AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE

AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE
INFORMATION



Putri Blue menolehkan pandangannya dan tertawa. "Rindu? Hahahaha ..."


"Kenapa? Lucu? Besok aku tidak akan datang kesini karena pergi ke Kerajaan Penyihir Putih," ucap Kapten Jeffry yang sedang marah karena dia mengungkapkan perasaan sebenarnya, tetapi dianggap hanya lelucon semata oleh Putri Blue.


"Tidak, aku senang ketika ada yang mengkhawatirkanku," ucap Putri Blue yang mengentikan tertawanya lalu menarik tangan Kapten Jeffry untuk berjalan keliling kastil.


Kapten Jeffry tidak menyangka jika Putri Blue secara tiba-tiba menari tangannya dan untung saja luka si Kapten sudah agak membaik kemudian itu, mereka berdua berjalan di sepanjang lorong kastil dengan bergandeng tangan tanpa adanya pembicaraan lalu sang putri melepaskannya ketika ia memulai obrolan ke Kapten Jeffry.


"Kau tidak menanyakan aku tidur dimana? Atau aku itu bareng siapa ketika berada di luar kastil?"


"Haruskah aku menanyakan itu?"


Putri Blue menghentikan langkahnya dan Kapten Jeffry menoleh ke sang putri. Putri Blue memulai ceritanya karena Kapen Jeffry tidak menanyakan dirinya.


"Tadi pagi aku hampir terbunuh oleh Mantour di hutan terlarang untuk menggagalkan aksi pemburuan ilegal. Dia menangkap Pegasus."


Kapten Jeffry menatap serius Putri Blue yang sedang menunduk. "Jadi, tuan putri yang membuat cuaca gelap seperti itu?"


"Bukan aku, temanku menyelamatkanku karena si Mantour itu ingin membunuhku dan dia ..." Putri Blue langsung terdiam sebentar dan berkata, "Kau seharusnya pulang dan mempersiapkan dirimu untuk besok."


"Jangan membuatku penasaran, dia itu siapa?" tanya Kapten Jeffry.


"Musuhku! Aku ingin benci dia, tetapi tidak bisa. Mengingatnya ketika bertemu pertama kali saja sudah sebel karena sikap dia yang semena-mena ke aku," jawab Putri Blue yang mengingat kepalanya diketuk oleh Pangeran Alex menggunakan tongkat sihir.


"Udahlah, lebih baik aku ke kamarku karena dia goodmood-ku menjadi hancur," sambungnya.


Kapten Jeffry mengeluskan kepala Putri Blue lalu merendahkan badannya. "Dengar, berteman kepada siapa saja boleh asalkan cari yang benar-benar baik dan tulus dalam pertemanan. Mungkin dia itu orangnya jahil, tetapi di satu sisi juga dia baik sampai-sampai Tuan Putri berhutang nyawa dengannya."


"Kalau dia dengar perkataanmu, aku yakin 10.000% dia akan membanggakan dirinya," jawab Putri Blue. "Cepat kau pergi, aku ingin beristirahat."


Kapten Jeffry kembali menegakkan badannya denga posisi semula dan melipat kedua tanganya. "Tuan putri ingin mengusirku?"


"Bukan itu maksudkuku, tetapi lihat dirimu ... para prajurit lain bertugas sedangkan kau disini dan bersamaku. Apakah kau tidak memiliki tugas? Bukannya kau itu seorang kapten sekaligus asisten raja? Jangan-jangan kau makan gaji buta, ya?"


"Baiklah, aku akan pergi," ucap Kapten Jeffry yang segera membalikkan badannya dan pergi keluar kastil.


Putri Blue meninggikan volume pita suranya dan berkata, "Kerja yang benar supaya aku bisa makan enak!"


Ia berbicara sambil tertawa ke Kapten Jeffry, tetapi sang kapten tidak menoleh kebelakang dan dia tersenyum sendiri mendengar perkataan dari Putri Blue. Pangeran Alex dari tadi melihat wajah sumringah yang terpancarkan dari gadis itu.


Setelah itu, Putri Blue menoleh kesamping dan melihat Pangeran Alex yang sedang melihat kearah dirinya, seketika itu senyumannya memudar lalu bersikap seperti biasa. Putri Blue segera berjalan menuju lapangan tempat ia berlatih.


"Beraninya dia mengabaikanku," gumam Pangeran Alex.


Di dalam perjalanannya, ia bertanya-tanya kepada dirinya, kenapa Pangeran Alex berada di kastil ini dan kenapa harus berada di kastil ini. Langkah Putri Blue harus berhenti ketika Pangeran Alex berada di hadapannya, sang putri menunjuk pangeran dan menoleh kebelakang sembari kebingungan.


"Kenapa kau disini? Bukannya tadi disana?" tanya Putri Blue.


"Kenapa kau bertanya lagi? Aku bertanya kepadamu. Pulanglah ke asalmu! Jangan-jangan kau menggunakan kekuatan menghentikan waktu, ya?."


"Kalau 'iya' kenapa? Lagipula aku udah membayar mahal untuk bisa berlibur disini selama seminggu."


Sontak saja, Putri Blue terkjut dan matanya terbelalak lebar ketika ia mendengar jawaban Pangeran Alex. "Apa?!"


"Kau terkejut? Sepertinya kaptenmu tidak memberi tahumu ya? Kasihan sekali, kau terus memberikan informasi kepadanya, tetapi dia tidak pernah memberikan informasi kepadamu," ucap Pangeran Alex.


"Kau menguping!!!" bentak Putri Blue lalu ia pergi dan mempercepat langkahnya.


Pangeran Alex terus berjalan mengikuti gadis yang dibelakangnya lalu gadis itu memutarkan badannya dan berkata, "Jangan ikuti aku!"


"Aku tidak mengikutimu, itu hanya perasaanmu saja," jawab Pangeran Alex. "Ah ... Zefron!"


Putri Blue langsung menoleh ke belakang dan melihat pria yang tinggi berjalan kearahnya. Putri Blue teringat pria itu ketika ia kembali ke kastil lalu pria itu menghampiri Pangeran Alex dengan wajah menahan amarahnya.


"Bukan, pria itu berjalan ke arah Pangeran Alex," gumam Putri Blue.


Langsung saja dia malu atas tingkahnya sendiri karena baru kali ini rasanya dipermalukan oleh sikapnya dan asal menuduh seseorang atas perasaannya sendiri. Ia meminta maaf kepada Pangeran Alex dan pergi berlari dengan cepat, Si Zefron itu melirik gadis yang berlari tersebut dan menoleh ke Pangeran Alex yang sedang tertawa kecil.


"Kenapa gadis itu? Pangeran mengenalnya?" tanya Zefron yang berdiri di hadapan Pangeran Alex.


"Aku kenal karena dia tetangga kamarku."


"Besok raja Jeffry pergi ke Istana Kerajaan Penyihir Putih..."


"Aku tahu," potong Pangeran Alex. "Kau urus semuanya dan aku akan menikmati liburanku disini."


Pangeran Alex pergi dan berniat untuk menyusul Putri Blue yang pergi terlebih dahulu meninggalkan dirinya, tetapi asistennya itu berkata, "Tidak ada salahnya pangeran menyukai seorang gadis, tetapi lihat statusmu dan jaga kehormatan keluarga kerajaan."


"Jadi, kau berfikir dia tidak pantas untukku karena status dia dibawahku? Jika kupikir ulang, statusmu juga rendah dan kau beraninya merendahkan satatus dia," ucap Pangeran Alex.


Lalu sang pangeran menepuk bahu si Zefron dan berkata lagi. "Daripada 'rendah' mengejek 'rendah' lebih baik berdamai dan melupakan permasalahan status. Karena kau hanya melihat dari sampulnya dan belum melihat isi dalamnya."


Pangeran Alex pergi sembari mencari gadis itu dan melirik kanan-kiri nya. Ia mencari sudut demi sudut ruangan, tetapi hasilnya nihil dan ketika ia mencari disisi samping kastil kemudian menemukan lapangan yang cukup luas serta pepohonan yang rimbun berada di luar lapangan.


Pangeran Alex melihat Blue yang merupakan nama gadis itu berada di bawah pohon dan menikmati buah strawberry yang diberikan oleh Kapten Jeffry. Semilir angin sepoi-sepoi membuat sedikit rambut gadis itu menerpa wajahnya, tetapi tidak meleburkan kecantikannya.


Putri Blue memandang kedepan dan melihat Pangeran Alex sedang berdiri dihadapannya dari kejauhan. Putri Blue yang saat itu ingin memasukan lagi strawberry ke dalam mulutnya pun tidak jadi karena Pangeran Alex terus menatapnya dan membuat PutrI Blue merasa gelisah lalu menghampiri Pangeran Alex


Tetapi dari arah belakang Putri Blue ada seorang misterus berjubah hitam yang muncul menggunakan potalnya dan membuat sang Pangeran Alex berlari sembari berteriak, "Dibelakangmu!"


Putri Blue menoleh ke belakang dan matanya membesar ketika seseorang berjubah hitam itu menggenggam tongkat sihirnya lalu membuka tudung jubahnya.