
Aditya sudah sampai di rumah Kyra. Ia melihat lampu rumahnya yang menyala. Ia langsung berlari masuk ke dalam mencari Kyra.
“Kyra....apa kamu di dalam?” panggilnya.
Ia melihat pintu kamar yang terbuka tapi dalam keadaan lampu yang mati. Aditya langsung masuk ke dalam dan melihat Kyra sedang duduk di bawah tempat tidurnya dengan posisi memeluk kedua lututnya dan kepala ia letakkan di lututnya sambil menunduk kebawah.
Ia tidak sadar dengan kehadiran Aditya karena menangis terseduh – seduh akibat perlakuan Aditya padanya. Aditya langsung menjongkok di depan Kyra saat mendengar suaranya yang menangis karena keadaan kamar Kyra yang gelap. Kyra memang sengaja tidak menyalakan lampu kamarnya. Itu biasa ia lakukan jika dirinya ingin menangis.
“Kyra.....kamu baik – baik saja kan.”
Kyra langsung mengangkat kepalanya karena kaget melihat Aditya di depannya.
Aditya kemudian memeluk erat istrinya itu dengan perasaan sedih. Ia tidak tahan melihat Kyra menangis apalagi istrinya menangis gara – gara dia.
Ia melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Kyra sambil menatapnya dengan penuh cinta.
“Aku minta maaf.....aku sudah membuatmu sedih. Aku tidak bermaksud seperti itu Kyra. Aku hanya kesal karena kamu mengabaikanku apalagi saat aku tahu kalau kamu pegang obat begitu. Aku sangat emosi sampai tidak bisa mengatur pikiranku, tolong maafkan aku.”
Kyra hanya diam melihat Aditya tanpa meresponnya.
“Tolong...jangan diam saja. Bicaralah.” ucapnya sambil menghapus air mata Kyra.
Kyra masih diam menatap suaminya karena masih marah dengan sikap Aditya.
“Apa kamu mengabaikanku karena masalah tadi malam....kalau itu yang kamu pikirkan, kamu sudah salah paham padaku. Aku tidak pernah membayangkan wanita lain saat bersamamu bahkan kamu yang selalu kupikirkan.”
Kyra mengerutkan keningnya karena merasa bingung dengan ucapan Aditya.
“Apa maksudmu?” tanya Kyra penasaran.
“Dengarkan baik – baik....aku hanya akan mengatakan ini satu kali.”
Aditya kemudian mendekatkan kepalanya di telinga Kyra dan membisikkan sesuatu padanya.
“Aku....Aditya Sinatria sudah jatuh cinta pada seorang gadis tomboi yang bernama Kyra.”
Sontak saja membuat Kyra sangat terkejut sampai membuatnya terdiam kaku dengan mata melotot. Jantungnya sampai berdetak kencang mendengar ucapan Aditya yang bilang cinta padanya. Ia berusaha mencerna ucapan Aditya lalu bicara pada suaminya untuk memastikan ucapannya.
“Kamu bilang apa tadi?” tanya Kyra.
“Aku sudah bilang kan. Kalau kamu harus mendengarnya dengan baik karena aku tidak akan mengatakannya dua kali.”
Aditya langsung berdiri karena malu.....sedangkan Kyra tersenyum sambil berdiri di depannya.
“Ayo....bilang sekali lagi. Aku tidak mendengarnya.” ucapnya sambil tersenyum lebar.
Aditya memegang leher bagian belakangnya sambil memalingkan wajahnya karena malu.
“Dit....Dit....ayo katakan lagi.”ucap Kyra sambil mencolek - colek lengan Aditya.
“Sudah tidak marah kan, ayo pulang...” pinta Aditya sambil berjalan keluar kamarnya.
“Katakan dulu.” balas Kyra sambil mengikuti Aditya dibelakangnya.
Aditya berhenti dan langsung menatap tajam Kyra.
“Kenapa....kamu tidak ingin pulang, atau mau kugendong?” ketusnya.
“Ia....ia. Aku pulang” balas Kyra dengan wajah cemberut.
Aditya naik dimotor dan langsung menyalakan motornya.
“Ayo...cepat naik” tegasnya.
“Cih...baru saja bilang cinta tapi cara bicaranya kembali lagi seperti biasanya.” gumamnya.
Aditya langsung melajukan motornya itu saat Kyra sudah naik di motor. Ia tersenyum bahagia sampai berharap jika waktu bisa berhenti saat itu.
Saat itu, Kyra memeluk erat suaminya itu sambil menyenderkan kepalanya di bahu Aditya sedangkan Aditya memegang tangan Kyra yang berada di perutnya.
Aditya mengendarai motornya dengan pelan karena merasa bahagia bisa di peluk Kyra. Ia tidak ingin kembali ke rumah dengan cepat karena takut jika sampai di rumah ia bertengkar lagi.
Setelah puas berkendara menelusuri jalan, mereka pun sampai di Apartemennya. Kyra dan Aditya masuk ke dalam sambil bergandengan tangan. Aditya terus memegang erat tangan Kyra seakan tak ingin melepaskannya.
Saat di dalam, mereka terlihat canggung karena mengingat kejadian yang terjadi tadi.
“Apa kamu mau tidur atau mau nonton Tv dulu?” tanya Aditya dengan wajahnya yang malu – malu.
“Ah....non..ton Tv dulu.” jawabnya dengan gugup karena tangannya terus dipegang Aditya. Jantungnya sampai berdetak kencang.
“Oh...oke. Kita nonton Tv dulu. Kamu ingin nonton apa?”
“Apa saja...?”
Mereka duduk di sofa sambil terus berpegangan tangan.
Aditya kemudian memencet sembarang saluran Tv yang ingin di tontonnya sampai membuat mereka menonton film yang membuatnya semakin canggung.
Ia sampai menelan ludahnya saat film yang ditontonnya itu melakukan hubungan intim. Aditya melirik Kyra yang tengah duduk di sampingnya sambil memalingkan wajahnya karena malu dengan film yang di lihatnya.
Ia mulai menggoda Kyra yang saat itu sedang malu.
“Istriku....” panggilnya sambil tersenyum nakal.
Kyra langsung menengok setelah mendengar panggilan Aditya yang membuatnya merinding.
“Dit....kamu Aditya kan.”balasnya dengan mata melotot karena kaget.
“Ada apa....?”
“Kamu kerasukan yah.”
“Daripada kamu bicara seperti itu, sebaiknya kita tidur saja. Aku sudah tidak tahan kalau disini terus.”
“Aku belum mengantuk.”
“Ayolah istriku.”ucap Aditya sambil tersenyum nakal.
“Berhenti memanggilku seperti itu, aku merinding mendengarnya.”
“Cih....dasar gadis tidak romantis.” Gumamnya.
“Bukannya aku tidak romantis tapi kamu yang sangat berlebihan.”
“Sudah.....ayo kita ke kamar sekarang.” ucap Aditya
Ia berdiri dan langsung menggendong Kyra.
“Dit...cepat turunkan aku.”pekiknya.
“Huusst....kamu jangan berteriak begitu nanti didengar tetangga.”ucapnya dengan suara pelan sambil tersenyum.
“Memangnya ini rumah susun yang bisa didengar semua orang......turunkan aku.”
Aditya ingin menjatuhkan tubuh Kyra dilantai untuk menggodanya sampai membuat Kyra melingkarkan tangannya di leher Aditya sambil memeluknya dengan erat.
“Katanya mau turun, terus kenapa kamu peluk terus?”
“Kamu jahat sekali....masa kamu langsung ingin menjatuhkanku di lantai.”
“Makanya jangan berterik begitu, kalau tidak akan kujatuhkan kamu di lantai.”
“Ia...”
“Buka pintunya...” pintanya.
Aditya langsung masuk setelah Kyra membuka pintu kamarnya. Ia membaringkan Kyra dikasur dan berdiri di samping kasur sambil membuka bajunya.
“Kamu mau apa?” tanya Kyra.
“Kamu marah gara – gara semalam kan jadi aku akan memperaktekkan apa yang kulakukan semalam.”jawabnya sambil tersenyum menggoda.
“Apa...?” sahutnya dengan kaget.
“Kenapa.....tidak mau lagi. Biarpun kamu tolak tetap kulakukan?”
Aditya naik diatas Kyra dan melakukan seperti yang dilakukannya tadi malam. Ia mencium bibir, melumatnya dan memasukkan lidahnya kedalam mulut Kyra.
Aditya melepaskan ciumannya dan menatap wajah Kyra.
“Aku ingin bertanya padamu.”
“Apa...?”
“Apa kamu suka padaku?” tanya Aditya.
“Ia...” balasnya sambil memalingkan wajahnya karena malu.
“Jadi....tadi pagi itu kamu marah, gara – gara mengira aku melakukannya karena menganggapmu wanita yang kucintai.”
Kyra hanya mengangguk. Aditya tersenyum melihat Kyra mengangguk, ia kembali melakukan aksinya mencium Kyra.
Kyra membalas ciuman Aditya sambil melingkarkan tangannya dileher suaminya. Mereka secara bergantian berada di atas sampai membuat Aditya semakin bersemangat.
Mereka bercinta sampai berkali – kali. Saat Kyra sudah lelah dan tidak sanggup lagi. Aditya menghentikan aksinya meskipun ia masih belum puas.
Ia mencium kening Kyra sambil memeluknya dengan erat.
“Setelah mengatakan itu padanya....perasaanku semakin dalam. Aku seperti tidak ingin jauh darinya walau sebentar saja. Dia sudah memiliki hatiku sepenuhnya. Kyra....aku mencintaimu.” dalam hati Aditya.
Aditya tertidur dalam dekapan hangat istrinya itu.
Bersambung.
Jangan lupa Like, Comment, and Vote yah.