AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE

AURESTA: THE POWER OF SACRIFICE
REVEALED THE TRUTH III: CONUNDRUM



Kapten Jeffry pergi meninggalkan Olivia yang beridiri melihat tajam ke arahnya dari belakang lalu ketika Kapten Jeffry berada di luar sel, ada seorang penjaga menutup kembali sel dengan sihir yang mengunci sel yang 100% lebih kuat daripada sihir pengunci pada umumnya.


Kapten Jeffry keluar dari penjara bawah tanah lalu ia menemui Mark yang sudah lama menunggu diluar. "Kenapa kau ada disini?"


Mark pun menunduk lalu menegakkan kepalanya kembali dan berkata, "Aku ingin melaporkan jika pasukan kita siap untuk berperang besok."


"Kerja bagus," ucap Kapten Jeffry memandang Mark yang tampak kegelisahan.


"A-anu, kapten ..." ragu Mark.


"Ada apa?" tanya Kapten Jeffry yang penasaran.


Mark pun bercerita asal muasalnya kepada Kapten Jeffry. "Jadi, gini ..."


___________________________________________


FLASHBACK.


Kapten Jeffry pergi menjumpai Olivia sedangkan Malik pergi ke tempat pelatihan pasukan yang tidak jauh lokasinya dengan markas Tim Pasukan Elit. Sesampainya di sana, prajurit yang pada awalnya berlatih menggunakan kekuatannya masing-masing pun berhenti ketika Malik datang dan mereka berkumpul lalu menekukkan lutut kanannya dihadapan Malik.


Walaupun pangkat Malik jauh lebih tinggi daripada prajurit, tetapi tetap saja ada rasa canggung dan tidak percaya diri saat ia mendapatkan penghormatan seperti itu. Ia menutupi semuanya dengan sikap wibawanya sebagai anggota Tim Pasukan Elit. Kemudian, Para prajurit tersebut kembali berdiri dan semua pasang mata melihat ke arah Malik.


"Aku menyampaikan amanat dari kapten Jeffry yang diperintahkan langsung dari raja Juftin mengenai persiapan untuk berperang pada esok hari secara diam-diam tanpa diketahui oleh rakyat dan kita akan berperang melawan Raja Carles!" ucap Mark dengan lantang dihadapan mereka semuanya.


"Kenapa kita berperang?" tanya seorang prajurit.


"Wilayah selatan kerajaan ini masih dikuasai oleh raja Carles. Kita akan merebutnya kembali," jawab Malik yang menutupi permasalahan sebenarnya.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggu waktu kalian lagi. Silahkan kalian berlatih," sambungnya.


Semua prajurit dengan serentak bersorak, "Siap, laksanakan!"


Malik pun pergi lalu ia mengajak salah satu prajurit untuk mengikuti dirinya ke rumah Olla karena Olla harus tahu tentang ini. Seorang prajurit itu menerima tawaran tersebut dengan rasa hormat serta bangga bisa diajak ikut pergi bersama salah satu anggota Tim Pasukan Elit.


Malik pergi menggunakan Unicorn yang ia penggil dengan menepuk tangannya sekali sedangkan seorang prajurit tersebut menggunakan Chimera, yaitu salah satu monster hewan yang cukup mengerikan karena ia gabungan dari tiga hewan, seperti ular, singa, dan kambing yang masing-masing kepalanya dapat menyemburkan api.


Malik merasa terkejut melihat kendaraan yang dia bawa dan merasa malu kepada dirinya sendiri. Ia pun segera menaiki tunggangannya dan terbang ke langit lalu seorang pengawaknya pun penunggangi Chimera dan hewan tersebut berlari kencang.


"Yang penting Unicorn lebih imut daripada Chimera," kata Malik kepada dirinya sendiri ketika terbang di udara.


Sesampainya di rumah Olla, Malik mendaratkan Unicornnya lalu disusul oleh seorang prajurit yang baru tiba. Malik turun dari Unicornnya lalu secara bersamaan juga seorang prajurit tersebut ikut turun. Lalu si Malik mendatangi rumahya Olla dan prajurit tersebut mengikutinya dari samping.


TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu yang dilakukan oleh Malik di rumah Olla, tetapi tidak ada seorang pun yang membukakan pintu dan beberapa kali Malik juga mengulang ketukan pintu yang sama. Tatap saja, hasilnya nihil dan Malik mencoba untuk membuka pintu, tetapi pintunya terkunci dengan rapat bahkan ia tidak dapat mengintip lewat jendela.


"Apa mungkin dia berobat ke tabib?" gumamnya.


Malik pun membalikan badannya lalu ia berniat untuk pergi dari rumah Olla, tetapi niatnya berubah ketika ia bertemu tetangganya Olla yang merupakan seorang wanita berwujud manusia yang menghampiri dirinya. Wanita itu datang dengan raut wajah kebingungan dan menanyakan sesuatu kepada Malik.


"Maaf, aku adalah Sofiana dan aku tinggal disebelah rumahnya Olla. Aku adalah teman baiknya Olla, apakah kau tahu dia dimana?" tanya wanita tersebut.


Wanita itu pun menjawab, "Dia sudah seminggu tidak pulang ke rumah dan aku mengkhawatirkan dirinya."


"Seminggu? Bagaimana mungkin?!" kejut Malik mendengar jawaban dari seorang wanita tersebut.


"Aku melihatnya dia bersama seorang pria lalu tiba-tba dia pingsan dan pria tersebut membawanya ke portal sihir dan sampai sekarang dia belum kembali," jelas wanita tersebut.


Malik dengan cepat ia melangkahkan kakinya dan menunggangi Unicornnya, lalu memerintahkan prajurot tersebut untuk membawa wanita ini ke pusat pelaporan untuk menindak lanjuti kasus ini. Malik pun terbang dan ingin menyampaikan berita ini ke Kapten Jeffry.


___________________________________


BACK TO SCENE.


"Jadi, kau mencurigai Olla?" tanya Kapten Jeffry telah mendengarkan cerita si Malik dengan seksama.


"Bukan seperti itu," jawab Malik yang gelagapan sambil melambaikan tangannya.


"Kalau putri Yuna di culik berarti si penculiknya telah tahu identitas aslinya dan tempa ia bersembunyi. Selama ini yang tahu putri Yuna masih hidup dan berganti nama Blue hanya Tim Pasukan Elit saja," sambung Malik yang membuat Kapten Jeffry berfikir ulang tentang kejadian yang ia alami di hari-hari kemarin bahkan sampai hari ini dan ia mengingat kejadian demi kejadiannya.


________________________


Pangeran Alex pernah berkata di ruang makan parajurit dengan penuh emosi kepada Olivia. "Kau menjebak kami berdua di perangkap sihir dan memblokir portal sihir juga!"


Kapten Jeffry juga teringat jika beberapa hari yang lalu ketika insiden di kastil, hanya Olla yang berani memerintahkan kepada prajurit penyihir profesional tentang pemblokiran sihir. Olla juga pernah bertanya ketika ia di ruang tabib dengan Olivia pada saat itu.


"Ah ... sayang sekali kita tidak bisa menemukan motif mereka berdua, tetapi kita punya saksi," ucap Olla kepada Olivia yang langsung dijawab oleh Olivia. "Aku tidak tahu apa-apa, aku kesana hanya untuk berkeliling ke kastildan ada gadis yamg keakutan ..."


"Gadis?" tanya Olla dan langsung saja Kapten Jeffry mengusir halus Olivia lalu menjawab, "Gadis itu dalah misi kita."


__________________________


"Yang tahu pemblokiran portal hanya Tim Pasukan Pasukan Elit dan Prajurit Penyihir Profesional," kata Kapten Jeffry.


Kapten Jeffry baru menolehkan mukanya kesamping kanannya dan ia mulai curiga terhadap Olla, "Gadis yang tinggal di kastil hanya tuan putri sajakan?"


"Iya," jawab Malik dengan singkat.


"Kalau begitu, kirim mata-mata untuk di rumahnya Olla sekarang juga," perintah Kapten Jeffry secara langsung ke Malik.


"Siap, laksanakan," ucap Malik dengan tegas.


Malik pun pergi ke ke pusat pelaporan di kota Kerajaan Zarqo menunggangi Unicorn dan menemui seorang prajurit itu untuk dijadikan mata-mata di rumah Olla sedangkan  Kapten Jeffry memutarkan badannya untuk berbicara kepada Olivia, sayangnya jam kunjung ke penjara bawah tanah telah habis sehingga membuat Kapten Jeffry harus memutar arah.


Kapten Jeffry pun kembali ke markasnya dan berfikir disana, ia tidak percaya jika Olla melakukan hal itu karena ia tahu betul sikap dan sifat Olla ketika ia masih menjadi prajurit yang belum mengikuti ujian Tim Pasukan Elit. Baginya, Olla adalah wanita yang kuat, tegas, berkarisma, dan perhatian sesama makhluk hidup.


Ia tahu juga jika Olla tinggal sendirian karena Orang tua Olla telah tiada ketika Olla lolos ujian Tim Pasukan Elit. Kapten Jeffry sangat bingung dan ia berfikir jika otaknya Olla telah di cuci oleh pria  yang seminggu lalu bersama dirinya.


"Mata-matanya Mark berarti Olla!" ucap Kapten Jeffry yang teringat Olivia berbicara kalau yang menculik Putri Blue adalah mata-matanya Mark.


"Jadi, pria bersamanya itu adalah Mark. Bagaimana bisa Mark disini?" tanyanya kepada diri sendiri.