
Terima kasih sudah menunggu lama ceritaku, aku sadar jika tugas kuliah yang banyak ditambah cerita ini belum tamat, jadi aku merasa memiliki hutang kepada para pembaca. Aku memohon maaf kalau ada kesalahan dalam menulis, tetapi karena kalian semua novel ini sudah resmi kontrak. Aku akan melanjutkan ceritaku di episode ini.
__________________________________
Xio mendengar sekaligus melihat Kapten Sarah yang sedang terdiam dihadapan Putri Blue karena ia dijejal oleh pertanyaan Putri Blue. Merasa kasihan kepada Kapten Sarah, ia mendatangi ketempat mereka dan berkata kepada Putri Blue. "Kau seharusnya tidak bertanya seperti itu, kau sendiri yang bilang kalau ingin ke sana padahal hatimu masih rapuh untuk datang ke sana."
Putri Blue merasa tertampar karena mendengar ucapan Xio, ia langsung tertegun sedangkan Kapten Sarah terkejut jika Xio akan berbicara seperti itu. Kapten Sarah langsung membalas ucapan Xio dengan menegurnya. "Xio, tolong jaga ucapanmu."
"Kapten, dia ter-" ucap Xio yang langsung dipotong oleh Putri Blue. "Tidak, aku yang salah .... maafkan aku, Kapten Sarah."
Putri Blue pergi meninggalkan Xio dan Kapten Sarah dan menuju ke danau yang letaknya di samping markas mereka. Dan ternyata kejadian ini disaksikan oleh Bella, Jack, dan Elle yang mengintip di jendela markas. Elle berkata, "Menurutku, si putri Blue itu tidak memiliki kesabaran."
"Tidak, dia seperti itu karena posisi dia sedang kebingungan, jika kau bingung maka kau bertanya dengan orang lain yang tahu jawaban sebenarnya," jawab Jack yang seakan membantah argumentasi Elle dan Bella menyetujui pendapat Jack.
Kapten Sarah berucap kepada Xio sebelum ia masuk ke markas. "Kau membuatnya semakin terjatuh."
Ketika Kapten Sarah masuk ke markasnya, Jack, Bella, dan Elle terburu-buru kabur dan melakukan kegiatan normal pada umumnya. Kapten Sarah mengetahui kalau mereka telah menguping dan membiarkan mereka yang sedang acting.
Xio memutuskan untuk ikut menyusul Kapten Sarah ke markas dan ia melihat Jack,Elle, dan Bella kemudian berkata, "Aku sudah mencari kayu bakar buat nanti malam dan aku ingin bilang kalau akting kalian sungguh jelek."
Kemudian, Xio mengajak Jack untuk membantunya. "Jack, ikut aku. Aku ingin semuanya berkahir dengan baik."
Setelah Xio dan Jack pergi, Bella bergumam, "Sejak kapan dia tahu kalau kita sedang akting?"
Tidak lama kemudian, si Kapten Sarah muncul dan berkata, "Bella, ajak si putri Blue untuk membersihkan dirinya, aku sudah mempersiapkan gaun untuknya di kamarku dan Elle, ayo kita memetik buah di kebun untuk makan nanti malam."
"Siap, Kapten."
Bella pergi keluar dan menyusul Putri Blue yang sedang sendirian di danau sambil melempar batu. Kemudian, Bella menyapanya. "Putri Blue?!"
Putri Blue melihat kearah samping dan menjawab, "Iya?"
"Sebaiknya kamu harus membersihkan diri. Ikut aku," ucap Blla yang mengajak Putri Blue untuk mandi.
"Seharusnya kalian marah kepadaku karena aku berbicara seperti itu kepada kapten kalian. Aku merasa tidak pantas untuk disini," jawab Putri Blue.
"Sudahlah .... aku mengerti perasaanmu, kami semua memaklumi perbuatanmu. Kapten Sarah menyuruhku untuk menyuruhmu membersihkan diri. Lagipula, nanti malam kita akan ada perayaan, aku ingin kau melupakan segalanya. Ayo, ikut aku."
Akhirnya Putri Blue mengikuti Elle yang terbang dihadapannya sedangkan Kapten Sarah dan Elle memetik buah-buahan yang tertanam di kebun mereka. Xio dan Jack tengah sibuk mengangkat kayu untuk dibawa ke pinggir danau.
Dan pada saat itulah, Xio dan Jack bertemu dengan Putri Blue dan Bella. Xio menatap Putri Blue yang berjan sambil menunduk tanpa tegur sapa. Jack berkata, "Gara-gara ucapanmu, suasana menjadi begini."
"Makanya, aku ingin mengakhiri semuanya."
Bella mengajak Putri Blue untuk memasuki salah satu ruangan di dalam markas tersebut. "Masuklah, disana ada gaun untukmu dari Kapten Sarah."
"Kapten Sarah?"
"Iya, aku akan menunggumu disini."
"Terima kasih banyak," ucap Putri Blue sambil tersenyum.
"Iya, sama-sama."
Putri Blue pergi ke ruangan itu dan ia menemukan gaun yang terletak diatas ranjang yang kecil seperti ranjang lamanya di Kastil. Putri Blue membuka pintu untuk keruangan selanjutnya, dan ia menemukan bak yang telah diisi oleh air hangat serta ada lilin aroma terapi yang menenangkan dirinya.
Putri Blue melepaskan semua pakaiannya dan berendam di bak itu sambil memikirkan apa yang terjadi kepadanya, ia merasa bersalah kepada Kapten Sarah dan mengetuk kepalanya karena omongannya yang menurutnya menyakiti perasaan Kapten Sarah.
"Aku bodoh, kenapa aku melampiaskan emosiku kepada dia, padahal dia sangat baik."
Hari sudah berganti suasana menjadi malam yang begitu gelap dan Putri Blue sudah mengenakan gaun dan Bella sibuk mendandan Putri Blue agar lebih cantik. Ketika selesai, Bella mengajak Putri Blue keluar. "Kau sudah cantik, ayo kita temui mereka!"
"Aku malu, aku takut mereka tidak menyukaiku sekarang," jawab Putri Blue.
"Jangan berfikir negatif, kau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi."
"Ayo! Yang lain pada nungguin kamu! Kamu adalah putri malam ini!" ucap Kapten Sarah yang wajahnya penuh keceriaan.
Mereka berdua berjalan bersama dan Bella terbang mengikutinya, sewaktu mereka semua tiba, Putri Blue dipersilahkan duduk oleh Elle diatas tanah yang dialasi papan kayu dengan formasi duduk lingkaran dan api unggun yang menyala tepat ditengah-tengah lingkaran tersebut.
Putri Blue duduk tepat di tengah-tengah antara Xio dan Kapten Sarah, perasaan canggung pun meliputi suasana hati Putri Blue. Xio memberikan selimut kepada Putri Blue dan berkata, "Maafkan perkataanku tadi."
"Ah .... tidak, aku yang seharusnya meminta maaf, aku kesal dan aku melepaskan emosi aku ke Kapten Sarah seperti orang bodoh," jawab Putri Blue.
Kapten Sarah menanggapi jawaban Putri Blue. "Dalam keadaan seperti ini, seharusnya wajar kau marah dan kau berhak meluapkan emosimu juga, tetapi jangan sampai menyakiti orang-orang disekitarmu."
"Iya, maafkan aku," ucap sekali lagi Putri Blue.
"Baiklah, ini langsung cerita atau makan-makan dulu?" tanya Jack.
"Bagaimana kalau langsung cerita? Xio! Cepat cerita, ini penebusan dosamu untuk Putri Blue dan kami akan mendengarkan ceritamu sambil makan!" seru Elle.
"Baiklah," jawab Xio yang menyanggupi perintah Elle. "Jadi, ketika kita memutuskan mengorbankan jiwa kami untuk menyelamatkan Kerajaan Zarqo ...."
_________________________________________
Xio, Elle, Jack, Dinda dan Kapten Sarah masuk ke hutan terlarang ketika malam hari, hanya ada cahaya bola sihir yang terang benderang untuk menuntun mereka ke pohon beringin ajaib. Suasana hutan pada saat itu sangatlah menakutkan, banyak binatang buas yang memata-matai mereka.
"Kapten Sarah, kita sepertinya akan mati dimakan Griffin atau hewan lainnya sebelum kita menemukan pohon itu," ucap Bella yang merasakan binatang buas disekitar mereka.
"Tidak akan aku biarkan binatang buas memakan kalian," tegas Kapten Sarah. "Dan kita harus saling menjaga satu sama lain."
"Siap, Kapten!"
Mereka terus berjalan melewati semak belukar, Xio memimpin perjalanan pada saat itu dan Kapten Sarah berjalan paling belakang untuk menjaga mereka semuanya. Xio merasa kalau seharusnya mereka sudah menemukan pohon beringin ditempat ini, tetapi pohon itu menghilang.
"Kita sudah sampai, tetapi pohonnya menghilang," ucap Xio yang kemudian ia menggunakan sihirnya untuk menggandakan bola sihirnya menjadi banyak serta melayangkan ke udara supaya tahu keberadaan pohon tersebut.
Sayangnya, tetap saja tidak ketemu. Akhirnya Kapten Sarah berfikir dan ia berkata, "Aku rasa ini karena kita bukan manusia suci penjaga pohon beringin, makanya kita tidak ketemu."
"Jadi, usaha kita sia-sia?" tanya Bella.
Kapten Sarah hanya terdiam dan Bella merasa kecewa serta marah pada keadaan ini. Elle menenangkan Bella dengan berkata, "Bella, tenangkan kondisimu! Kami mengandalkanmu untuk membaca situasi saat ini."
"Bagaimana aku bisa tenang? Aku merelakan diriku hanya untuk berkorban, tetapi aku akan mati dimakan makhluk buas! Aku tidak ingin seperti ini!" jawab Bella.
"Bisa diam tidak?!!" teriak Jack yang sudah muak dengan sikap Bella.
Tiba-tiba dari belakang mucul Drakon, yaitu makhluk reptil raksasa yang berbentuk ular. Xio tersadar jika dibelakang Kapten Sarah ada Drakon, ia berteriak, "Lari!"
Seketika Jack dan Elle langsung lari dan ketika Kapten Sarah hendak lari, Drakon tersebut sudah ada tepat dibelakangnya dan menjulurkan lidahnya untuk memakan Kapten Sarah. Dengan segera, Kapten Sarah menghentikan waktu dan berlari kearah tubuh Drakon untuk memotong tubuhnya, sayangnya usahanya gagal karena tubuh Drakon itu sangat keras dan pedang Kapten Sarah terbelah menjadi dua.
Dan dalam sekejap, kekuatan Kapten Sarah menghilang, waktu berjalan kembali dengan normal, Drakon terebut mengetahui posisi Kapten Sarah dan hendak melilit Kapten Sarah. Xio dengan tanggap menggunakan sihirnya untuk melindungi Kapten Sarah dari lilitannya.
Tetapi, sihir Xio dipatahkan oleh kekuatan Drakon yang begitu kuat tetapi Kapten Sarah terselamatkan oleh Bella karena ia dengan cepat menumbuhkan pohon raksasa dan Drakon tersebut terjungkir kebalik. Kapten Sarah tidak menyia-nyiakan kondisi saat ini, dengan segera ia pergi untuk menyelamatkan dirinya.
Jack, Elle, dan Xio takjub dengan kekuatan peri yang dimiliki Bella, sedangkan Bella sendiri kelihatan lemah karena ia telah mengeluarkan seluruh kekuatannya. Kapten Sarah memerintah semuanya untuk bersembunyi dari Drakon melalui telepatinya. Jack, Elle, Bella, dan Xio yang mendengar telepati dari Kapten Sarah langsung menuruti perintah Kapten Sarah.
Tidak lama kemudian, Drakon itu mengamuk dan menghancurkan semua pohon disekitarnya dan untung saja Kapten Sarah dan timnya sudah bersembunyi. Kapten Sarah berfikir bagaimana cara mengalahkan Drakon tersebut karena pedang dan sihir tidak cukup untuk melawan Drakon itu.
"Kita harus bagaimana?" tanya Elle yang langsung mulutnya ditutup oleh Jack.
Suara Elle membuat Drakon itu pergi kearah mereka dan Jack menggenggam kuat tangan Elle untuk berlari bersamanya sebelum Drakon itu menemukan mereka. Dengan kekuatannya, Drakon itu mengibahkan ekornya dan seketika posisi Jack dan Elle terancam bahaya.
Mereka terkena kibasan ekor Drakon tersebut dan Kapten Sarah langsung kembali menghentika waktu, ia berlari kearah Jack dan Elle dengan secepat mungkin. Ia langsung membawa mereka satu persatu untuk ke tempat yang aman.
Ketika ia berhasil membawa mereka ketempat aman, kondisi Jack dan Elle tidak sadarkan diri dan membuat Kapten Sarah memeriksa denyut nadi mereka. "Denyut nadi lemah, pasti mereka mengalami pendarahan bagian dalam. Aku harus bagaimana?"