
Aditya dan Kyra keluar kamarnya setelah sarapan. Mereka berdua berjalan menuju pantai yang sudah dipenuhi teman – teman kampusnya.
Kyra bergabung dengan mahasiswa baru yang sedang berbaris didepan para seniornya, mereka semua langsung melambaikan tangannya kepada Kyra dengan wajah tersenyum ceria. Sedangkan Aditya bergabung dengan Anggota BEM-nya yang lain. Ia duduk di tempat yang sudah disediakan bersama Anggotanya itu.
Kyra sangat senang akhirnya bisa ikut Ospek dengan mereka. Begitupun dengan teman – temannya, mereka sangat bahagia melihat Kyra bergabung dengan mereka.
Saat itu, mereka semua meminta maaf pada Kyra karena sudah salah paham padanya, harusnya mereka tidak terhasut oleh perkataan Melia dan teman – temannya yang hanya iri padanya.
Kyra merasa aneh dengan perlakuan akrab mereka apalagi saat mereka berkumpul menghampirinya sambil meminta maaf, tapi ia tidak kaget dengan perlakuan mereka karena ia bisa menebak jika perlakuan teman – temannya itu pasti karena Aditya hanya saja ia merasa tak nyaman.
Kecuali si Nanda, ia takut mendatangi Kyra. Ia serba salah karena menuruti kemauan sepupunya untuk menjelek – jelekkan Kyra tapi ia juga tak ingin menghianati sepupunya dengan meminta maaf pada Kyra akhirnya ia hanya diam saja. Apalagi ia dikucilkan teman – temannya karena sudah menyebarkan gosip tidak benar tentang Kyra tapi mereka tidak melaporkan Nanda karena takut berurusan dengan Melia. Lebih baik mereka diam daripada mencari masalah lagi.
Aditya melihat kearah Kyra yang sedang berbaris dengan yang lainnya. Ia tersenyum melihat istrinya dikerumuni teman – temannya. Ia merasa lega melihat orang – orang tidak memandangnya hina.
Rey dan Bagas mulai membagikan kelompok pelatihan, setiap kelompok terdiri lima orang.
Setelah membagikan kelompok, Bagas menjelaskan kegiatan yang akan mereka lakukan yaitu masuk ke hutan untuk mengumpulkan bendera merah dan terutama menemukan keberadaan lencana kampus Treeya. Kelompok yang mendapatkan bendera merah paling banyak dan berhasil mendapatkan lencana kampusnya maka otomatis terbebas dari hukuman seniornya bahkan terbebas dari tanda tangan seniornya.
Ditengah – tengah penjelasan Rey dan Bagas, tiba – tiba Santi datang bersama dengan Aura.
Sontak saja membuat ketiga orang itu kaget melihat kedatangan Aura yang tidak mereka tahu apalagi dengan Aditya yang tidak suka melihat kedatangan Aura.
Rey terlihat dingin melihat Aura yang tidak diundang itu. Begitupun dengan Aditya, ia memasang ekspresi dinginnya saat melihat Aura. Ia tak suka dengan kedatangan Aura apalagi ditengah – tengah pelatihan ospek mereka.
Kyra merasa aneh melihat ekspresi kaget yang ditunjukkan mereka saat kedatangan seorang gadis asing yang baru ia lihat itu.
“Siapa gadis yang bersama Kak Santi sampai membuat mereka kaget begitu?” Dalam hati Kyra.
Aura datang menghampiri Aditya yang tengah duduk bersama dengan Andi.
“Hai Dit......apa kabar?” Sapa Aura sambil mengulurkan tangannya didepan Aditya dengan wajah tersenyum.
Aditya hanya memasang wajah dinginnya didepan Aura. Ketiga temannya terlihat khawatir saat itu. Aura tidak mempedulikan wajah dingin Aditya karena itu sudah kebiasaan Aditya saat mereka pacaran.
Ia kemudian menarik tangannya yang tadi mengajak Aditya berjabat tangan dan duduk disamping Aditya. Aditya langsung berdiri dari tempat duduknya dengan wajah marahnya.
“Siapa yang mengundang orang yang tidak memiliki kepentingan disini?” Teriaknya dengan marah.
“Aku yang mengundangnya Dit.” Sahut Santi.
Aditya datang menghampiri Santi yang tak jauh darinya. Sedangkan ketiga temannya langsung datang menghampiri Aditya yang sedang marah.
“Kamu dikeluarkan dari BEM.” Ucapnya dengan wajah dinginnya.
“Kenapa Dit...?” Tanya Santi dengan ekspresi bingungnya.
“Karena kamu sudah berani mengundang orang yang tidak penting disini apalagi aku benci dengan orang suka mengganggu ketenanganku.” Ucapnya dengan marah.
“Aura sudah mendaftar kuliah di kampus kita, jadi otomatis dia mahasiswa kampus kita, Dit.” Sahut Santi.
“Apa kamu berhak mengaturku?” Tanya Aditya dengan mata melotot. “Pergi....” Teriaknya.
Aura langsung berdiri dan berjalan kearah Aditya.
“Dit....maaf kalau aku mengganggumu tapi itu semua bukan salah Santi. Aku sendiri yang datang kesini setelah aku tahu kalau kalian semua ada disini.” Ucapnya dengan nada lembut.
“Cih.....” Sahut Rey sambil memalingkan wajahnya karena tak suka melihat Aura.
Aditya tidak menanggapi ucapan Aura saat itu. Ia hanya menatap tajam Aura. Ia ingin sekali menghilangkan gadis itu dari hadapannya. Ia muak mendengar nada lembut Aura ditelinganya.
Aura memegang tangan Aditya dan kembali berbicara padanya dengan ekspresi kasihan didepan Aditya yang biasa ia tunjukkan padanya jika Aditya sedang marah.
“Kalau kamu tidak suka aku ada disini. Aku akan pergi, aku mengerti perasaanmu yang membenciku.” Ucapnya dengan nada lembut.
Aditya menghempaskan tangan Aura saat itu, sedangkan Kyra terlihat cemburu saat melihat Aura memegang tangan Aditya apalagi sampai membuat Aditya marah tanpa alasan yang jelas. Ia menghampiri mereka karena penasaran dengan gadis asing yang berdiri disamping Aditya.
“Dit....” Panggil Kyra yang sedang berjalan kearah mereka.
Aditya kaget mendengar suara istrinya itu. Begitupun dengan ketiga temannya, mereka baru ingat kalau masih ada Kyra.
“Kyra.....” Balas Aditya.
“Eh....aku lupa kalau ada Kyra. Apa dia melihatku marah – marah tadi?” Dalam hati Aditya.
“Kenapa kamu marah – marah. Ada apa?” Tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya.
Aditya menghampiri istrinya itu yang sedang berjalan menghampirinya.
“Tidak apa - apa....aku hanya tidak suka ada orang lain yang bergabung dengan kita. Tapi....kenapa kamu kesini?”
“Aku mendengar suaramu yang berteriak marah – marah....tentu saja aku menghampirimu.” Jawab Kyra sambil berjalan kearah Aura dan yang lainnya.
“Memang siapa sih dia sampai kamu marah begitu.....?” Tanya Kyra dengan serius sambil melihat Aura.
“Hai....kenalkan aku Aura temannya Adit.” Sapanya sambil mengulurkan tangannya didepan Kyra dengan
wajah tersenyumnya.
“Sejak kapan kita berteman?” Sahut Aditya dengan wajah dinginnya.
Sedangkan Kyra hanya diam melihat Aura tanpa membalas uluran tangan Aura.
“Dia Aura....mantan pacar Aditya. Buat apa dia kesini apalagi memegang tangan Adit seperti tadi?” Dalam hati Kyra sambil melihat Aura dengan wajah cueknya.
"Siapa gadis ini sampai berani bicara begitu pada Aditya. Dia bahkan tidak membalas uluran tanganku?" Dalam hati Aura.
Ia kemudian menarik tangannya kembali karena melihat Kyra tidak membalasnya. Tapi.....wajahnya masih tersenyum didepan Kyra dan yang lainnya.
Ketiga temannya terlihat kaget melihat Kyra yang terlihat cuek pada Aura apalagi ia tidak membalas uluran tangan Aura. Mereka tidak menyangka jika Kyra bisa memasang wajah tak sukanya pada Aura. Mereka pikir Kyra langsung membalas hangat Aura saat itu.
Sedangkan Aditya yang ada dibelakangnya terlihat senyum – senyum sendiri melihat ekspresi Kyra yang ditunjukkan pada Aura, wajah marahnya tiba – tiba hilang seketika. Ia merasakan kecemburuan yang ditunjukkan istrinya itu.
“Dia cemburu yah.....ini pertama kalinya aku melihatnya cemburu begitu. Aku tidak bisa menahan senyumku.” Dalam hati Aditya sambil menutup mulutnya dengan tangannya karena menahan senyum dibibirnya.
Aditya merasa senang sendiri karena ia bisa melihat wajah cemburu diwajah cantik istrinya itu. Ia tahu sekarang kalau Kyra benar – benar mencintainya.
Sedangkan Mereka langsung menatap aneh Aditya yang tersenyum sendiri dibelakang Kyra. Begitupun dengan Kyra, ia menatap tajam suaminya yang seakan mengejek dirinya yang cemburu.
Aditya yang merasakan tatapan mereka langsung mengeluarkan suaranya untuk menghilangkan rasa canggungnya karena ditatap oleh mereka.
“Egehm...” sambil menghentikan senyumannya dan kembali berwajah serius.
Ia langsung menggandeng bahu istrinya didepan Aura sambil mencium kepalanya.
“Jangan cemberut begitu....wajahmu jelek sekali.” Ucap Aditya yang berusaha menenangkan suasana hati Kyra.
“Dia pacarmu Dit...” Sahut Aura yang melihat kemesraan mereka.
“Dia istriku....” Balasnya dengan wajah dinginnya.
Sontak saja membuat Aura semakin kaget sampai diam kaku tanpa mengatakan apa – apa. Hatinya sangat terguncang saat itu.
“Bagus juga kalau ada wanita ini disini jadi aku bisa melihat wajah cemburu istriku. Hehehe.” Dalam hati Aditya yang tertawa.
Aditya kembali berbicara didepan mereka.
“Kalian berdua boleh berada disini tapi jangan menggangguku. Aku tidak suka diganggu.” Ucapnya dengan dingin.
“Kenapa dia tiba – tiba membiarkan Aura berada disini, bukannya tadi dia mengusirnya. Si Adit gimana sih?” Dalam hati Rey yang merasa bingung dengan isi pikiran sahabatnya itu.
“Ayo sayang....” ajak Aditya sambil memegang tangan istrinya.
Saat itu, Kyra kembali dalam barisan teman – temannya dengan wajah yang masih cemburu dengan kehadiran Aura. Sedangkan Aditya duduk kembali ditempat duduknya sambil tersenyum melihat Kyra.
“Huh....kenapa dia malah tersenyum setelah membiarkan mantan pacarnya disini. Memang dia pikir aku tidak tahu kalau si Aura itu mantan pacarnya. Dasar tidak punya perasaan, apa dia sengaja membuatku cemburu.” Dalam hati Kyra sambil memalingkan wajah cemberutnya melihat Aditya tersenyum padanya.
Sementara Aura dan Santi kembali duduk berjauhan dengan Aditya.
Aura memasang wajah tak sukanya melihat Aditya yang selalu tersenyum pada Kyra yang jarang ia tunjukkan padanya saat pacaran dulu.
Rey dan Bagas kembali mengarahkan para mahasiswa baru menuju hutan tempat pelatihan mereka.
Bersambung.
Jangan Lupa Like yah karena Like itu gratis.