Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 43 Beautiful Romance



Setelah Bagas, Andi dan Rey pergi, Aditya langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena seharian ia memang tidak pernah mandi sejak kepulangannya dari Amerika. Semua badannya terasa lengket akibat keringat yang masih menempel di tubuhnya. Sedangkan Kyra sekarang tengah sibuk membersihkan ruang tamu yang di tempatinya tadi bersama teman – teman Aditya.


Setelah selesai membersihkan, Kyra masuk ke dalam kamarnya dan langsung melemparkan tubuhnya di kasur. Rasa ngantuk di matanya sudah tidak tertahan lagi karena kelelahan dalam perjalanan dari Amerika ke Indonesia ditambah kedatangan ketiga teman Aditya yang secara tiba – tiba.


“Aku ngantuk sekali.” gumamnya.


Ia memejamkan matanya dan mulai tertidur pulas dalam keadaan terlentang.


Aditya keluar dari dalam kamar mandinya dengan memakai baju mandi. Ia datang menghampiri Kyra yang tengah tertidur pulas.


“Dia tidak pernah istirahat sejak pulang liburan pasti dia sangat kelelahan.” gumamnya sambil memegang pipi Kyra.


Aditya berbaring di samping Kyra tanpa melepaskan baju mandinya itu. Ia menyelimuti istrinya itu dengan lembut dan melingkarkan tangannya diperut Kyra sambil memejamkan matanya.


Keesokan harinya Kyra bangun dan tidak melihat keberadaan Aditya disampingnya. Ia melihat jam dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 8:00 pagi.


“Gawat....aku sudah terlambat, hari ini aku harus ke acara perpisahan sekolah” gumamnya.


Ia turun dari tempat tidurnya dan berlari menuju kamar mandi. Tak lama kemudian, ia keluar dari kamar mandi dan memakai seragam sekolahnya. Ia terburu – buru keluar dari kamarnya dan melihat sekeliling ruangan mencari keberadaan Aditya.


“Aditya kemana sih, pagi – pagi begini sudah menghilang tanpa pesan?” gumamnya.


Kyra berjalan menuju dapur mencari makanan untuk mengisi perutnya. Tiba – tiba ia melihat sandwich dan susu di atas meja makan.


“Ini makanan siapa?” gumamnya. “Ah...sebaiknya aku makan roti saja. Kalau aku makan itu nanti yang punya marah – marah lagi.” gumamnya sambil meraih roti yang ada di meja.


Aditya datang dari luar dengan baju kaos dan celana pendek yang ia pakai. Wajahnya masih bercucuran keringat seakan ia sehabis lari. Ia langsung berjalan menuju dapur dan mengambil air minum.


“Kamu habis olahraga Dit.”


“Eem...” balasnya sambil meneguk air dari botol minumnya.


Aditya melihat Kyra tidak memakan sandwich yang sudah ia sediakan di atas meja.


“Kenapa kamu tidak makan sandwichnya tapi malah makan roti tawar begitu?” tanya Aditya dengan wajah datarnya.


“Ini buat aku” balas Kyra sambil menunjuk sandwichnya.


“Memang buat siapa lagi?”


“Terima kasih karena sudah membuatkanku sarapan”


“Itu makanan lebih. Kalau aku buang kan mubazir, jadi terpaksa aku sisakan untukmu. Makanlah”


“Cih....dasar tidak punya perasaan. Apa dia harus bilang begitu padaku. Kalau aku tidak mengambil makanannya, dia pasti bilang kalau aku tidak menghargai makanan?” dalam hati Kyra.


Kyra meraih sandwichnya dan memakannya. Sedangkan Aditya tersenyum tipis melihat Kyra memakan sarapan yang sengaja ia buat tadi.


“Kamu mau berangkat ke sekolah”


“Eem...ia” balas Kyra sambil menguyah makanannya.


“Kalau begitu, kamu tunggu disini dulu aku antar kamu ke sekolah, aku mandi dulu sebentar” ucap Aditya.


“Tidak usah, kalau aku tunggu kamu, aku bisa terlambat nanti. Aku naik taksi saja ke sekolah”


“Tidak usah membantah” ucap Aditya dengan tegas.


“Oh....baiklah”


Setelah sarapan, Kyra duduk di sofa sambil menunggu Aditya selesai siap – siap.


“Kenapa dia belum keluar juga?” gumamnya sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


Tak lama kemudian, Aditya keluar dari kamarnya dengan baju kaos dipadu dengan Jaket Bomber dan celana jeans sobek membuatnya terlihat cool dan tampan. Itu setelan yang biasa ia gunakan sehari – hari.


“Ayo....aku antar ke sekolah”


“Ia....”


Aditya mengantar Kyra ke sekolah dengan mobil sportnya. Ia melajukan mobilnya dengan cepat. Tidak menunggu lama, mereka sampai di sekolah Kyra. Kyra turun dari mobil dan pamit pada Aditya.


“Masuklah...”


“Ia....terima kasih”


“Eem” balasnya dengan ekspresi datarnya.


Setelah Kyra masuk ke dalam sekolahnya, Aditya langsung melajukan mobilnya dengan cepat.


Saat di dalam sekolah, Kyra telihat sedih melihat beberapa murid yang di dampingi oleh orang tuanya sedangkan ia hanya sendiri tanpa orang tuanya, tapi mau bagaimana lagi. Ia sudah tidak punya orang tua lagi yang bisa menemaninya seperti murid – murid lain.


Ia kemudian berjalan ke sebuah ruangan yang akan di tempati untuk acara perpisahan sekolahnya. Ia duduk sendiri sedangkan yang lainnya duduk bersama dengan orang tua mereka.


“Semangat Kyra.....jangan sedih. Biarpun ayah dan ibu tidak ada disini tapi mereka pasti menyaksikanmu di atas sana” dalam hati Kyra dengan mata berkaca – kaca.


Ia memaksakan dirinya tersenyum dan berusaha menahan air matanya agar tidak mengalir.


Acara perpisahan pun di mulai....Kepala Sekolah naik ke panggung memberikan pidatonya. Setelah pidatonya selesai, acara yang paling dinantikan pun akan dimulai yaitu penyerahan piala bagi siswa yang mendapat Ranking 1 sampai 3.


Murid yang mendapat Ranking naik ke panggung bersama orang tua mereka tapi hanya Kyra yang tidak di dampingi oleh orang tuanya. Ia hanya menunduk sedih saat di atas panggung. Ia tak berani mengangkat kepalanya di hadapan para murid di depannya.


Rina yang berada di atas panggung terlihat senang melihat Kyra yang hanya menunduk karena malu, meskipun ia hanya mendapat ranking 3 sedangkan Kyra dapat ranking 1 tapi ia merasa bangga karena melihat Kyra yang tidak di dampingi oleh orang tuanya.


“Huh....rasakan itu. Kamu memang pintar bahkan cowok - cowok di sekolah ini menyukaimu tapi kamu hanyalah gadis yatim piatu yang tidak bisa dibandingkan denganku.” dalam hati Rina.


Semua yang hadir saat itu merasa penasaran dengan wanita yang secara tiba – tiba datang dan berdiri di samping Kyra apalagi semua pakaian yang dipakainya itu merupakan pakaian bermerek. Terutama Kyra, ia sangat terkejut melihat kedatangan ibu mertuanya itu karena ia tidak pernah menyuruh ibu mertuanya untuk datang ke acara perpisahan sekolahnya.


“Mami kenapa bisa ada disini?” tanya Kyra penasaran.


“Nanti mami ceritakan yah, terima dulu penghargaannya sayang” balas Nyonya Sintya sambil tersenyum.


Kepala sekolah naik ke panggung memberikan penghargaan pada murid yang mendapat ranking.


“Selamat yah Kyra, kamu memang murid yang teladan. Bapak bangga padamu.” sambil memberikan piala penghargaannya dan berjabat tangan pada Kyra.


“Terima kasih banyak pak.”


“Kamu datang bersama siapa, setauh bapak orang tua kamu sudah tidak ada?” tanya kepala sekolahnya.


“Oh.....ini..


Dengan sigap Nyonya Sintya memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya di depan pak kepala sekolah.


“Halo pak....saya ibu angkatnya Kyra.”


“Oh....ia” sambil berjabat tangan dengan Nyonya Sintya. “Selamat yah nyonya, anaknya sangat berprestasi. Anda sangat beruntung bisa punya anak seperti Kyra.”


“Terima kasih pak.”


Kyra sangat terharu dengan kedatangan ibu mertuanya, ia tambah kagum dan sayang pada kebaikan ibu mertuanya itu. Ia langsung memeluk Nyonya Sintya dengan air mata yang mengalir di pipinya.


“Terima kasih mi karena mami sudah datang”


“Ia sayang....sudah...sudah, jangan menangis lagi.” balas Nyonya Sintya sambil menghapus air mata menantu kesayangannya itu.


Sementara Rina terlihat sangat kesal karena angan – angannya untuk mengalahkan Kyra sirna bahkan Kyra menjadi pusat perhatian seisi sekolah karena kedatangan Nyonya Sintya yang mengaku sebagai ibu angkatnya apalagi penampilan Nyonya Sintya seperti orang kaya.


***


Setelah acara selesai, Kyra langsung pulang bersama Nyonya Sintya naik mobil yang dikendarai Pak Mustang.


Di dalam mobil.


“Terima kasih karena mami sudah datang ke sekolahku, mami pasti sangat sibuk tapi masih berusaha datang kesini karena aku”


Haaaaa.....Nyonya Sintya menghela nafasnya. “Kamu berterima kasih saja pada suamimu yang arogan itu.”


“Apa hubungannya dengan Aditya?” tanya Kyra penasaran.


“Kalau bukan gara – gara dia yang datang mengacau saat mami rapat, mami tidak akan tahu kalau kamu ada acara begini. Mami pikir hanya acara perpisahan biasa.”


“Aditya datang ke kantor mami.” ucap Kyra.


“Ia....dia datang marah – marah saat mami sedang rapat. Dia menyuruh mami datang ke sekolahmu, katanya kamu membutuhkan mami.” ucap Nyonya Sintya sambil melihat Kyra. “Maaf yah sayang, mami tidak tahu kalau acaranya sampai memanggil orang tua, kalau mami tahu pasti mami akan datang lebih awal.” sambil mengelus kepala Kyra.


“Mami tidak perlu minta maaf, itu semua kesalahanku karena tidak memberitahu mami.”


“Ia sayang....” balas Nyonya Sintya sambil tersenyum.


“Aditya yang memberitahu mami kalau acara perpisahannya butuh pendampingan orang tua, tapi dimana dia tahu yah. Aku kan tidak pernah beritahu dia.” dalam hati Kyra yang penasaran.


Tidak lama kemudian, mereka sampai di Apartemen Aditya. Kyra langsung turun dari mobil sedangkan Nyonya Sintya masih berada di mobil.


“Kyra.....tunggu sebentar sayang.” panggil Nyonya Sintya pada Kyra yang sudah ingin masuk ke dalam.


“Ia...mi” balas Kyra.


Ia datang mendekati ibu mertuanya itu yang masih berada di dalam mobil.


“Besok pagi....mami jemput kamu yah, kita berangakat bersama ke kampus tempat Aditya kuliah”


 “Buat apa mi?” tanya Kyra.


“Mami ingin temani kamu mendaftar di kampus Aditya sayang.”


“Cepat sekali mi.”


“Sebenarnya mami sudah mendaftarkan kamu sebelum kamu ujian sekolah. Besok mami hanya ingin mengantarkanmu melihat kampusnya Aditya saja.”


“Ia...mi. Terserah mami saja” balas Kyra sambil tersenyum.


“Masuklah.”


“Ia...” balas sambil tersenyum.


Kyra melambaikan tangannya pada ibu mertuanya itu. Ia lalu masuk ke dalam Apartemennya.


Bersambung.


Author sangat berterima kasih jika kalian :


LIKE


COMMENT


VOTE AND RATE 5