AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE

AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE
THE SOUTHERN WAR



Kapten Jeffry yang bersama Raja Juftin berkata, "Sepertinya kita akan berperang."


"Bagaimana kau tahu?" tanya Raja Juftin.


"Aku telah melihat rencana Mark dari gadis itu yang dipenjara bawah tanah. Sayangnya aku tidak bisa melihat strategi perang dari mereka," jelas Kapten Jeffry.


Raja Juftin tertawa kecil dan berkata, "Aku yakin, strategi perangmu sungguh hebat, katakanlah kepada kami."


"Aku adalah Kapten Jeffry memerintahkan kalian semuanya untuk bersemangat untuk merebut wilayah selatan! Aku ingin Pajurit Minotaur, Prajurit Troll, dan Prajurit Ogre sebagai tank. Prajurit Golbin dan Prajurit Manusia akan menjadi penyerang. Lalu terakhir, Prajurit Para Peri dan Prajurit Penyihir akan berada di baris belakang untuk melindungi kami semuanya!"


"Siap, laksanakan!" sorak semua para prajurit.


___________________________________________


Mark keluar dari portal tersebut dan sengaja melukai dirinya sendiri dengan tongkat sihirnya. Ia membuka jubahnya dan membuat luka sobek dilengannya dengan menahan rasa sakitnya sampai ia ke istana lalu menyampaikan berita disana.


Sesampai di istana, ia bertemu dengan prajurit dan menyampaikan jika ia diserang ketika berada di perbatasan selatan. Iajuga bercerita kalau ia bertemu dengan prajurit Penyihir hitam yang melanggar batas wilayah. Dengan cepat, prajurit tersebut lari ke dalam istana untuk menyampaikan kabar tersebut.


Prajurit tersebut menemui Kapten Jeffry bersama Raja Juftin yang berada di depan pasukan perang. Prajurit tersebut hormat kepada mereka dan berkata, "Lapor, ada warga yang diserang ketika berada di perbatasan selatan dan ada prajurit dari Penyihir hitam yang melanggar batas wilayah juga. Lalu warga tersebut kesini dengan luka yang parah di lengannya."


"Sudahku duga kalau mereka akan tetap berperang," ucap Kapten Jeffry yang langsung berlari menemui korban, tetapi ketika ia disana, Kapten Jeffry tidak menemui siapa pun.


Ia bertanya kepada prajurit lain yang berjaga di istana. "Dimana korban yang terluka itu?"


"Dia sudah pergi lewat portal sihir dan bilang ingin ke tabib," jawab prajurit tersebut.


"Jadi, dia belum ke tabib dan langsung melaporkan kejadian ini? Akan aku balaskan luka dia ke prajurit Penyihir Hitam," ujar Kapten Jeffry.


Mark berada di bar dan terkapar bersimbahan darah yang ditutupi oleh tangannya sendiri. Para pelayan dan bartender tersebut dengan siap siaga langsung menghadirkan tabib ketika Mark datang ke bar. Mark diobati oleh tabib yang sama dengan tabib yang menyembuhkan kaki Putri Blue dan menyembuhkan Kapten Jeffry.


Setelah diobati, tabib tersebut diantarkan pulang melalui portal dan Mark berbicara di dengan bartender tersebut, "Kau sudah menyiapkannya semua kebutuhan perang kita?"


"Sudah, sesuai dengan rencana." jawab bartender itu dengan tatapan serius.


"Bagus, kalau begitu aksi pemberontakkan akan kita jalani."


____________________________________


DI WILAYAH SELATAN KERAJAAN ZARQO.


Kapten Jeffry yang menunggangi Griffin bersama rombongannya telah hadir keluar dari portal sihir raksasa yang terhubung langsung dari Istana Kerajaan Zarqo. Suasana pun sempat tegang karena Raja Carles yang menunggangi kuda putih sama seperti Raja Carles itu mulai berkata perjanjian perang.


"Lama tidak jumpa, Raja Juftin. Bersiaplah akan kalah karena aku akan berencana menguasai Kerajaan Zarqo sepenuhnya."


"Jangan sombong terlebih dahulu karena itu tidak akan terjadi!" ucap Kapten Jeffry dengan lantangnya ia bersuara.


Lalu dengan tiba-tiba dari belakang pasukan Kapten Jeffry kehadiran tamu yang tidak diundang. Mark datang dari belakang dan membawa pasukannya dengan penyihir hitam. Lalu dari samping kanan dari pasukan Kapten Jeffry juga ada Olivia yang memimpin pasukan sihirnya dan terakhir dari samping kirinya juga ada seseorang gadis yang membuat Kapten Jeffry terkejut.


"Olla!" ujar Kapten Jeffry yang melihat wajah Olla dengan jelas sekali.


"Apa-apaan ini! Kau menjebak kami?!" kata Raja Juftin yang melihat Raja Carles dengan emosi dan menggenggam kuat pegangan tali kuda tersebut.


"Kami tidak menjebak, tetapi inilah stategi perang dari mantan prajuritmu, Raja Juftn. Hahahaha," jawab Raja Carles yang tertawa karena melihat pupil Raja Juftin yang sudah bergetar.


Kapten Jeffry tidak menyangka bakalan seperti ini pada akhirnya karena menyadari kalau ia kalah jumlah dan ia menutup matanya lalu teringat wajah Putri Blue yang tersenyum dipikirannya.


"Aku akan menyelamatkanmu, tidak peduli jumlah ataupun strategi perang lawan akan aku taruhkan nyawaku demimu, tetaplah tersenyum dan jangan bersedih," batin Kapten Jeffry.


Ia membuka matanya perlahan dan pasukan Raja Carles mulai menyerang dan para tank dari pasukan Kerajaan Zarqo melawannya. Si Mark dan Olivia juga ikut maju menyerang dan Olla juga tidak ambil diam. Olla membawa pasukan pemanah dari Penyihir Hitam.


Pasukan dari Kerajaan Zarqo terus melawan dan membunuh prajurit Penyihi Hitam. Kapten Jeffry dengan semangatnya membunuh lawan yang ada disekitarnya dan dibantu dengan Griffinnya yang ganas. Olla menghujani pasukan Kerajaan Zarqo dengan anak panah.


Untung saja, pasukan Penyihir dari Kerajaan Zarqo melindungi mereka dari serangan anak panah dengan cara membuat sihir pelindung diatas mereka, tetapi Mark tidak pernah membiarkan Kerajaan Zarqo menang. Mark meminyuruh para pasukannya untuk menyerang Penyihir dari Kerajaan Zarqo tersebut.


Para Penyihir Hitam itu langsung menyerang Penyihir Kerajaan Blue dan Para Peri dari Kerajaan Zarqo menyadari jika Penyihir mereka kalah kuat dan sihir pelindung mulai goyah. Mereka semua saling bekerja sama untuk mempertahankan sihir pelindung.


Olivia tersenyum puas dan menyuruh pasukkannya tetap melawan tanpa henti hingga menimbulkan pertumpahan darah yang hebat. Olla tidak putus asa, ia memerintahkan pasukannya untuk berhenti memanah dan berganti untuk sihir karena ingin menghancurkan sihir pelindung.


Dan pada akhirnya, sihir pelindung itu pecah seperti kaca dan membuat anak panah yang tertancap tajam di sihir pelindung pun meluncur dengan bebas yang membunuh banyak pasukan dari Kerajaan Zarqo. Kapten Jeffry terkejut karena banyak yang tewas dalam peperangan ini.


Kapten Jeffry melihat sekelilingnya dan merasa berdosa kepada pasukannya yang tewas karena peperangan ini. Dadanya sangat sakit ketika melihat tatapan Raja Carles yang tersenyum bahagia, matanya sudah berkaca-kaca dan bertekad bulat membunuhnya.


Tiba-tiba saja Griffin milik Kapten Jeffry terkena sihir dan anak panah yang membuat Kapten Jeffru susah mengendalikan hewan kesayangannya itu. Ia pun terjatuh dari tunggangannya karena Griffin tersebut bergerak tak menentuh arah dan tumbang.


Lalu dengan tiba-tiba ada Olivia yang menyerangnya dengan menggunakan pedang ke arahnya. Kapten Jeffry dengan cepat bangun dan melawan Olivia. Olivia sangat lihai bermain pedang dan ia berkali-kali berhasil menghindar dari sengan Kapten Jeffry.


"Kau akan mati hari ini, Kapten Jeffry!"