AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE

AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE
MEET AGAIN



Setelah mereka keluar dari hutan, si Pangeran Alex membuka portal dan menyuruh mereka semua masuk, tetapi si Suci tidak bisa masuk karena rumahnya disini, di hutan terlarang ini. Putri Blue mengerti dan berterima kasih ke Suci atas segalanya, tetapi Suci menolak terima kasih Putri Blue karena ia menganggap kerena sang putrilah hutan terlarang menjadi aman.


"Baiklah, portal ini langsung ke kastil. Karena aku tahu kalau kalian dari kastil," ucap Pangeran Alex yang membuat Putri Blue dan Olivia terkaget.


Mereka berdua masing-masing takut jika rahasianya terbongkar masalah identitas jati diri serta apa yang mereka sembunyikan bersama-sama. Mereka semua pada akhirnya masuk ke portal dan berada di lorong kastil dekat taman.


"Olivia, dia tidak tahukan tentang pembunuhan ini?" bisik Putri Blue di telinga Olivia.


"Sebaiknya kau melupakan kejadian itu karena dia bisa membaca pikiran dan jangan lupa hindari kontak matanya secara langsung," jelas Olivia yang pergi tanpa mengucapkan rasa berterima kasih.


Lalu Pangeran Alex berkata, "Kenapa dia pergi?"


"Ada tugas mendadak sepertinya."


"Semoga saja si Pangeran Alex tidak mengetahui identitasku sebenarnya," kata Olivia yang melangkahkan kakinya keluar kastil.


Si Zefron pun datang di hadapan Pangeran Alex dan melihat Pangeran Alex bersama seorang gadis yang bukan dari kalangan atas. Ia berjalan ke arah Pangeran Alex dengan tatapan mengerikan menurut Putri Blue. Putri Blue segera menghindarnya dan memiliki firasat kalau dia akan dimarahi.


Putri Blue menoleh ke belakang dan melihat Kapten Jeffry sudah berdiri tegak dengan tatapan kesedihannya. Putri Blue langsung berlari dan memeluk erat Kapten Jeffry. Pangeran Alex merasa cemburu terhadap Putri Blue dan ketika ia ingin melangkahkan kakinya, ia tersadar kalau Putri Blue sepertinya sedang melepas rindu ke Kapten Jeffry.


Si Zefron datang dengan memberi nasehat kepada Pangeran Alex dan menahan amarahnya. Tetap saja si Pangeran Alex tidak pernah mendengar ucapan Zefron dan memilih pergi melewati Putri Blue dan Kapten Jeffry yang sedang berpelukan karena ia ingin beristirahat ke kamarnya.


Putri Blue melepaskan pelukannya dan melirik Pangeran Alex berjalan dan si Zefron menyusulnya dari belakang. Kapten Jeffry yang tahu hal itu langsung menyuruh Putri Blue sarapan karena ia sudah menyiapkan sarapan di kamar sang putri.


Putri Blue sangat berterima kasih dan mengatakan jika dia sebenarnya mengkhawatirkan Kapten Jeffry dan dia ingin bercerita tentang semuanya. Kapten Jeffry tersenyum dan ia pamit untuk pergi ke Istana Kerajaan Zarqo dan berjanji akan kesini lagi.


Tampak jelas raut wajah Putri Blue yang sangat senang sekali dan ia pergi ke berlari pergi ke kamarnya. Kapten Jeffry hanya menggelengkan kepalanya dan senang kalau Putri Blue bisa kembali, tetapi ada satu masalah yang mesih menggantung di dalam pikirannya, yaitu Pangeran Alex.


Kapten Jeffry pergi ke Istana dengan menggunakan portal sihir yang telah di siapkan oleh prajurit sihir. Lalu ia menemui Raja Juftin di ruangan kerja istana. Ia dipersilahkan duduk oleh Raja Juftin dan tanpa basa-basi Kapten Jeffry bertanya kepada Raja Juftin.


"Kenapa Yang Mulia Raja memperbolehkan Pangeran Alex untuk tinggal di kastil? Bagaimana jika rahasia Putri Yuna terbongkar?"


"Aku terpaksa tentang hal itu ..."


________________________________________


FLASHBACK.


Pangeran Alex masih berada di ruang rapat bersama Raja Juftin sedangkan Kesatria Zazu sudah kembali ke Kerajaan Polip. Pangeran Alex langsung mengajukan persyaratan tentang permasalahan bisnis.


"Aku tahu jika harga obat-obatan disini sungguh mahal sekali dan aku berencana menurunkannya dengan khusus untuk kerajaan ini hanya 90% untuk setahun ini asalkan Raja Juftin mengizinkan aku tinggal di kastil," kata Pangeran Alex. "Anggap saja 90% itu uang bantuanku untuk memperingankan biaya pembelian obat karena aku sedang berlibur disini. Aku tidak ingin bolak-balik kesini apalagi akses portal ke masuk ke kerajaan ini diblokir dan potral menuju istana juga di blokir."


Pangeran Alex tahu jika Kerajaan Zarqo sangan membutuhkan obat dan sang Raja Juftin juga sangat membutuhkan pemasukan obat untuk semua wilayah kerajaan ini. Raja Juftin juga khawatir tentang anaknya yang takut ketahuan oleh Pangeran Alex. Tetapi demi rakyatnya, ia menyetujui persyaratan bisnis ini.


"Aku menyetujuinya, tetapi jangan kau mendekati gadis-gadis disana."


"Tenang saja, aku bukan type cowok playboy dan suka bermain gadis-gadis. Aku type orang yang serius tentang percintaan pada satu gadis dan aku ingin berusaha mendekati gadis tersebut jika aku menyukainya," jelas Pangeran Alex.


"Sudah, tetapi kasta kami sama hanya saja dia turun kasta."


"Bagaimana mungkin seseorang bisa turun kasta kecuali dari keluarga yang jahat. Aku sarankan kau jangan suka kepada gadis itu."


"Gadis itu baik, hanya saja dia dibuang oleh Orang tuanya sendiri."


Mendengar jawaban Pangeran Alex, ia teringingat putrinya yang secara tidak langsung turun kasta akibat keputusannya sendiri. Pangeran Alex pemisi untuk pergi dari ruangan rapat dan pergi menju kastil.


________________________________________


BACK TO SCENE.


"Jadi, Yang Mulia Raja menyetujui karena bisnis? Yang Mula, tuan putri sudah bertemu dengan Pangeran Alex dan saya khawatir tentang bocornya misi ini. Aku tidak ingin Tim Pasukkan Elit yang terdahulu mati sia-sia."


"Sudah cukup! AKu tidak ingin mendengarkan lagi. Ini tidak akan bocor kalau dia tidak dekat dengan Pangeran Alex," ucap Raja Juftin. "Siapkan dirimu dan Tim Pasukan Elit serta Pengawal raja. Besok kita akan pergi ke Kerajaan Penyihir Putih."


"Baiklah."


Kapten Jeffry segera pergi dari sana dan ia pergi ke markas Tim Pasukan Elit dan disana ia terbengong sambil memikirkan kedepannya. Olla bersama Malik datang ke markas dan menemukan kaptenya yang tidur di meja kerjanya.


"Galau?" tanya Olla yang berjalan ke depan kursi meja Kapten Jeffry lalu duduk.


"Tidak. Oh ya, sebarkan informasi kalau besok kita akan pergi ke Kerajaan Penyihir Putih kepada Pengewal raja."


"Untuk apa kesana?"


"Urusan bisnis."


Kapten Jeffry menegakan kepalanya lalu ia menekukkan tangannya setelah itu ia sandarkan kepalanya di tangannya. Malik menghampirinya lalu bertanya, "Sudah sembuh belum luka Kapten?"


"Bentar lagi mau sembuh," jawab Kapten Jeffry.


Lalu Kapten Jeffry berdiri tegak dan pergi lalu si Olla memanggil sang kapten. Kapten Jeffry berhenti dan menengok Olla seraya berkata, "Ada apa?"


Olla bercerita tentang ia bersama Malik sedang menyebarkan poster pembukaan akademi ujian untuk prajurit, para warga semuanya heboh dengan mendungnya cuaca akibat sihir di hutan terlarang. Lalu dari bangsa Peri membawa Montaur ke tempat pelaporan pusat.


"Akhir-akhir ini sering ada kejadian aneh," ucap Olla. "Lalu gadis itu, apakah dia sudah bisa memberikan keterangan atas aksi di kastil?"


"Aku tidak tahu, tetapi akan aku usahakan untuk mendapatkan keterangan dari dia."


Kapten Jeffry pergi dari markas tersebut menuju kastil lagi dan ia tak lupa pula membeli buah-buahan untuk Putri Blue di toko buah. Disana ia bertemu dengan Olivia yang sedang bersama seorang pria yang sedang berbelanja bareng. Kapten Jeffry tidak menyapanya dan ia hanya melewati mereka berdua.


"Aku baru menyadari jika Auresta ini sungguh sempit," gumamnya.