
Dalam perjalanan pulang....Nyonya Sintya mencoba bicara pada Kyra tentang rencananya yang ingin Kyra tinggal dirumahnya.
“Kyra....” panggilnya sambil memegang tangan Kyra.
“Ia tante”
“Mulai hari ini kamu tinggal dirumah saja ya karena adikmu juga sudah berangkat ke Amerika” ucapnya sambil menatap wajah Kyra.
“Loh....bukannya tante bilang kalau Kyra belum boleh tinggal dirumah tante selama Kyra belum menikah” balasnya.
“Kapan tante bilang?” tanya Nyonya Sintya bingung.
“Waktu Kyra pertama kali datang kerumah tante” jawab Kyra.
“Ooooo.....waktu itu” sambil tersenyum mengingat kejadian saat itu. “Waktu itu tante hanya membantu kamu dari nenek. Dia kan menyuruh kamu bermalam sedangkan tante tahu kalau kamu pasti ingin menghabiskan waktumu bersama adikmu sebelum dia pergi” jelas Nyonya Sintya.
“Oh....jadi begitu. Kyra pikir tante serius waktu itu”
“Apa kamu tersinggung waktu tante bilang seperti itu?” tanya Nyonya Sintya penasaran.
“Tidak tante....sama sekali tidak. Kyra tidak pernah merasa tersinggung pada tante” sambil memasang wajah paniknya karena merasa Tante Sintya mengira dirinya tersinggung.
“Ia sayang...” sambil memegang kepala Kyra.
“Apa sebaiknya Kyra memang tinggal dirumah sendiri. Tidak baik kan tante kalau Kyra tinggal dirumah tante sedangkan Kyra masih belum menikah”
“Tenang saja...Aditya tidak tinggal dirumah. Dia punya Apartemen sendiri jadi kamu tenang saja apalagi nenek sudah merencanakan tanggal yang bagus untuk pernikahanmu”
“Kapan tante?” tanya Kyra.
“Tante belum tahu pasti....besok baru dibicarakan lagi bersama nenek”
“Ia tante...tapi Kyra tidak bawa baju ganti”
“Tante sudah menyuruh orang untuk bawa barang – barangmu kesini”
“Tapi tante....” Kyra belum menyelesaikan ucapannya tapi dipotong oleh Nyonya Sintya.
“Sudah....kamu menurut saja. Besok kalau nenek ingin bertemu denganmu bagaimana. Kasihan kan Pak Mustang kalau harus bolak balik kantor ke rumah. Besok juga ujian pertamamu kan jadi kamu tinggal diantar supir dirumah kesekolah daripada harus bolak balik apalagi sekolahmu dekat dari rumah?”
“Baik tante...”
“Aduh....nyonya. Kenapa saya sampai dibawa – bawa juga. Saya kan yang tidak enak disini sama Nona Kyra..Haihh” dalam hati Pak Mustang.
Mobil pun sudah sampai di Rumah Keluarga Sinatria.....Pak Mustang masuk kedalam dan langsung memarkirkan mobilnya didepan rumah. Ia turun dari mobil untuk membuka pintu mobil untuk mereka.
“Silahkan turun nyonya, nona” pintanya. Nyonya Sintya turun dari mobil disusul Kyra.
“Terima kasih pak” balas Kyra.
Mereka berdua langsung masuk kedalam rumah diikuti Pak Mustang dari belakang. Didalam ada beberapa pelayan perempuan yang datang menyambut mereka.
“Selamat datang nyonya” sahut bersamaan.
Kyra melihat mereka yang berbaris disamping kiri kanannya dengan pakaian seragam pelayan sangat terkejut karena itu pertama kalinya ia disambut oleh orang sebanyak itu.
“Mereka semua pelayan disini tapi kenapa baru muncul semua. Sejak pertama kali aku datang tidak ada pelayan yang menyambutku seperti sekarang” dalam hati Kyra.
Nyonya Sintya berhenti dihadapan mereka semua dan memperkenalkan Kyra pada mereka.
“Kenalkan.....ini calon Nona Muda kalian. Jadi kedepannya kalian bisa menghormatinya juga seperti kalian menghormatiku”
“Baik nyonya” sahut secara bersamaan.
“Maria....” panggilnya pada salah seorang pelayan perempuan.
“Ia nyonya”
“Mulai sekarang tugasmu melayani Nona Kyra dengan baik. Jangan sampai dia kekurangan apapun” perintah Nyonya Sintya.
“Baik nyonya” sambil menunduk hormat.
Nyonya Sintya lalu mengantar Kyra ke kamar barunya disusul oleh Maria pelayannya. Setelah mengantar Kyra kedepan kamarnya, Nyonya Sintya meninggalkan Kyra bersama Maria.
“Silahkan masuk nona”
Kyra masuk kedalam saat Maria membuka pintu dan mempersilahkannya masuk. Ia sangat terkagum – kagum dengan kamarnya yang luas dan mewah tapi ia berusaha menahannya didepan Maria karena ia tak ingin mempermalukan Nyonya Sintya apalagi ia baru pertama kali diperkenalkan pada semua pelayannya.
“Tapi bagaimana saya memanggilmu didalam rumah yang sebesar ini?”tanya Kyra.
“Didinding belakang pintu ada alat komunikasi yang menempel. Anda tinggal pakai itu saja, nona”
“Baik terima kasih ya mba”
“Ia nona...panggil Maria saja”
“Oh...oke”
“Kalau begitu.....saya permisi dulu nona” sambil menunduk hormat.
Kyra hanya mengangguk pada Maria. Maria pun pergi meninggalkan Kyra yang masih berada dikamarnya. Sedangkan Kyra langsung melempar tubuhnya dikasur.
“Mulai hari ini aku harus tinggal dirumah ini....berat rasanya jika harus menyamakan kehidupan mereka yang mewah apalagi saat nanti aku menikah dengan Aditya. Aku tidak tahu harus bersikap apa didepan mereka karena aku hanyalah anak yatim piatu yang tak tahu apa – apa. Aku tidak mengerti kehidupan orang kaya apalagi kehidupan Aditya. Jika setelah menikah dengannya, aku malah mempermalukan dirinya bagaimana” gumamnya sambil menaruh lengan didahinya.
Kyra pun tertidur sampai malam....sekitar pukul 7:30 malam, Maria datang mengetuk pintu kamarnya. Kyra bangun dan membuka pintu kamarnya.
“Ada apa Maria?” tanya Kyra sambil mengucek – ucek matanya yang masih mengantuk.
“Sebentar lagi makan malam nona, Anda siap – siap untuk turun kebawah” pintanya.
“Ia.....saya cuci muka dulu ya karena tadi saya habis tidur”
“Ia...nona. Saya tunggu dibawah”
“Ia..” balas Kyra.
Maria pun meninggalkan Kyra yang saat itu masih berdiri sambil memegang gagang pintu kamarnya.
Sesaat kemudian Kyra turun kebawah dan melihat beberapa pelayan tengah sibuk menyajikan makanan di meja makan. Ia berjalan kearah dapur untuk membantu para pelayan menyajikan makanan. Pelayan tersadar dengan kehadiran Kyra, mereka berbalik lalu menyapa Kyra.
“Selamat malam Nona Muda” sapa bersamaan para pelayan yang saat itu ada didapur. Mereka kembali membelakangi Kyra dan sibuk dengan pekerjaan mereka.
“Malam semua....apa ada yang bisa saya bantu mba?” tanya Kyra pada salah satu pelayan yang berdiri disampingnya.
“Tidak usah nona....kami saja yang melakukannya, Anda duduk saja. Kami akan dimarahi Nyonya Besar jika tahu nona turun kedapur”jelasnya.
“Tidak ap......
Tiba – tiba Aditya memotong ucapannya. Ia berdiri menyandarkan tangannya di kursi makan sambil melihat Kyra.
“Sudah....kamu duduk saja. Jangan mempersulit mereka” ucapnya dengan wajah datarnya.
Kyra langsung berbalik melihat kearah asal – muasal suara itu. Ia sangat terkejut melihat Aditya. Begitupun dengan para pelayan mereka berbalik menyapa Aditya.
“Selamat malam Tuan Muda” sapa bersamaan. Aditya hanya mengangguk pada mereka.
“Sejak kapan kamu disini?” tanya Kyra penasaran.
“Sejak kamu bilang mau membantu mereka?” tanya Aditya sambil mengerutkan keningnya.
“Kamu men...
Kyra belum menyelesaikan ucapannya tapi dipotong lagi oleh Aditya.
“Sudahlah...aku mau bertemu nenek dulu. Malas aku bicara pada orang yang suka seenaknya meninggalkan orang di Bandara” ucapnya dengan wajah kesal.
Aditya pun berlari menaiki tangga rumahnya menuju kamar neneknya sementara Kyra masih menatapnya jauh.
“Kenapa sih dia....setiap aku bicara selalu dipotong. Apa dia marah gara – gara aku meninggalkan dia di Bandara?” gumamnya sambil berjalan ke meja makan.
Ia lalu berjalan dan duduk dimeja makan menunggu kedatangan mereka kebawah untuk makan malam bersama.
Bersambung
Author semangat kalau kalian........
LIKE
COMMENT
VOTE
RATE 5