
SEBELUM LIMA TAHUN YANG LALU.
"Jadi, seperti ini akhirnya?"
"Berkorban untuk mereka semua dan menyiksa diri sendiri."
Kata seorang gadis berjubah hitam yang disampingnya terdapat hewan serigala, yaitu Blue di balik rindangnya pepohonan. Terlihat sorot tajam Blue ke arah Putri Blue yang sudah tak bernyawa lagi dan ia mengatakan, "Ini belum berakhir."
Gadis itu melihat ke arah Blue dan bertanya, "Apa maksudmu? Apakah kau akan menghidupkannya?"
Blue membalikan berputar arah dan masuk ke dalam hutan, gadis itu mengikuti Blue sambil bertanya-tanya tentang sikap Blue yang sungguh misterius. "Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Kami sudah mengorbankan kekuatan kami dan ternyata kekuatan kami berada dengan dia, bagaimana kalau kejahatan akan muncul lagi setelah kepergian dia?"
Blue menghentikan langkahnya dan menjawab, "Yang berkorban bukan kalian saja, dia juga berkorban dengan nyawa dan perasaan cinta demi memenangkan peperangan ini, Kapten Sarah."
"Lalu, apa maksudmu dengan 'ini belum berakhir'?" tanya Kapten Sarah kepada Blue karena ia dibuat penasaran oleh omongan Blue. "Apakah kau akan menghidupkannya?"
"Aku bukan Tuhan dan dia sebenarnya belum sepenuhnya mati," jawab Blue.
"Apa?" kejut Kapten Sarah ketika Blue menjawab pertanyaannya.
"Kematian itu memiliki proses yang harus dilalui dan dia belum benar-benar mati karena dia melawan kematiannya," jelas Blue. "Detak jantung sudah semakin melemah, tetapi auranya sudah menghilang dari badan dia."
"Maksudmu dia sekarat? Tidak mungkin, aku harus menolongnya!"
Kapten Sarah langsung bergegas untuk berlari ke arah luar hutan untuk menyelamatkan Blue, tetapi lengan tangannya ditarik oleh seseorang sehingga ia berhenti dan membalikan badannya, ia menatap kesal kearah pemuda tampan bermata sipit.
"Xio! Lepaskan aku! Aku harus menyelamatkannya!" bentak Kapten Sarah.
"Bagaimana kalau keberadaan kau ketahuan?"
"Oh ..." Ucap ragu Kapten Sarah yang mendengar pertanyaan dari Xio.
"Tenangi dirimu karena kau bukan seperti Kaptren Sarah yang kukenal," jawab Xio sambil melepaskan genggaman tangannya dari lengannya Kapten Sarah.
"Aku punya rencana, kau hentikan waktu dan bawa tubuh dia ke markas kita," ujar Xio yang memberi perintah kepada Kapten Sarah.
"Bagaimana dengan pengganti jasadnya?" tanya Kapten Sarah.
"Aku seorang penyihir hebat, kau pasti tahu itu," jawab Xio. "Aku tidak memiliki kekuatan penembus waktu, jadi aku tidak bisa membantumu."
"Jangan bilang kau menyuruhku untuk menukarkan tubuh dia dengan tubuh buatanmu dari kekuatan sihir ketika waktu telah berhenti," ucap Kapten Sarah.
"Benar sekali!"
Tanpa basa-basi lagi, Xio mengeluarkan sihirnya dari tongkatnya dan meciptakan jasad yang sangat mirip dengan Putri Blue. Kapten Sarah menghentikan waktu dan mengangkat jasad Putri Blue tersebut kemudian membawanya ke luar hutan untuk menukarkannya.
Ia menggendong tubuh palsu Putri Blue dengan penuh kesabaran dan ia memperhatikan raut wajah kesedihan yang terukir jelas di semua makhluk yang berada di lapangan itu. Dan termasuk raut wajah Raja Alex yang meneteskan air matanya untuk Putri Blue.
"Semua makhluk menyayangimu, Putri Blue."
Tubuh Putri Blue ditukar dengan tubuh palsu dan Kapten Sarah berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, ia menggendong Putri Blue dengan hati-hati dan ketika kembali di hutan, Kapten Sarah menormalkan waktu seperti sedia kala.
Xio yang berada di samping Kapten Sarah pun dengan sigap membantunya dengan berkata, "Biar aku saja yang menggendong dia."
Pada akhirnya Putri Blue digendong oleh Xio dan Xio membuka portal kearah markas mereka, tetapi Kapten Sarah tampak kebingungan seakan mencari sesuatu. Xio bertanya, "Kau kenapa?"
"Hah! Kayak kau tidak kenal Blue saja, dia memang mudah menghilang. Ayo selamatin dia dulu," seru Xio yang berjalan masuk ke dalam portal sihir miliknya.
Dengan ragu, Kapten Sarah menyusul Xio. Setelah itu, si Xio membaringkan tubuh Putri Blue yang tak berdaya lagi di sebuah kasur. Xio menekuk kedua tangannya di pinggang kemudian bertanya ke Kapten Sarah, "bagaimana kita menyelamatkan dia?"
"Aku tidak tahu, hanya Blue yang tahu," jawab Kapten Sarah.
Tidak lama kemudian, Jack datang dengan wajah terkejut karena mengetahui Putri Blue berada di markasnya. Jack langsung menghampiri mereka kemudian mengecek kondisi Putri Blue dan bertanya, "Apa yang terjadi? Lukanya cukup parah dan detak jantungnya ..."
"Aku tahu! Tolong selamatkan dia!" ucap tegas Kapten Sarah.
Jack langsung mengeluarkan tongkatnya yang kemudian ia mengacungkan tongkatnya ke atas dan ia berucap, "ELCORIGE!"
Ujung tongkat tersebut mengeluarkan cahaya putih berbentuk akar yang merambat di udara kemudian Jack menerjunkan tongkat itu ke tubuh Putri Blue. Dan sontak saja, si Kapten Sarah dan Xio terbelalak melihat kejadian itu. Tubuh Putri Blue terangkat dari kasur karena aliran listrik yang berasal dari tongkat Jack telah mengejutkannya.
"Apakah ini berhasil?" tanya Kapten Sarah.
"Semoga saja," jawab Xio.
"Semoga berhasil," batin Katen Sarah dengan kedua tangannya digengga erat seakan berdo'a.
Tiba-tiba saja cicin yang dikenakan Putri Blue pecah dan terbegi dua, kemudian Jack menyudahinya dan memeriksa kembali keadaan Putri Blue. "Aku rasa harapan hidupnya tipis."
"Secara logikaku cincin itu yang membuat nyawanya terancam dan jika cincin itu lepas, maka –" Ucap Xio yang mengeluarkan pendapatnya kemudian dipotong oleh Kapten Sarah. "Dia bisa hidup lagi."
"Coba sekali lagi! Semoga kali ini berhasil!" Seru Kapten Sarah kepada Jack.
Jack menuruti perintah Kapten Sarah dan ia mencoba kembali mengalirkan listrik ke tubuh Putri Blue dengan penuh harapan nyawa Putri Blue bisa kembali lagi. Tubuh Putri Blue kembali keangkat dan secara mengejutkan matanya terbuka dengan kedua bola mata biru.
Kemudian Jack dengan cepat menghentikan kejutan listrik itu dan tubuh Putri Blue kembali tebaring dikasur dengan matanya tertutup. Jack langsung memeriksa keadaan Putri Blue lagi. Jack berucap, "Detak jantungnya kembali normal."
Kapten Sarah sangat senang dan ia merasa tidak percaya dengan hal ini, Xio melihat secara perlahan aura biru dari Putri Blue kembali memancarkan dari dalam tubuhnya. Kapten Sarah langsung berkata, "Kita harus mengobatinya, dimana Bella?"
"Aku pikir si Bella bersamamu," ucap Jack kepada Kapten Sarah.
"Tidak, aku sendirian kesana."
Jack menjelaskan jika ia melihat Bella mengikuti Kapten Sarah sebelum berangkat ke lokasi peperangan. Dan tiba-tiba saja si Elle datang sambil membawa baskom yang diisi air dan handuk kecil dan si Bella datang membawakan obat herbal untuk penyembuhkan luka.
Elle langsung mengsir Jack dan Xio dengan nada suara yang tinggi. "Kalian keluarlah!"
"Iya, kami tahu!" ucap Jack dengan kesal.
Setelah Xio dan Jack keluar, si Elle membuka baju Putri Blue kemudian membersihkan luka Putri Blue dan si Bella mengoleskan obat herbal tersebut ke luka Putri Blue. Kapten Sarah tertunduk dan diam, ia sedih dan berkata, "Aku terharu kepada kalian."
"Jangan mengatakan itu, justru kami lebih terharu ketika kau menyelamatkannya," jawab Elle.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Kapten Sarah yang penasaran.
"Kami selalu bersamamu."
Bella mengelus wajah Putri Blue ketika ia sudah mengobati luka Putri Blue. "Dia memiliki wajah cantik dan kulit yang halus."
Elle menjawab pernyataan dari Bella, "Iya, tetapi hidupnya sangat menyedihkan dan aku bersalah kepadanya."