
Sekarang ini, Kyra sedang berdiri di teras atap lantai dua tempat penginapan Aditya sambil melihat pemandangan laut malam bersama dengan Bagas. Ia merasa kesal dengan orang – orang yang menghinanya di tambah dengan Aditya yang melarangnya keluar.
Bagas saat itu mencoba berbicara padanya untuk menenangkan rasa kesal yang masih terlihat diwajahnya.
“Apa kamu sekarang marah pada Aditya atau orang yang menghinamu itu?”tanya Bagas serius.
“Dua – duanya......mereka semua menjengkelkan.”balas Kyra dengan wajah kesalnya.
“Apa kamu marah karena kamu pikir Aditya itu menghukummu karena kamu bertengkar dengan mereka?”tanya Bagas serius.
“Ia....kenapa sih dia sampai tidak membiarkanku keluar dari sini, apa dia sangat malu aku bertengkar dengan mereka. Aku kan hanya membela diriku yang di hina oleh mereka?”ucapnya dengan ekspresi kesalnya.
“Aditya berbuat seperti itu karena terlalu menghawatirkanmu. Apa kamu tidak mengerti perasaannya, Kyra. Dia sama sekali tidak menghukummu, dia hanya tidak mau kalau kamu bergabung disana kejadian tadi terulang lagi. Aditya tidak tahan melihatmu terluka seperti sekarang.”jelasnya sambil menatap Kyra.
“Tapi aku juga tidak harus di kurung disini kan.”balasnya dengan suara yang sedikit tegas.
Haaaa.....Bagas menghela nafasnya dengan pelan dan kembali berbicara dengan Kyra.
“Apa kamu ingin mendengar tentang masa lalu Aditya. Pasti dia belum menceritakannya padamu tentang dirinya kan. Menurutku, sekarang adalah waktu yang tepat kamu tahu semua tentang dia agar kamu bisa mengerti dirinya”ucap Bagas dengan serius.
“Adit punya masa lalu apa sampai wajah Kak Bagas serius begitu?”tanya Kyra penasaran.
Bagas kemudian menghadap ke depan melihat laut sambil berbicara pada Kyra.
“Sejak kecil, Aditya itu tidak pernah merasakan kasih sayang ibu dan ayahnya. Dia dirawat oleh neneknya, dia punya komitmen jika suatu hari dia menikah dia tidak akan membiarkan istrinya menjadi wanita karir seperti ibunya. Dia tidak ingin anaknya nanti seperti dirinya yang tidak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya.”ucap Bagas sambil memandang laut yang ada di depannya.
“Pantas saja....saat ke kampus dengan mami, aku tiba – tiba dihubungi bos tempatku bekerja kalau aku sudah di pecat. Pasti itu semua perbuatannya dibelakangku, harusnya kan dia bilang langsung padaku. Kenapa harus diam – diam begitu?”
“Mungkin karena dia tidak ingin kamu salah paham padanya.”sambil menengok melihat Kyra yang ada di sampingnya.
“Dia itu sangat keterlaluan.”ucap Kyra dengan wajah kesal.
“Mungkin menurutmu dia keterlaluan tapi itulah cara dia untuk mempertahankan keluarga kecilnya. Dia hanya ingin punya keluarga bahagia tidak seperti orang tuanya yang sibuk masing – masing dengan urusan mereka sendiri tanpa peduli dengan anaknya.”
“Kalau saja dia tidak mencintaiku, apa dia juga tidak akan membiarkanku menjadi wanita karir?”tanya Kyra dengan serius.
“Sejak dia memutuskan untuk menikah denganmu maka perioritas utamanya adalah orang yang dinikahinya biarpun kalian menikah bukan karena cinta.”
“Dulu....Adit pernah bilang kalau aku jangan terlalu berharap padanya karena dia punya seseorang yang dicintainya.”
“Haaaa.....biarpun dia bilang begitu, apa dia mengatakan padamu kalau dia akan kembali kepada orang yang dicintainya itu dan menceraikanmu?”tanya Bagas serius.
“Tidak sih....dia cuma bilang seperti itu.”
“Selama kamu bisa bertahan dengannya, sekalipun orang yang dicintainya itu datang. Dia tidak akan meninggalkanmu dan kembali padanya apalagi jika kalian sudah memiliki anak, dia tidak akan mencampakkan kalian hanya karena ego cintanya kecuali kalau kamu sendiri yang meninggalkannya duluan. Tapi karena kalian sudah saling mencintai sepertinya dia tidak akan membiarkanmu pergi.”ucap Bagas dengan serius.
“Apa Aditya benar – benar mencintaiku atau hanya karena rasa tanggung jawabnya saja karena sudah menikahiku?”dalam hati Kyra yang merasa bingung dengan perasaan Aditya.
“Kenapa kamu diam saja?”tanya Bagas sambil menengok ke samping melihat Kyra.
Kyra langsung kaget mendengar Bagas bertanya padanya.
“Ah....tidak apa – apa. Aku hanya belum percaya kalau dia benar – benar mencintaiku atau hanya kasihan padaku.”
“Setelah kalian hidup bersama kamu masih belum merasakan perasaan Aditya yang begitu mencintaimu. Kamu sungguh kasihan, Kyra.”ucap Bagas sambil tersenyum.
“Kak Bagas ini bicara apa sih. Mana aku tahu isi hatinya itu.”
“Apa kamu ingin tahu tentang wanita yang dia cintai dulu?”tanya Bagas sambil menatap Kyra.
“Kenapa menanyakan ini padaku?”tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya.
“Aku hanya ingin memberitahukan perbedaan kamu dan dia seperti apa?”
Bagas langsung tertawa mendengar ucapan Kyra.
“Kenapa Kak Bagas tertawa?”tanya Kyra.
“Maksudnya bukan itu Kyra....tapi perbedaan cinta Aditya pada kalian berdua agar kamu bisa tahu kalau Aditya sangat mencintaimu bukan karena kasihan.”
“Maksud Kak Bagas.”balas Kyra dengan ekspresi bingung.
“Cara Aditya memperlakukan kalian sangat berbeda. Dia tidak pernah menunjukkan kasih sayangnya di depan kami saat bersama pacarnya yang dulu. Tapi saat bersamamu, dia seperti ingin menunjukkan pada kami semua dan dunia kalau kamu adalah wanita yang sangat dia cintai. Apalagi kamu itu orang pertama yang membuat seorang Aditya menjadi orang yang panikan tidak karuan saat kamu membuat masalah, bukan karena dia malu tapi karena dia takut kamu terluka. Kamu juga orang pertama yang suka memerintahnya bahkan berani mengabaikannya seperti tadi. Dia bahkan takut membuat dirimu marah dengan ucapannya. Tadi saja dia sudah sangat marah tapi dia berusaha menahannya karena tidak ingin memperlihatkannya didepanmu. Dia berusaha menjaga sikapnya hanya didepanmu saja. Aku bahkan kaget saat mendengar kekacauan di Villa sebelah, sedangkan Aditya tidak langsung marah saat itu ternyata dia lebih mementingkan dirimu yang terluka dibanding dia harus marah – marah pada mereka. Aku sadar kalau dia seperti itu hanya padamu bahkan dia tidak seperti itu pada Aura.”
“Nama mantan pacar Aditya, Aura”ucap Kyra sambil melihat Bagas.
Bagas mengangguk melihat Kyra.
“Dia wanita yang pernah hadir dalam hidupnya....cinta pertama Aditya. Aura tidak pernah membuat Aditya tersenyum lebar seperti dia tersenyum lebar padamu. Paling dia hanya tersenyum biasa saja padanya. Apalagi saat mereka pacaran, Aditya jarang sekali menunjukkan kemesraannya didepan kami semua, berbeda sekali denganmu. Setiap menyebut namamu, dia terlihat semangat, terlihat khawatir dan panikan. Kamu itu sangat berarti untuknya, Kyra.”
“Apa benar yang dikatakan Kak Bagas kalau aku begitu berartinya untuk Aditya?”dalam hati Kyra.
Kyra kembali berbicara pada Bagas.
“Apa kalian semua dekat dengan Aura?”tanya Kyra serius.
“Tidak....kami sama sekali tidak dekat dengan Aura seperti kami semua dekat denganmu apalagi Rey, dia paling tidak suka dengan Aura. Menurutnya dia wanita yang penuh dengan kepura – puraan. Setiap hari bersikap lembut dan anggun di depan Aditya, bagi Rey dia adalah wanita yang berbahaya. Aku tidak tahu kenapa dia sampai bicara seperti itu, sampai suatu hari Tante Sintya memberikan sejumlah uang padanya agar ia pergi belajar ke luar negeri untuk mengejar impiannya menjadi seorang pelukis ternama. Dia langsung menerimanya tanpa berkata apa – apa.”
“Kenapa mami sampai melakukan itu pada Aura?”tanya Kyra penasaran.
“Tante Sintya memang seperti itu, setiap wanita yang dekat dengan Aditya selalu dia uji. Kalau dia menerima uang yang diberikannya maka ia akan berusaha menjauhkannya dari Aditya.”
“Aku tidak tahu kalau mami begitu.”
“Itu karena tante tidak ingin Aditya mendapatkan wanita yang hanya mendekatinya karena uang. Kamu belum tahu saja sifat asli tante saat dia marah, apalagi kalau dia tahu kamu di hina oleh mahasiswa disini. Aku takut dia akan menggila di kampus, dia itu mirip dengan Aditya kalau sedang marah.”
“Jangan sampai mami tahu masalah ini. Aku tidak mau gara – gara masalahku semua orang kena imbasnya.”
“Tenang saja.....tante tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah.”
“Terus bagaimana tadi....saat Aura meninggalkan Adit. Apa Adit sangat terluka?”tanya Kyra yang masih penasaran dengan cerita Aura dan Aditya.
“Ia....Aditya sangat terluka saat itu karena ia tahu kalau Aura lebih memilih karir dibanding dengannya apalagi saat dia tahu kalau Aura itu menerima sejumlah uang hanya untuk mengejar karirnya. Aditya marah pada Aura di depan kami semua tapi apa kamu tahu apa yang dikatakan Aura saat itu.”
“Apa?”tanya Kyra yang semakin penasaran.
“Dia bilang....tidak ada yang lebih penting dibanding dengan karirnya sendiri. Aditya sampai tidak bisa mengatakan apa – apa. Dia terluka karena selama ini Aura hanya pacaran dengannya karena uang. Dia mulai menganggap wanita itu hanya mainannya saja. Jika wanita bisa mempermainkannya kenapa dia tidak bisa. Asalkan ada uang, dia bisa mendapatkan wanita manapun. Sampai kamu datang dalam hidupnya. Dia mulai membuka hatinya lagi untuk menerimamu.”
“Apa dia begitu mencintai Aura sampai dia seperti itu?”tanya Kyra dengan serius.
“Menurutku bukan itu letak masalahnya. Dia hanya kecewa dengan wanita yang dia pacari selama ini hanya menginginkan uang darinya. Aku memang tidak tahu isi hati Aditya seperti apa, tapi yang aku perhatikan selama aku bersamanya, dia itu hanya kagum dengan sifat Aura yang lemah lembut dan menuruti semua ucapannya. Berbeda denganmu, dia malah menunjukkan perasaannya padamu yang selalu marah – marah dan tidak mau mendengarkan ucapannya.”
“Apa Kak Bagas memujiku atau menghinaku nih?”ucap Kyra dengan wajah cemberutnya.
Bagas langsung tertawa saat mendengar ucapan Kyra.
“Aku sama sekali tidak menghinamu. Itu pujian Kyra meskipun kesannya menghina.”
“Cih...”balasnya sambil cemberut lalu ia tersenyum kembali melihat Bagas.
Bersambung.
Jangan lupa Like yah karena Like itu gratis. Author semangat kalau kalian Like.