AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE

AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE
WHITE AND BLACK



Tiba-tiba Putri Blue menyerang mereka semua yang berada di bar menggunakan sihirnya, mereka tidak menyangka jika Putri Blue akan melakukan hal seperti ini. Mereka semua menyerang balik sang putri dengan tongkat sihir yang miliki.


"Kau gila? Kau telh mengkhianati raja Carles!"


"Aku tidak peduli," jawab Putri Blue sambil menghindar serangan.


Putri Blue sama sekali tidak takut untuk menghadapi mereka semua walaupun ia beberapa kali kena serangan sihir dari mereka. Dan ketika serangan sihir datang dari belakang dan ia sibuk menangani serangan sihir di hadapannya, dengan cepat si Putri Blue menghindari kedua serangan sihir dan kedua kekuatan sihir tersebut bertabrakan kemudian meledak di bar tersebut.


Api berkobaran dibar dan Putri Blue menciptakan busur serta anak panah untuk memanah penyihir hitam yang kabur dari tempat bar tersebut. Putri Blue tidak akan membiarkan para pengkhianat dan mata-mata Kerajaan Penyihir Hitam lolos darinya.


Setelah ia  selesai membunuh semua makhluk yang berada di bar, Putri Blue mencari Mark di Istana Kerajaan Penyihir Putri sampai akhirnya ia berhadapan dengan Mark di halaman taman sebuah pavilum yang letaknya tidak jauh dari istana. Putri Blue langsung menyerang Mark tanpa basa-basi lagi dengan sihirnya, tetapi Mark menghindarinya.


"Sudah aku peringatkan, jangan berani-berani menyntuh para pelayanku," ucap Putri Blue.


"Apakah hanya itu kau menyerangku?" tanya Mark.


"Bukan hanya itu, kau adalah parasit yang akan mengganggu keluargaku serta yang lain," jawab Putri Blue. "Maka dari itu, kau harus disingkirkan."


Mark membalas serangan Putri Blue dengan tongkat sihir miliknya, tetapi dengan sigapnya Putri Blue melindungi dirinya dan ia menjatuhkan tangannya ke tanah kemudian menciptakan akar rerumputan menjadi besar dan kokoh yang muncul dari permukaan tanah. Akar tersebut menghantam dada Mark sehingga Mark terjatuh diatas tanah.


Tongkat sihir milik Mark terhempas dari genggamannya dan Putri Blue mencekik Mark dengan sihirnya kemudian berkata, "Tanpa tongkat, kau bukan apa-apa."


Putri Blue mengucapkan salah satu mantra. "Ut Pluvis."


Dengan perlahan, tubuh Mark menjadi debu yang bertebaran di udara. Sebelum tubuhnya hancur, Mark berkata kepada Putri Blue sebagai kalimat terakhirnya. "Sampai jumpa di neraka."


Putri Blue membalas dengan senyuman dan tidak lama kemudian Mark benar-benar menjadi debu dihadapan Putri Blue yang kemudian ia pergi ke rumah perinya yang berada di atas pohon di hutan terlarang. Ia tidak bisa tidur dan ia terus duduk di teras rumahnya sambil menatap bintang.


Suci melihat Putri Blue yang duduk sendirian dari jendela merasa khawatir kepada diri sang putri. Ia memutuskan untuk menemui Putri Blue dan duduk disampingnya. Putri Blue bertanya, "Kau belum tidur?"


Suci menjawab, "belum, kau gugup dengan esok pagi?"


"Tidak," ucap Putri Blue menatap wajah Suci.


Suci memegang kening Putri Blue untuk mengecek kondisi Putri Blue karena bibir sang putri sudah pucat. "Kau tidak demam, tetapi wajahmu pucat, apa yang terjadi padamu? Apakah kau benar-benar memutuskan untuk mengkhianati raja Carles?"


"Makanya kau harus membantuku untuk melawan kejahatan," jawab Putri Blue sambil tersenyum. "Aku tidak ingin seperti Olivia yang tahu kejahatan dan kebaikan, tetapi ia masih berpihak kepada kejahatan. Lagipula si Mark sudah aku bunuh dan tidak ada lagi yang mengganggu keluargaku dan makhluk-makhluk lain."


Suci merebahkan dirinya dilantai dan berkata, "Semua makhluk yang dihutan ini akan selalu mendukungmu, kau jangan khawatir. Kau seharusnya khawatir dengan dirimu yang terlalu banyak pengorbanan."


"Kekuatan dari pengorbanan," ujar Putri Blue kepada Suci.


______________________________________


KERAJAAN PENYIHIR PUTIH.


Raja Alex sedang menyiapkan pasukannya dan berdiskusi dengan Zefron. "Kau benar, aku dengannya harus berperang seperti ini."


"Kita bisa merubah takdir diri kita, tetapi kita tidak bisa merubah ketetapan dari Tuhan," ucap Zefron. "Lagipula berita peperanganmu sudah tersebar dengan luas di Auresta ini."


"Bagaimana bisa?" tanya Raja Alex yang baru mengetahuinya.


"Sepertinya peperangan ini adalah peperangan yang dinanti oleh seluruh makhluk di Auresta. Kita harus memenangkan peperangan ini dan membalaskan dendam atas kematian raja Azka," jawab Zefron.


Raja Alex pergi ke luar istana dan menatap para bintang yang bertaburan dilangit. "Aku tidak bisa melawanmu, Blue."


________________________________________


KERAJAAN ZARQO.


Di malam yang sama Raja Juftin yang bersama Ratu Gloria dan Putri Alonia menerima sebuah kabar dari Malik jika Kerajaan Penyihir Hitam akan berperang dengan Kerajaan Penyihir Putih. Ia teringat Putri Blue yang merupakan anak kandungnya yang sudah pasti terlibat dalam peperangan ini.


Putri Alonia terkejut dan ia langsung memohon kepada Ayahnya untuk menyelamatkan Putri Blue dari peperangan, tetapi Raja Juftin menolak permintaan Putri Alonia dengan menjawab, "Kita tidak bisa ikut campur karena ini adalah urusan Kakakmu."


Putri Alonia teringat ucapan terakhir dari Putri Blue yang mengatakan jika Putri Blue ingin beristirahat dari kesedihan maupun kebahagiaan. Ia sekarang mengerti ucapan dari Putri Blue dan ia mulai menitihkan air matanya yang kemudian berbicara sambil menahan kesedihannya. "Tidak, Kakak akan mati."


Keesokan paginya ketika fajar menyapa, Suci membuka kedua matanya dan ia tersadar jika ia tidur di teras rumah si Putri Blue. Ia langsung berdiri dan mencari Putri Blue yang menghilang disampingnya. Ia mencari di dalam rumah Putri Blue, tetapi tidak ada.


"Oh iya, ini adalah waktunya!"


Putri Blue bergegas terbang keluar hutan terlarang dan melihat Putri Blue memakai gaun pendek diatas lutut berwarna hitam dan ia memikul busur dan anak panah di belakang punggungnya. Putri Blue juga menyiapkan pedang yang ia pegang.


Tiadak ada alat pelindung yang dipakai oleh Putri Blue dan Suci memerhatikan bibir Putri Blue yang berwarna merah sekali. Suci menilai jika ini adalah bukan gaya Putri Blue yang sebenarnya, ia sungguh sedih hal ini karena Putri Blue tampak begitu kuat padahal ia tengah sekarat.


Suci terbang kearah Putri Blue dan menjawab, "Ada apa?"


"Jangan lupa tugasmu di rapat kemarin."


"Iya!"


Dari arah barat, Steven datang membawa pasukan Duyung untuk membantu Putri Blue. Hal itu membuat Putri Blue terkejut atas kedatangan Steven dan ekor steven sudah tidak ada lagi. Putri Blue hanya bisa bertanya, "Bagaimana kau bisa kesini?"


"Berita peperangan antar kedua penyihir itu sudah menyebar dan kami sudah mengorbankan ekor kami untuk membantu kau melawan raja Carles," jawab Steven.


"Jadi, kalian tidak bisa kembali menjadi Duyung?"


"Tidak, kami mengorbankan ekor kami demi melihat kematian raja Carles."


Putri Blue sangat terharu dengan ucapan Steven dan mereka semua pergi ke tempat peperangan yang letaknya di perbatasan antara Kerajaan Penyihir Hitam dengan Kerajaan Penyihir Putih yang berada di tanah lapang yang sangat luas dan memiliki pesona pegunungan yang indah.


Di sana Putri Blue duduk di dahan pohon dan Suci duduk di bahu Putri Blue serta pasukan Putri Blue bersembunyi dan menyebar di segala arah. Suci bertanya kepada Putri Blue. "Apakah kau baik-baik saja?"


"Aku sangat baik, seperti suasanan sebagus ini tidak boleh dikotori oleh darah," jawab Putri Blue.


"Aku setuju."


Tidak lama kemudian, pasukan Raja Alex datang dengan para prajurit pemanah, penyerang, dan sihir. Disana juga ada hewan buas, seperti Cerberus dan Chimera yang membuat Putri Blue terkajut. Putri Blue tidak menyangka jika Kerajaan Penyihir Putih memiliki hewan buas.


Putri Blue melihat Raja Alex yang didampingi oleh Zefron sambil menunggangi kuda putih miliknya. Putri Blue beerkata, "Dia keren sekali."


Suci hanya terdiam ketika Putri Blue memuji Raja Alex, rencana perjodohannya pun batal mengingat kondisi Putri Blue yang mengkhawatirkan. Putri Blue terus saja berbicara kepada Suci. "Kenapa kau tidak memuji dia? Dia keren memakai baju perang, liatlah ... dia sungguh gagah. Apakah kau kecewa karena aku tidak bisa bersamanya? Jangan khawatir, dia akan mendapatkan seorang ratu yang lebih baik."


"Tidak ada ratu yang lebih baik daripada dirimu."


Jawaban dari Suci membut ia tertawa kecil. Putri Blue sudah menetapkan jika dirinya akan melawan Raja Carles dan harus menahan rasa sakitnya yang berpusat pada jantungnya sendiri. Kondisi penglihatan Putri Blue sudah berkurang dan cincin yang dikenakan oleh dirinya sudah berubah menjadi abu-abu dan bukan hitam lagi.


Raja Alex menunggu kedatangan pasukan Raja Carles dan ia menatap pemandangan alam yang indah. Ia berkata, "Cuaca yang cerah dan pemandangan yang indah, tetapi tidak mendukung suasana sekarang."


"Hahahaha ... santai saja, disini akan ada dua pilihan, hidup atau mati dan menang atau kalah," ucap Zefron.


Pada akhirnya Raja Carles membawa banyak pasukan yang melebihi pasukan Kerajaan Penyihir Putih dan yang menjadi pemimpin pasukan adalah Raja Carles itu sendiri. Melihat Raja Carles yang sudah datang, Raja Alex memerintahkan kudanya untuk berjalan ke depan dan bersiap untuk berperang. Raja Carles menyambutnya di dipaling depan pasukkannya.


Putri Blue dan Suci masih melihat mereka berdua yang saling berhadapan. "Blue, dari jumlah pasukan kita ditambah jumlah pasukan raja Alex, kita belum tentu menang dan terlebih lagi kita semua adalah pemula dan tidak memiliki skill dalam berperang."


"Aku mulai takut dengan pasukan raja Carels yang memiliki Polip, kau tahukan jika Peri adalah tingkatan terendah dan Polip adalah tingkatan tertinggi?" sambung Suci yang bertanya kepada Putri Blue.


"Aku tahu karena tubuh Peri lebih kecil dibanding Polip, tetapi Polip, Golbin, Peri Naiad, Duyung membutuhkan bantuan kita dan pasukan raja Carles terdiri dari empat kerajaan yang berhasil ia jajah serta pasukan Penyihir Hitam. Jika ia berhasil memenangkan ini, maka keseimbangan sihir akan terancam. Sama seperti keseimbangan Peri dengan alam. Kita harus menyelamatkannya," jawab Putri Blue.


Raja Carles berbicara kepada Raja Alex. "Kau sebaiknya jangan menangis jika kalah."


"Aku sarankan, kau harus bersiap-siap menghadapi malaikat maut," jawab Raja Alex.


Kedua belah pihak saling meniup terompet dan menandakan peperangan terbesar dimulai. Raja Alex sudah mengetahui jika ia kalah jumlah, tetapi ia tetap yakin untuk bisa memenangkan pertarungan ini. Raja Alex menyuarakan, "Seraaaanggg!!!"


Kemudia para prajurit Raja Alex menyerang dan prajurit dari Raja Carles menyerang kembali. Pertumpahan darah, ayuanan pedang hingga hujan panah adalah pemandangan yang cukup menyeramkan di mata Putri Blue yang melihatnya secara langsung.


Pasukan Polip yang terbang diudara sengaja menjatuhkan batu yang besar untuk menipa pasukan Kerajaan Penyihir Putih. Raja Alex tidak bisa diam begitu saja mengingat ia hampir disituasi kalah. Ia merubah pedangnya menjadi tongkat sihir.


"Screptius!" ucap Raja Alex ketika berteriak membaca mantra dan mengarah tongkatnya kehadapannya


DDUUAAARRRRR!!!


Suara dentuman besar terjadi menyebabkan api yang berkorbar sangat besar serta asap hitam mengepul keatas dan efek dari ledakan tersebut dirasakan hingga ke Kerajaan Zarqo karena adanya getaran seperti gempa bumi berskala sedang dan tidak menimbulkan potensi tsunami.


Untung saja, Putri Blue sudah melindungi semua pasukannya dan dirinya ketika sebelum dimulai ledakan menggunakan sihirnya. Putri Blue tahu jika mantra yang dibaca oleh Raja Alex adalah mantra yang berbahaya dan Suci mengalami shock atas kejadian tersebut.


Putri Blue melihat para prajurit Penyihir Hitam selamat atas ledakan maut tersebut, hanya saja pasukan yang tidak memiliki sihir semuanya tewas. Raja Carles juga selamat atas kejadian itu, tetapi Raja Alex jatuh dari kudanya.


"Sihir adalah kekuatan dalam diri manusia yang dapat disalurkan oleh media tongkat ataupun tanpa media. Dia kehilangan banyak energi didalam tubuhnya karena menggunakan mantra itu," ucap Nyonya Anna yang tiba-tiba muncul di samping Putri Blue.


Putri Blue dan Suci melihat wajah Nyonya Anna dan Suci bertanya, "Bagaimana dia bisa disini?"


"Cepat, kau selamatkan dia! Dia butuh bantuanmu!" suruh Nyonya Anna.