Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 39 Beautiful Romance



Kyra sekarang berada di Balkon kamarnya, ia sedang menangis sedih sambil menatap langit petang. Bukan karena perlakuan Aditya tapi ia sedih karena besok ia akan meninggalkan Amerika tanpa membawa Zahila bersamanya.


Aditya masuk ke kamarnya mencari Kyra tapi ia tidak melihat keberadaan Kyra di kamarnya. Ia tidak melihat jika Kyra sedang berdiri di Balkon kamarnya karena terhalang Hordeng jendela kamarnya.


Tiba – tiba Aditya mendengar Kyra sedang menarik nafasnya dengan panjang. Ia langsung datang menghampiri istrinya itu di Balkon.


“Kamu sedang apa disitu?” tanya Aditya yang melihat Kyra berdiri di Balkon.


Kyra kaget mendengar suara Aditya dari belakang. Ia menyembunyikan wajahnya yang penuh dengan air mata.


“Tidak ada....aku hanya menyegarkan pikiranku” sahut Kyra sambil menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh Aditya.


Kyra berbalik melihat Aditya yang datang menghampirinya. Aditya tersadar dengan mata sembab Kyra yang sehabis menangis.


“Kamu habis menangis”


“Aku tidak menangis” sambil tersenyum.


“Bibirmu bisa bohong tapi matamu tidak bisa berbohong”


Aditya berjalan mendekati Kyra yang berdiri tak jauh darinya. “Ada apa?” sambil memegang pundak Kyra. “Apa karena aku?” tanya Aditya penasaran.


“Bukan karena kamu kok” balas Kyra.


“Terus apa?” tanya Aditya yang mulai khawatir dengan Kyra.


“Aku hanya sedih karena besok kita akan pulang ke Indonesia sementara adikku disini” ucap Kyra yang mulai menangis lagi.


“Kenapa aku tidak tahan melihat dia menangis?” dalam hati Aditya sambil mengerutkan keningnya karena sedih melihat Kyra menangis.


Ia memeluk Kyra yang menangis sambil mengusap kepalanya dengan lembut.


“Sudah....ini juga kan demi kebaikan Zahila. Dia harus dirawat disini sampai dia sembuh. Kamu juga tidak bisa lama – lama disini karena kamu harus sekolah kan” ucap Aditya yang berusaha menenangkan istrinya itu.


Kyra hanya mengangguk dalam pelukan Aditya sambil mengusap air matanya.


Aditya kemudian memegang dagu Kyra dan mengangkatnya agar ia bisa menatap wajah istrinya itu.


“Ada apa?” tanya Kyra.


"Cepat perlihatkan padaku senyum lebarmu itu" pinta Aditya.


"Iih buat apa?" tanya Kyra heran


"Cepat....lakukan saja" tegas Aditya.


"Lepaskan dulu tanganmu dari wajahku"


Aditya melepaskan tangannya dari dagu Kyra.


Kyra langsung menuruti kemauan Aditya dengan tertawa lebar.


Aditya terpanah dengan senyuman Kyra yang ditunjukkan itu padanya.


Ia memalingkan wajahnya karena merasa canggung jika ia terus menatap Kyra.


Tiba - tiba ia mengingat – ngingat sesuatu.


“Sepertinya aku lupa sesuatu”


“Apa yang kamu lupa?” tanya Kyra penasaran.


“Kamu masih punya kesalahan padaku kan. Tadi aku suruh kamu masak untuk menebus kesalahanmu itu tapi hasilnya sangat mengecewakan” jelas Aditya.


“Terus...apa yang kamu inginkan?” tanya Kyra serius.


“Tentu saja yang bisa membuat seorang pria puas” jawab Aditya sambil tersenyum nakal.


Kyra langsung menelan ludahnya seperti tahu maksud ucapan Aditya.


“Hal yang aku takutkan terjadi juga, dia meminta haknya. Bagaimana caranya aku bisa menolak, sedangkan dia adalah suamiku sendiri yang harus kulayani jika dia meminta haknya sebagai suami?” dalam hati Kyra.


“Kenapa diam saja....kamu tidak ingin melakukannya?” tanya Aditya serius sambil melihat Kyra.


Kyra masih diam tidak menjawab ucapan Aditya. Aditya yang melihat istrinya yang hanya diam tanpa respon apapun langsung melepaskan pelukannya dan berjalan untuk meninggalkan Kyra. Tiba – tiba Kyra menarik ujung baju Aditya dari belakang. Aditya langsung berbalik melihat Kyra.


“Ada apa lagi?” tanya Aditya dengan wajahnya yang kesal melihat Kyra.


“A...a...ku akan melakukan seperti yang kamu mau” ucap Kyra dengan gugup sambil menunduk malu.


Aditya yang tadi kesal berubah tersenyum, ia berjalan pelan sampai membuat Kyra bersandar di dinding Balkon. Aditya meletakkan kedua tangannya di tembok balkon dan mendekatkan wajahnya didepan wajah Kyra. Kyra hanya menunduk saat itu, ia tak berani menatap Aditya.


Kyra hanya mengangguk pelan.


Aditya tersenyum lagi dan langsung menggendong Kyra membuat Kyra terkejut dengan mata melotot.


“Ada apa dengan wajahmu. Apa sekarang kamu menyesal dengan ucapanmu tadi?” tanya Aditya dengan wajah datarnya.


Kyra mengelengkan kepalanya. “Ti...dak apa – apa” balas Kyra dengan gugup.


Aditya berjalan masuk ke dalam sambil menggendong Kyra sampai ke kasur dan meletakkan tubuh istrinya itu di kasur. Ia sekarang berada di atas istrinya itu dan mendekatkan wajahnya untuk mencium Kyra. Kyra langsung menutup matanya dan menahan nafasnya.


“Kenapa dengan ekspresimu itu?” tanya Aditya serius.


Kyra langsung membuka matanya.


“Ah....”


“Baru seperti ini, kamu sudah ketakutan” ucap Aditya dengan wajah datarnya.


“A..a..ku tidak takut” ucap Kyra dengan gugup.


“Terus kenapa.....apa kamu sudah menyesal sekarang?” tanya Aditya dengan serius.


“Aku tidak menyesal sama sekali, hanya....hanya” sambil memalingkan wajahnya karena malu.


“Hanya apa” sambung Aditya.


“Aku hanya sedikit gugup saja”


“Tidak usah gugup begitu....aku tidak akan menyakitimu. Kalau kamu tidak suka, aku tidak akan melakukannya”


“Bukan begitu Dit”


“Baiklah...aku tidak akan melakukannya” ucap Aditya dengan wajah datarnya.


Aditya langsung bangun dari posisinya yang berada di atas Kyra. Ia duduk ditepi tempat tidur membelakangi Kyra.


“Apa dia marah lagi karena aku.....Ya tuhan Kyra, kamu egois sekali sih. Dia kan sudah menjadi suamimu tidak pantas jika kamu menolak keinginannya?” dalam hati Kyra.


Aditya ingin berdiri tiba – tiba Kyra bangun dan mencium pipi suaminya itu membuat Aditya kaget sampai melotot sambil menelan ludahnya. Ia lalu berbalik ke arah Kyra.


Aditya langsung mendorong Kyra di kasur dan menekan kedua tangannya.


“Kamu sendiri yang memulainya jadi biarpun kamu menolaknya nanti, aku tetap akan melakukannya” ucap Aditya.


“Baiklah....terserah kamu” balas Kyra.


Ia mencium Kyra saat itu sampai membuat Kyra kaget. Ia melepaskan ciumannya dan menatap wajah Kyra.


“Haaaa.....” menarik nafasnya dengan panjang. “Bagaimana bisa aku menikah dengan orang yang tidak bisa berciuman sama sekali” ucap Aditya sambil menatap Kyra.


“Ya sudah....kalau kamu tidak suka, tidak usah lakukan” balas Kyra dengan kesal. “Cepat lepaskan aku” sambil menarik tangannya yang dipegang erat oleh Aditya.


“Siapa bilang aku tidak suka?” tanya Aditya sambil tersenyum. “Aku sudah bilang kan kalau aku tidak berhenti apapun yang terjadi”


Ia melanjutkan kembali aksinya tadi dengan mencium Kyra dengan penuh gairah. Aditya memasukkan tangannya ke dalam baju Kyra sambil meraba – raba tubuh istrinya itu dari atas ke bawah membuat Kyra kaget. Ia memegang tangan Aditya mencoba menghentikan tangan nakalnya itu yang terus meraba – raba tubuhnya.


“Eem....” sahut Aditya saat tangannya ditahan Kyra tapi ia masih terus mencium setiap jengkal tubuh istrinya itu tanpa sekalipun mengangkat kepalanya. Ia lalu memegang kedua tangan Kyra dengan tangan kirinya dan kembali meraba – raba dengan tangan satunya.


Aditya bangun dengan posisi berdiri setengah badan dengan kedua lututnya menekan tubuh Kyra. Ia membuka bajunya di depan Kyra dan kembali pada posisinya diatas tubuh Kyra sambil menarik selimut menutupi tubuh mereka. Ia kembali mencium Kyra dengan mesra sambil membuka pakaian istrinya itu. Ia kembali mencium setiap jengkal tubuh Kyra dengan penuh gairah. Kyra hanya menurut dengan semua yang dilakukan Aditya padanya.


Aditya mengangkat kepalanya dan menatap Kyra sambil tersenyum.


“Tahan ya, aku akan melakukannya. Ini hanya sakit saat pertama selanjutnya tidak akan sakit tapi kalau kamu tidak tahan kamu bisa bilang padaku” ucap Aditya dengan nada lembut.


Kyra hanya mengangguk. Aditya mencium kembali Kyra, ia memegang kepala istrinya itu dengan lembut lalu ia melakukannya. Kyra hanya bisa menggigit bibirnya tanpa berteriak. Sedangkan Aditya melanjutkan aksinya sambil memegang kepala Kyra.


Setelah memuaskan hasrat yang selama ini ia tahan, ia kemudian menghentikan aksinya itu lalu mencium kening Kyra dan merebahkan tubuhnya disamping Kyra sambil menutupi tubuh istrinya itu dengan selimut.


“Tidurlah” pinta Aditya sambil mencium kembali kening Kyra.


Kyra hanya diam, ia masih merasa kesakitan dengan seluruh tubuhnya apalagi itu adalah pertama baginya. Ia membalikkan badannya membelakangi Aditya sambil memejamkan matanya karena lelah ditambah ia juga sangat mengantuk. Ia tertidur lelap dengan keadaan telanjang, hanya selimut yang menutupi tubuhnya saat itu.


Aditya juga ingin tidur karena sangat lelah dengan kegiatan yang ia lakukan tadi. Ia tidur sambil memeluk Kyra dari belakang.


Bersambung.


Biasakan LIKE setelah membaca ya karean LIKE itu gratis guys.