
Kyra masuk ke dalam Hotel....ia bertemu dengan Haris tunangan Aura. Kyra mendatangi Haris yang pura – pura bertanya pada pegawai resepsionis hotel.
“Kak Haris....kenapa kamu bisa disini?” Tanya Kyra yang ada dibelakang Haris.
Haris berbalik kearah Kyra.
“Kyra....kamu disini.” Balasnya dengan pura – pura tidak tahu kalau Kyra datang.
“Ia....”
“Kebetulan kamu disini.....temanmu itu sedang berselingkuh dariku.”
“Bagaimana Kak Haris tahu?” Tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya.
“Aku dapat pesan dari temanku kalau dia melihat Aura masuk kesini bersama dengan pria. Aku tidak tahu, siapa pria yang sudah merebut tunanganku. Aku datang kesini untuk memastikannya dan kebetulan kamu ada disini. Aku ingin kamu memberi nasihat padanya.”
“Apa itu Aditya yang dia maksud?” Dalam hati Kyra yang mulai khawatir.
“Ayo....kita masuk. Aku ingin lihat siapa pria yang sudah berselingkuh dengannya?”
Kyra berjalan bersama dengan Haris menuju kamar 304 yang pura – pura ditanyakan Haris tadi pada pegawai resepsionisnya.
Ketika sampai....Haris langsung memencet bel kamar 304 sambil pura – pura gelisah didepan Kyra.
Aditya yang sedang duduk sambil memainkan HP-nya langsung bangun ketika mendengar suara bel kamarnya.
“Siapa sih.....apa Bagas memanggil pelayan hotel. Sejak tadi, anak itu berada di dalam kamar mandi dan tidak keluar, apa sih yang dia lakukan didalam.” Gumamnya sambil berdiri melihat kearah kamar mandi.
Haris masih memencet bel kamar hotelnya. Aditya terlihat kesal, ia kemudian berjalan menuju pintu dan membuka pintu kamar hotelnya.
Betapa kagetnya.....saat ia melihat istrinya dan Haris didepannya.
“Kyra.....kenapa kamu bisa datang kesini?”
Kyra hanya terdiam kaget melihat Aditya ada didepannya.
Tiba – tiba Aura keluar dari kamar mandi dengan baju mandi yang menempel ditubuhnya membuat Kyra semakin kaget, ia menutup mulutnya dengan ekspresi terkejut karena tidak menyangka kalau mereka benar selingkuh. Begitupun Aditya dan Haris ketika melihat Aura yang keluar dari kamar mandi, mereka terkejut tapi bedanya Haris hanya pura – pura kaget sedangkan Aditya kaget karena tidak menyangka kalau orang yang ada didalam kamar mandi bukan Bagas melainkan Aura.
“Kenapa kamu yang keluar dari sini?” Tanya Aditya sambil mengerutkan keningnya.
Dengan sigap....Haris mendorong Aditya masuk ke dalam, Kyra ikut masuk dengan perasaannya yang hancur.
Ketika ia masuk, ia melihat bercak merah dikasur, ia tambah hancur saat itu.
Ia mulai menangis tanpa mengeluarkan suaranya sambil memegang dadanya yang sesak.
Tubuhnya seketika gemetar karena apa yang dilihatnya, Aditya langsung mendatangi istrinya saat melihat istrinya itu mulai menangis.
“Sayang....ini salah paham. Ini bukan seperti yang kamu bayangkan.” Ucapnya dengan wajah panik sambil memegang kedua pundak istrinya.
Plak....Kyra langsung menampar wajah suaminya dengan keras.
“Apa dia Bagas yang kamu temui?” Tanya Kyra dengan wajahnya yang terus meneteskan air mata.
“Bagas benar – benar mengirimkan pesan padaku sayang.”
“Cukup...”Teriaknya. “Jangan memanggilku sayang, aku jijik mendengarnya.” Ucapnya dengan marah.
Ia kemudian memegang dadanya yang sesak sambil berusaha mengatur nafasnya.
“Kyra....jangan marah. Kamu sedang hamil sekarang, kamu tenangkan dirimu dulu, aku akan menjelaskannya baik – baik.” Ucapnya sambil memegang kedua pundak istrinya.
“Tidak ada yang perlu dijelaskan, aku sudah melihatnya dengan jelas. Kamu dan Aura berselingkuh dibelakangku. Kamu bahkan tidur dengannya.”
“Tidak Kyra....dengarkan dul...
“Diam.....” Teriaknya tanpa mengijinkan Aditya bicara. “Aku belum selesai bicara padamu. Jadi diam dan dengarkan aku”
Aditya diam ketika mendengar istrinya berteriak....ia tidak ingin membuat Kyra semakin emosi yang akan berakibat pada janinnya.
Kyra kembali bicara pada suaminya.
“Ternyata kamu bertahan denganku karena aku hamil....benar kan. Kamu baik padaku, pura – pura mencintaiku hanya karena menginginkan anakmu saja. Setelah kamu mendapatkannya, kamu akan membuangku. Tidak...Dit, aku tidak akan membiarkanmu mengambil anakku. Tidak akan.....” Ucapnya dengan air mata bercucuran diwajahnya.
“Siapa yang mengatakan itu padamu..hah. Siapa sayang....aku tidak pernah berpikiran untuk menceraikanmu, sedikitpun tidak pernah.”
Aura memberikan kode pada Haris untuk menghentikan pertanyaan Aditya. Dengan sigap, Haris mendatangi Aditya dan langsung memegang kerah baju Aditya.
“Jadi kalian berdua.....berselingkuh dibelakangku yah.” Ucap Haris dengan wajahnya yang pura – pura marah.
Aditya kesal karena Haris datang mengganggunya, ia langsung meninju wajah Haris.
Bruk....Haris terjatuh setelah menerima pukulan Aditya.
“Brengsek....” Ucap Aditya dengan marah.
Kyra yang melihat suaminya memukul Haris langsung meninggalkan kamar hotel karena sudah tidak tahan berada disitu.
Ia berjalan keluar dengan perasaan hancur, ia berusaha menahan suara tangisannya tapi ia tidak bisa menahan air matanya yang terus jatuh tanpa henti.
***
Aditya yang melihat istrinya sudah tidak ada langsung berjalan keluar untuk mengejarnya, tiba – tiba Aura menarik tangannya. Aditya merasa kesal dan langsung mencengkram leher Aura.
“Aku belum bertanya padamu tadi....kenapa kamu bisa ada disini. Apa ini semua rencanamu?” Tanya Aditya dengan matanya yang melotot.
“Tidak Dit....bu..kan. Uhuk..uhuk, aku.” Ucapnya yang berusaha melepaskan tangan Aditya dari lehernya.
Haris mendorong Aditya yang tengah mencengkram leher Aura.
“Uhuk....uhuk....uhuk...” sambil memegang lehernya yang sakit.
“Kalian berdua jangan pura – pura didepanku.” Teriak Haris.
“Dit....kita berdua sudah dijebak oleh Bagas, pantas saja aku selalu melihatnya mendekati istrimu ternyata dia ingin merebutnya darimu.” Ucapnya dengan pelan.
“Tidak mungkin....aku tidak percaya. Bagas tidak akan pernah menghianatiku.”
“Aku akan menunjukkan buktinya padamu.” Ucapnya sambil mengeluarkan HP-nya dan menunjukkan pesan dari nomor Bagas.
Sontak saja membuat Aditya kaget, bagaimana bisa Bagas berbuat seperti itu padanya. Tanpa mengatakan apa – apa, Aditya langsung keluar dari kamar hotel.
***
Di Ruang tunggu hotel, Bagas sedang duduk menunggu Kyra karena ia tidak tahu kemana Kyra pergi.
Ia melihat Kyra berjalan melewatinya. Ia kemudian memanggil wanita yang dianggapnya sebagai adik itu.
“Kyra...” panggilnya .
Kyra tidak mendengar panggilan Bagas dan hanya berjalan keluar hotel. Bagas langsung mengikuti Kyra keluar hotel.
“Kyra...” Panggilnya saat berada diluar.
Kyra berbalik kearahnya. Betapa kagetnya ia ketika melihat Kyra menangis.
“Ada apa?” Tanya Bagas dengan khawatir.
Ketika melihat Bagas, Kyra langsung mengeluarkan suaranya yang tertahan.
“Kak Bagas.....hiks....hiks....hiks...”
Karena kasihan, Bagas dengan sigap memeluk Kyra dengan wajahnya yang terlihat khawatir. Kyra menerima pelukan Bagas karena tidak bisa menahan tubuhnya yang mulai lemah.
“Ada apa Kyra?”
“Aditya dan Aura berada dalam satu kamar kak.....mereka berdua habis tidur, aku benar – benar tidak bisa membayangkannya.” Ucapnya dengan tubuh gemetar dan tangisan yang ada diwajahnya.
Bagas merasakan tubuh Kyra yang gemetar. Ia sangat kasihan melihat Kyra seperti itu.
“Kamu pasti salah paham....Aditya tidak seperti itu.”
Kyra hanya menangis dipelukan Bagas.
Terlihat Aditya keluar hotel dan melihat Bagas sedang berpelukan dengan istrinya. Dengan sigap, ia berlari kearah mereka dan menarik tangan istrinya. Saat itu, ia langsung memukul Bagas dengan keras.
Bruk....Bagas terjatuh karena pukulan keras Aditya. Kyra sangat terkejut melihat Bagas dipukuli.
“Brengsek....beraninya menyentuh istriku.”
“Aditya....apa – apaan kamu?” Teriak Kyra.
Aditya tidak menghiraukan ucapan istrinya dan hanya menatap Bagas dengan marah.
“Jadi....semua ini adalah perbuatanmu. Kamu yang merencanakan semua ini, aku tidak menyangka kamu menjebakku didepan Kyra. Apa arti pertemanan kita selama bertahun – tahun?”
Bagas berdiri sambil mengusap ujung bibirnya yang berdarah akibat pukulan Aditya.
“Kamu menuduhku menjebakmu. Apa kamu lebih mempercayai orang daripada temanmu sendiri?”
“Tadinya...aku mempercayaimu tapi aku punya bukti kalau kamu yang menyuruhku dan Aura datang ke hotel. Aku tidak menyangka kamu berbuat seperti itu padaku. Diantara kita berempat, kamu yang paling mengerti diriku, tapi apa ini. Kamu menjebakku dengan Aura supaya kamu bisa merebut istriku.”
Plak....Kyra langsung menampar suaminya.
“Hentikan sandiwaramu itu. Kamu sungguh hina Dit, kamu menyalahkan semua perbuatanmu pada Kak Bagas. Aku muak melihat sandiwaramu itu.”
Aditya tertawa keras. “Kak Bagas.....aku baru sadar kalau kamu memanggilnya dengan mesra. Aku sungguh bodoh sampai tertipu.” Ucapnya.
“Cukup.....” Teriaknya. “Sekarang juga aku meminta cerai padamu.”
“Apa....?” balasnya dengan wajahnya yang terkejutnya. Aditya kembali tertawa.
“Jadi ini alasannya....kamu begitu marah padaku dengan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan. Kamu meminta cerai padaku, apa itu semua karena kamu ingin bersama Bagas atau kamu ingin bersama Ivan mantan pacarmu itu.”
Kyra menghela nafasnya untuk berusaha tenang. Ia kembali berbicara pada Aditya.
“Aku lelah bertengkar denganmu, Dit. Aku sudah mengatakannya tadi kalau aku akan bercerai denganmu, aku tidak peduli apapun yang kamu tuduhkan. Aku lebih percaya dengan apa yang aku lihat tadi.” Ucapnya yang berusaha menahan tubuhnya yang sudah mulai lemah.
Aditya memegang kedua pundak istrinya dan menatap istrinya dengan wajahnya yang marah.
“Tidak bisa.....aku tidak akan pernah membiarkanmu menceraikanku. Tidak akan pernah, bahkan jika perlu, aku akan mematahkan kedua kakimu itu kalau kamu berani meminta cerai dariku.” Ucap Aditya dengan wajahnya yang marah.
Ia tidak sadar dengan ucapan kasar yang dikatakan pada istrinya.
Sedangkan Kyra hanya menangis ketika Aditya mengatakan itu padanya.
“Dit....apa kamu gila. Sudah mengatakan itu pada istrimu sendiri?” sahut Bagas.
“Diam kau.....kau tidak berhak ikut campur rumah tanggaku. Itu urusanku, apapun yang aku lakukan padanya itu hakku karena dia adalah istriku. Orang luar sepertimu tidak pantas untuk bicara padaku.” Ucapnya dengan marah.
Kyra terlihat pucat....penglihatannya sudah mulai kabur, ia tidak bisa lagi menahan tubuhnya yang lemah, akhirnya ia pingsan.
Aditya yang masih memegang kedua pundak istrinya langsung kaget ketika tubuh Kyra jatuh didepannya. Dengan sigap, ia menahannya dengan tubuhnya. Begitupun dengan Bagas, ia sangat kaget melihat Kyra pingsan.
“Kyra....sayang....ada apa denganmu?” Teriak Aditya yang panik.
Bagas mendekati Kyra dengan wajahnya yang khawatir dan ingin memegang lengannya.
“Jangan sentuh istriku....pergi kau.” Teriaknya dengan marah.
Bagas hanya menghela nafasnya sambil memejamkan matanya. Sedangkan Aditya langsung menggendong tubuh istrinya dan berjalan cepat menuju parkiran mobil meninggalkan Bagas yang masih berdiri saat itu.
Bersambung.
Jangan lupa Like yah