
Hari ini adalah hari wisuda, Aditya dan ketiga temannya. Aditya yang selesai berpakaian rapi dengan setelan jas abu – abunya duduk menunggu istrinya di sofa yang masih sibuk berdandan di kamarnya. Ia menunggu sangat lama tapi ia berusaha untuk sabar menunggu karena tidak mau membuat Kyra jengkel dan kesal padanya. Ia hanya duduk disofa sambil bermain game di HP-nya untuk mengusir rasa bosannya.
Didalam kamarnya....Kyra memakai gaun warna abu – abu yang sudah ia pesan itu. Beberapa hari yang lalu, ia dan ibu mertuanya ke butik Alexa untuk memesan pakaian yang akan mereka pakai dihari wisuda Aditya. Nyonya Sintya memakai gaun yang senada dengan warna setelan jas Tuan Agung sedangkan Kyra memakai gaun yang senada dengan warna setelan jas suaminya.
Kyra keluar kamarnya dan mendatangi suaminya yang tengah sibuk bermain game.
“Dit....gimana, aku sudah cantik kan.” Ucapnya sambil berputar - putar didepan Aditya.
“Cantik sayang.” Ucapnya tanpa melihat istrinya dan masih sibuk dengan gamenya.
“Masa tidak lihat langsung bilang cantik sih.”
“Apapun yang kamu pakai....sudah terlihat cantik.”
“Iih...apa sih. Tidak dilihat tapi bilangnya cantik. Gimana sih?” ucapnya dengan wajah cemberut.
Aditya menghentikan kesibukannya setelah mendengar suara istrinya yang terdengar kesal.
“Aku serius....kamu itu sudah cantik.” Ucapnya sambil melihat Kyra yang sedang berdiri didepannya.
“Cih...” sahutnya dengan ekspresinya yang cemberut.
Aditya menghela nafasnya. Ia kemudian berdiri dan memegang kedua pipi istrinya.
“Aduh.....manis sekali sih istriku kalau lagi marah.”
“Siapa yang marah. Aku tidak marah kok, Cuma jengkel saja denganmu?”
“Maca cih....” sahutnya sambil mencubit kedua pipi istrinya.
“Apa sih Dit.....sakit tahu?” Ucapnya sambil mengusap kedua pipinya yang habis dicubik Aditya.
“Jangan marah dong. Kamu benar – benar terlihat cantik.” Ucapnya dengan serius.
“Ia....aku tidak marah lagi.”
“Cium dulu dong.” Ucapnya sambil menyodorkan bibirnya.
“Tidak mau.”
“Katanya sudah tidak marah lagi. Masa suami minta cium kamu tidak mau.” Ucapnya yang terus mendekatkan bibirnya didepan wajah Kyra.
“Baiklah....akan aku cium tapi aku hanya ingin mencium pipimu saja.”
“Oke....” Ucapnya yang menyodorkan pipinya.
Kyra memejamkan matanya dan ingin mencium pipi suaminya tapi dengan sigap Aditya membalikkan wajahnya membuat Kyra mencium bibir suaminya.
Ia langsung menarik tubuh istrinya sampai menempel ditubuhnya lalu mencium lembut bibir Kyra. Ia mencium bibir Kyra dengan sangat lama sampai ke bagian leher istrinya.
“Dit....jangan mulai deh. Hari ini kamu wisuda loh....kamu mau kalau terlambat wisuda.”
Aditya menghentikan aksinya itu dan menarik nafasnya dengan panjang.
“Aku sampai lupa karena terbawa suasana sayang.”
“Ayo...kita berangkat sekarang.”
“Ia....ayo.”
Aditya pun pergi meninggalkan Apartemennya bersama dengan Kyra. Ia mengendarai salah satu mobil sportnya menuju kampus Treeya.
Tak lama kemudian, mereka berdua sampai di kampus. Didepan kampusnya Kyra bertemu dengan Lea dan Aura. Ia izin pada suaminya untuk menghampiri mereka berdua.
“Dit...tidak apa – apa kan kalau aku bertemu mereka dulu?”
“Ia....pergilah, aku akan memarkirkan mobilnya dulu diparkiran kampus.”
“Baiklah..”
Kyra turun dari mobil suaminya dan berjalan menghampiri Aura dan Lea. Aditya kemudian mengeluarkan kepalanya di kaca jendela mobilnya
“Hati – hati sayang....” Teriaknya sambil melihat Kyra.
“Ia....daaa sayang” Teriaknya sambil melambaikan tangannya.
Aditya membalasnya dengan ciuman jauhnya kemudian melambaikan tangannya pada istrinya itu.
Kyra datang menghampiri kedua temannya itu sedangkan Aditya mengendarai mobilnya menuju parkiran mobilnya.
Mereka bertiga mengobrol asyik sambil jalan menuju Bas Champ tempat suaminya sering berkumpul dengan teman – temannya.
Saat berada di Bas Champ....Lea bertanya tentang Kyra yang tiba – tiba cuti beberapa hari yang lalu. Kyra mengatakan pada kedua temannya itu kalau ia cuti karena beberapa hari ini, ia merasa sangat lemah dan muntah – muntah yang mengharuskan ia istirahat di rumah. Ia mengatakan pada temannya kalau ia seperti itu karena tengah hamil muda.
Aura yang mendengar itu sangat syok, tapi ia berusaha tersenyum didepan Kyra dan berusaha ikut bahagia seperti Lea yang bahagia mendengar kabar bahagia itu.
Seharusnya ia merencanakan itu setelah ia sudah mendapatkan perhatian Aditya padanya tapi ia sudah tidak tahan setelah mendengar kabar kehamilan Kyra.
Flasback Melia dan Aura.
Aura yang tak sengaja mendengar pembicaraan Melia dengan teman – temannya merasa sangat senang.
Dengan adanya Melia, ia bisa memanfaatkannya untuk bisa mendekati Kyra. Waktu itu, Melia menyuruh teman kampusnya untuk memanggil Kyra ke Gedung Theater. Aura mendengar itu semua dari luar kelasnya.
“Huh....dasar wanita bodoh. Ingin memisahkan Aditya dan Kyra dengan cara hina seperti itu. Kamu pikir, setelah melakukan itu Aditya akan melihatmu. Kamu tidak tahu, Aditya itu adalah pria yang tidak mudah jatuh cinta, dia tidak akan pernah memandangmu selama Kyra masih ada. Sekarang dimata Aditya hanya ada Kyra, kalau mau mendapatkan perhatiannya maka harus mulai dari Kyra dulu. Selama aku bisa menjadi wanita lembut didepan Aditya, aku yakin suatu hari nanti dia akan kembali padaku. Apalagi kami sudah pernah bersama, akan sangat mudah bagiku memasuki kehidupannya. Tidak seperti dirimu yang tidak pernah memiliki hubungan dengannya.” Dalam hati Aura.
Aura pergi meninggalkan Melia saat melihat gadis yang disuruh Melia keluar kelasnya untuk memanggil Kyra.
Ia pergi mencari keberadaan Santi temannya. Ia mengajak temannya itu menuju Gedung Theater tanpa tahu rencana Aura, ia hanya tahu kalau Aura ingin mengambil barang di Theater untuk bahannya melukis. Setelah berada di Gedung Theater mereka berdua mendengar Kyra sedang meminta tolong. Aura menyuruh Santi memanggil Aditya sedangkan ia berpura – pura menolong Kyra untuk mencari perhatian Aditya dan membuat kepercayaan Kyra padanya.
***
Ketika kejadian itu diketahui semua orang.....dan Melia dipanggil ke kantor direktur, Aura merasa sangat senang. Apalagi setelah ia tahu kalau Melia dikeluarkan dari kampus, ia tambah senang.
Saat itu...Aura sedang berada diluar, ia melihat Melia keluar bersama dengan ibunya. Ia mengatakan terima kasih kepada Melia sambil tersenyum tanpa mengeluarkan suaranya.
Hanya menggunakan bahasa bibirnya. Meskipun Aura hanya menggunakan bahasa bibir tapi Melia bisa tahu kalau Aura berterima kasih padanya. Ia sangat bingung dengan ekspresi Aura yang ditunjukkan padanya apalagi Aura berterima kasih padanya.
Dua hari setelah kejadian itu, Melia mengubungi Kyra dan mengajak bertemu di Cafe depan kampusnya.
Didepan cafe....Melia bertemu Aura dan Santi yang baru keluar dari cafe. Melia menanyakan maksud Aura mengatakan terima kasih padanya.
“Apa maksud ucapanmu dua hari yang lalu?” Tanya Melia dengan serius.
“Ternyata kamu masih bisa muncul disini yah.” Balasnya sambil tersenyum.
“Aku tanya....apa maksudmu dua hari yang lalu?” Tanya Melia kembali.
“Karena sebentar lagi kamu mau pergi dari negara ini jadi aku akan memberitahukannya padamu, alasan kenapa aku sangat berterima kasih waktu itu.”
“Cepat katakan.” Pintanya dengan kesal.
Aura kemudian melingkarkan tangannya didepan dadanya sambil menatap wajah Melia dengan tersenyum menyeringai.
“Gara – gara gadis bodoh seperti kamu. Aku bisa memiliki peluang untuk menjadi teman Kyra. Ya....itu sih aku lakukan bukan karena ingin sepenuhnya menjadi temannya tapi karena ingin membuat dia tahu kalau yang dia lawan adalah Aura bukan gadis bodoh seperti dirimu. Setelah aku berteman dengannya otomatis aku akan mendapat perhatian Aditya lagi.” Jelasnya sambil tersenyum.
“Dasar licik...apa Kak Aditya tahu dengan sifat aslimu itu?”
“Dia sama sekali tidak tahu.....hanya Bagas dan Rey yang tahu sifat asliku ini bahkan Bagas pernah menceritakannya pada Aditya tapi apa kamu tahu, Aditya tidak mempercayainya dan hanya percaya padaku. Itulah Aditya, ia hanya akan mempercayai orang yang dicintainya bahkan sahabatnya sendiri tidak akan dia percayai, tapi entah kenapa Rey bisa mempercayainya dan dia selalu mengusikku. Mereka semua akan merasakan akibatnya karena berurusan denganku termasuk Kyra.”
“Aku tidak menyangka kalau kamu wanita yang sangat licik.”
“Hahahaha.....” Aura tertawa terbahak – bahak mendengar ucapan Melia.
“Sudah yah....aku pergi. Aku sudah mengatakan padamu yang bodoh ini. Daaaa.....Melia.” Ucapnya dengan tersenyum sambil berjalan melambaikan tangannya pada Melia.
Setelah bertemu dengan Melia, Santi merasa kecewa pada sahabatnya itu, bagaimana bisa dia melakukan itu. Tapi....Aura malah marah dan menganggap Santi bukan sahabatnya karena tidak mendukungnya. Santi kasihan melihat Aura yang terlihat sedih karena dirinya yang tidak ingin membantunya apalagi Aura selalu membantunya dalam kesusahan sewaktu ia SMA dulu. Akhirnya ia ingin membantu Aura untuk mendapatkan Aditya kembali.
Pertama, Santi membantu Aura dengan membayar seseorang untuk berpura - pura menjadi tunangannya agar Kyra dan Aditya tambah percaya padanya dan kedua, mulai mendekati Kyra untuk menjadi temannya.
Flasback selesai, kembali ke masa sekarang.
***
Aditya dan semua teman seangkatannya sekarang sudah berada di Gedung Wisuda yang biasa memang dipakai untuk acara wisuda para mahasiswa.
Mereka naik satu persatu ke panggung untuk menerima ijazah mereka dari para rektor kampus.
Selama beberapa jam, acara wisudanya akhirnya selesai. Mereka berfoto – foto bersama keluarga mereka.
Aditya berfoto dengan teman – temannya kemudian berfoto dengan istrinya dan kedua orang tuanya.
Setelah selesai berfoto dengan keluarganya, Aditya kembali berfoto dengan teman kampusnya yang lain dan rektor kampusnya.
Lea datang menghampirinya dan mengatakan kalau Aura menunggunya dikelas.
“Kenapa Aura memanggilku?” Tanya Kyra penasaran.
“Dia bilang ingin memberikanmu hadiah untuk mengutarakan kebahagiaannya karena kehamilanmu.”
Kyra pun pamit pada mertuanya untuk bertemu temannya. Setelah pamit, ia dan Lea pergi bertemu dengan Aura.
Bersambung.
Jangan lupa Like yah.
Kakak2 cantik dan ganteng....jangan malas bacanya yah karena ada orang jahatnya, apalah arti sebuah kehidupan kalau tidak ada lika - likunya. Seperti manusia, berpasangan pria dan wanita sama dengan hati, ada baiknya dan juga jahatnya. Apalah arti sebuah cinta jika tidak harus diuji dulu, mungkin sebagian orang pernah merasakannya.