AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE

AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE
ABDICATION



"Hei aku disini!" teriak Raja Alex dan membuat Putr Blue berhenti berjalan.


"Apa kehadiranku diketahui olehnya?" batin Putri Blue yang was-was saat itu.


Putri Blue memberanikan diri untuk melihat kearah belakangnya, ia melihat  Zefron datang dari arah belakang Raja Alex sambil membawa Griffrin kesayangan si Raja Alex. Mereka berbincang-bincang disana dan Putri Blue tidak sengaja mendengar perbincangan itu.


"Apakah kau siap menjalani harimu yang baru?" tanya Zefron.


"Siap tidak siap aku harus siap," jawab Raja Alex. "Menjalankan tugas sebagai raja di empat kerajaan sekaligus, ini sungguh membuatku gila."


"Lalu bagaimana dengan persaanmu?" tanya Zefron.


Raja Alex tersenyum sambil memegang pundak si Zefron dengan berkata, "Aku dengar raja Juftin memundurkan diri hari ini, sebaiknya kita kesana."


Raja Alex merasa ada yang menguping pembicaraannya dan ia melirik kearah kanannya. Putri Blue menyadari jika Raja Alex akan melihat dirinya, dengan cepat Putri Blue berjongkok kemudian berekting mencari sesuatu diatas tanah itu, seakan mencari barangnya yang terjatuh dan iam-diam Putri Blue memutar balik arahnya dengan akting seperti itu.


Raja Alex berjalan kearah seseorang yang berjubah hitam tersebut, tetapi langkahnya harus berhenti karena ia melihat seorang gadis menghampiri si berjubah hitam. Gadis itu mengulurkan tangannya dan Putri Blue mendengak keatas.


"Ayo berdiri!" seru Kapten Sarah.


Putri Blue menyambut uluran tangan dari Kapten Sarah. Ketika Putri Blue sudah kembali berdiri, sang Kapten Sarah melihat Raja Alex yang mulai bersiap menunggangi Griffin. Kapten Sarah berkata, "Kau sedang apa tadi?"


Putri Blue menggelengkan kepalanya dan tidak menjawab pertanyaan dari Kapten Sarah karena takut kedengaran suaranya oleh Raja Alex. Kapten Sarah berkata, "Dia sudah pergi."


Putri Blue langsung memutarkan badannya dan melihat Raja Alex terbang menggunakan Griffin. Putri Blue berkata, "Apakah dia akan melupakanku?"


"Hah? Kau nanya ke siapa?" tanya Kapten Sarah.


"Bukan untuk ke siapa-siapa. Aku tadi mencarimu, Kapten Sarah," ucap Putri Blue.


Kapten Sarah berucap, "Tadi aku pergi jalan-jalan, aku mendengarkan salah satu bangsawan berkata kalau raja Juftin akan memundurkan diri hari ini."


"Aku tahu," jawab Putri Blue. "Aku mendengarkan Alex dan Zefron berbicara."


"Oh ya, tadi si Alex mau menghampirimu mungkin kau akan ketahuan kalau aku tidak datang," ujar Kapten Sarah.


"Cepat atau lambat pasti dia akan menyadari kehadiranku," jawab Putri Blue. "Tetapi aku tidak akan bisa lagi turut hadir didalam kehidupannya."


"Jadi, kau ingin melupakan Alex?" tanya Kapten Sarah kepada Putri Blue.


Putri Blue mengalihkan pembicaraannya dan ia mengatakan, "Aku lelah dan ingin beristirahat."


Putri Blue berjalan pergi, tetapi Kapten Sarah menarik tudung yang ada di belakang kepala Putri Blue. "Jangan pergi, kita belum melihat pengunduran diri raja Juftin."


Putri Blue kesal karena ia ditarik dari belakang dan membuat tudungnya melorot dari atas kepalanya yang kemudian terlihat jelas rambut pendek milik Putri Blue yang tersepoi oleh angin.


"Apakah kau tidak ingin melihat keluargamu?" tanya Kapten Sarah.


"Rasanya cukup aneh, aku bisa melihat mereka dan mereka tidak bisa melihatku," jawab Putri Blue.


"Jika kau berniat melupakan tentang masa lalumu, itu tidak masalah karena itu hakmu," ucap Kapten Sarah. "Tetapi kau tidak boleh melupakan orang-orang yang bersamamu selama ini."


Putri Blue menghela nafasnya setelah mendengarkan ucapan Kapten Sarah. "Baiklah, aku akan melihat acara pengunduran diri, tetapi aku tidak kita bisa kesana dengan tepat waktu karena sihirku udah tidak ada."


Putri Blue terlihat risih dan melepas tangan Kapten Sarah dari bahunya dan ia berbicara, "Baiklah, aku akan membuat portal."


Putri Blue melihat tangannya yang sedang menggenggam erat dengan penuh rasa ketidak percaya dirian. Putri Blue mengangkat tangan kananya ke depan dan munculah portal sihir berwarna biru dan membuat Putri Bllue tercengang.


Ia melihat telapak tangan kanannya dan berkata, "Sihirku kembali!"


Putri Blue tersenyum hingga gigi putihnya menampakan diri dan terlihat jelas ekspresi kegirangan dari Putri Blue. Setelah portal terbuka, Kapten Sarah langsung berjalan kearah portal dan melihat Putri Blue yang masih memperhatikan tangannya.


"Hey! Kau ga masuk portal?" tanya Kapten Sarah.


"Ah ... iya ..." Jawab Putri Blue yang tersadar jika Kapten Sarah berada di depan portal sihirnya.


Kapten Sarah berjalan masuk ke portal terlebih dahulu yang kemudian disusul oleh Putri Blue yang berada di belakangnya. Setelah mereka masuk kedalam portal, maka portal tersebut akan tertutup otomatis dan Putri Blue serta Kapten Sarah tiba di ujung portal yaitu berada di gang sepi di kota.


Mereka keluar dari portal kemudian portal sihir Putri Blue menghilang. Ketika Kapten Sarah  berjalan kearah keramaian, si Putri Blue berjalan cepat kemudian menghadang Kapten Sarah dan Ia melontarkan sebuah pertanyaan kepada sang kapten.


"Kapten, aku mau bertanya, apa wana iris mataku ini?"


"Kau gila? Kenapa tidak menggunakan sihirmu untuk membuat cermin," jawab Kapten Sarah yang berjalan melewati Putri Blue dan disaat itulah Putri Blue berfikir kalau ucapan Kapten Sarah ada benarnya juga.


"Ah ... benar juga, akukan penyihir," ucap Putri Blue kepada dirinya sendiri.


"Eh ... tunggu ... kenapa kau tidak menjawab saja secara lansung?" tanya Putri Blue kepada Kapten Sarah dan Putri Blue tersadar jika Kapten Sarah telah menghilang. "Tuhkan aku ditinggal pergi ..."


Dengan segera si Putri Blue membuat cermin dari sihirnya dan ia bercermin. Ternyata warna iris mata Putri Blue sudah kembali menjadi biru dan membuat Putri Blue senang. Kemudian ia melemparkan cermin itu ke belakang dirinya dan cermin tersebut berubah menjadi asap berwarna biru.


Lalu Putri Blue memakai tudungnya kembali dan berjalan keluar dari gang yang sepi itu sampai akhirnya Putri Blue berada di tengah-tengah kota dengan segala aktivitas rakyat Zarqo. Putri Blue berkata dengan nada suara yang rendah. "Aku benci keramaian."


Putri Blue terus berjalan sambil mencari Kapten Sarah yang terus saja mengilang dari dirinya. Tiba-tiba suara lonceng terdengar dan menandakan waktu acaranya telah dimulai. Para rakyat Zarqo berbondong-bondong berjalan kearah istanah dan Putri Blue juga ikut berjalan kearah istana.


Para anak-anak berlari ditengah-tengah kerumunan tersebut dan menyenggol Putri Blue dan membuat Putri Blue hampir terjatuh ditengah-tengah pejalan kaki. Putri Blue berkata kepada dirinya sambil mengatur emosinya. "Sabar, namanya juga anak kecil."


Ketika sudah berada di kawasan istana, Putri Blue melihat Raja Juftin yang didampingi oleh Putri Alonia serta Raja Alex dan juga pengawalnya bernama Zefron itu turut hadir dalam acara pengunduran diri.


"Sekarang aku mengerti posisiku dimana. Mereka sangat cocok berada ditempat itu," batin Putri Blue yang melihat para kaum elit dan memandang dirinya kaum rendahan.


Raja Juftin menaiki tangga menuju podium dan menatap seluruh rakyatnya dan ia mualai untuk menyampaikan pidatonya. "Para rakyat Zarqo yang aku sangat banggakan, aku tahu kemungkinan keputusan ini adalah jalan terbaikku untuk menjadi seorang raja dan juga ayah. Aku benar-benar menyesal karena menyebarkan berita palsu kematian putri Yuna dan merubah namanya menjadi Blue, aku merasa menjadi raja yang buruk bagi rakyatku dan terutama menjadi ayah yang buruk buat putri Blue."


"Maka dari itu aku putuskan untuk mengundurkan diri dan Kerajaan Zarqo menyatakan ikut bergabung dengan Kerajaan Penyihir Putih serta rela mengganti namanya menjadi Varanland," sambung Raja Jufin. "Dan aku perkenalkan pemimpin baru kita, Raja Alex."


Putri Blue terkesima dengan paras Raja Alex dan ketika Raja Alex sudah sudah berada di podium menggantikan posisi Raja Juftin, Raja Alex menatap kearah para rakyat dan Putri Blue langsung menunduk. Putri Blue berkata didalam kalbu, "Dia memiliki mata elang, kemungkian aku bisa kelihatan olehnya walaupun aku berda di tengah-tengah kerumunan."


Putri Blue terus saja menunduk sambil mendengarkan pidato dari Raja Alex. "Para rakyat Zarqo atau sekarang bisa disebut dengan rakyat Varanland, kalian semua pasti tidak asing dengan kehadiranku, aku ingin menjadi pemimpin yang bisa menjalankan amanat dari rakyat."


"Kalian jangan khawatir tentang nama kerajaan baru ini karena nama ini adalah pemberian dari putri Blue dan tidak ada peraturan yang berubah kecuali peraturan yang berkepentingan untuk kaum bangsawan. Jadi, semua  makhluk yang tinggal di Varanland adalah sama dan tidak ada perbedaan. Apapun keluhan kalian selama aku menjadi raja, kalian boleh mengirim surat ke kerajaan," sambung Raja Alex.


"Itu aja yang saya ingin sampaikan," kata Raja Alex kemudian berjalan maju menghadap rakyat Zarqo dan ia menjutkan perkataannya. "Aku mohon untuk kedepannya, jika aku melakukan kesalahan, tolong tegur aku dan aku akan berusaha menjadi pemimpin yang terbaik."


Raja Alex membungkukkan badan sembilan puluh derajat dihapan para rakyat dan membuat para rakyat berdecap kagum sebab Raja Alex membungkukkan badannya dengan waktu yang lama sekali dan Putri Blue sampai memberanikan diri melihat Raja Alex dan ia berkata, "Aku yakin kau akan bisa menjadi pemimpin di Kerajaan Varanland."


Raja Alex meneteskan air matanya dengan mengingat kenangan bersama Putri Blue dan berkata, "Aku akan mewujudkan semua mimpi-mimpimu."