
"Aku boleh bertanya tidak?" tanya Putri Blue kepada Xio dan Kapten Sarah.
"Kau ingin bertanya apa?" tanya kembali Kapten Sarah yang langsung dijawab oleh Putri Blue dengan senyuman. "Aku ingin pergi ke pemakamanku, aku tahu kalau Kapten Sarah mengganti tubuhku dengan tubuh palsu seakan aku telah mati."
"Aku bisa membaca pikiran kalian dan aku tahu apa yang terjadi selama ini," sambung Putri Blue.
Mereka tertegun dengan jawaban sekaligus keinginan Putri Blue dan mau tidak mau Kapten Sarah harus memberikan keputusan. Ia harus bertanya terebih dahulu perihal kesungguhan keinginan Putri Blue itu. "Apakah kau baik-baik saja jika kesana?"
"Jangan khawatir, ini bukan pertama kalinya kalau aku dinyatakan mati dan aku sudah terbiasa dengan kesedihan," jawab Putri Blue.
"Aku akan menemanimu kesana dan kau harus menghabiskan sarapanmu," ucap Kapten Sarah yang kemudian ia pergi meninggalkan Putri Blue dengan Xio.
Xio mengajak Putri Blue untuk makan di kursi yang terbuat dari rotan yang mana pemandangan alamnya langsung menyorot ke danau dan gunung yang menjulang tinggi sebagai latar danau tersebut. Angin yang sepoi-sepoi membuat Putri Blue sangat nyaman ketika menyantap sarapannya.
Disisi lain, Kapten Sarah pergi kembali ke markasnya dan menemui Jack, Bella, dan Elle. Disana si Kapten Sarah bercerita tentang kenginan Putri Blue yang akan menghadiri pemakamannya sendiri. Elle merasa kasihan dan berkata, "Kenapa dia tegar sekali bahkan ingin menghadiri pemakamannya sendiri? Huft ... kalau aku menjadi dia, mungkin aku akan mengurung diriku sendir diri di tempat yang sepi."
"Kalau aku sih ... lebih baik aku pura-pura tidak tahu dan melupakan semuanya," ujar Bella.
Jack ikut bergabung berbicara tentang Putri Blue. "Sekarang aku menjadi mengerti kenapa kekuatan kita bisa ada di dia. Dari awal dia pantas mendapatkan kekuatan itu."
"Kapten Sarah, bisakah kau mengajarinnya menghentikan waktu? Aku tahu kalau dia membunuh makhluk tanpa berbuat salah, tetapi setelah aku terus memikirkannya, sepertinya ia terpaksa membunuh dalam keadaan genting," sambung Jack.
"Tidak bisa, tetapi aku akan terus mengawasinya sampai dia pantas belajar menghentikan waktu. Ini adalah hukuman bagi Putri Blue," jawab Kapten Sarah.
"Baiklah, aku tidak bisa mengaturmu karena itu hakmu dan kau adalah pemilik kekuatan itu, Kapten Sarah."
"Jack, bisakah kau membuatkan sesuatu?" tanya Kapten Sarah kepada Jack dan langsung direspon oleh Jack, "Buat apa?"
Putri Blue sudah menyelesaikan sarapannya, ia melihat Xio yang sedang ikut duduk santai disampingnya sambil melihat pemandangan. Putri Blue juga ikut melihat pemandangan alam yang sungguh mempesona dan bertanya kepada Xio. "Kenapa kalian masih memiliki kekuatan? Bukannya kekuatan kalian ada padaku?"
"Akan aku ceritakan nanti malam," jawab Xio sambil menatap kedua bola mata Putri Blue. "Warna matamu sudah tidak biru lagi."
"Hah?" kejut Putri Blue ketika Xio memberi tahu warna bola matanya.
Xio mengeluarkan tongkat sihirnya dan membacakan mantra sihir untuk memunculkan cermin kecil supaya Putri Blue bisa berkaca. Ia pun memberikan cermin kecil tersebut kepada Putri Blue dengan berkata, "Ini ...."
Putri Blue mengambil cermin kecil tersebut dan ia melihat sendiri jika iris matanya berubah menjadi hitam seperti biasa. Ia bertanya kepada Xio sambil menunjuk rambutnya, "Apakah ada warna biru di rambutku?"
Putri Blue merasa bingungan karena mata dan rambutnya yang tiba-tiba tidak ada warna biru dan tiba-tiba si Kapten Sarah datang dengan membawakan jubah hitam, jubah itu ia berikan kepada Putri Blue. Putri Blue menerimanya sambil mengucapkan terima kasih dan langsung ia kenakan jubah tersebut.
"Kenapa kau tidak memakai jubah juga, Kapten Sarah?" tanya Putri Blue.
"Disana bukanlah duniaku, aku bebas memakai apa saja," jawab Kapten Sarah yang membuat Putri Blue kebingungan.
"Jubah itu akan menutupi auramu, jadi kau harus tetap menjaga jubahmu dengan hati-hati," kata Kapten Sarah.
"Baiklah," jawab Putri Blue.
"Ayo berangkat!" seru Kapten Sarah.
Putri Blue menggunakan sihirnya untuk membuka portal, tetapi portal miliknya tidak muncul. Xio menggelengkan kepalanya dan ia membantu Putri Blue untuk memunculkan portal dengan menggunakan sihirnya, pada saat itulah kebingungan Putri Blue semakin bertambah.
Kapten Sarah memegang tangan Putri Blue dan menariknya masuk ke dalam portal sihir. Ketika mereka keluar dari portal, mereka langsung berada di pemakaman Kerajaan Zarqo dan pada saat itu semua rakyat sedang ramai berkumpul untuk menghadiri upacara kematian Putri Blue.
Lonceng telah berbunyi, waktunya proses pemakaman dimulai, Putri Blue berjalan ditengah-tengah kepadatan masyarakat yang hanya bisa melihat diluar pagar pemakaman dan walaupun ia tidak berada di depan, tetapi ia bisa melihat dengan jelas kehadiran Raja Alex, Zefron dan keluarganya yang sedang dalam duka.
Ia melihat Ratu Gloria dengan wajahnya yang dirundung kesedihan begitu pula dengan Putri Alonia. Ketika peti matinya dikuburkan, Ratu Gloria tidak kuat menahan kesedihan dan ia jatuh pingsan. Raja Jefry langsung menahan tubuh istrinya dan para dayang ratu pun turun tangan. Mereka membawa Ratu Gloria ke istana menggunakan portal sihir.
Hati Putri Blue seakan teriris melihat ibunya yang pingsan dikala itu. Ia sesekali menundukkan wajahnya kemudian melihat proses penguburannya. Ketika sudah dimakamkan, Putri Alonia tetap terus memegang batu nisan Putri Blue yang telah ditancapkan ke tanah.
Putri Blue tetap diam dan tak bergerak, matanya mulai memerah dan kedua tangannya ia kepal dengan sekuat hati. Satu persatu keluarganya meninggalkan pemakaman Putri Blue termasuk Raja Juftin yang telah terlebih dahulu meninggalkan tempat itu.
Dan masyarakat pun membubarkan diri untuk melanjutkan aktivitas kesehariannya masing-masing, sehingga hanya Putri Blue saja yang berada diluar pagar pemakaman. Raja Alex dan Putri Alonia masih berada di samping nisan Putri Blue.
Putri Alonia menangis dan ia memeluk batu nisan itu dan membuat Putri Blue tak kuat menahan air matanya. Secara perlahan, air matanya turun membasahi pipinya yang tak disadari oleh Putri Blue. Raja Alex memegang bahu Putri Alonia dan berbicara seakan menenangkan Putri Alonia.
Putri Blue tidak bisa mendengar percakapan mereka dan Raja Alex menggenggam tangan Putri Alonia untuk mengantarkannya pergi dari pemakaman itu. Putri Alonia menaiki kereta kuda dan pergi ke arah keluar pemakaman. Dan saat itulah secara tidak langsung kereta kuda yang ditumpangi oleh Putri Alonia melewati Putri Blue yang sedang melihat pemakaman dirinya sendiri.
Dipemakaman itu hanyalah tertinggal Raja Alex dan ia memberikan bunga Daisy kepada makam Putri Blue. Putri Blue menghapus air matanya kemudian memundurkan langkahnya untuk pergi, Putri Blue tersadar jika Kapten Sarah tidak bersama dirinya.
Ia mencari Kapten Sarah di area luar pemakaman itu dan ketika ia mencari di pintu keluar pemakaman, ternyata Raja Alex muncul keluar dengan berjalan kaki. Sadar karena Putri Blue tidak ingin diketahui keberadaannya dengan Raja Alex, ia akhirnya memutuskan berjalan balik arah.
"Aduh ... kenapa seperti ini jadinya!!" omel Putri Blue yang saat itu buru-buru berjalan.