
FLASHBACK.
PENJARA BAWAH TANAH KERAJAAN ZARQO.
Ketika penjaga tahanan bawah tanah yang sangat sibuk mengurus perang, Olla datang ke penjara bawah tanah untuk menemui Olivia dan betapa terkejutnya Olivia yang pada saat itu mengira ia akan dijemput oleh Mark, tetapi yang datang adalah anggota Tim Pasukan Elit. Olla membuka sel itu sendiri dan berkata, "Kau bebas sekarang."
"Apakah Mark menyuruhmu?" tanya Olivia yang penasaran.
"Kau sungguh banyak berbicara," ucap Olla yang menghela nafas panjangnya lalu pergi dari ruangan sel Olivia.
Olivia segera berjalan dengan cepat dari belakang dan ia memperlambat jalannya ketika sudah berada di samping Olla. Olla membuka portal ketika berada di luar dan masuk, Olivia juga ikut masuk dan mereka keluar secara bersama-sama dan berada sebuah bar lalu mereka berdua menemui Mark yang sudah selesai diobati oleh tabib.
Olivia langsung mengajukan pertanyaan, "Maksudmu mata-mata informasi tentang putri Yuna adalah dia? Dan dia juga yang menculiknya?"
"Iya," jawab Mark dengan singkat.
"Bagaimana bisa kau dapat mata-mata seperti dia?"
"Diamlah, yang penting dia memiliki nilai lebih daripadamu," ucap Mark. "Sekarang kalian siapkan diri kalian untuk perang, kita akan menggunakan strategi mengepung lawan dan kalian aku tunjuk sebagai pemimpin setiap pasukan. Aku tidak ingin kalah dan jika sampai kalah, Oh ya, jika aku sampai kalah, aku akan mengajak kalian ke neraka bersamaku."
________________________________
BACK TO SCENE.
DI KOTA KERAJAAN ZARQO.
Putri Blue dan Alex keluar dari portal dan berada di pusat kota Kerajaan Zarqo. Pangeran Alex menggandeng tangan Putri Blue kemudian berjalan, tetapi Putri Blue sama sekali tidak bergerak dan tidak ingin melangkahkaan kakinya. Ia terus diam sampai pada akhirnya sang pangeran memutarkan badannya.
"Ada apa?" tanya Pangeran Alex.
Putri Blue tidak menjawab dan tubuhnya tersenggol seorang anak laki-laki yang berlarian dengan penuh keceriaan serta tertawa bersama teman-temannya. Putri Blue melihat ada tiga anak laki-laki itu dan membuat senyuman mereka pudar. Putri Blue langsung tersenyum. "Tidak apa-apa, bermainlah lagi."
"Maaf, Kak," ucap anak laki-laki tersebut dengan muka yang bersalah.
Putri Blue mengelus kepala anak laki-laki tersebut lalu memegang bahunya. "Wah ... kamu anak yang hebat, berani mengakui kesalahan. Karena kamu berani meminta maaf, aku memaafkanmu, bermainlah."
Anak-anak itu pergi dan berlarian lagi setelah itu, Putri Blue manatap Pangeran Alex lalu berkata, "Kau tahu apa yang terjadi, aku harus menghentikan semuanya."
"Apa maksudmu?" tanya Pangeran Alex, "Apakah kau ..."
"Aku harus menolong semuanya," ucap Putri Blue yang pertanyaan Pangeran Alex.
"Penyihir hitam yang menyerang kita adalah anak buah Mark dan ada fakta yang mengejutkan ketika aku bertemu seorang gadis di penjara. Aku bisa membaca pikirannya, gadis itu bercerita banyak kepadaku."
______________________________________
FLASHBACK.
DI PENJARA BAWAH TANAH KERAJAAN PENYHIR HITAM.
Pada malam hari itu yang sangat dingin, ada seorang gadis yang memberikan kode isyarat kepada Putri Blue, pada awalnya sang putri tidak mengerti dan kelama-lamaan dia paham maksud dari gadis tersebut. Gadis itu bercerita tentang dirinya sendiri.
Pada suatu sore hari ketika ia pulang kerja dari Kerajaan Zarqo dan sampai di rumahnya, tiba-tiba ia didekati oleh seorang pria dengan jubah hitam. Pria tersebut menanyakan alamat kepada gadis tersebut dan dengan senang hati ia menunjuk jalan pada alamat yang dituju pria itu.
Pria itu diam-diam mengambil tongkatnya yang ditaruh di dalam jubahnya itu, ketika gadis itu lengah dan pria tersebut mengarahkan sihir kepadanya. Sihir itu membuat gadis itu pingsan dan gadis tersebut dibawa ke ruangan penyiksa bawah tanah.
Dihadapan gadis itu sudah ada Raja Carles, Mark, dan penyihir hitam perempuan. Mereka semuanya berkumpul sedangkan gadis itu berbaring telentang yang bealaskan meja yang terbuat besi dan masing-masing tangannya tangan serta kakinya diikat menggunakan sihir yang sangat kuat.
Gadis itu memberontak, tetapi Mark menamparnya. Mark menguji coba sihir kepada gadis itu dihadapan Raja Carles. Ketika Mark mengucapkan sihir lalu mengarahkan sihir itu ketubuh badan gadis itu, dengan sekejap tubuh gadis itu terasa panas terbakar dan membuatnya meronta-ronta.
Setelah itu, si gadis itu merasa kebas mulai dari wajah hingga ujung kaki. Dan secara mengejutkan, seorang penyihir hitam yang berada di samping Raja Carles itu memiliki wajahnya gadis itu.Sang gadis tidak bisa merasakan apa-apa sampai sekarang dan ia berusaha menghilangkan kebasnya dengan cara mencoba menyakiti dirinya sendiri, seperti memukul badannya dan menampar mukanya sendiri.
Gadis itu panik karena wajahnya sudah diduplikasi dan dipakai oleh penyihir hitam. Ia takut jika ada sesuatu hal yang buruk terjadi dimasa depan. Apalagi jika gadis itu bekerja sebagai anggota Tim Pasukan Khusus yang memiliki rahasia Putri Yuna.
_________________________________
BACK TO SCENE.
DI KOTA KERAJAAN ZARQO.
"Masalahnya, apa yang ia takuti itu terjadi, dia melihatku dan mengenalku. Dia adalah Olla dan kemungkinan Olla yang bersama dengan Kapten Jeffry adalah Olla palsu," jelas Putri Blue.
Sontak saja, Putri Blue kaget karena pertanyaan Alex yang memuat kata 'perang' didalamnya. "Perang? Dimana?"
"Sepertiya kau tidak tahu jika hari ini perang," jawab Pangeran Alex. "Raja Juftin sangat khawatir kepadamu dan mereka ingin membawamu pulang ke Kerajaan Zarqo ini."
"Klau kau ikut perang, kau saja belum bisa untuk perang karena kekuatanmu," sambung Jeffry.
"Kau benar," ucap Putri Blue yang sadar jika ia tidak memiliki kekuatan.
Tiba-tiba saja ada anak perempuan berusia sepuluh tahun mendekati mereka berdua sambil membawa keranjang yang berisikan bunga mawar berwarna biru. Anak itu memiliki rambut hitam panjang, matanya berwarna hijau, dan berkulit putih. Anak itu menarik baju yang dikenakan oleh Pangeran Alex.
Pangeran Alex melihat anak perempuan itu, begitu juga dengan Putri Blue. Pangeran Alex menekukan kaki kanannya dan tersenyum kepada anak kecil itu. "Ada apa, manis?"
Anak perempuan itu memberikan setangkai bunga mawar biru kepada Putri Blue. Sang putri menunjuk dirinya sambil berkata, "Ini untukku?"
"Iya," jawab anak perempuan menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih," ucap Putri Blue yang menerima bunga mawar biru itu sambil tersenyum.
Wajah anak perempuan itu begitu kaku dan dingin, tidak ada senyuman lalu berekspresi murung nan sedih dihadapan Putri Blue dan Pangeran Alex. Dia juga mulai mendekati Putri Blue sambil berkata, "Kak, ada bunyi lonceng sebanyak empat kali."
"Lonceng empat kali ..." kata Putri Blue berfikir dan mengingat perkataan Kapten Jeffry pada saat masih berusia tiga belas tahun.
___________________________________
FLASHBACK.
Ketika sorehari tiba, Putri Blue bersama Kapten Jeffry sedang latihan memanah di lapangan tempat berlatih yang berlokasi di kastil. Sang putri berhasil membidik panah sesuai dengan target dan betapa senangnya ia hingga meloncat kecil sambil meneriaki nama Kapten Jeffry yang sedang berkonsentrasi membidik.
"Kapten!!" teriak Putri Blue lalu menunjuk tangannya ke arah papan bidik panah. "Kau harus melihat itu! Aku berhasil!"
Kapten Jeffry pada saat itu masih berusia sembilan belas tahun dan baru diangkat menjadi seorang kapten. Dengan berlapang dada, ia menoleh kearah Putri Blue dan membatalkan niatnya untuk membidik panahnya. Kapten Jeffry melihat Putri Blue tersenyum lebar sambil menunjuk arah papan.
"Kau lihat, kan? Akhirnya, aku bisa memanah!"
"Itu hanya keberuntungan, coba sekali lagi."
Putri Blue membidik lagi dan mulai berkonsentrasi serta memfokuskan anak panahnya ke target. Dan secara tiba-tiba lonceng berbunyi sehingga Putri Blue tidak fokus lalu tidak sengaja melepaskan anak panah itu dan hasilnya tidak mengenai target. Kapten Jeffry tertawa karena sang putri meleset.
Putri Bue sangat kesal apalagi Kapten Jeffry seakan puas menertawainya. "Jangan tertawa! Ini semua karena bunyi lonceng itu!"
"Seharusnya tuan putri mengabaikan bunyi lonceng karena pada perang nanti, pasti sangat ribut sekali," jawab Kapten Jeffry.
"Sekarang aku bertanya, berapa kali lonceng itu berbunyi?" sambung Kapten Jeffry kepada Putri Blue dengan pertanyaan.
"Dua kali," jawab Putri Blue.
"Tuan putri hanya terfokus pada bunyi lonceng dan membuat anak panahnya meleset," jelas Kapten Jeffry.
"Kenapa harus ada lonceng disini? Ini membuatku kesal," omel Putri Blue karena tidak terima kalau anak panahnya meleset.
"Lonceng itu adalah kode dari Istana Kerjaan Zarqo. Bunyi lonceng satu kali menandakan pembagian bantuan yang diadakan oleh anggota kerajaan untuk rakyat yang kurang mampu, bunyi lonceng dua kali menandakan acara penting di Kerajaan Zarqo, bunyi lonceng tiga kali menandakan bencana alam atau serangan musuh atau kematian raja, bunyi lonceng keempat menandakan kekalahan perang dan kematian raja serta pasukannya," jelas Kapten Jeffry yang menerangkannya kepada Putri Blue.
"Tunggu, memangnya hari ini ada acara apa di Kerajaan Zarqo?" tanya Putri Blue yang menatap wajah Kapten Jeffry.
Kapten Jeffry menoleh kearah papan bidik dan mukanya pura-pura serius. "Mereka merayakan ulang tahunmu. Tidak ingat jika hari ini ulang tahunmu?"
"Benarkah? Kenapa aku bisa melupakan ulang tahunku? Eh ... tidak mungkin kerajaan ini merayakan ulang tahunku. Sudah diangkat jadi 'kapten' malah bohong dengan anak kecil."
"Jika tidak mau dirayakan oleh kerajaan ini, tuan putri mau dirayakan bersama siapa?"
"Kau! Pokonya selamanya bersama kau."
Sontak saja si Kapten Jeffry terdiam dan merasa terharu mendengar jawaban dari Putri Blue, ia pun langsung salah tingkah dan berkata, "Heh! tidak sopan memanggil yang lebih tua dengan 'kau'."
"Terus manggilnya apa? Abang?" tanya Putri Blue.
"Kenapa agak kurang nyaman ketika memanggilku 'abang'? Ah ... terserah tuan putri mau manggilku apaan," jawab Kapten Jeffry.
Kapten Jeffry memberikan kalung emas berliontin batu permata biru lalu memasangkannya ke leher Putri Blue. Sang putri sangat senang sekali dan melihat wajah Kapten tersenyum ke arahnya dan memeluk Kapten Jeffry kemudian sang kapten berkata, "Selamat ulang tahun, Putri Blue."