
Xio terus berusaha mencari jalan keluar dari permasalahan ini. "Kalau mengandalkan Bella, dia sudah kelelahan, sihir dan pedang tidak bisa. Drakon ... Ah, ekosistem alam!"
Xio langsung memanggil Griffinnya yang sedang berada di Kerajaan Zarqo dengan menyiulkannya. Griffin tersebut terbang kearah Hutan Terlarang dan meninggalkan kandangnya pada saat itu. Xio terus berharap jika Griffinnya sampai pada waktu yang tepat.
Bella yang bersembunyi diatas pohon yang diselimuti dedaunan melihat Kapten Sarah yang begitu panik dan ia langsung melihat Drakon tersebut sedang sibuk mencari mereka dengan diam-diam tanpa merobohkan pohon lagi. "Ternyata Drakon itu tidak pantang menyerah," gumam Bella.
Drakon itu merayap dan mencari satu persatu keberadaan mereka dan Bella melihat Drakon itu mendekati kearah Xio. Kapten Sarah tidak mengetahui jika Xio dalam bahaya, ia terus memberikan pertolongan pertama untuk Jack dan Elle.
Bella juga tidak mampu mengeluarkan kekuatannya karena sudah lelah. Xio terussaja diam dan tidak bergerak supaya tidak diketahui, tetapi sayangnya ia ketahuan. Drakon tersebut menyerang Xio dengan mulutnya, Xio langsung mengeluarkan sihirnya walaupun ia tahu kalau cara ini tidak berhasil.
Tiba-tiba Griffinnya datang dan mencengkram kuat tubuh Drakon tersebut, tetapi Drakon itu berusaha melilit tubuh Griffin itu. Kapten Sarah yang mengetahui Xio sedang dalam bahaya karena berdekatan dengan pertempuran antara Griffin dan Drakon, langsung mengehentikan waktu lagi kemudian berlari.
"Aku terlalu lemah, hanya bisa berlari dan menghentikan waktu, maafkan aku karena tidak bisa melindungi kalian semuanya," batin Kapten Sarah.
Kapten Sarah terlihat kelelahan dan ia tidak sengaja tersandung kemudian terjatuh. Kekuatan menghentikan waktunya menjadi hilang dan posisi Kapten Sarah sangatlah lebih dekat dengan pertempuran itu. Bella yang sadar bahwa kapten dan temannya dalam bahaya, ia langsung mengeluarkan sisa kekuatannya.
Ia memunculkan akar pohon yang kuat dan kokoh untuk melindungi mereka dari pertarungan dua makhluk raksasa itu. Sesudah meluarkan kekuatannya, Bella tidak sanggup lagi terbang dan ia langsung terjatuh dari atas pohon. Kapten Sarah menangis karena ia tahu kalau ini adalah kekuatan terakhir si Bella.
"Bella!"
Kapten Sarah mendengar suara lolongan serigala dari luar sana. Xio berkata, "Tidak mungkin kalau itu adalah Blue."
Blue datang dan ia menangkap Bella dengan bola biru sihir miliknya dan ia juga merubah badannya menjadi ukuran raksasa kemudian melolong lebih kuat. Griffin dan Drakon hanya dan menunduk kepada Blue dan Drakon tersebut pergi.
Griffin itu masih berada di tempatnya dan tiba-tiba akar yang melindungi Kapten Sarah dan Xio pun menghilang. Xio dan Kapten Sarah melihat Blue dengan ukuran yang begitu besar dan mereka menunduk dihadapan Blue. Blue berkata, "Pergilah, aku tidak ingin hutan ini menjadi kacau karena kehadiran kalian dan jangan menunduk dihadapanku."
Kemudian, Kapten Sarah dan Xio berdiri tegap dan dengan lantangnya Kapten Sarah berbicara, "Kami sengaja datang kesini untuk menawarkan nyawa kami demi keselamatan Kerajaan Zarqo!"
"Aku sudah tahu dan aku tidak ingin membantu kalian," jawab Blue.
"Kenapa? Kenapa kau tidak ingin membantu kami?" tanya Kapten Sarah. "Kau tidak melihat teman-temanku terluka karena ini? Mereka bahkan lebih dekat daripada teman, mereka adalah keluargaku."
"Kekuatan itu hanya untuk orang-orang terpilih saja. Sekejam apapun prosesnya, kekuatan itu akan terus bersama dengan orang-orang yang memiliki hati yang baik, seperti kau, Kapten Sarah."
"Tapi, bagaimana dengan ramalan masa depan itu?" tanya Xio yang penasaran.
"Dia terpaksa karena Raja Azka," jawab Blue.
"Walaupun kelak dia terpaksa melakukannya, tetapi kami tidak ingin lagi peperangan dan kami ingin damai. Tolong bantu kami, demi melindungi Kerajaan Zarqo," jawab Kapten Sarah.
"Kalian bukan manusia suci penjaga pohon, jika kalian ingin memenuhi pilihan kalian, kalian harus menyetujui persyaratannya," jawab Blue.
"Apapun itu, kami siap," tegas Kapten Sarah.
Xio berkata, "Bagaimana seseorang itu berada di kerajaan lain?"
"Itu risikonya," jawab Blue.
"Kita memang tidak butuh pohon karena pohon sendiri membutuhkanmu untuk membuat kekuatan baru, kau adalah tokoh utamanya dari semua ini, benarkan" ujar Kapten Sarah yang membaca situasi.
"Kau sangat pintar. Tenang saja, kalian semua akan tetap hidup, tetapi di Auresta kalian akan menjadi manusia biasa dengan wajah yang tidak sama persis dengan wajah asli kalian dan kehidupan utama kalian ada di dunia yang bernama Aslaka, kalian disana bisa menggunakan kekuatan dan wajah akan kembali normal," jelas Blue.
"Tugas kalian di Auresta hanyalah mengawasi seseorang itu yang menggunakan kekuatan kalian dan tidak boleh tinggal di Auresta, jika melanggar maka seseorang itu akan mati," sambung Blue. "Kalian akan tetap menjadi makhluk abadi dan tidak pernah tua, wajah kalian akan dikenali oleh seseorang itu walaupun kalian berada di Auresta. Seseorang itu akan kehilangan kekuatannya ketika berada di dunia Aslaka, jika kalian mengajaknya."
"Aku harap kalian tidak ikut campur dengan urusan seseorang itu karena tugas kaliah hanyalah mengawasinya," ucap Blue yang menjelaskan sangat panjang kepada Kapten Sarah dan Xio.
"Kami mengerti dan apapun perjanjiannya, kami akan menaatinya," jawab Xio.
Kapten Sarah menatap Xio kemudian ia berkata, "Aku sebagai Kapten Zarqo, bersedia menerima semua risikonya demi Kerajaan Zarqo serta Auresta."
"Baiklah," jawab Blue yang kemudian mengeluarkan aura birunya yang kuat sehingga menimbulkan cahaya yang sangat terang benderang.
_______________________________________
"Selesai, nah .... setelah itu, Putri Blue lahir dan kami langsung mengawasimu," jawab Xio.
"Jadi, selama ini kalian tidak bisa kembali ke keluarga kalian?" tanya Putri Blue.
"Itu adalah risiko kami, melihat Putri Blue tumbuh dewasa saja, kami sangat senang, aku teringat ketika Putri Blue bisa berjalan, aku bahagia banget," ucap Bella.
"Kalau aku mah lebih suka melihat Putri Blue dengan pangeran Alex, eh .... sekarang dia sudah jadi raja," ujar Elle.
Sebentar, kalian jangan-jangan melihat aku sedang .... ah .... kalian tidak melihatnya, kan?" tanya Putri Blue yang mukanya mulai memerah.
"Nah .... itu adalah bagian favoritku," jawab Jack yang sangat tidak terduga.
Bella, Elle, Xio dan Kapten Sarah menatap Jack dengan tajam sedangkan Putri Blue menutupi mukanya dengan selimut. "Tuh kan!! Kalian melihat aku pas ciuman!!"
"Hmm .... kami tidak lihat kok kalau begian privasi, kami sadar diri," ucap Kapten Sarah yang menengkan Putri Blue.
"Jadi, gimana kelanjutan hubungan dengan Alex?" tanya Jack yang semakin menjadi-jadi.
"Aku tidak tahu, mungkin aku akan seperti kalian, melihat dari kejauhan dan mengawasinya saja walaupun aku sebenarnya ingin dekat dengannya," jawab Putri Blue. "Aku sadar, kalau aku itu sangat tidak cocok dengan dia, lagipula Alonia sangat menyukainya dan ia pantas untuk dekat dengan Alex."