AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE

AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE
HELP



BACK TO SCENE


Setelah melemparkan Pangeran Alex, Putri Blue langsung berbicara lantang dengan Montaur itu. "Beraninya kau menyelakai dia!"


Pangeran Alex berusaha berdiri walaupun ia harus menahan rasa sakit yang sangat luar biasa. Ia melihat si Montaur itu bertambah marah kepada Putri Blue. Tetapi Putri Blue berusaha melawan sisi ketakutannya untuk menghadapi Montaur. Terlihat jelas kalau tangan Putri Blue bergetar dan berusaha mengepal kedua tangannya.


"Kau masih ingat aku? Kita pernah berjumpa ketika pagi hari sekali. Dan kau tahu siapa dia?"


Ocehan Putri Blue yang tidak ada manfaatnya itu membuat Montaur tertarik mendekatinya sontak saja si Putri Blue melangkahkan kakinya mundur sembari membisikan Pegasus itu pergi. Akan tetapi, Pegasus itu tidak pergi melainkan tetap di belakang tubuh Putri Blue.


"Aku tidak peduli tentang itu," jawab Montaur yang terus berjalan ke depan.


"Dia adalah Pangeran Alex, sekarang kau dalam masalah besar!" tegas Putri Blue yang melirik kanan dan kirinya dan berharap ada Peri yang datang.


"Jangan pernah membuat lelucon denganku."


Di mata Pangeran Alex, si Montaur itu benar-benar seperti banteng yang sedang marah dan Putri Blue telah memperkeruh masalah seakan Putri Blue telah mengibarkan bendera mereh dihadapan banteng yang kuat.


Pangeran Alex yang tahu Putri Blue dalam bahaya berusaha terus berdiri walaupun pada akhirnya ia terjatuh lagi. Ketika Putri Blue terus mundur ke belakang, ia tidak melihat ada lubang di tanah tersebut sehingga ia terjatuh dan kak kirinya terperosok masuk ke dalam lobang yang memakannya sampai betisnya. Lentera yang ia pegang selama ini terjatuh dan lepas dari pegangan tangannya.


Ketika Putri Blue berusaha mengeluarkan kakinya, tetapi apalah daya jika Montaur telah mengangkat kapak besi nan tajamnya dan bersiap-siap untuk meggunakan kapak tersebut dan tiba-tiba saja si Pegasus itu meloncat tinggi di atas kepala Putri Blue lalu Putri Blue langsung membaca mantra Peri Dyart yang ia pelajari bersama Suci.


"Tidak akan kubiarkan dia mencelakai Pegasus," batin Putri Blue.


"Visimelono puu!"


Langsung saja, kedua tangan Putri Blue yang berada si atas tanah itu bisa menumbuhkan tanaman rambat yang pergi ke arah Montaur tersebut. Lalu taman itu menjalar ke seluruh tubuh si montaur tersebut dan secara bersamaan si Pegasus menendang tubuh Montaur itu dengan dua kaki Pegasus yang berada di depan.


Pegasus itu berdiri lalu menendang dengan sangat kuat sekli sehingga membuat Montaur itu terdorong ke belakang dan kapaknya lepas di genggaman lalu si Montaur jatuh ke tanah. Putri Blue memanfaatkan situasi ini untuk melepaskan kakinya dari lubang.


Lalu ia berhasil dan sang putri melihat si Montaur itu mengambil kapaknya kembali lalu berlari ke arah Pegasus yang berada di depan matanya. Si Pegasus juga berlari ke arah Montaur dengan begitu secara si Pegasus itu kembali berdiri dengan kedua kakinya lalu si Montaur menghindari serangan Pegasus.


Ia mengayunkan kapaknya pada saat Pegasus itu tidak lagi berdiri dan kapaknya menancap samping kiri kaki depan si Pegasus kemudian si Montaur itu dengan sengaja merobek kulitnya hinga lukanya cukup panjang. Putri Blue hanya bisa melihat itu, ia sedih ketika Pegasus itu terjatuh dan mengeluarkan banyak darah akbat dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa.


Dan si Montaur itu berlari ke arah dirinya lalu Putri Blue menitihkan air matanya dan membalikkan badannya. Secara tiba-tiba ia berada dipelukan oleh Pangeran Alex yang sudah ada dibelakangnya. Putri Blue tertegun ketika dipeluk.


"Beraninya kau ingin menyentuh dia!"


Putri Blue langsung melihat ke arah Pangeran Alex karena ucapan sang pangeran mengikuti dirinya. Pangeran Alex memunculkan tongkatnya dan melanjutkan perkataannya dengan lantang lagi. "Dia miliku!"


Dengan cepat si pangeran mengarahkan tongkatnya ke arah Montaur yang mengamuk itu dan membaca mantra sihir. "Gulfura!"


Lalu sihir itu keluar dari tongkatnya dan Montaur itu kembali melindungi diri dari sihir lalu mementalkan sihir itu ke arah langit. Montaur itu tertawa karena sihir Pangeran Alex tidak mengenai dirinya dan ia mengatakan kalau ia akan membunuh dua manusia yang dihadapannya.


Pangeran Alex tersenyum miring dan berkata, "Cobalah, akan kubuat kau menyesal atas keputusanmu."


Tiba-tiba langit yang awal mulanya matahari terbit dengan cerah kembali menggelap karena gumpalan awan hitam menyelimuti matahari. Suara gemuruh keras membuat suasana semakin rumit apalagi beberapa kali ada petir yang menyambar pepohonan.


Pangeran Alex membelai rambut Putri Blue dan menatap kembali sang Putri Blue dengan senyuman. "Jangan menangis karena kau tidak bersalah dalam situasi ini."


Putri Blue hanya terdiam lalu memalingkan wajahnya. Tangan Putri Blue tadinya ingin memeluk kembali pangeran, tetapi ia memutuskan untuk tidak jadi memeluknya.


______________________________________


Olivia dan para rombongan peri terhenti sebentar ketika tiba-tiba petir yang menyambar serta suasana hutan pun menjadi gelap. Olivia melihat ke arah langit hutan yang mendung akibat sihir, tampak jelas aura sihir putih berada dilangit.


"Jangan-jangan Blue yang melakukan semua ini," batin Olivia yang menduga-duga.


Si Suci tidak patah semangat dan terbang ke arah tengah hutan lalu di kejar oleh Olivia bersama yang lain. Sampai pada akhirnya mereka berhasil menemui seorang pemuda yang memeluk gadis di tengah hutan dan Montaur yang melepaskan kapknya lalu terduduk di atas tanah. Mereka juga melihat Pegasus yang terluka.


"Blue!" teriak Suci.


Ada salah satu Peri yang berkata, "Montaur itu! Tangkap dia!"


Para peri sudah tahu jika keberadaan Montaur itu telah meresahi para Peri dan dengan mereka yang bekerja sama, mereka menyerang Montaur itu dari belakang. Sang Putri Blue yang mendengar teriakan si Suci langsung melihat ke arah depan dan membuat Pangeran Alex melepaskan tangannya yang menyentuh kepala Putri Blue.


"Suci," kata Putri Blue.


Suci memberi tahu ke Olivia kalau itu adalah Blue dan Olivia langsung berlari ke arah sang Putri lalu si Suci terbang dengan melesat cepat. Pada akhirnya, mereka berhasil menemui Blue dan betapa bahagianya sang putri di kala itu. Olivia melihat jika sang Pangeran Alex berada disini dan menghampirinya lalu bertanya, "Apakah kau yang membuat semua ini?"


"Tentu saja, aku ingin membantu dia mengulurkan waktu supaya kalian datang karena aku tidak berhak membunuh disini."


Pangeran Alex menormalkan kembali cuaca dan mengambil lentera yang terjatuh ke tanah. Ia mengira lentera itu milik Putri Blue dan bertanya, "Ini milik dia?"


"Bukan," jawab Olivia. "Sepertinya milik Peri kecil yang bersamanya."


"Tanaman apakah itu?" tanya Putri Blue kepada Suci karena ia baru pertama kali melihat tamanan seperti itu.


"Oh itu ... Jika kau menguasai sihir Peri Bangsa Dyart maka kau akan menciptakan bisa tanaman baru dari pemikiranmu."


Lalu sepasang ada Peri yang menghampiri Putri Blue dan Suci. Putri Blue melontarkan senyuman kepada mereka semua dan khawatir jika mereka bertanya tentang yang memanggil bantuan bukanlah berwujud Peri melainkan Manusia.


"Terima kasih atas bantuannya karena Anda telah melindungi Pegasus itu, si Pegasus itu bercerita kepadaku" ucap Peri perempuan yang memiliki rambut berwarna ungu kehitaman.


"Sama-sama," jawab Putri Blue yang tersenyum sembil menengok Pegasus itu telah dikerubungi oleh para Peri yang mengbatinya.


"Biarkan alam yang mengobati Pegasus itu," ucap Suci.


Lalu si Peri laki-laki itu bertanya, "Siapakah yang memanggil bantuan?"


Putri Blue dan Suci menjadi keget. Pertanyaan yang tidak ingin di dengar oleh Putri Blue menjadi nyata terucapkan. Putri Blue akhinya mengakui jika dialah yang memanggil. Para Peri terkejut dan Suci menjelaskan kepada mereka. "Gadis ini adalah jawaban dari ramalan raja itu dan siap untuk berperang."


"Apa maksudnya, Suci?" tanya Putri Blue yang melirik kearah Suci.


"Mereka tahu kekuatanmu dan telah menyembunyikan informasi tentang kekuatan itu. Kami yakin jika kau bisa menyelamatkan kami serta membebaskan Kerajaan Peri Naiad dari Kerajaan Penyihir Hitam," jelas Suci.


"Itu benar, walaupun kami terpisah dengan jarak, rumah, berbeda bangsa Peri dan berbeda kerajaan, tetapi hubungan antar Peri tidak boleh terlupakan," sahut Peri laki-laki itu dengan tegas.


"Aku harap kau bisa melawan juga Kerajaan Penyihir Putih yang semena-mena mengambil tumbuhan obat disini. Lalu mereka membeli dengan harga murah, tetapi ketika dijual kembali mereka memahalkan dagangannya. Ini tidak adil karena harganya yang tidak masuk akal," sahut Peei perempuan yang cantik.


"Bisa bahaya jika mereka tahu kalau ada Pangeran Alex disini," batin Putri Blue yang mengingat sang pangeran telah menyelamatkannya.


"Aku akan berusaha semampuku."


Putri Blue tidak meng-iyakan apalagi menolak terhadap perkataan mereka karena mereka sudah menunggu lama kehadiran pahlawan di tengah-tengah rakyat Kerajaan Zarqo. Tiba-tiba Pangeran Alex dan Olivia menghampiri Putri Blue ketika para Peri pergi dan membawa Montaur itu keluar hutan.


Yang tertinggal disana hanyalah mereka berempat lalu si Suci melihat pemuda yang gagah dan tinggi itu dengan tatapan yang terpana atas kegantengan mukanya. Pemuda itu mengasihkan lenteranya ke Suci, si Suci sangat keberatan jadi, Pangeran Alex mengubahnya menjadi kecil supaya ringan dibawa oleh Suci.


Si Suci sangat berterima kasih lalu menanyakan nama si pemuda itu dan Pangeran Alex yang ingin menjawabnya langsung ditutupi mulutnya oleh tangan Putri Blue. Pangeran Alex langsung memerah kedua pipinya sedangkan Putri Blue berkata, "Dia itu Chevy,"


"Chevy?" gumam Pangeran Alex yang langsung melepas paksa tangan Putri Blue.


Putri Blue menatapnya dengan memberi kode kalau jangan mengatakan sebenarnya. Pangeran Alex yang membaca pikiran Putri Blue langsung membenarkan perkataan Putri Blue dan berkata, "Ah ... aku Chevy karena namaku panjang jadi, agak susah cari nama panggilannya."


Olivia menahan senyumannya atas tingkah konyol Putri Blue dengan Pangeran Alex yang terlihat sangat cocok dan serasih. Kemudian sang Pangeran Alex melontarkan perkataan yang membuat mereka terbengong ketika mendengarkannya.


"Aku adalah pacar dari Blue, salam kenal. Namamu pasti Suci"


Suci yang awalnya terbengong menjadi menganggukan kepalanya kemudian tersadar lalu mengucapkan selamat kepada Albert dan juga Blue. Blue langsung berbalik ke arah Pangeran Alex dan menatapnya dengan perasaan bingung yang tertutupi dengan senyuman.


"Sepertinya kau salah paham," kata Putri Blue.


"Mungkin kau ini lupa kalau kau sudah menerimaku."


"Kapan?" Tanya Putri Blue yang berusaha memikirkan ulang kembali sampai pada akhirnya langsung tergiang-ngiang di dalam kepalanya perkataan Pangeran Alex yang 'DIA MILIKU'.


Putri Blue langsung kaget dan menyesal karena tidak membantahnya secara langsung dan menyuruh Olivia serta Blue pergi meninggalkan Pangeran Alex. Olivia tidak kuasa menahan tertawanya karena Putri Blue mengambek dan berjalan di depan mereka semua.


"Hei sayang! Apakah kau ingin jadi pemandu wisata kami?"


"Berhenti berbicara!" jawab Putri Blue, "Suci! Cepatlah terbang ke sini!"


"Jangan menyuruh Suci, sayang," ejek Pangeran Alex. "Kau itu yang berjalan secepat kilat."


Putri Blue membalikan badannya lalu menatap sinis ke Pangeran Alex dan merengek ke Olivia serta Suci karena ia merasa di tinggal mereka. "Teganya kalian memilih berjalan bareng dengan dia daripada jalan denganku!"


Suci terbang menghampiri Putri Blue dan berkata, "Aku memilihmu. Jadi, tenang saja,"


"Kau memang sahabatku dan tidak seperti dia," sindir Putri Blue ke Olivia.


"Aku memilihmu, tetap untuk sekarang aku memilih dia," jawab Olivia.


Putri Blue berhenti dan melihat ke belakang lalu berteriak, "Olivia! Jaga jarak 1 meter dengannya!"


Olivia malah ingin memegang tangan Pangeran Alex dan membuat Putri Blue secepat kilat menarik tangan Pangeran Alex. "Jangan sentuh dia!"


Pada akhirnya mereka semua keluar hutan dengan selamat walaupun pada akhirnya pula si Putri Blue berjalan disamping sang pangeran.