dengan Kyra yang tak kunjung keluar dari kamar mandi.


“Kenapa dia belum keluar....apa dia pingsan didalam?” gumamnya.


Ia pun berjalan menuju kamar mandi dan mencoba mengetuk pintu kamar mandinya.


“Kyra....apa kamu baik – baik saja.....ini sudah satu jam lebih. Kenapa tidak keluar?” teriaknya sambil mengetuk pintu kamar mandi terus menerus.


Sontak saja membuat Kyra yang berada didalam semakin panik.


“Bagaimana ini....dia datang?” gumamnya.


Suara ketukan pintu pun berhenti tapi terdengar suara kretek – kretek dari luar. Tentu saja Aditya tadi mengambil kunci cadangannya lalu kembali membuka kamar mandinya dengan kunci cadangannya itu. Kyra yang tak berpikir panjang dan tak mau ketahuan langsung dengan sigap duduk dilantai dan menyenderkan kepalanya didinding kamar mandi lalu memejamkan matanya untuk pura – pura tidur.


Aditya langsung masuk dan sudah melihat Kyra dengan posisinya tadi. Aditya kaget, ia mengira Kyra pingsan. Dengan sigap ia memeriksa denyut nadi Kyra.


“Denyut nadinya normal...dia tidak pingsan. Apa anak ini tidur disini karena terlalu kelelahan” gumamnya.


Aditya mengangkat tubuh Kyra dan menggendongnya menuju tempat tidurnya. Jantung Kyra sampai berdetak cepat saat digendong Aditya.


“Ya....tuhan....kenapa jantungku tidak bersahabat sekali sih. Tolong jangan berdetak kencang dong kalau didengar dia aku bisa malu dan ketahuan” dalam hati Kyra.


Aditya lalu meletakkan Kyra dengan pelan dikasurnya....ia melihat mata Kyra seperti mata orang yang tidak sedang tidur. Tapi ia membiarkannya begitu saja karena ia sudah sangat kelelahan dan tak punya tenaga sekarang untuk berdebat dengan Kyra.


“Mau menipuku ya......hari ini aku akan membiarkannya karena aku lelah kalau harus berdebat denganmu tapi kamu pasti akan mendapat balasannnya besok” dalam hati Aditya sambil mentatap Kyra.


Ia lalu naik kekasur dan baring disamping Kyra sambil mematikan lampunya. Sedangkan Kyra masih tak bergerak ditempatnya karena takut ketahuan oleh Aditya.


“Syukurlah dia tidak macam – macam padaku” dalam hati Kyra.


Kyra pun mencoba memejamkan matanya meskipun ia masih was – was terhadap Aditya tapi rasa ngantuk dimatanya mengalahkan rasa takutnya itu dan akhirnya ia tertidur pulas. Sementara Aditya tidak bisa tidur dengan seorang gadis yang berbaring disampingnya. Nafsu lelakinya naik apalagi saat melihat kaki panjang Kyra yang putih dan mulus ditambah bau harum Kyra yang terus tercium olehnya.


“Kalau begini terus....kapan aku bisa tidur dengan nyenyak. Gadis tomboi ini benar – benar aneh, tadi dia takut kalau aku melakukan hal aneh padanya tapi sekarang dia malah tidur nyenyak disampingku. Bagaimana pun juga kan aku laki – laki normal...haaa dasar” dalam hati Aditya.


Dalam keadaan terpaksa ia menyelimuti seluruh tubuh Kyra dan hanya memperlihatkan kepalanya saja karena tak ingin nafsunya bertambah jika terus melihatnya apalagi Kyra hanya memakai baju mandi saja.


Ia bangun dari tempat tidur dan melakukan push up ditengah gelap untuk menghilangkan rasa gairahnya yang ada dalam dirinya. Ia tak menyalakan lampu kamarnya karena tidak ingin sampai Kyra bangun dan melihat dirinya yang push up ditengah malam.


Setelah kelelahan karena push up sampai 20 kali, ia kembali tidur dikasurnya dengan membelakangi Kyra saat itu. Ia mencoba memejamkan matanya kembali. Tak menunggu lama....akhirnya ia bisa tertidur pulas.


Bersambung.


Author sangat senang jika kalian:


LIKE


COMMENT


VOTE


RATE 5