AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE

AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE
THE HOPELESS (SEASON 2)



FLASHBACK.


Putri Blue menghilang dikarenakan terkena sihir Mark yang mengikat dirinya, tetapi tidak tahu kenapa ia berada di hadapan langsung oleh Raja Carles. Ia menatap sang raja tersebut dengan beriringan rasa takut yang menyelimuti dirinya. Karena aura hitam pekat menyelimuti Raja Carles serta wajah menyeramkan itu membuatnya tidak betah berlama-lama menatapnya.


"Oh, kita ketemu lagi, Putri Yuna," ucap Raja Carles yang sedang memantau keadaan peperangan.


Sang Raja Carles tidak pernah ikut terlibat dalam peperangan, ia lebih suka menonton ketimbang ikut serta dalam aksi tumpah darah, ini bukan karena takut atau segala macam. Tetapi ia memiliki kekuatan sihir yang jauh lebih kuat daripada pasukannya. Walaupun kalah pasukannya, tetapi ia sanggup memenangkan peperangan hanya menggunakan kekuatannya.


"Aku sudah menyerah dan aku ingin bergabung denganmu. Kau bisa memanaatkanku untuk menguasai Auresta, tetapi jangan Kerajaan Zarqo. Aku mohon," kata Putri Blue sambil menangis lalu ia bersujud dihadapan Raja Carles.


"Apa yang terjadi jika kau menghianatiku?" tanya Raja Carles dengan lantang.


"Mati," jawab Putri Blue yang sepontan tanpa berfikir panjang.


Cincin berlian yang melekat manis pada jari sang Putri Blue mengeluarkan cahaya hitam dan menyerang jantung sang putri yang membuatnya menahan sakit pada kepalanya. Ingatannya tentang kekejaman yang ia rasakan secara tiba-tiba muncul dan juga ia memngingat tentang kejadian pembunuhan.


Aura hitam menyelimuti sang putri dari permukaan tahan lalu merambat keseluruh badannya hingga membuat sang putri berubah penampilan fisiknya. Ia masih seperti gadis pada umunya, tetapi mata biru yang sudah lama tidak muncul sejak ia lahir itu tiba-tiba keluar hingga menggantikan warna matanya yang hitam legam itu.


Ada separuh rambutnya berwarna biru yang berada disamping belakang kepalanya, menurut cerita pada zaman dahulu. Jika seorang duyung sudah memasuki usia tujuh belas tahun, maka rambutnya akan meunjukan dua warna yang berbeda.


"Cincin itu akan menunjukan siapa sebenarnya dirimu," kata Raja Carles, "Nikmati saja rasa sakitnya lalu bertahanlah, hidup itu kejam dan tidak semudah dibayangkan."


Dari mata Putri Blue mengeluarkan darah yang berwarna merah dan tidak lama mengeluarkan darah hitam. Putri Blue tidak kuat lagi dengan rasa sakit kepalanya itu dan akhirnya ia pingsan. Ketika pingsan, aura hitam itu masih menyelimuti tubuhnya dan keluarlah aura putih dari dalam diri sang putri.


Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh Raja Carles, Kedua aura tersebut bersatu dan menciptakan aura baru berwarna biru. Aura biru adalah aura yang seimbang antara kegelalapan dan kesucian. Yang hanya memiliki aura tersebut adalah Blue si serigala. Tetapi sang Putri Blue memilikinya juga.


"Apakah Blue memberikan kekuatannya untuk gadis ini? Kalau begitu, baguslah. Karena aku akan memanfaatkanmu," ucap Raja Carles.


Raja Carles menyuruh anak buahnya dan pasukannya mundur dan menyerahkan bagian wilayah selatan ini untuk Raja Juftin sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh sang Putri. Semua pasukan mundur dan tidak ada lagi penyerangan untuk pasukan Kerajaan Zarqo.


Raja Carles menggotong tubuh Putri Blue yang pingsan tersebut untuk dibawa ke istananya melalui portal sihir. Dan pada saat itulah sang Putri Blue rela mengorbankan seluruh kemampuannya demi kemenangan Raja Juftin. Ia tahu, Kapten Jeffry pasti tidak akan setuju dengan ini, tetapi apa yang harus dilakukannya ketika kekuatannya belum sempurna dan peperangan sudah dimulai?


SEASON 2.


Ada perasaan aneh ketika melihat tangannya, seperti keluarnya aura biru, tetapi hanya sedikit. Ia membuka selimut yang membalut tubuhnya itu dan ia melihat aura biru keluar dari tubuhnya. Ia langsung berdiri lalu ada sebuh cermin hias yang berada di ruangan itu.


Ia duduk di kursi melihat cermin tersebut dan memegang pipinya sambil memeriksa matanya yang sudah berubah dan sebagian rambut yang dibelakang kepalanya juga berubah berwarna biru semuanya. Tidak ada perasaan kaget ataupun tercengang. Ia tersenyum sambil berkata, "Hallo, Putri Blue, Putri Yuna telah benar-benar mati."


Dari arah belang, si Mark datang dari arah pintu lalu menghampiri Putri Blue yang sedang bercermin. Putri Blue teringat jika di kastil, Kapten Jeffry yang selalu menghampirinya dari belakangnya. Dan untuk sekarang, si Mark yang akan selalu dibelakang Putri Blue.


"Namamu sekarang adalah Blue, Putri Blue dari Kerajaan Penyihir Hitam. Aku akan mengajarimu mulai dari sekarang."


"Kalau begitu, ajarkan aku tentang semuanya," ucap Putri Blue yang raut wajahnya datar menghadap cermin.


Mark membawakan gaun cantik dan menyuruh Putri Blue memakainya lalu ia letakan gaun tersebut diatas kasur. Lalu pergi dan tak pula pula, si Mark berkata, "Aku menunggumu di luar."


Putri Blue melepaskan seluruh pakaiannya sehingga tidak ada sebenang pun yang melekat pada tubuhnya kemudian itu, ia membentangkan gaun tersebut didepan cermin untuk mencocokan dirinya. Warna putih yang dipadu dengan merah muda mewarnai gaun pendek tersebut.


Untuk pertama kalinya dia melihat gaun secantik ini digunakan untuk menutupi tubuhnya, tetai tidak tahu kenapa perasaan sang putri tidak senang. Ia melepaskan gaun itu dari genggamannya lalu menghadap kesamping dan ada keanehan pada punggungnya, ia pun mencoba memegang punggungnya. Dipunggungnya seperti ada tonjolan.


"Sayapku," kata Putri Blue yang merasakan jika itu adalah tempat sayapnya yang terletak dipunggugnya.


Tak butuh waktu lama, sang Putri Blue segera memakai gaun tersebut lalu menemui Mark yang sedang menunggunya. Kemudian si Mark melihat Putri Blue dengan cantiknya memakai gaun tersebut dan ia segera membuka portal dan menyuruh Putri Blue untuk masuk, tanpa segan lagi sang putri masuk ke portal tersebut.


Mark dan Putri Blue berada di tengah-tengah lapangan yang luas, seperti stadion yang dilihat oleh seluruh rakyat Kerajaan Penyihir Hitam dan disaksikan oleh Raja Carles yang sedang duduk di kursi singgah sananya. Mark dan Putri Blue saja disana, tetapi ada seorang gadis yang tangan dan kakinya terikat dihadapan mereka berdua.


Mark mengeluarkan pedangnya lalu melemparkannya ke bawah tanah sambil berkata, "Bunuh gadis itu untuk membuktikan kau telah mengkhianati Kerajaan Zarqo. Itulah pelajaran pertamamu."


Putri Blue menatap gadis malang itu yang ia kenal, gadis tersebut adalah tahanan dari Kerajaan Zarqo. Dia adalah Olla yang sebenarnya. Dia diculik karena dia termasuk anggota Tim Pasuka Elit dan informasi tentang semua Kerajaan Zarqo bocor karenanya, termasuk informasi tentang Putri Yuna lalu tubuhnya diduplikat mirip dengannya untuk mencuri lagi informasi lebih lanjut.


Mark pun pergi dari sana dan pergi ke belakang kursi singgah sana raja, seluruh penonton meriuhkan suasana sehingga pecah keheningan. Secara kompak mereka bersorak meriahkan stadion ini dengan kata, "BUNUH! BUNUH! BUNUH! BUNUH!"


Olla mengeluarkan air matanya dan memohon kepada Putri Blue. "Jangan bunuh aku, aku mohon."


Olla pun bersujud kepadanya dan ia juga teringat jika ia pernah bersujud kepada Raja Carles ketika tidak ada lagi pilihan. Putri Blue mengerti perasaan Olla yang tidak memiliki pilihan lain.