Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 41 Beautiful Romance



Kyra sekarang tengah berada di Ruang Theater yang tempatnya tidak terlalu luas. Ia sedang asyik menonton film sedangkan Aditya sedang tidur di kamar.


“Aduh....aku lapar sekali. Sebaiknya aku cari makanan dulu deh.” gumamnya.


Ia berjalan keluar menuju dapur pesawat mencari makanan untuk ia makan. Ia membuka kulkas yang ada di depannya. Tapi ia tidak menemukan makanan yang bisa membuatnya kenyang, hanya beberapa makanan ringan yang menumpuk di dalam kulkas dan berbagai macam minuman.


“Apa ini semua?” gumamnya sambil melihat semua makanan ringan yang ada di kulkas. “Bagaimana aku bisa kenyang dengan makan snack. Aku perlu makanan yang bisa membuatku kenyang?”


Ia menutup kulkasnya sambil meletakkan kedua tangannya di pinggangnya.


“Cih....pesawat pribadi yang dipenuhi dengan fasilitas mewah tapi makanan saja tidak ada. Terus tidak ada pelayannya lagi. Bukannya pesawat pribadi itu pelayanannya lengkap. Tapi ini kok tidak ada.” gumamnya.


Tiba – tiba datang seorang pramugari menghampiri Kyra saat itu.


“Anda butuh sesuatu nona.” ucap pramugari wanita itu.


“Apa disini tidak ada makanan mba?” tanya Kyra.


“Maaf nona......hanya ada bahan makanan saja dan beberapa snack di kulkas. Kebetulan hari ini hanya saya yang bertugas.”


“Sepertinya bahan – bahannya hanya untuk masakan barat kan.”


“Ia nona......biasanya ada koki dan ada beberapa pelayan dan pramugari setiap Tuan Agung bepergian. Tapi entah kenapa, hari ini hanya saya saja yang menemani Anda sampai ke tujuan. Tidak seperti biasanya.” jelasnya.


“Ia mba, tidak apa - apa.....saya makan snack saja kalau begitu”


“Baik nona” sambil membungkuk di depan Kyra.


Kyra lalu mengambil beberapa snack dan minuman ke dalam kulkas.


“Biar saya yang membantu membawa makanannya nona” pinta pramugari itu.


“Tidak usah mba. Biar saya saja”


“Tidak apa – apa nona, ini sudah tugas saya” sambil tersenyum.


“Baiklah kalau begitu”


“Makanannya mau dibawa kemana nona?”


“Bawa ke Ruang Theater saja mba”


“Baik nona”


Kyra pun pergi ke Ruang Theater bersama pramugari itu. Ia langsung duduk di sofa sedangkan pramugari itu meletakkan semua makanannya di meja depan Kyra. Kyra menonton film sambil menikmati makanannya.


Sedangkan di kamar, Aditya bangun dari tidurnya. Ia turun dari kasur dan berjalan keluar dari kamarnya. Ia tampak bingung dengan suasana sunyi di pesawat itu.


“Kenapa sunyi sekali, biasanya ada beberapa pelayan. Saat aku naik di pesawat tadi juga tidak terlihat” gumamnya sambil mengerutkan keningnya.


Tiba – tiba datang seorang pramugari dari depan yang tadi melayani Kyra.


“Anda butuh sesuatu, Tuan Muda” ucap paramugari itu.


 “Dimana yang lainnya, kenapa hari ini cuma kamu sendiri?”


“Hari ini hanya saya sendiri Tuan”


“Apa maksudmu?” tanya Aditya bingung sambil mengerutkan keningnya.


“Nyonya Sintya hanya menyuruh saya yang menemani Anda sampai tujuan tanpa ada pelayan ataupun pramugari yang lain”


“Apa....?” dengan wajah kaget. “Maksudmu dipesawat ini tidak ada pelayan, koki atau siapapun. Begitu”


“Ia tuan” balas sambil menunduk.


“Mamiii.....” panggilnya dengan ekpresi marah. “Apa sih maksudnya. Kemarin waktu ke Amerika, aku disuruh naik pesawat ekonomi sekarang naik pesawat pribadi tapi sama sekali tidak ada pelayan” gumamnya dengan kesal.


Ia kembali bicara pada pramugari yang masih berdiri didepannya.


“Terus....Kyra dimana?” tanya Aditya.


“Kyra....” balas dengan ekspresi bingung karena ia memang tidak tahu nama orang yang ia layani tadi, ia hanya tahu jika wanita yang ia layani tadi adalah istri Aditya.


“Istriku.....memang ada siapa lagi selain dia disini” ketusnya.


“Oh...Nona Muda. Dia sekarang ada di Home Theater Tuan”


Aditya melangkahkan kakinya menuju Home Theater dan meninggalkan si pramugari tadi.


Ia masuk ke dalam theater dan berdiri di pintu masuk. Ia melihat Kyra tengah asyik makan snack sambil menonton film.


Kyra tidak menyadari kedatangan Aditya saat itu.


“Apa dia hanya makan snack saja. Bagaimana dia bisa kenyang dengan makanan seperti itu?” gumamnya.


Aditya lalu berjalan menghampiri Kyra.


“Apa kamu kenyang dengan makanan seperti itu?” tanya Aditya.


Kyra langsung berbalik setelah mendengar suara Aditya.


“Kamu sudah bangun”


“Aku bertanya, apa kamu kenyang dengan makanan seperti itu?”


“Mau bagaimana lagi.....adanya cuma ini di kulkas, aku tidak bisa masak dengan bahan makanan yang ada di kulkas”


“Ayo....kita ke dapur, aku masakkan sesuatu yang enak untukmu” sambil berjalan keluar theater.


Kyra mengikuti suaminya itu dari belakang.


“Kamu ingin masak” sambil berjalan di belakang Aditya.


“Eem”


Setelah berada di dapur, Aditya mulai masak makanan untuk ia makan dan Kyra.


“Dit...” panggil Kyra.


Aditya menengok melihat Kyra.


“Ada apa?”


“Apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Kyra.


“Kamu ambil tomat saja di kulkas terus kamu cuci”


“Oh....oke”


Kyra mengambil tomat di kulkas dan mulai mencucinya.


“Kamu ingin masak apa sih?” tanya Kyra penasaran.


“Pasta...”


Kyra selesai mencuci tomatnya, ia meletakkan tomatnya itu di dekat Aditya.


“Nih....aku sudah mencuci tomatnya, selanjutnya apa?”


“Kamu tunggu di luar saja. Biar aku yang melakukan semuanya. Jangan lupa kamu bawa jus yang ada di kulkas”


“Kamu yakin tidak ingin dibantu” ucap Kyra sambil membuka kulkas dan mengambil jus yang ada disitu.


“Eem....tidak usah, nanti makanannya malah tidak enak kalau kamu bantuin”


“Cih....”


Kyra pun keluar meninggalkan Aditya yang masih sibuk masak. Ia duduk disebuah Kursi penumpang didekat jendela. Di depannya terdapat meja berbentuk segi empat dan sebuah Kursi penumpang menghadap ke arahnya. Ia meletakkan jusnya di meja itu sambil menunggu makanannya datang.


"Kenapa dia tiba - tiba ingin masak untukku. Terus caranya bicaranya juga berbeda. Dia sedikit lembut tidak seperti biasanya yang selalu kasar. Ah....mungkin dia hanya kasihan padaku. Tapi kalau dia terus bersikap begitu, bisa - bisa aku suka padanya. Haaaaa.....jangan jatuh cinta padanya Kyra, dia itu sudah punya wanita yang dia cintai, kamu hanya akan sakit hati dibuatnya apalagi dia sudah memperingatkan mu dulu" gumamnya.


Tak menunggu lama, Aditya keluar membawa dua piring Pasta yang habis ia masak. Ia meletakkan makanannya di atas meja dan duduk di depan Kyra.


“Ayo makan” ucap Aditya sambil melihat Kyra.


“Ini benar buat aku” sambil menunjukkan pasta yang ada di depannya.


“Ia...memang buat siapa lagi?”


Kyra kemudian makan makanan yang sudah di buat Aditya saat itu.


“Enak sekali makanannya, ternyata dia pintar masak yah” dalam hati Kyra.


“Gimana.....makanannya enak kan?” tanya Aditya.


“Eem....enak. Enak sekali” balas Kyra sambil mengunyah makanannya.


Aditya hanya tersenyum sambil memakan pastanya.


“Sekarang masih ada waktu 4 jam sebelum kita sampai, setelah makan kamu sebaiknya tidur saja di kamar” ucap Aditya.


“Ah....tidur dikamar” balas Kyra dengan wajah kaget.


“Ia....kamu belum tidur kan”


“Ia sih...”


“Kenapa dia menyuruhku istirahat, apa dia mau melakukannya lagi seperti yang dia lakukan tadi malam. Huh....dia benar – benar yah, sampai sekarang aku masih merasakan sakit ditubuhku tapi dia mau melakukannya lagi” dalam hati Kyra.


“Kita nonton film saja, aku masih tidak mengantuk” ucap Kyra.


“Kamu benar – benar aneh, waktu kita terbang ke Amerika dengan pesawat kelas ekonomi kamu tidur dengan nyenyak sekarang malah tidak mau tidur” ucap Aditya dengan ekspresi datarnya.


“Itu karena aku lelah sekali dengan pesta pernikahannya yang memakan waktu satu hari satu malam. Sekarang kan aku tidak lelah sama sekali”


“Ooo....jadi sekarang kamu tidak lelah sama sekali berarti kamu bisa melakukan kegiatan yang lain dong” sambil tersenyum nakal didepan Kyra.


Kyra menelan ludah seperti tahu maksud suaminya itu. Tapi sebenarnya, Aditya hanya menggoda istrinya. Ia hanya ingin mengajak Kyra bermain Game PrioVR.


“Kegiatan apa yang dia maksud....aku tidak ingin tidur dikamar untuk menghindarinya tapi dia malah membicarakan hal itu padaku” dalam hati Kyra.


“Aku sudah kenyang sekarang. Aku mau nonton film dulu” ucap Kyra.


Ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju Ruang Theaternya.


“Eh....tunggu dulu. Aku belum selesai bicara” panggil Aditya.


Kyra sama sekali tidak berbalik ataupun merespon Aditya, ia hanya berjalan terus menjauh dari Aditya.


Setelah sampai di Ruang Theater ia duduk sambil menikmati film yang ia tonton, tak lama ia pun tertidur karena sebenarnya ia memang sudah mengantuk. Tapi ia mengatakan pada Aditya jika dirinya tidak mengantuk karena takut Aditya melakukan hal itu lagi padanya karena ia masih kesakitan akibat perbuatan Aditya semalam.


Aditya masuk ke dalam dan melihat Kyra sedang tertidur pulas di sofa.


“Padahal tadi aku ingin mengajak dia main game PrioVR tapi malah tidur disini” gumamnya.


Ia menggendong tubuh istrinya itu ke kamar yang ia tempati tadi. Ia langsung membaringkan Kyra di kasur dan menyelimutinya.


“Katanya tidak mengantuk tapi saat masuk di Ruang Theater dia langsung tidur. Dasar gadis aneh” gumamnya sambil melihat Kyra yang tertidur.


Aditya juga ikut berbaring di samping istrinya itu sambil memandang wajahnya.


“Aku benar – benar gila kalau sampai jatuh cinta padanya. Aku pasti hanya merasa kasihan, aku tidak mungkin menyukai gadis tomboi seperti dia” gumamnya sambil memandang wajah Kyra.


Bersambung.


Jangan lupa like.