
Keesokan paginya....Kyra bangun dan tidak melihat Aditya disampingnya. Ia memaksakan dirinya bangun untuk mencari keberadaan suaminya itu.
“Pagi – pagi begini dia kemana lagi ya. Apa dia ada dikamar mandi?” gumamnya sambil mengucek – ngucek matanya yang masih mengantuk.
Tiba – tiba bel kamarnya berbunyi, Kyra melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamarnya itu. Seorang pelayan Hotel tengah berdiri di depannya.
“Selamat pagi nona” sapa seorang pelayan Hotel.
“Ia....selamat pagi” balas Kyra.
“Apa saya boleh masuk, saya bawa sarapan Anda, nona?” tanya pelayan Hotel itu.
“Oh.....ia. Silahkan”
Pelayan Hotel itu pun menyimpan makanannya di meja dan pamit pergi pada Kyra.
“Sarapannya sebanyak ini....”gumamnya sambil melihat makanan yang sudah diletakkan dimeja.
Kyra duduk dan langsung menikmati makanannya sendiri tanpa Aditya. Saat dia tengah makan, tiba – tiba Aditya datang dari luar. Ia masuk dengan keringat yang masih menempel di tubuhnya.
“Kamu dari mana?” tanya Kyra penasaran.
“Fitnes....” balasnya dengan santai.
“Dibawah ada tempat fitnes ya?” tanya Kyra sambil menguyah makanannya.
“Eem....”balas Aditya sambil berjalan menuju kamar mandi.
“Kamu tidak sarapan dulu Dit” sambil melihat Aditya.
“Nanti....aku mandi dulu. Badanku semuanya bau keringat”
"Oh....baiklah"
Saat Aditya masuk ke dalam kamar mandi, Kyra merasa ada yang berbeda dengan Aditya. Ia merasa jika Aditya tidak kesal lagi padanya bahkan cara bicaranya saja lebih santai dari biasanya.
“Hari ini kok dia sedikit berbeda ya. Biasanya kan kalau aku tanya, dia jawabnya kesal atau ia langsung pergi gitu saja tanpa mendengarkan semua ucapanku tapi hari ini dia tidak kesal ataupun langsung pergi saat kutanya” gumamnya sambil terus melihat kearah kamar mandi.
Setelah makan, Kyra duduk di sofa menonton Tv sambil menunggu Aditya selesai mandi. Tidak menunggu lama, Aditya keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapi yang sudah dikenakannya. Kyra langsung menengok kearah Aditya.
“Kamu sudah selesai mandi”
“Eem...”
“Meskipun dia tidak kesal ataupun marah tapi jawabnya hanya eem atau ia. Aku benar – benar tidak mengerti dengan jalan pikirannya itu” dalam hati Kyra.
Kyra mengambil bajunya dari koper dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sedangkan Aditya sedang sarapan sambil menonton Tv.
Setelah 30 menit, Kyra keluar dari kamar mandi. Ia melihat Aditya sedang duduk di sofa sambil memainkan HP-nya.
“Hari ini kita kemana lagi Dit?” tanya Kyra.
“Hari ini kita ke rumah saja” jawab Aditya sambil melihat Kyra. “Ambil semua barang – barangmu baru kita pergi”
“Kenapa tiba – tiba mau ke rumah?” tanya Kyra penasaran.
“Besok kita pulang naik pesawat pribadi. Bandara dan rumah saling berdampingan, sekalian saja kita bermalam disana. Terus ada barang yang ingin aku ambil di rumah” jelasnya dengan serius.
“Baiklah....terserah kamu”
Kyra merapikan semua pakaiannya ke dalam koper. Setelah selesai, ia dan Aditya berangkat menuju rumah Aditya yang jaraknya cukup jauh dari Hotel.
Di dalam mobil
“Apa kita hari ini tidak pergi jalan – jalan lagi?” tanya Kyra.
“Memangnya kamu mau kemana?” tanya Aditya sambil menengok kearah Kyra.
“Kemana saja....kayak tempat yang kemarin itu” sambil tersenyum mengingat - ingat wisata mereka kemarin.
“Oke.....nanti aku pikirkan saat sampai di rumah”
“Baiklah”
Mereka kemudian sampai di sebuah rumah besar bergaya barat. Aditya langsung masuk setelah pagar otomatis terbuka. Didalam ada pelayan laki – laki yang menyambut mereka. Aditya memarkirkan mobilnya di depan rumahnya itu dan langsung turun dari mobil. Sedangkan Kyra masih didalam mobil sambil melihat rumah besar yang ada didepannya itu.
“Wah....rumahnya cantik sekali” gumamnya.
“Kamu tidak mau turun dari mobil” ucap Aditya.
“Eh....ia” sambil turun dari mobil.
“Ayo cepat masuk....”
Aditya dan Kyra langsung masuk ke dalam rumah. Aditya langsung melempar kunci mobil yang dipegangnya pada pelayan yang berdiri di pintu masuk rumah. Saat mereka masuk, seorang pelayan perempuan menyambut mereka.
“Selamat datang Tuan Muda” sambil membungkuk hormat.
Pelayan itu langsung membawa barang – barang mereka ke dalam kamar mewah yang ada di rumah besarnya, itu adalah kamar yang ditempati Aditya jika berada di rumah itu.
Sementara Aditya mengajak Kyra ke belakang rumah. Disana ada lapangan golf yang sangat luas.
“Ini tempat apa?” tanya Kyra penasaran.
“Lapangan golf”
“Wah...pemandangan dari sini indah sekali” ucapnya takjub dengan pemandangan yang ia lihat didepannya. “Apa aku boleh main?”
“Tentu saja boleh. Memang siapa yang akan melarangmu disini” jawabnya dengan santai.
“Jadi main ngga”
“Oh...ia, jadi kok” sambil tersenyum melihat Aditya.
Kyra dan Aditya pun bermain golf bersama dengan seorang pelayan yang terus mengikuti mereka dari tadi.
Mereka sangat asyik bermain golf sampai lupa kalau mereka tadi ingin keluar jalan – jalan. Setelah puas bermain golf, Kyra menaiki sebuah mobil golf yang ada di depannya.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Aditya sambil mengerutkan keningnya.
“Katanya tadi aku bisa melakukan apapun disini”
“Terserah lah. Lakukan saja yang ingin kamu lakukan”
“Kamu tidak mau naik” sambil melihat Aditya.
“Tidak mau” balasnya dengan wajah datarnya.
“Ya sudah.....aku sendiri saja” sambil menyalakan mobilnya.
“Eh....tunggu” panggil Aditya
“Ada apa?” sambil menengok pada Aditya
Aditya langsung naik di mobil golf itu dan duduk disamping Kyra, Kyra langsung melajukan mobilnya disekitar rumah.
Saat itu,mereka sangat menikmati kebersamaan mereka sambil tertawa. Mereka tidak lupa menangkap moment kebersamaan mereka.
"Dit....kita foto dibelakang mobilnya yuk" pinta Kyra sambil tersenyum.
"Oke...." balasnya santai.
Kyra menyuruh seorang pelayan memfotonya yang saat itu berdiri didekat mereka. Lalu ia dan Aditya berdiri dibelakang mobil sambil berpegangan tangan.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Aditya bingung melihat Kyra mengangkat tangan kirinya melingkar diatas kepalanya.
"Cepat....angkat tanganmu seperti ini?"
"Kamu menyuruhku seperti itu....tidak akan kulakukan, itu hanya dilakukan oleh orang - orang kampungan. Kalau ingin berfoto tinggal senyum saja kan. Ngapain melakukan hal konyol begitu"
"Ayolah Dit....." sambil memohon pada Aditya dengan wajah imutnya.
"Ada apa dengannya hari ini....tingkahnya yang arogan itu tiba - tiba berubah menjadi lembut. Aku seperti tidak tega menolaknya" dalam hati Aditya bingung.
"Dit...." panggil Kyra membuyarkan lamunannya.
"Ia....akan kulakukan" balasnya dengan wajah datar.
Aditya lalu mengangkat tangannya seperti Kyra.
"Ayo....tersenyum" pinta Kyra.
"Ia....ia. Cerewet sekali sih"
Aditya dan Kyra berfoto bersama dengan senyuman lebar diwajahnya ditambah tangan mereka melingkar keatas membentuk love.
Setelah selesai foto Kyra kembali menaiki mobil golf yang lebih besar dari mobil tadi yang menurutnya lebih unik, mereka sangat menikmati kebersamaannya saat itu. Terbukti dari wajah mereka yang tertawa lepas.
Kebahagiaan itu memang sederhana, hanya seperti itu saja tapi mereka sudah sangat bahagia.
***
Disaat mereka tengah asyik mengendarai mobil golfnya, tiba – tiba Kyra punya pikiran untuk menjahili Aditya.
“Dit....aku punya kejutan untukmu”
“Apa....?”tanya Aditya penasaran.
“Tutup dulu matanya” balasnya.
Aditya langsung menuruti permintaan istrinya itu tanpa curiga.
“Oke....”
Aditya menutup matanya sambil menunggu kejutan dari istrinya itu. Setelah Aditya menutup matanya, Kyra langsung meninggalkan Aditya yang masih duduk di mobil. Sedangkan Aditya sudah merasa jika tidak ada Kyra disampingnya.
“Kyra.....apa kamu masih disini?” tanya Aditya.
Tidak ada jawaban dari istrinya itu. Ia lalu membuka matanya dan tidak melihat Kyra disampingnya tapi saat ia menengok ke belakang, ia melihat Kyra melambaikan tangannya di dalam rumah.
“Kyra....” teriaknya dengan kesal. “Awas kamu....beraninya mengerjaiku”
Aditya langsung turun dari mobil golf dan berjalan cepat menghampiri Kyra yang masih berdiri tak jauh darinya sedangkan Kyra mulai khawatir melihat ekspresi kesal Aditya.
“Gawat.....dia marah. Kalau aku masih disini, pasti dia akan memukulku. Sebaiknya aku lari saja” gumamnya dengan ekpresi ketakutan. Kyra langsung lari saat melihat Aditya semakin mendekat.
“Mau lari kemana kamu....beraninya mengerjaiku?” teriaknya sambil mengejar istrinya itu. “Kemari kau”
Mereka berlari saling kejar – kejaran di dalam rumah. Kyra sudah mulai ketakutan dengan ekpresi kesal Aditya.
"Tadi aku hanya ingin bercanda dengannya karena melihat dirinya yang terus tertawa tapi aku tidak tahu kalau hasilnya seperti ini" dalam hati Kyra.
Aditya mengejar Kyra sampai di meja makan, ia sekarang sudah hampir menangkap istrinya itu tapi di depannya ada meja yang menghalangi. Membuat ia tidak bisa menjangkau Kyra.
Bersambung.
Biasakan LIKE setelah membaca ya karena LIKE itu gratis.