Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 62 Beautiful Romance



Malamnya mereka berpesta dipinggir pantai setelah pelatihan Ospek yang mereka lakukan seharian karena malam itu adalah malam terakhir mereka dipantai. Keesokan paginya mereka harus pulang ke rumah mereka masing – masing.


Para mahasiswa siap – siap dengan baju mereka masing – masing. Para perempuan memakai gaun putih sedangkan pria memakai kemeja putih dipadu dengan gaya celana mereka masing – masing. Mereka memakai baju putih karena mereka berpesta dipantai maka tentu saja lebih cocok jika mereka memakai pakaian putih.


Dipantai sudah terlihat dekorasi pesta yang sangat indah dan mewah. Ada panggung musik dan Dj yang sudah mereka siapkan untuk pestanya. Disamping kiri kanan panggung terdapat meja panjang yang dipenuhi dengan beberapa makanan dan minuman. Ada beberapa pelayan juga yang sudah berdiri di samping meja.


Beberapa mahasiswa sudah bergabung ke dalam pesta. Musik Dj pun sudah mulai dimainkan. Para pelayan menyodorkan mereka berbagai jenis minuman dinampang yang mereka pegang.


Bagas, Rey dan Andi berjalan bersama menuju tempat pesta dengan kemeja putih yang mereka kenakan hanya celana mereka yang berbeda gaya dan berbeda warna.


Disusul dengan senior yang lain termasuk Aura dan Santi, meskipun Aditya sudah mengeluarkan Santi dari BEM tapi ia masih diijinkan ikut bergabung dengan yang lainnya.


Tak lama kemudian, Aditya dan Kyra keluar dari Villa menuju pantai dengan gaun putih panjang yang dipakainya senada dengan baju yang dipakai Aditya.


Aditya dan Kyra bergandengan tangan menghampiri mereka semua. Saat di pesta, Kyra langsung mengambil minuman yang disodorkan pelayan padanya begitupun dengan Aditya. Mereka berdua berdiri memegang gelas minumannya sambil mendengarkan musik Dj yang ada didepannya.


Tiba – tiba Aditya berbisik ditelinga Kyra.


“Awas.....kalau aku lihat kamu akrab dengan mereka semua.” Bisiknya dengan serius.


“Apa aku juga tidak boleh bicara dengan perempuan?” Tanya Kyra sambil melihat Aditya yang sedang berdiri disampingnya.


“Perempuan boleh tapi laki – laki tidak boleh.” Jawabnya.


“Apa kamu tidak percaya denganku?” Tanya Kyra dengan serius.


“Bukannya tidak percaya sayang. Tapi aku tidak suka kalau kamu akrab dengan mereka.”


“Tersenyum juga tidak boleh.”


“Tidak boleh....”


“Terus...bagaimana denganmu, kalau kamu sampai meladeni si Aura itu?”


“Kamu bisa memberikanku hukuman. Aku akan menyerahkan seluruh tubuhku ini hanya pada istriku saja.” Jawabnya sambil tersenyum menggoda.


“Cih....hukuman macam apa itu. Aku tidak mau hukuman seperti itu.”


“Terus....kamu maunya apa?”


“Aku langsung meninggalkanmu saja.”


“Aku tidak akan pernah bicara padanya tanpa seizinmu. Jadi kamu jangan bicara seperti itu didepanku. Aku tidak suka mendengar kata itu keluar dari mulutmu.”


“Ia.....aku hanya bercanda kok. Lagian aku bisa kemana lagi, aku kan tidak punya keluarga dan hanya punya kamu saja sama mami dan nenek. Mana bisa aku meninggalkan kalian semua yang sudah menyayangiku. Apalagi suamiku yang tampan ini. Dimana lagi aku bisa mendapatkan suami seperti ini” Ucapnya sambil tersenyum melihat Aditya.


Aditya tersipu malu mendengar ucapan istrinya itu. Kemudian ia kembali berwajah serius melihat Kyra.


“Egehm.....lain kali jangan bicara begitu lagi....aku tidak suka.”


“Ia....aku tidak akan pernah mengatakannya lagi. Jangan marah dong.”


Tiba – tiba Bagas datang menghampiri mereka berdua.


“Hai....apa aku boleh meminjam Kyra sebentar naik ke panggung?” tanya Bagas sambil tersenyum melihat Aditya.


“Buat apa?”


“Katanya dia suka menyanyi....aku ingin dia menyanyi satu buah lagu sambil memainkan gitar untuknya.”


“Kamu suka nyanyi sayang.”


“Ia....memangnya kamu tidak ingat waktu di Bar. Saat itu kan aku menyanyi.”


“Aku ingat sih...tapi aku pikir itu hanya pekerjaanmu saja, ternyata kamu hobi nyanyi.” Ucapnya sambil melihat Kyra.


“Boleh yah...aku nyanyi diatas.” Ucapnya dengan memasang wajah manja didepan Aditya.


“Yah sudah....nyanyi saja.”


“Terima kasih sayang...” balasnya sambil mencium pipi Aditya membuat wajah suaminya itu memerah karena malu.


Kyra dan Bagas kemudian berjalan meninggalkan Aditya. Tiba – tiba Aditya memanggilnya dari belakang.


“Tunggu...” Panggilnya.


Kyra dan Bagas langsung berbalik melihat Aditya.


“Ada apa?” Tanya Kyra penasaran.


“Biar aku saja yang bermain gitar untukmu. Aku juga bisa sedikit main gitar.”


“Tapi Kak Bagas....


Dengan sigap Bagas membalas ucapan Aditya.


“Baiklah.....sudah lama juga kan kamu tidak main gitar. Kamu saja yang memainkan gitar untuknya.”


Aditya dan Kyra kemudian naik ke panggung bersama. Aditya langsung menyuruh musik Dj berhenti. Ia duduk dikursi sambil memegang gitar sedangkan Kyra berdiri disampingnya memegang microphone.


“Kamu mau menyanyikan lagu apa?” bisiknya pada Kyra.


“Kupilih hatimu.” Bisiknya dengan lembut ditelinga Aditya.


Sontak saja membuat jantung Aditya berdetak kencang mendengar ucapan istrinya.


Ia kemudian menarik nafasnya untuk mengatur rasa canggungnya tadi karena bisikan istrinya.


Suara alunan gitar dari Aditya sudah mulai mengisi suasana pantai saat itu. Semuanya fokus melihat mereka berdua diatas panggung. Para gadis tambah kagum melihat Aditya memainkan gitarnya.


Sesekali Kyra melirik kearah suaminya yang sedang bermain gitar. Saat Aditya sudah memberikannya kode dengan matanya untuk menyanyi, ia langsung mengangkat microphonenya di depan bibirnya dan mulai menyanyi sambil melihat kearah Aditya.


***


Kupilih hatimu tak ada kuragu.....


Mencintaimu adalah hal yang terindah.....


Dalam hidupku oh sayang kau detak jantung hatiku......


Setiap nafasku hembuskan namamu.....


Sumpah mati hati ingin memilihmu.....


Dalam hidupku oh sayang kau segalanya untukku......


 Janganlah jangan kau sakiti cinta ini


Sampai nanti disaat ragaku sudah tidak bernyawa lagi


Dan menutup mata ini untuk yang terakhir....


(Dipopulerkan oleh Ussy)


***


Setelah menyanyi....mereka turun kembali dari panggung sambil berpegangan tangan.


Musik Dj pun kembali dimainkan.....semua mahasiswa yang melihat penampilan mereka sangat kagum dan bertepuk tangan pada mereka berdua.


***


Mereka berdua sekarang berdiri di depan meja makan. Aditya memegang piring sambil terus menatap istrinya yang sedang mengambil beberapa makanan untuknya.


“Terima kasih Kyra karena sudah hadir dalam hidupku. Kamu adalah hal yang paling berharga dalam hidupku.” Dalam hati Aditya yang terus tersenyum menatap Kyra.


Kyra melihat Aditya yang terus menatapnya sambil tersenyum tapi tidak menggerakkan wajahnya saat Kyra melihatnya.


“Dit....Dit...” Panggil Kyra sambil melambaikan tangannya didepan Aditya.


Aditya langsung kaget dibuatnya. “Ah....”


“Kamu kenapa hanya diam melihatku?”


“Ah...tidak apa – apa sayang.”


“Coba kamu lihat....apa makanan yang aku berikan dipiringmu itu sesuai seleramu.” Ucapnya sambil menggerakkan bola matanya kearah piring Aditya.


“Sesuai kok..” Jawabnya tanpa melihat isi piringnya.


“Kamu lihat dulu...jangan hanya menatapku.” Ucapnya dengan serius.


“Apapun yang kamu berikan akan aku makan.”


“Cih...gombal banget sih kamu. Sudah ah....kita duduk disana sambil makan.” Ucapnya sambil berjalan kearah kursi kayu yang sudah disediakan.


Disana sudah ada Bagas, Rey dan Andi yang sedang makan bersama dengan yang lainnya.


Selesai makan, Aditya lagi – lagi menarik istrinya pergi meninggalkan tempat pesta.


“Dit.....kita mau kemana lagi. Pestanya kan belum selesai?” tanya Kyra serius.


“Ke kamar.”


“Ke kamar....ini kan baru jam 10 malam. Buat apa kita ke kamar?” Tanya Kyra dengan wajah bingung.


“Melanjutkan kegiatan yang kita lakukan tadi.”


“Apa....” ucapnya dengan kaget. “Kita selesaikan dulu pestanya baru tidur.”


“Kelamaan....aku tidak bisa menunggu. Tadi itu aku belum puas tapi kamu sudah mau berhenti.”


“Apa sih....ih ngomongnya kok gitu. Kalau ada yang dengar bagaimana. Aku malu tahu?”


Saat didalam Villa....tiba – tiba Aura mendatangi mereka berdua.


“Dit.....” Panggilnya.


Aditya dan Kyra berbalik ke belakang melihat Aura yang sudah berdiri didepannya.


“Kenapa..?” tanya Aditya yang masih memegang tangan Kyra.


“Apa aku boleh bicara berdua denganmu?” tanya Aura sambil melihat kearah Kyra.


Kyra sadar dengan tatapan Aura yang seakan menyuruhnya untuk pergi. Ia berpikir seharusnya ia tidak egois dan membiarkan suaminya bicara pada Aura untuk menyelesaikan masa lalu diantara mereka.


“Dit....lebih baik kamu bicara dulu pada Aura. Aku tunggu kamu dikamar.” Ucapnya sambil berusaha melepaskan tangannya dari Aditya.


Tapi Aditya semakin keras memegang tangan istrinya, tidak ingin membiarkannya pergi.


“Kamu siapaku?” tanya Aditya serius sambil melihat kearah Kyra.


“Apa...” dengan nada sedikit terkejut karena bingung dengan pertanyaan Aditya.


“Aku bilang....kamu siapaku?” tanya Aditya dengan tegas.


“Su..ami..”balasnya dengan terbata – bata.


“Terus...buat apa kamu pergi. Harusnya orang luar ini yang pergi?”


“Maaf.... kalau aku sudah lancang karena menyuruhmu bicara berdua denganku. Aku hanya ingin mengatakan alasanku pergi 4 tahun lalu.” Sahut Aura dengan nada pelan.


“Aku tidak peduli alasan apa kamu pergi meninggalkanku dulu. Aku sudah tidak peduli lagi karena yang penting bagiku sekarang adalah masa depanku dengan istriku. Aku sudah memutuskan hubunganku denganmu semenjak kamu pergi, jadi kamu tidak perlu memberikan alasan yang bisa membuatku kasihan padamu karena itu percuma saja.” Ucapnya dengan ekspresi datarnya.


“Tapi Dit.....aku sungguh...


Dengan sigap Aditya memotong ucapan Aura.


“Cukup.....aku tidak ingin mendengar apapun. Kamu sudah dengar ucapanku tadi kan.” Ucapnya.


Ia menarik tangan Kyra berjalan meninggalkan Aura yang terlihat sedih saat itu. Tiba – tiba ia menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Aura.


“Satu lagi....aku membiarkanmu disekitarku bukan berarti kamu bisa seenaknya bicara padaku. Kalau kamu masih ingin kuliah di Treeya sebaiknya kamu menjauhiku, jangan pernah bicara padaku. Aku tidak suka meladeni pengganggu sepertimu.”


Ia kembali berjalan ke kamarnya sambil menarik tangan istrinya. sedangkan Aura terlihat sedih melihat Aditya yang berlalu meninggalkannya. Ia sampai menangis mendengar kata – kata yang diucapkan Aditya.


***


Saat dikamar.....Aditya memeluk istrinya dari belakang sambil menciumi leher Kyra dari belakang.


“Dit....”


“Eem...”balasnya yang terus menciumi leher dan rambut istrinya itu.


“Kamu sungguh tidak ingin mendengar penjelasannya tadi. Bagaimana kalau ternyata dia pergi meninggalkanmu karena dia sakit atau ada masalah yang membuatnya terpaksa meninggalkanmu?”


Aditya tiba – tiba berhenti mencium istrinya dan memegang pipi Kyra menghadap kewajahnya.


“Aku tadi kan sudah bilang kalau aku tidak peduli dengan alasan yang dia berikan. Mau dia sakit atau apalah itu, aku tidak peduli karena aku bukan orang yang akan bertanggung jawab padanya. Terus....kalau dia sudah menjelaskan alasannya padaku, apa kamu ingin aku kembali padanya.”


“Kalau kamu masih mencintainya aku akan membiarkanmu kembali padanya. Buat apa kita hidup bersama kalau tidak saling mencintaimu.”


“Ada apa sih denganmu. Apa kamu tidak percaya kalau aku sungguh mencintaimu sampai kamu bicara begitu?” Tanya Aditya dengan wajah kesalnya.


“Bukan tidak percaya....aku hanya mengatakan pendapatku saja.”


“Sudahlah...jangan bicarakan tentang dia lagi, kamu merusak suasana saja.” Ucapnya dengan kesal.


Karena kesal, ia melepaskan pelukannya dari Kyra dan berjalan ke kamar mandi.


Tiba – tiba Kyra memeluknya dari belakang.


“Aku minta maaf...kalau sudah membuatmu marah. Aku sungguh mempercayai cintamu. Aku mengatakan itu karena mengutarakan pendapatku saja. Maaf...Dit, jangan marah yah.” Ucapnya yang masih memeluk punggung Aditya dari belakang.


Aditya menghela nafasnya dan melepaskan tangan Kyra sambil berbalik kearahnya.


“Jangan bicara seperti itu lagi yah....aku tidak suka mendengar ucapan seperti itu, Kyra.” Ucapnya sambil memegang kedua pipi istrinya.


“Ia....aku tidak akan mengatakannya lagi.”


Aditya langsung memeluk istrinya dengan erat sambil mengusap lembut kepalanya.


Bersambung.


Jangan lupa Like yah karena Like itu gratis.