
Pukul 7:00 pagi......Aditya duduk di sofa menunggu Kyra yang masih siap – siap dikamarnya. Aditya terlihat sangat kesal karena ia benar – benar dibelikan tiket oleh ibunya dan ia harus naik penerbangan pukul 9:00 pagi.
Nyonya Sintya memang sengaja membelikan mereka tiket liburan dan tidak membiarkan mereka naik Pesawat Pribadi, tentu saja itu ide asistennya. Ia mengatakan pada majikannya itu, kalau mau mendekatkan mereka harus mulai dari situ agar mereka bisa saling mengerti dengan kehidupan masing – masing. Bukan hanya Kyra yang harus mengerti kehidupan Aditya tapi Aditya juga harus mengerti dengan kehidupan Kyra yang semuanya serba biasa tidak seperti Aditya yang semuanya sudah tersedia.
***
Aditya sekarang sedang bicara sendiri dengan wajah yang penuh dengan kekesalan, ia merasa telah dipermainkan oleh ibunya.
“Sial....kenapa sih mami itu tidak suruh naik pesawat pribadi, katanya ini semua keinginan nenek, kalau aku dan Kyra harus menikmati liburanku seperti orang biasa. Apa aku harus desak – desakan juga mengantri di Bandara apalagi tiketnya tiket ekonomi. Apa maksudnya semua ini, apa mami sengaja mempermainkan aku karena sering membantahnya. Semua yang dikatakannya pasti menyangkut dengan nenek, masa nenek tega sih membiarkanku berdesak – desakan di Bandara?” gumamnya dengan kesal.
Ia lalu menengok kebelakang, melihat kearah kamarnya, apakah Kyra sudah keluar. “Anak itu dimana sih?” gumamnya. Ia lalu memanggil Kyra. “Kyra.....cepat, kita sudah terlambat ini” teriaknya memanggil Kyra.
Kyra keluar dari kamarnya dengan baju kaos putih dipadu dengan jaket jeans dan celana jeans. Ia menarik kopernya kearah Aditya.
“Ini kan baru jam 8 Dit” ucap Kyra sambil melihat jam tangannya yang melingkar ditangan kanannya.
“Kita harus naik taksi kesana, belum lagi Check In terus periksa barang”
“Kita naik mobilmu saja biar cepat”
“Mau taruh dimana tuh mobil kalau kita disana, kita tidak punya supir” ucapnya dengan kesal. “Kita sekarang itu lagi susah jadi terima saja keadaannya”
“Aku sih tidak masalah, Cuma aku tidak habis pikir kalau kamu mau naik taksi kesana apalagi kan kamu punya supir sendiri yang bisa kamu panggil kapan saja”
“Tidak usah cerewet, mertua kesayanganmu itu yang melarang supir kesini” ketusnya. Ia lalu memasang kacamata hitamnya sambil berjalan keluar dari Apartemennya.
“Iih kasar banget sih sama mami” gumamnya dengan wajah cemberut sambil berjalan dibelakang Aditya.
Saat di depan, Aditya menunggu taksi yang sudah ia pesan bersama Kyra. Tak lama kemudian taksinya datang, pak supir langsung turun memasukkan semua barang – barang milik Aditya dan Kyra. Sedangkan mereka berdua langsung masuk ke dalam taksi. Setelah Supir taksinya memasukkan barang, ia masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju Bandara.
Didalam mobil
“Apa kamu tidak lupa membawa Paspormu?” tanya Aditya serius.
“Tidak.....semuanya ada di tas” sambil tersenyum lebar.
“Kenapa kamu tersenyum lebar begitu, apa kamu sangat senang bisa pergi liburan ke Amerika?” tanya Aditya serius.
“Senang sekali lah....aku bisa bertemu sama adikku disana” jawabnya sambil tersenyum.
“Huh” sambil memalingkan wajahnya menghadap ke jendela kaca mobil. Sedangkan Kyra terus tersenyum lebar sambil mengingat dirinya yang akan bertemu adiknya.
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka sampai di Bandara. Mereka berdua keluar dari mobil dan mengambil kopernya lalu masuk ke dalam Bandara. Aditya dan Kyra berlari masuk ke dalam sambil menarik kopernya karena mereka hampir terlambat.
Setelah berada didalam, mereka langsung Check In lalu berjalan menuju Ruang Tunggu. Tak menunggu lama, mereka pun naik ke Pesawat dan duduk dikursi pesawat.
***
Selama 16 jam perjalanan, mereka pun sampai di Amerika......Aditya terlihat sangat kesal saat sampai di Bandara Internasional John F Kennedy Kota New York. Bagaimana tidak kesal, selama 16 jam perjalanan dari Indonesia ke Amerika, ia hanya duduk tanpa bisa merebahkan tubuhnya dengan nyaman sedangkan selama ini, ia selalu naik Pesawat yang fasilitasnya sangat mewah. Semua badannya sangat sakit akibat duduk berjam – jam apalagi Kyra tertidur pulas di Pesawat tanpa mempedulikan dirinya yang gelisah duduk di pesawat saat itu.
***
Aditya sekarang sedang berdiri didepan Bandara bersama Kyra, mereka menunggu mobil jemputan Hotel yang sudah di pesankan oleh ibunya itu.
“Badanku sakit semua gara – gara duduk berjam – jam di pesawat, Bagaimana bisa gadis tomboi ini bisa tidur nyenyak dengan keadaan seperti tadi” dalam hati Aditya sambil memegang pinggangnya yang sakit.
Kyra melihat Aditya yang memegang pinggangnya seperti sedang kesakitan. Ia kemudian menanyakan tentang keadaannya itu.
“Ada apa Dit...apa kamu sakit?” tanya Kyra penasaran.
“Tentu saja sakit, 16 jam di dalam pesawat Cuma duduk saja tanpa bisa bergerak bebas. Memangnya kamu tidak kesakitan” ketusnya.
“Sakit sih....tapi aku masih bisa menahannya karena aku sudah biasa merasakan sakit seluruh badan saat aku selesai bekerja seharian” ucapnya.
“Dalam keadaan sakit begitu, kamu masih bisa tidur nyenyak begitu” sambil melihat Kyra.
“Ia....mau bagaimana lagi, aku tidak bisa menahan rasa ngantukku”
Mobil jemputan mereka pun telah sampai, Aditya dan Kyra masuk ke dalam. Pak Supir keluar untuk membantu memasukkan barang mereka ke dalam Bagasi lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju Hotel milik Nyonya Sintya.
Selama satu jam lebih perjalanan, mereka sampai di Hotel milik ibunya. Mereka berdua masuk disambut oleh beberapa pegawai Hotel, mereka lalu mengantar Aditya dan Kyra masuk ke dalam kamar VIP yang sudah di atur oleh ibunya itu.
Sebenarnya Keluarga Sinatria punya rumah sendiri di Amerika, mereka juga punya Villa sendiri. Tapi Nyonya Sintya menginginkan mereka menginap di Hotel supaya lebih romantis.
***
Aditya dan Kyra sudah berada di dalam kamar Hotel sedangkan pegawai Hotel yang mengantar mereka tadi pergi meninggalkan mereka berdua.
Kyra yang sudah berada di dalam kamar Hotel sangat kaget melihat kamarnya yang di penuhi bunga mawar merah yang ada dilantai dan dikasur.
“Kenapa banyak sekali bunga?” sambil melihat semua bunga yang berserakan di lantai dan di kasur.
“Memangnya kamu tidak bisa menebak kalau yang mengatur semua ini adalah ibu mertuamu sendiri” jawab Aditya dengan kesal.
“Bosan aku melihat wajahnya yang terus kesal....kapan sih dia bisa tersenyum lepas?” dalam hati Kyra sambil melihat Aditya.
“Aku mau mandi dulu......sementara aku mandi, kamu bersihkan bunga – bunganya, pusing aku melihatnya” pinta Aditya.
“Masa aku sendiri yang bersihin semuanya” ucap Kyra.
“Lalu siapa kalau bukan kamu.....kamu kan istri, tugasnya bersih – bersih”
“Cih.....” balasnya sambil melirik Aditya.
Aditya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi sementara Kyra berdiri sambil meletakkan kedua tangannya dipinggannya sambil menatap semua bunga – bunganya yang berserakan.
Kyra lalu memulai membersihkan semua bunga – bunga yang berserakan. Setelah membersihkan semuanya, ia merebahkan dirinya di sofa sambil menarik nafasnya dengan panjang.
“Capek sekali” gumamnya sambil menyenderkan kepalanya di sofa.
Aditya keluar dari kamar mandi dengan setelan Hoodienya. Ia melihat Kyra sedang duduk merebahkan tubuhnya di sofa.
“Ada apa denganmu?” tanya Aditya serius.
“Aku capek sekali habis membersihkan semua bunga mawarnya” jawab Kyra yang masih dengan posisinya.
“Kenapa tidak panggil pegawai Hotel saja untuk membersihkannya?”
Kyra langsung duduk menegakkan tubuhnya sambil menatap tajam pada Aditya.
“Kenapa kamu menatapku seperti itu?” tanya Aditya sambil mengerutkan keningnya.
“Kenapa tidak bilang sih kalau aku boleh memanggil mereka?”
“Apa tadi aku memaksamu membersihkan kamarnya sendiri, aku kan hanya menyuruhmu untuk membersihkannya saja. Kamunya saja yang terlalu bodoh”
“Aditya.....” panggilnya dengan tatapan yang sangat marah. “Kamu sengaja kan mau mempermainkan aku”
“Huh....kapan aku mempermainkanmu, kamu yang bodoh tapi menyalahkan semua kebodohanmu pada orang lain?” dengan wajah datarnya.
Kyra langsung berdiri dari tempat duduknya dan menuju kamar mandi dengan wajah kesalnya tanpa mempedulikan Aditya.
Saat di kamar mandi, Kyra sangat kesal. Ia menatap dirinya dicermin dengan ekspresi marah.
“Aku ingin sekali menonjok wajah dinginnya itu” sambil menatap wajahnya di cermin. “Sabar Kyra......sabar. Kalau kamu memukulnya, dia pasti bilang pada keluarganya kalau aku melakukan KDRT, dan pastinya aku yang disalahkan”gumamnya sambil mengelus dadanya. “Lebih baik aku mandi saja dengan air panas supaya tubuh dan pikiranku kembali segar”
Kyra langsung melepaskan semua bajunya itu dan masuk ke dalam Bathup yang sudah ia isi dengan air panas.
Bersambung.
Biasakan LIKE setelah membaca karena LIKE itu gratis guys.