
Pada pagi hari dengan cahaya mentari yang menembus masuk kaca pintu sehingga membuat sang putri membuka matanya. Ia tersadar jika ia tidur di atas lantai yang tidak beralaskan apapun. Dari arah pintu datanglah para pelayan Putri Blue yang siap untuk membangunkan sang putri.
Ketika pelayan itu masuk, sang putri sudah tidak ada dikamarnya dan membuat keempat pelayan itu kalang kabut mendapati tuan putrinya menghilang. Mereka mencari setiap sisi ruangan dikamar Putri Blue sampai pada akhirnya mereka menemukan sang putri sedang berendam di kamar mandinya.
"Kalian, sudah kubilang jangan masuk ke kamar mandiku!" bentak Putri Blue yang kaget karena kedatangan mereka yang secara tiba-tiba.
"Ma-maaf, tuan putri."
Putri Blue menggelengkan kepalany lalu berkata kepada para pelayannya. "Pilih gaun yang berarna cerah, tetapi jangan warna putih. Aku benci warna itu."
"Baik, tuan putri."
Mereka pergi dari kamar mandi itu dan mencari gaun yang dimaksud oleh Putri Blue sedangkan Putri Blue masih terlihat murung dan ia memainkan busa yang tebal mengapung diatas air di tempat perendaman tubuhnya. Ia menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya.
Kehidupan sang putri benar-benar hancur bahkan kisah cintanya juga tidak mulus, ia tahu kalau akan dia dan pangeran itu tidak dapat bersama walaupun Pangeran Alex beberapa kali menyelamatkannya, menghibur dirinya dan memberikan cintanya kepada Putri Blue, tetapi taktdir mereka sangatlah berbeda.
Putri Blue larut dalam kesedihan yang berkepanjangan, bahkan air matanya menetes kembali dan ia mencoba untuk tersenyum dalam tangisannya. Ia menghapus air matanya dan menyudahi merendamkan badannya. Ia pikir berendam membuat pikirannya akan tenang, tetapi malah membuatnya mengenang masa lalunya bersama Pangeran Alex.
"Ini sama sekali tidak membantu, aku butuh udara segar untuk melupakan ini."
Puti Blue keluar kamar mandi dan mengenakan gaun yang telah disiapkan oleh pelayan dengan warna hijau muda yang disandingkan dengan warna kuning. Gaun tersebut terlihat mewah karena mutiara putih menghiasi gaun tersebut.
Ketika Putri Blue keluar kamar dengan sepatu yang mewah juga berwarna hijau muda yang mengkilap, para pelayan langsung memuji penampilan Putri Blue.
"Tuan putri sungguh cantik."
"Itu benar, mau aku ikatkan rambut tuan putri?"
"Iya, kami akan menghias kepala tuan putri."
"Baiklah, lakukan apa yang kalian bisa," jawab Putri Blue.
Putri Blue duduk didepan cermin hiasnya lalu para pelayan menyisir rambut panjang nan halus milik sang putri. Mereka mengikat sebagian rambut panjang sang putri lalu menyisakan sebagian lainnya untuk terurai panjang, dengan sihir mereka, mereka membuat mahkota yang terbuat dari bunga.
Mereka memilih bunga daisy untuk dijadikan mahkota, Putri Blue yang melihat bunga itu yang mirip dengan bunga yang dikasih oleh Pangeran Alex dan dia langsung berkata, "Aku benci bunga itu."
"Tuan putri tidak suka dengan bunga daisy? Kenapa? Padahal bunga ini memiliki arti yang bagus."
"Arti?"
"Bunga ini mengartikan kerinduan."
"Jadi pangeran Alex merindukanku?" batin Putri Blue yang akhirnya merubah pikiran sang putri menjadi tidak konsisten. "Terserah kalian. Aku ingin meminta bunga daisy itu dan menaruhnya di vas bunga kaca yang berisikan air."
"Baik, tuan putri."
Sembari membuat mahkota untuk Putri Blue, sebagian pelayan merias wajah Putri Blue supaya menunjang penampilannya. Ketika mahkota sudah selesai, mereka memasangkan ke kepala sang Putri Blue. Dan pada akhirnya, sang putri tampil cantik yang bertemakan alam yang ia gunakan pada hari ini.
"Wah cantik sekali, aku tidak sabar merias wajah tuan putri ketika tuan putri pergi ke pesta ulang tahun."
"Iya, pasti tuan putri akan tampil paling cantik."
"Terima kasih semuanya. Aku belum mengetahui nama kalian. Bolehkah kalian memeperkenalkan diri?"
"Ini suatu kehormatan untuk kami, perkenalkan namaku Chycy, aku ketua pelayan, tuan putri. Ini Ambert, Gina, dan Hana."
"Oh, pantas saja kau cerewet dan banyak bicara, ternyata kau adalah ketua. Aku pergi sarapan dulu, kalian ingatkan pesanku?" tanya Putri Blue sebelum ia pergi keluar kamarnya.
"Ingat, tuan putri."
Putri Blue pergi ke ruangan makan yang mana Raja Carles sedang menunggu kedatangan Putri Blue. Ketika Putri Blue datang dan duduk di kursi makannya, Raja Carles memperhatikan mahkota yang sedang kenakan oleh Putri Blue.
"Aku bisa membelikan mahkota yang mahal daripada itu."
"Ah ... tidak usah. Daripada mahal lebih baik memiliki arti serta kenangan dalam membuatnya," jawab Putri Blue sambil tersenyum.
Para pelayan menyajikan makanan yang lezat untuk disantap dan disajikan di meja makan yang berukuran besar nan panjang itu. Putri Blue mengambil lauk ke piringnya lalu menyantap makan paginya dan sama halnya Raja Carles. Para pelayan juga menuangkan minuman kepada Raja Carles serta Putri Blue.
"Kau mau aku belikan gaun bagus untuk ke pesta ulang tahun putri Alonia?"
"Aku tidak ingin datang ke pesta itu."
"Kenapa?"
"Aku membenci cowok itu."
Raja Carles tertawa. "Apakah ini soal cinta?"
"Tidak juga, tetapi para pelayanku ingin aku menghadiri pesta itu karena mereka ingin menghiasku. Jadi, aku tidak ingin membuat mereka kecewa dan aku akan datang ke pesta itu," jelas Putri Blue. "Aku ingin datang sebagai rakyat biasa."
_______________________________________
DI KERAJAAN ZARQO.
Putri Alonia sedang mengawasi pemasangan pita panjang yang mana untuk dekor ruangan pesta dangsayang ia idamkan selama ini. Putri Alonia juga turun tangan untuk tata letak bunga cantik yang masih segar untuk disetiap sisi maupun sudut ruangan.
Dia sangat sibuk untuk mengurus pesta ulang tahunnya dengan mewah lagi megah. Para rakyat pun antusias terhadap pesta sang putri kesayangan mereka sehingga menyiapkan model gaun yang cantik-cantik serta pakaian yang bagus untuk menghadiri pesta tersebut.
Para pelayan sang Putri Alonia memberikan mahkota yang termahal di Auresta dan gaun cantik yang sesuai dengan harapan sang putri. Dengan memandangnya sekilas, Putri Alonia langsung jatuh hati dan memuji pelayannya tersebut.
"Kerja bagus, kalian memang bisa diandalkan."
Putri Alonia sungguh tidak sabar ketika hari esok dan membayangkan pestanya akan meriah karena kembang api juga turut hadir untuk menghiasi malam dengan suara berisiknya supaya pestanya semakin luar biasa. Lampu keristal besar juga dipasangkan di ruangan itu.
"Okey, tinggal buah, kue, dan minuman untuk besok."
DI KERAJAAN PENYIHIR HITAM.
"Okey, waktunya untuk belajar," ucap Putri Blue yang bersama Mark di luar Istana Kerajaan Penyihir Hitam.
Mark mengenalkan Putri Blue kepada gurunya bernama Golvy, Fazry, dan Fancy. Putri Blue menanggapi nama mereka dengan berkata, "Nama kalian kembar, ya? 'y' semua diakhiran namanya."
"Hahaha, kami ini berteman dan awal mula kami berteman adalah masuk ke grup nama yang berakiran 'y'," jawab Fazry.
Putri Blue tersenyum lebar dengan mimik wajah yang sama sekali tidak menunjukan senang karena ia baru tahu jika ada grup yang seperti itu. Mark berkata, "Golvy ini kekuatannya penghenti waktu, Fancy kekuatannya membaca pikiran, dan Fazry ini bisa telepati. Aku harap kau bisa belajar dari mereka hanya sehari."
Mark pergi meninggalkan Putri Blue bersama ketiga guru baruya. Sang putri bertanya kepada mereka tentang pelajaran hari ini. "Jadi, aku belajar apa dulu?"
"Sebenarnya gampang belajar seperti ini, kau ingin belajar apa dulu, tuan putri?" tanya Golvy kepada Putri Blue.
"Bagaimana kalau menghentikan waktu?"
"Okey."
Fazy dan Fancy pun mundur karena Putri Blue ingin belajar bersama Golvy. Mereka berdua duduk di bawah sinar pagi hari sang mentari yang masih belum panas. Golvy menjelaskan teknik-teknik yang harus dikuasai dalam menghentikan waktu.
"Untuk menghentikan waktu, tuan putri harus harus memusatkan pikiran tuan putri untuk menghentikan waktu. Ketika waktu telah berhenti, tuan putri bisa menyerang musuh. Dan waktu akan berjalan normal saat kita mengakhirinya atau waktu itu sendiri yang mengakhirinya," jelas Glovy yang langsung mencontohkan bagaimana cara menghentikan waktu.
Golvy yang awalnya berdiri dihadapan Putri Blue lalu dengan tiba-tiba berada dibelakang sang putri. Putri Blue menepuk tangannya dan berkata, "Wow! Ini sangat hebat!"
"Cobalah," ucap Golvy.
Putri Blue dengan senang hati mencobanya dan ia langsung memusatkan pikirannya untuk memberhentikan waktu, tetapi tidak terjadi apa-apa. Ia masih melihat para gurunya bergerak dan berkata, "Susah sekali."
"Makanya berusaha dan jangan menyerah."
Putri Blue berusaha menghentikan waktu, tetapi gagal lagi dan bekata, "Lanjut pelajaran yang lain. Aku mau belajar telepati."
Golvy pun duduk menggantikan Fazry yang berdiri yang kemudian melatih sang putri untuk belajar telepati. Fazry menjelaskan kepada Putri Blue tentang telepati. "Telepat ini biasanya digunakan untuk mengarahkan strategi untuk menyerang lawan tanpa diketahui lawan atau menyampaikan informasi tanpa diketahui lawan."
"Bagaimana caranya? Aku sudah pandai menerima telepati, tetapi aku tidak bisa telepati kepada orang lain," kata Putri Blue yang penasaran.
"Seperti ini caranya, tuan putri harus fokus ke makhluk yang akan ditelapati. Tapi jangan tumbuhan karena tumbuhan tidak bisa menerima telepati."
"Hahaha, tidak ada orang yang menelepati ke tumbuhan," ujar Putri Blue yang tertawa kecil karena Fazry yang berusaha menjelaskannya dengan humoran.
"Baiklah, seperti ini. Aku akan bertelepati ke tua putri."
Dengan segera si Fazry mencontohkan bagaimana caranya menggunakan kekuatannya untuk berkomunikasi kepada Putri Blue. Suara Fazry muncul di pikiran Putri Blue dan membuat matanya terbelalak.
"Tuan putri mendengar perkataanku?"
"Iya, aku mendengarkannya. Sekarang giliranku."
Putri Blue mencobanya, ia memilih Fazry sebagai lawan bicaranya melalui telepati. Dia mengucapkan kepada Fazry sebuah pertanyaan. Dan suara sang putri muncul di pikiran Fazry berupa pertanyaan.
"Apakah aku berhasil?" tanya Putri Blue ketika menggunakan kekuatan telepati.
Fazry menjawabnya dengan telepati, "Iya."
Putri Blue senang hingga ia loncat-loncat kecil yang diikuti oleh Fazry lalu mereka berdua tos selayaknya anak kecil, padahal Fazry dan teman-temannya berusia 22 tahun yang mana usia itu sudah seharusnya sedang memasuki usia dewasa.
"Apakah mereka gila?" tanya Fancy kepada Golvy yang melihat mereka bergembira.
Golvy memanggutkan kepalanya sambil berkata, "Sedikit."
Putri Blue menghampiri kedua gurunya yang sedang duduk ditanah yang gersang. "Sekarang aku sudah pandai telepati dan untuk membaca pikiran, aku sudah tahu caranya. Jadi, jangan ajarkan aku."
"Kalau begitu, apakah tuan putri ingin belajar menghentikan waktu?" tanya Golvy.
"Boleh, tetapi aku duduk ya bersama kalian."
"Jangan, tuan putri. Disini kotor," ucap Golvy yang melarang sang putri duduk karena tidak beralaskan apa-apa.
"Itu tidak masalah untukku," jawab Putr Blue karena ia tidak takut gaunnya kotor.
Putri Blue akhirnya duduk bersama mereka yang mana mereka saling berhadap-hadapan. Putri Blue adalah satu-satunya perempuan disana sedangkan gurunya adalah pria. Putri Blue berkonsentrasi lagi untuk menghentikan waktu, tetapi gagal.
"Kenapa masih tidak berhenti?" tanya Putri Blue.
"Ini aneh, jika tuan putri bisa menggunakan kekuatan membaca pikiran, otomatis konsentrasi tuan putri sangat bagus. Apakah tuan putri tidak memiliki kekuatan penghenti waktu?" tanya Fancy.
"itu tidak mungkin, kalian dari Kerajaan Zarqo, bukan? Soalnya yang memiliki kekuatan seperti ini berasal dari rakyat Zarqo," kata Putri Blue kepada para gurunya.
"Iya, kami disini diajak oleh Mark untuk mengajarimu," jawab Fancy.
Putri Blue mulai penasaran terhadap topik pembicaraan ini. "Mark itu teman kalian atau kalian mata-mata Mark?"
"Hanya teman lama kami, Mark adalah pria yang baik walaupun ia di cap sebagai penghianat dan membunuh raja kami, tetapi ia membela kami dan membantu kami dalam segi ekonomi. Jangan ketipu terhadap luarnya saja," jelas Fazry.
"Itu benar, Di luar ia sangat kejam dan menakutkan, tetapi dia memiliki hati yang baik terhadap kami," jawab Golvy.
"Aku tidak menyangka jika Mark adalah tangan kanan raja Carles yang sangat kejam dan suka membunuh makhluk," ujar Fancy. "Dia hanya benci dengan keluarga kerajaan saja, tetapi tidak dengan yang lain."
Dari percakapan itulah Putri Blue memiliki suatu kesimpulan tentang Mark, dan Mark juga pernah bekata jika dia dan Putri Blue itu memiliki takdir yang sama, tetapi beda cerita. Mark juga berkata kepadanya kalau Putri Blue dilahirkan untuk menjadi bawahan yang diperintahkan oleh atasan.
"Berarti Mark ingin membunuhku ketika peperangan terjadi karena dendam dia masih membara didalam hatinya, ia hanya membunuh makhluk lain karena menuruti perintah raja Carles. Tujuan Mark hidup adalah membunuh semua keluargaku."