
Olivia melihat Kapten Jeffry yang sedang melewatinya dengan muka dinginnya sehingga ia tidak berani untuk menyapanya. Si Mark yang menoleh ke Olivia yang sedang melihat seorang pria yang ia kenali bernama Jeffry yang memiliki pangkat sebagai seorang Kapten di Kerajaan Zarqo setelah Kapten Sarah menghilang.
"Kau menyukainya?" tanya Mark yang melirik ke Kapten Jeffry.
Olivia langsung menoleh ke Mark dengan wajah tenang sekali dan menjawab pertanyaan Mark dengan datar. "Tidak."
"Ternyata Auresta ini begitu sempit," sambung Olivia yang sambil melirik Kapten Jeffry.
Mark dan Olivia pergi dari toko itu dan perpindah ke tempat bar yang dipenuhi bermacam--macam makhluk fantasi yang sedang meminum di tempat itu. Mereka memesan ruangan VIP dan berbicara di ruangan tersebut untuk memberi tahu informasi yang telah didapatkan oleh Olivia
Disana mereka duduk dimeja dan memesan minuman koktail lalu seorang bartender meracik minuman itu lalu menyajikannya untuk mereka. Mark tahu jika bartender itu adalah penyihir dari Kerajaan Hitam yang sedang menyamar untuk misi pemberontakan.
"Aku sudah tahu anggota kerajaan yang diasingkan di kastil," ujar Olivia yang ingin memancing rasa ingin tahu Mark.
"Aku tidak peduli dengan itu, aku ingin dia harus bergabung dengan kita," ucap Mark yang memegang segelas koktail.
"Kau ingin dia bergabung, tetapi kau juga hampir membunuhnya," jawab Olivia minuman alkohol di mejanya lalu meletakannya kembali di meja. "Untung saja aku menyelamatkannya dari seranganmu. Tenang saja, ini hari ke tiga dan aku harus menemui dia untuk mengetahui jawabannya."
"Apakah kau yang membuat ulah di kastil? Itu aneh sekali, prajurit bisa berkelahi dengan prajurit lalu bekerja sama membunuh sang kapten."
"Oh ... mereka memuakkan," ucap Olivia. "Dia juga membantuku dalam membunuh prajurit dan dia memiliki aura yang aneh. Sekilas dia bukan penyihir karena tidak memiliki aura putih dan hitam, tetapi ketika dia sedang membunuh. Dia mengeluarkan aura hitam dan biru."
"Itu sungguh tidak masuk akal." sambungnya.
Mark tersenyum lalu meminum segelas yang berisikan koktail lalu meneguknya dengan satu tegukkan kemudian berkata, "Dia adalah pilihan ke tiga dari Kerajaan Zarqo yang dibuat oleh kapten Sarah dan anak buahnya."
"Apa maksudmu?" tanya Olivia yang melihat ke arah lawan bicaranya itu dengan terkejut karena ia tidak mengerti maksud dari Mark.
Mark berdiri dari kursinya lalu berkata, "Aku mengerti siapa dia dan aku harus menemui raja Carles. Oh iya, disuatu hari nanti, kau harus membunuh dia karena dia tidak akan pernah berpihak kepada kita dan jika kau tidak membunuhnya, maka aku akan turun tangan."
Mark pergi meninggalkan Olivia di tempat bar, ia membuka portalnya dan masuk kedalamnya. Sedangkan Olivia sedang bimbang karena tugasnya sungguh berat. Biasanya tentang membunuh, dialah yang paling jago dan menganggap enteng tugasnya. Olivia sadar jika dia pernah punya hutang nyawa kepadanya.
Mark keluar dari portalnya dan dia berada di perbatasan Kerajaan Zarqo dan Kerajaan Penyihir Putih lalu wajahnya berubah menjadi wajah orang lain dan Ia diperiksa oleh prajurit perbatasan. Mereka mempersilahkan Mark untuk keluar karena Mark menyamar sebagai pengusaha tambang emas di Kerajaan Zarqo dan ingin menemui investor di Kerajaan Penyihir Putih.
Setelah berhasil, ia membuat portal dan langsung terhubung oleh Kerajaan Penyihir Hitam. Lalu ia menemui Raja Carles yang sedang berjalan di lorong istananya. Mark segera berlutut lalu menekukan lututnya sebelah kanan kemudian menegakkan kembali badannya sebagai bentuk rasa hormatanya kepada Raja Carles.
"Ada apa kau kesini? Apakah ada laporan penting?" tanya Raja Carles dengan tegas.
"Ada seorang gadis yang memiliki kekuatan yang aneh dan dia adalah anak dari salah satu anggota Kerajaan Zarqo yang diasingkan oleh keluarganya di kastil," ucap Mark yang sedang melapor.
"Tangkap dia dan bawa dia kesini!" seru Raja Carles yang ingin melihat gadis itu dengan mata kepalanya sendiri.
"Baiklah," jawab Mark yang menuruti perintah Raja Carles tersebut.
"Tentu saja karena kita sudah kedatangan pemain baru, yaitu gadis itu. Gadis itu akan melawan Pangeran Alex. Hanya sampai disitu saja ramalannya dan aku tidak bisa meramal lebih dari itu."
"Kalau begitu, buat gadis itu bepihak kepada kita dan kita akan diuntungkan olehnya. Jika tidak mau maka kita harus membunuhnya," ucap Raja Carles yang bediskusi kepada Mark.
"Tenang saja, disamping gadis itu telah ada pisau yang setiap saat bisa membunuhnya."
"Kerja bagus."
Raja Carles pun pergi melanjutkan perjalanannya dan Mark juga membuat potal sihir lalu masuk kedalamnya.
________________________________________
KASTIL KERAJAAN ZARQO.
Putri Blue sudah membersihkan diri lalu ia makan sarapan yang telah tersedia dipiring lalu diletakkan diatas meja. Ia makan dengan lahap dan melirik buku sihir Peri Dryad yang sangat kecil. Ia teringat jika Pangeran Alex pernah mengecilkan lentera si Suci.
"Aku iri, seandainya aku memiliki sihir juga, pasti aku sudah membesarkan buku ini," kata Putri Blue yang memegang buku itu.
Setelah makan, ia pergi keluar dan pergi ke lorong yang menjadi saksi bisu pembunuhan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Putri Blue ingat jika lantai dilorong ini dibanjiri darah para prajurit dan ia ingat setiap detail kejadiannya.
Putri Blue bersender di tiang lalu terduduk dengan kedua lututnya ditekuk. Ia terus memegangi keningnya sesekali ia juga menyisir rambutnya kearah berlakang menggunakan tangannya. "Seandainya aku tidak bertemu dengan dia, dia adalah beban bagiku."
"Siapa yang tuan putri maksud?" tanya Kapten Jeffry yang datang membawa bungkusan lalu berdiri tegak dihadapannya.
"Kau?" Putri Blue langsung berdiri dan memberikan senyuman. "Aku sedang mengenang kejadian disini. Sungguh mengerikan."
"Apakah Tuan Putri takut?"
Putri Blue menggelengkan kepalanya lalu menunjuk bungkusan yang dibawa oleh Kapten Jeffry kemudian ia bertanya, "Apa itu?"
Kapten Jeffry memberikan bungkusan tersebut lalu diterima oleh Putri Blue, ketika dibuka oleh Putri Blue . Sang putri menemukan banyak buah strawberry dan ia sangat senang lalu berterima kasih kepada Kapten Jeffry.
Putri Blue menjelaskan jika banyak orang yang menilai dirinya negatif karena tinggal di kastil ini. Terutama fungsi kastil ini seharusnya dihuni oleh prajurit sedangkan dia bukan prajurit dan banyak mengira Putri Blue adalah wanita penghibur. Dan ada gosip jika dirinya adalah anggota kerjaan sudah menyebar luas hingga terdengar oleh prajurit.
"Jadi, para prajurit disini membicarakan aku sebagai anak haram, termasuk prajurit yang mati disini," sambung penjelasan Putri Blue kepada Kapten Jeffry. "Kau datang kesini pasti meminta penjelasan dari khasus pembunuhan ini, kan?"
"Aku kesini karena keinginanku dan perasaanku. Aku merindukanmu"
Sebenarnya Pangeran Alex yang berada di sisi balik tiang Putri Blue sejak dari tadi dan telah mendengarkan percakapan Putri Blue dengan Kapten Jeffry. Lalu Pangeran Alex menghentikan waktunya dan berjalan melewati mereka untuk pergi keluar mencari udara segar.