
Pada malam hari yang cerah dengan cahaya rembulan dan ditemani oleh bintang yang ikut menyinari. Kapten Jeffry secara sengaja pergi ke kastil yang seperti biasa untuk menunggu Putri Blue kembli, tetapi langkahnya berhenti ketika didepan pintu kamar Putri Blue ada Pangeran Alex yang berdiri tegak disana.
Kapten Jeffry menemui sang pangeran dan berkata, "Kenapa Pangeran Alex ada di depan pintu ini?"
"Memangnya kenapa? Aku juga berhak mengkhawatirkannya," jawab Pangeran Alex.
"Aku iri, selama ini dia suka denganmu," ucap Kapten Jeffry sambil menundukan kepalanya dengan tangan kanannya masuk ke dalam kantong celananya. Lalu, menegakkan kepalanya kembali dan memegang bahu kanannya Pangeran Alex dengan tangan kananya sambil menyambung perkataannya.
"Pfftt ..." tawa kecil Pangeran Alex lalu melepaskan tangan Kapten Jeffry. "Kau ini ... aku lebih iri denganmu karena mengenal dia terlebih dahulu, ketika kau mengunjunginya dan ketika ia memberikan pelukan, senyuman, tawa, dan gandengan tangan bersamamu. Itu membuatku hancur."
"Ketika aku memegang tangannya lalu melihat masa lalunya, ia pernah berkata jika aku hanya sebatas seorang abang yang menjaga adik kecilnya. Kemudian ketika dia memegang tanganku untuk terakhir kalinya sebelum ia diculik, kau yang menyelamatkan dia dari Minotaur di hutan terlarang dan disana dia menyukaimu," jelas Kapten Jeffry. "Rasanya aneh jika lawan membantu musuhnya sampai-sampai jatuh cinta dengan musuhnya.."
"Aku tahu itu," kata Pangeran Alex. "Aku juga tahu siapa Blue sebenarnya, dia adalah putri Yuna dan disembunyikan lalu berganti nama dengan Blue karena ia memiliki kekuatan yang hampir sama denganku."
"Aku tahu tentang cerita kapten Sarah dengan anggota timnya yang menghilang untuk menggabungkan kekuatan mereka dan terlahirlah kekuatan baru di tubuh Blue untuk bisa menyerangku dan raja Carles. Tetapi aku menyukainya! Masa depan bisa berubah dan aku menyakininya!" sambung Pangeran Alex.
"Hmm ... Pangeran Alex jangan khawatirkan dia karena sekarang dia sedang memandang bintang diatas langit," ujar Kapten Jeffry yang hendak pulang.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Pangeran Alex.
"Dari kecil dia menyukai bintang dan aku yakin diamana pun ia berada, ia pasti menatap bintang," jawab Kapten Jeffry yang melangkahkan kakinya ke luar. "Jaga putri Blue baik-baik."
Pangeran Alex yang mendengarkan ini langsung mengejarnya dan memotong jalan Pangeran Alex dan berdiri dihadapan Kapten Jeffry. "Kenapa kau berbicara seperti itu?"
"Itu hanya pesanku untukmu."
_____________________________
KERAJAAN PENYIHIR HITAM.
"Aku rindu bintang," ucap Putri Blue yang sedang berada dekat besi dan bersender didinding tanah yang lembab dan terasa dingin menembus pori-pori kulit sang putri.
Putri Blue menahan dinginnya malam sambil menggosokan tangannya berulang kali dan menghembuskan udara hangat melalui mulutnya ke dua tangannya. "Udara disini jauh lebih dingin daripada diluar kastilku."
Tiba-tiba saja ada sebuah batu kecil yang menenai dirinya, Putri Blue menoleh ke arah luar sel dan ternyata seorang gadis yang ia lihat siang hari di dalam sel itu sedang melepar batu kecil. Putri Blue menyentuh besi itu dan secara mengejutkan ia terkena aliran listrik yang berada di besi itu.
Putri Blue dengan cepat melepaskan tangannya dan mengibas tangannya yang terkena sengatan listrik. Kemudian, ia menoleh lagi ke arah depannya dan ia melihat jika gadis itu sedang berbicara kepadanya dengan berbisik-bisik sambil menggerakkan tubuhnya.
Sang putri tidak pahan dan memberikan kode menyilangkan tangannya ke atas lalu mengangkat kedua tangannya sambil menggelengan kepalanya yang menandakan ia tidak mengerti ucapan dari gadis itu. Gadis itu hanya menepuk jidat nya dan mengulangi lagi gerakkannya.
Putri Blue yang tidak paham karena gadis itu terus menunjuk dirinya dan menunjuk matanya sambil menepuk dadanya. Kemudian sang putri mengikuti gerakkan gadis itu yang pertama-tama ia menunjuk ke arah gadis itu dan berfikir adalah 'kau'.
Lalu sang putri menunjuk matanya dan berrfikir lagi, dan terakhir, ia menepuk dirinya sendiri dan berfikie kalau itu adalah 'aku'. Putri Blue menggabungkan semua kata-katanya dan membuat kesimpulan.
"Kau mata aku? Eh ... kayaknya bukan ..."
Putri Blue menganggukkan kepalanya kepada gadis itu dan gadis itu hanya diam saja, sang putri pun kembali menyenderkan kepalanya dan tidak menoleh kepada gadis itu. Dan lagi-lagi ia dilempar batu kecil itu mengenai kepanya kali ini.
"Aduh, ada apa?" ucap Putri Blue.
Karena ucapan Putri Blue itu membuat penjaga sel bawah tanah menghampirinya dan melihat Putri Blue yang sedang tertidur di bawah lantai tanah liat. Ketika penjaga itu pergi dan Putri Blue membukakan kelopak matanya dan duduk.
"Hufft, untung saja aku memiliki kekuatan peri," batin Putri Blue.
Putri Blue menata gadis itu dan berbisik-bisik sambil menggerakkan tubuhnya. "Ada apa? Kenapa kau menunjuk matamu? Kau ingin aku melihat matamu?"
"Itu dia! dia ingin aku menatap matanya,tunnggu ... kalau aku menatap matanya berati aku membaca pikirannya dan bagaimana dia tahu jika aku memiliki kekuatan ini?" batin Putri Blue.
Putri Blue mengasih aba-aba stop dan menunjuk matanya lalu mengarahkan matanya gadis itu. Tampak jelas jika gadis iyu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Putri Blue menatap mata gadis itu.
_________________________
Burung merpati yang diterbangkan untuk membawa pesan pun telah tiba ke Istana Kerajaan Penyihir Hitam dan Mark menangkap burung tersebut lalu memberikannya kepada Raja Carles yang sedang duduk di kursi dengan berlatar belakangnya jendela kaca yang sangan besar sehingga serta tinggi yang menjulang.
Raja Carles membuka wadahnya lalu membuka gulungan kertas tersebut dan menuliskan pesan yang dicap langsung dari Kerajaan Zarqo yang berisi tentang .
Untuk Yang Mulia,
Raja Carles Hals.
Aku tahu jika kau menculik seorang gadis yang jelas-jelas bukan rakyatmu, aku tahu juga jika sebagian di Kerajaan Zarqo ada anak buahmu yang terus mengawasi kami. Selama ini aku hanya diam sampai pada akhirnya kau memilih untuk menculik seorang gadis di kastil.
Aku tahu, kau sengaja membuat suasana ini supaya terjadinya perang.Rasanya percuma saja jika aku meminta mengembalikkan gadis itu sedangkan kau akan menjawabnya berperang sesuai dengan rencanamu. Maka dari itu, bagaimana jika aku mengikuti alurmu saja dan kami juga ingin merebut wilayah selatan kami.
Salam Hangat,
Kapten Jeffry Adira Abyaz.
Raja Carles itu meremas kertasnya lalu melemparkannya. Ia menatap Mark dan berkata, "Sesuai dengan rencanamu, lakukanlah hal yang sama dan apa kekuatan kapten Jeffry?"
"Dia memiliki kekuatan bisa membaca masa lalu melewati garis tangan seseorang," jawab Mark.
"Pantas saja, sepertinya dia dekat dengan salah anak buahmu," kata Raja Carles. "Aku tidak ingin kalah pada peperangan kali ini dan jika kalah ..." Raja Carles langsung mengambil tongkatnya yang ada di merja dan mengarahkan tongkatnya kearah burung merpati itu yang diam di mejanya.
Burung merpati itu segera terbang, tetapi Raja Carles sudah membaca mantra dan sihirnya mengenai burung merpati itu. Ia terjatuh di udara yang berpas-pasan di hadapan Mark. Mark melihat burung tersebut seakan meleleh seluruh badannya dan hanya darah yang terus-temurus keluar dari tubuhnya hingga menyisakan darah dan bulunya saja.
"Itu hukumannya jika kau kalah perang," sambung Raja Carles.