
KERAJAAN PENYIHIR HITAM.
Raja Carles meminta Mark untuk menyerang Kerajaan Polip sebelum terbit fajar dan langsung saja ia menuruti perintah tersebut. Mark mempin semua pasukannya untuk merusak perumahan rakyat Kerajaan Polip hingga menguasai Istana Kerajaan Polip.
Mark menemukan jika Raja Thaison mati ditusuk anaknya dan ia membawakan jenazah mereka berdua dengan posisi yang sama dengan sihirnya kemudian ditunjukan oleh Mark ke seluruh rakyat Kerajaan Polip. "Kalian lihat? Seorang anak membunuh Ayahnya, kerajaan kalian sungguh kacau dan kini adalah masa pemerintahan Kerajaan Penyihir Hitam."
Semua rakyat Kerajaan Polip tidak menyangka jika Raja Thaison mati karena Putri Ravta dan akhirnya Mark berbicara lagi. "Kalian sungguh bodoh, siapapun yang melawan perintah raja Carles maka akan dipenjara dibawah tanah."
______________________________
KERAJAAN ZARQO.
Keesokan paginya, Putri Blue terbangun di tempat tidurnya dan sebenarnya ia menginap di rumah Suci. Ayahnya Suci telah menyiapkan sarapan dan Putri Blue ikut sarapan di keluarga kecil tersebut. Putri Blue mencerikan banyak hal yang ia alami ketika bersama keluarga si Suci.
Setelah sarapan, Putri Blue pergi terbang keluar hutan terlarang menuju ke rumah Nyonya Anna menggunakan portal sihirnya. Ia menemui Nyonya Anna yang sedang menyiram tanaman, tetapi Nyonya Anna tidak menyadari kehadiran Putri Blue.
Dengan kekuatan perinya, Putri Blue dapat memunculkan bunga dari tanaman tersebut ketika sudah disirami dan membuat Nyonya Anna terkejut. Nyonya Anna. Putri Blue tertawa karena ia baru pertama kali melihat Nyonya Anna seperti itu.
"Siapa itu? Tuan putri?" ucap Nyonya Anna yang mendengar tawa Putri Blue.
Putri Blue terbang ke atas kemudian memakan buah berry dan tubuhnya menjadi besar dan berkata, "Di atas sini!"
Nyonya Anna mendengak ke atas. "Kemarilah."
Putri Blue turun dan tersenyum ke arah Nyonya Anna, dan berkata, "Aku ke sini untuk pamitan dan aku ingin mengambil semua barangku."
"Semua barangmu sudah diambil oleh raja Juftin," jawab Nyonya Anna.
"Baiklah, aku pergi dulu," ucap Putri Blue yang hendak terbang kembali, tetai ditahan oleh Nyonya Anna. "Tuan putri mau kemana? Apakah kita bisa bertemu lagi?"
"Tentu saja bisa, aku akan menumbuhkan bunga yang lebih bagus daripada bunga Nyonya Anna," jawab Putri Blue yang kemudian ia kena pukul oleh Nyonya Anna.
Putri Blue kembali ke hutan terlarang dan sayapnya menghilang lalu menemui Bangsa Duyung yang menunggu si Putri Blue kembali. Dengan cepatnya Putri Blue membuka portal sihirnya untuk bisa pergi ke pantai Kerajaan Zarqo. Ia berharap tidak ada kesalahan dalam tujuan portalnya dan ia juga berharap untuk bisa mengembalikan ekor mereka dengan sihir miliknya.
Steven yang menunggu Putri Blue di tengah-tengah pantai berteriak, "Ayo! Katanya mau belajar!"
"Aku tidak memiliki mutiara hitam!" ucap Putri Blue yang langsung dijawab oleh Steven. "Kau bisa pakai mutiara milik Elle."
Putri Blue bersemangat dan pergi berlari ke pantai kemudian merubah kakinya menjadi ekor dan dia benar-benar menjadi seorang Duyung di lautan lepas.
_____________________________________
KERAJAAN PENYIHIR PUTIH.
Pangeran Alex menemui ayahnya dan bertanya, "Ayah, bisakah Ayah melupakan rencana jahat itu?"
"Bagaimana bisa Ayah melupakan jika raja Carles sudah menguasai Kerajaan Polip? Apa kau tahu? Sekarang kerajaan di Auresta yang terbesar dan terluas adalah Kerajaan Penyihir Hitam!" bentak Raja Azka.
"Jadi, Ayah iri? Yang benar saja! Aku berharap kalau aku bukan anak Ayah lagi," jawab Pangeran Alex.
Raja Azka yang melihat tingkah anaknya merasa kecewa bahkan ia emosi. "Kenapa dia menyusahkan sekali?!"
Raja Azka meminum secangkir teh yang berada diatas mejanya dan tiba-tiba ia kesulitan bernafas serta jantungnya berdegup kencang. Raja Azka ingin meminta bantuan, tetapi ia tidak sanggup untuk berjalan hingga kesadarannya berkurang. Matanya rabun hingga ia menutup rapat kedua kelopak matanya.
Raja Azka ditemukan tewas oleh Zefron dan akhinya Raja Azka dimakamkan pada hari itu juga. Pangeran Alex menangis karena ditinggal pergi Ayahnya. Kabar duka ini terhembus hingga keseluruh Auresta dan banyak yang berspekulasi jika Raja Azka dibunuh oleh seseorang.
Putri Alonia menghadiri acara pemakaman tersebut. Ketika para hadirin telah pergi dan hanya ada Pangeran Alex serta Putri Alonia saja, si Putri Alonia memberikan sapu tangan milik Pangeran Alex. Sang pangeran bertanya, "Darimana kau mendapatkan ini?"
"Ayahku mengambil semua barang milik Kakakku dan aku menemukan ini, aku ingat jika ini milikmu dan sekarang aku mengerti maksud ucapanmu ketika kau menyukai Blue. Ternyata Blue adalah Putri Blue," jawab Putri Alonia. "Aku sebenarnya menyukaimu dan sepertinya aku harus mundur. Kakakku berhak bahagia bersamamu karena dia terus saja mengalami masa-masa sulit."
Putri Alonia pergi dari pemakaman dengan rautan sedih di wajahnya. Ia memilih mengalah kepada Putri Blue ketimbang harus bertengkar lagi kepada Putri Blue. Putri Alonia sama sekali tidak mengetahui keberadaan Putri Blue.
Mulai hari ini juga tidak ada lagi sihir yang menyelimuti Kerajaan Zarqo. Kerajaan Zarqo telah terbuka seperti dulu, tidak tertutup lagi oleh umum, tidak ada penjaga perbatasan, dan menerima imigran dari kerajaan manapun, walaupun ada persyaratannya.
Kerajaan Penyihir Putih sekarang dipimpin oleh Pangeran Alex yang mana namanya menjadi Raja Alex dan misteri kematian Raja Azka masih menjadi tanda tanya besar baginya.