AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE

AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE
DISTRUST



Putri Alonia tampak risih dan menilai sikap Raja Alex terlalu berlebihan, ia ingin berjalan ke podium, tetapi dihalangi oleh ayahnya. Ia pun melihat kearah para rakyatnya dan terlihat wajah yang tak asing lagi di matanya. Ada seseorang yang memakai jubah hitam dan wajah sepert kakaknya.


"Kakak?" ucap Putri Alonia dengan mata yang terbelalak.


Kemudian, Raja Alex menegakkan kembali badannya setelah membukuk yang sangat terlalu lama dan Putri Blue  segera pergi setelahnya. Putri Alonia yang melihat seseorang yang mirip kakaknya itu pergi dari kerumunan, ia langsung berlari kearah kerumunan rakyat dan ingin mengejar seseorang tersebut.


Raja Alex melihat Putri Alonia yang berlari kearah para rakyat dan para pengawal istana siap tanggap untuk menghalangi Putri Alonia dan mereka memegangi lengan Putri Alonia. Kejadian itu membuat heboh para rakyat dan bertanya-tanya tentang Putri Alonia.


"Hei! Lepaskan aku! Aku adalah putri disini!" perintah Putri Alonia kepada salah satu pengawal istana yang memegangi lengan tangannya.


"Putri Alonia!" teriak Raja Juftin yang berjalan menuju Putri Alonia.


Penjaga istana itu melepas lengan Putri Alonia sesuai dengan perintah sang putri yang kemudian disusul dengan Raja Alex yang turun dari podium. Ketika sang Raja Alex hendak menghampiri, ia ditahan oleh Zefron dan Zefron berkata, "Jangan ikut campur."


Putri Alonia berkata, "Ayah, aku melihat seseorang yang mirip Kakak dan aku yaki itu adalah Kakak."


"Sudah cukup! Kau sedang terbawa oleh suasana, hentikan ini atau kau akan menjadi gila!" gertak Raja Juftin kepada anaknya.


"Tidak! Aku tidak terbawa oleh suasana, aku melihat sendiri kalau Kakak sedang memakai jubah hitam!" jawab Putri Alonia dengan lantang dan membantah semua tuduhan dari Raja Juftin.


Raja Juftin mulai geram dan menampar Putri Alonia dihadapan semua pasang mata yang menjadi saksi pertengkaran diantara mereka berdua. Betapa terkejutnya Putri Alonia yang ditampar oleh Ayahnya sendiri dihadapan para rakyat.


Mukanya langsung memerah dan matanya mulai berkaca, Raja Juftin yang telah mengetahui kaau tindakannya salah pun akhirnya meminta maaf kepada Putri Alonia, "Ma ... maafkan Ayah ..."


Putri Alonia memegangi pipinya yang telah ditampar dan berkata, "Ayah sudah melakukan dua kali terhadap putri Ayah."


Dengan segera si Raja Alex turun tangan dan ia tidak ingin mendengarkan lagi kata Zefron. Ia langsung berlari kearah mereka berdua dan sesampainya disana, ia berkata, "Maaf, Tuan Juftin, sebaiknya Anda mengendalikan emosi Anda dan aku tahu kalau kita semua sedang dirundung duka."


Kemudian Raja Juftin membalikan badannya dan berjalan masuk kedalam istana sedangkan Raja Alex berkata kepada Putri Alonia. "Kau harus beristirahat."


"Tidak, Kau bisa membaca pikiran bukan? Bacalah pikiranku dan kau akan tahu kalau Kakakku masih hidup!" ujar Putri Alonia.


"Aku mengerti perasaanmu," jawab Raja Alex yang berusaha memenenagkan hati Putri Alonia.


"Tidak, kau tidak mengerti perasaanku, kau tidak mempercayaiku bukan dan secara tidak langsung kau membela Ayahku! Aku akan mencari Kakakku!" ucap Putri Alonia dengan emosinya yang cukup tinggi dan air matanys sudah membasahi kedua pipinya.


Putri Alonia tetap ingin berjalan dan mencari Putri Blue di tengah-tengah kerumunan rakyat Zarqo dan Raja Alex tidak memiliki pilihan selain menyuruh para pengawal istana untuk bisa menarik paksa Putri Alonia masuk kedalam istana.


"Maafkan aku Putri Alonia, sikapmu telah melebihi batasmu untuk menjadi seorang putri," ucap Raja Alex.


Putri Blue tahu jika para rakyat sedang membicarakan tentang kejadian Putri Alonia dan menganggap jika sang putri adalah orang gila. Tetapi, Putri Blue tetap untuk tidak membalikan badan walaupun sebenarnya ia menginginkannya.


Putri Blue terus berjalan seperti seseorang yang tidak memiliki tenaga dan akhirnya ia bisa ke keluar dari lapangan istana. Ketika Putri Blue berada di luar pintu gerbang istana, ia pun berjongkok sambil menangis karena tidak kuat menahan derita Putri Alonia.


Penajaga luar pintu gerbang istana melihat seseorang yang berjubah hitam berjongkok dan mengira seseorang tersebut menderita penyakit. Salah satu penjaga tersebut menghampirinya dan berkata, "Apakah kau baik-baik saja?"


Putri Blue segera berlari dan tudung jubahnya melorot dari kepalanya. Warna biru terlihat jelas yang di sisi belakang Putri Blue ketika berlari dan Putri Blue mengeluarkan portal sihirnya untuk melarikan diri dari sana. Salah satu seorang penjaga tersebut ialah penyihir dan ia melihat portal sihir berwarna biru.


"Apakah ia adalah tuan putri Blue?" ucap penjaga tersebut.


"Huh? Putri Blue sudah mati, kau jangan bercanda," jawab penjaga lainnya.


Penjaga tersebut membela dirinya, "Kau lupa? Aku seorang penyihir! Katanya ciri-ciri keistimewaan kekuatan putri Blue itu memiliki sihir biru dan aku melihatnya, aura dari gadis berambut pendek itu berwarna biru."


"Jadi, gadis itu putri Blue?" tanya salah satu penjaga lainnya.


"Iya, tapi tidak juga," jawab penjaga yang memiliki kekuatan sihir.


Karena jawabannya tersebut, para penjaga lainnya membubarkan diri karena dianggap perbincangan selama ini sangat tidak bermanfaat dan mereka lebih memilih menjaga gerbang ketimbang mendengarkan ocehan.


Putri Blue keluar dari portalnya dan berada di depan hutan terlarang. Suci si peri kecil yang tak bukan adalah teman dari Putri Blue melihat sang putri berdiri didepan hutan terlarang. Pada saat itu ia terbang ke arah luar hutan untuk mengatasi dukanya dan ia langsung terkejut karena Putri Blue masih hidup.


Dengan segera ia terbang kearah Putri Blue sambil berteriak memanggil nama san putri. "Putri Blue!"


Putri Blue sadar jika ada yang memanggil namanya dan melihat kearah depan hutan, ia melihat ada Suci yang terbang kearahnya. Putri Blue berkata, "Suci."


Tiba-tiba saja Putri Blue waktu berhenti dan Putri Blue tidak tahu apa yang terjadi, ia melihat segala arah dan ia menemukan Kapten Sarah yang berjalan kearahnya. "Aku rasa hari ini sudah cukup, Putri Blue. Waktunya kita kembali lagi."


Kapten Sarah menarik tangan Putri Blue dan munculah portal hitam dan mereka masuk kedalam sana. Putri Blue sangat kebingungan dan ia sangat pasrah ketika Kapten Sarah membawanya dan bertanya-tanya pada batinnya. "Kenapa waktu berhenti dan aku tidak berhenti?"


Kapten Sarah membawa Putri Blue ke markasnya lagi dan ia mengajukan pertanyaan kepada Kapten Sarah. "Kapten Sarah, siapa kalian? kau terus saja menghilang tiba-tiba dan muncul begitu saja? Ini membuat aku bingung. Kekuatanku tiba-tiba menghilang di tempat ini dan ketika aku berada di sana, kekuatanku muncul."


"Jelaskan padaku, siapa kalian sebenarnya? Tempat apa ini? AKu sudah melewati hari yang buruk, melihat adikku tersiksa dihari ini membuat hatiku sakit," ungkap Putri Blue yang matanya berkaca-kaca.