
Putri Blue dengan segera melemparkan anak panahnya ke dalam arena peperangan dan sekaligus kode hujan anak panah kearah pasukan Penyihir Hitam. Para peri Dryad keluar dari tempat persembunyiannya dan bergitu juga Suci yang menunjukkan kekuatannya untuk menumbuhkan tanaman rambat yang melilit kaki para Penyihir Hitam.
Sebagian Golbin menyerang dengan tombak kayu dan sebagian lagi sebagai pemanah. Para Duyung menyerang menggunakan sebilah pedang tajam yang siap untuk menebas ke arah lawan. Steven dan pasukannya menggunakan kekuatan Duyung Samudra Hope.
Mereka membawa air laut dan mutiara hitam yang mereka simpan didalam botol lalu mereka mengendalikan air untuk menyerang Penyihir Hitam dan Nyonya Anna ikut menyerang dalam peperangan. Raja Carles sama sekali tidak mengetahui jika ada pasukan lain yang menyerang dirinya begtu juga Raja Alex yang tidak menyangka jika ia mendapatkan bantuan.
Zefron membantu menegakkan Raja Alex yang terjauh dan ia bertanya kepada Raja Alex. "Apakah ini rencanamu?"
"Tidak, aku tidak mengetahui mereka siapa," jawab Raja Alex yang kemudian ia melihat Putri Blue yang sedang berada di belakang Raja Carles sambil memegang pedang.
Putri Blue menyerang Raja Carles dari bekang, tetapi Raja Carles mengetahuinya dan segera membalikan badan kemudian ia menggunakan sihirnya untuk menghempaskan Putri Blue sehingga Putri Blue jatuh ke tanah dengan sangat keras.
"Jadi, ini perbuatanmu? Kau akan mati segera," ucap Raja Carles yang kemudian menyerang kembali Putri Blue dengan sihirnya, tetapi serangan itu gagal karena Putri Blue dilindungi oleh sihir dari Raja Alex.
Raja Alex menghentikan waktu yang kemudian ia menggunakan kekuatannya untuk melindungi Putri Blue. Raja Alex berdiri didepan Putri Blue yang sedang terbaring diatas tanah. Putri Blue langsung tertawa dan berkata, "Jangan menggunakan kekuatanmu, kau sekarang lemah."
Putri Blue segera berdiri yang dibantu oleh pedangnya, kemudian ia melemparkan pedangnya dan ia menggunakan sihirnya untuk menyerang kembali, tetapi sihir Putri Blue diserap oleh tongkat Raja Carles kemudian dipantulkan kembali kearah Putri Blue yang saat itu bersama dengan Raja Alex.
Raja Alex dan Putri Blue kompak membuat perisai pelindung, tetapi perisai pelindung itu tidak kuat untuk menahan serangan Putri Blue dikarenakan serangan itu terlalu kuat. Mereka berdua terseret hingga beberapa meter dan Putri Blue melihat Raja Alex yang sudah tidak berdaya.
Putri Blue tertatih-tatih menghampiri Raja Alex yang kemudian ia melepaskan topeng yang melindungi wajahnya. Raja Alex tidak sadarkan diri dan Putri Blue mencoba merasakan denyut nadinya yang berada di leher. Ternyata setelah diperiksa, denyut nadi Raja Alex melemah dan membuat perasaan Putri Blue menjadi sedih dan marah.
"Gara-gara seranganku, kau menjadi seperti ini. Maafkan aku," ucap Putri Blue yang matanya berkaca-kaca.
Suci melihat Putri Blue yang sedang bersedih sedangkan Raja Carles sudah siap menyerang kembali, langsung saja si Suci memerintahkan pasukan Peri Naiad lainnya untuk menyerang Raja Carles. Suci berserta pasukannya membuat beberapa pohon kayu yang sangan besar kemudian menghimpit Raja Carles dan membuat Raja Carles terjebak diatara pohon besar nan kokoh tersebut.
Tetapi berkat kekuatan sihir yang dimiliki oleh Raja Carles, ia bisa meledakan perangkap pohon tersebut dan melindungi dirinya dari ledakan. Kemudian ia menyerang Suci berserta Peri Dryard lainnya, tetapi Nyonna Anna melangkap para peri dengan sihirnya untuk menghindari serangan Raja Carles.
Zefron menghampiri Putri Blue yang sedang bersedih dan ia berkata, "Tolong selamatkan kami, hanya kau yang bisa, Putri Blue. Kau tenang saja, Yang Mulia akan segera sadar dan pulih dengan sendirinya karena ia memiliki kekuatan penyembuh."
"Baiklah," ucap Putri Blue yang berdiri dan menatap Raja Carles yang sedang menyerang Nyonya Anna dan para Peri Dryard berada dibelang Nyonya Anna.
Putri Blue mengeluarkan seluruh kekuatannya, sayapnya muncul dan ia terbang ke langit. Aura birunya kembali terlihat dengan jelas dan warna biru pada mata Putri Blue yang biasanya terlihat biru kegelapan, kini menjadi biru cerah.
Langit yang bermula cerah sekarang menjadi gelap dan suasana disana menjadi mencekam karena angin turut hadir menerpa mereka semua yang sedang bertarung. Steven melihat Putri Blue berubah diatas sana dan ia menyuruh para Duyung Samudra Hope untuk menyerahkan semua air serta mutiara ke Putri Blue.
Mereka semua melakukan hal seperti itu, dan air serta mutiara hitam mengeliling Putri Blue. Kemudian, Putri Blue terjun melesat ke tanah dan menggunakan sihirnya untuk menyerang Raja Carles dan akhirnya Raja Carles terlempar oleh serangan Putri Blue.
Tetapi Raja Carles masih sanggup berdiri tegak dan Putri Blue berada tepat berhadapan dengan Raja Carles. Raja Carles tidak takut dengan perubahan Putri Blue, ia bahkan menyerang Putri Blue dengan sihirnya. Tetapi sihir Raja Carles ditepis oleh air dan mutiara hitam yang mengelilingi tubuh Putri Blue.
Kemudian, Putri Blue menumbuhkan tanaman rambat dengan duri yang sangat tajam yang melilit tubuh Raja Carles bahkan duri pada tanaman tersebut menembus baju zira Raja Carles dan melukai tubuhnya. Disaat bersamaan juga para pasukan Penyihir Hitam menggerakan pedang yang tergeletak diatas tanah ke atas udara.
"Putri Blue, kalau kau menyakiti Yang Mulia, maka kami akan menghujani pasukanmu dan pasukan dia dengan pedang ini!" ancam para pasukan Penyihir Hitam.
Putri Blue tersenyum sambil melepaskan tanaman rambat tersebut yang melilit Raja Carles. "Wah, pasukanmu terlalu setia denganmu, Raja Carles."
Raja Carles hanya menjawabnya dengan badannya yang dialiri darah. "Inilah yang disebut dengan kesetiaan."
Dengan liciknya, Raja Carles menggunakan sihirnya untuk menjatuhkan pedang itu ke bawah. Putri melindungi setiap pasukannya dan pasukan Raja Alex dengan kekuatan sihirnya dan ketika semua semua pedang menembus sihir Putri Blue maka akan menjadi cahaya biru kecil yang cantik dan cahaya tersebut berebaran di udara.
Tiba-tiba Raja Carles berlutut dan ia melepaskan tongkan sihirnya, ia memegang dadanya dan ia kesulitan bernafas. "Tumbuhan apa yang kau tumbuhkan?"
"Itu dinamakan tumbuhan yang tidak diketahui. Aku rasa racunnya sudah bekerja," jawab Putri Blue.
Tubuh Raja Carles tidak dapat digerakan dan ia juga tidak dapat berbicara bahkan tidak bisa mengedipkan matanya. Kemudian, Putri Blue mengendalikan air dan mutiara hitam yang mengelilingi tubuhnya untuk menyerang seluruh pasukan Raja Carles. Putri Blue menyebarkan seluruh mutiara berserta air tersebut ke udara dan mutiara dan air tersebut melaju dengan cepat hingga dapat membunuh pasukan prajurit Raja Carles.
Akhirnya, Seluruh pasukan Penyihir Hitam tewas dan Raja Carles tengah sekarat. Putri Blue tiba-tiba memanggil pasukan Peri Naiad untuk keluar dari persembunyiannya untuk membunuh Raja Carles. Peri Naiad dapat mengendalikan air dan mereka sudah membawa bola air yang sangat besar menggunakan kekuatannya.
Bola air itu menutupi tubuh Raja Carles dan pada akhirnya si Raja Carles terjebak di dalam air. Ia tidak bisa bernafas maupun menggerakan badannya. Tidak lama kemudian, Raja Carles mati dan tubuhnya tumbang serta bola air itu pecah.
Semua prajurit berserak bahagia karena mereka mengalahkan Raja Carles dan Putri Blue tidak sanggup lagi berdiri dan akhirnya ia terjatuh, ia membalikan badannya untuk bisa melihat Raja Alex yang sedang diobati oleh seseorang yang memiliki kekuatan penyembuh dan didampingi oleh Zefron. Suci yang tersadar jika Putri Blue sedang kesakitan maka dari itu, ia menghampiri Putri Blue.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Suci.
"Aku baik-baik saja. Hanya saja aku butuh beristirahat," jawab Putri Blue.
Suci menahan tangisannya dan bekata, "Kita menang,"
"Aku tahu," jawab Putri Blue yang kemudian Putri Blue berbaring diatas tanah.
Zefron akhirnya bisa menyadarkan Raja Alex dan Raja Alex langsung terbangun lalu mencari Putri Blue. "Dimana Blue?"
Raja Alex melihat jenazah Raja Carles dan tidak jauh disitu, ada seorang gadis yang ditemani oleh Peri kecil. Raja Alex langsung berlari walaupun keseimbangan ia belum stabil dan selalu terjatuh, tetapi ia juga selalu bangkit untuk bertemu Putri Blue.
Akhirnya Raja Alex bisa menatap wajah Putri Blue yang sudah pucat dan lemas. Putri Blue tidak menyangka jika Raja Alex sudah sadar dan pandangan matanya sudah benar-benar buram. Putri Blue menangis dan bertanya, "Kau disini? Apakah kau baik-baik saja?"
"Jangan banyak berbicara, aku akan menyelamatkanmu," ucap Raja Alex.
Semua pasukan melihat Putri Blue bersama Raja Alex berserta Suci. Pangeran Alex berusaha mengobati Putri Blue dengan kekuatannya, tetapi Nyonya Anna menepuk pundak Raja Alex dengan berkata, "Tidak ada gunanya, cincin yang dipakai oleh tuan putri sudah hampir memutih."
"Sejak kapan kau memakai cincin ini?!" tanya Raja Alex yang sedikit membentak, tetapi raut wajah terlihat jelas kesedihan.
"Jangan memarahiku, aku sudah memutuskan siapa yang akan menjadi ratu di Varanland," jawab Putri Blue.
"Siapa?" tanya Raja Alex sambil memegangi terus tangan Putri Blue.
"Putri Alonia dan kau harus menjaganya," jawab Putri Blue yang akhirnya menutup matanya selama-lamanya.
Putri Blue telah meninggalkan Auresta, tetapi ia telah membuat kenangan yang indah dimata keluarga serta teman-temannya yang selalu mendukungnya. Nyonya Anna menangis ia teringat semua kenangan ketika ia merawat Putri Blue dari kecil hingga sekarang.
Di sore hari, Putri Blue dimakamkan di tempat pemakaman keluarga istana Kerajaan Zarqo yang diiringi isak tangis oleh berbagai pihak termasuk Ratu Gloria, Putri Alonia, dan Raja Juftin. Dan tidak lama setelah selesai pemakaman Putri Blue, Raja Juftin memberikan pengumuman keseluruh rakyat Zarqo bahwa Blue adalah Putri Yuna dan ia benar-benar tidak tahu kenapa Blue dianugahi kekuatan dari Kapten Sarah berserta anak buahnya.
Ia juga mengakui jika Blue diasingkan olehnya dan saat itu juga Kerajaan Zarqo menjadi tertutup oleh kerajaan lain maka dari itu, Raja Juftin ingin memundurkan diri karena ia merasa gagal untuk menjadi Ayah serta tidak pantas menjadi seorang Raja.
Keputusan Raja Juftin membuat semua rakyat Zarqo terkejut dan Raja Juftin memutuskan Kerajaan Zarqo akan bergabung dengan Kerajaan Penyihir Putih yang dipimpin oleh Raja Alex karena Raja Juftin percaya jika Raja Alex akan memimpin Kerajaan Zarqo lebih baik lagi.
Keputusan Raja Juftin diikuti oleh rakyat Kerajaan Duyung, Kerajaan Peri Naiad, Kerajaan Golbin, Penyihir Hitam, dan Kerajaan Polip untuk bergabung dengan Kerajaan Penyihir Putih. Raja Alex menerima permintaan penggabungan kekuasaan dan merubah nama seluruh kerajaan menjadi Varanland.
_________________________________
LIMA TAHUN KEMUDIAN.
Raja Alex menikahi Putri Alonia, dan mereka berdua mengunjungi pemakaman Putri Blue dengan gaun pernikahan yang masih dipakai oleh Putri Alonia. Buket bunga yang Putri Alonia pegang lalu ia taruh di batu nisan Putri Blue dan berkata, "Kak, kami datang, tetap bahagia disana."
Raja Alex memegang erat tangan Putri Alonia dan menunjukannya di depan nisan Putri Blue selayaknya memamerkan kebersamaan mereka. Ia berkata, "Sekarang dia adalah ratuku dan aku akan berjanji untuk menjaganya."
Putri Alonia menatap wajah Raja Alex dan tatapan itu dibalas oleh Raja Alex yang menatapnya. Raja Alex mengajaknya pulang ke istana dan Putri Alonia meminta izin pamit kepada Kakaknya yang sudah terbaring kaku didalam tanah.
"Kak, kami pulang dulu."