ANKOT JAKARTA

ANKOT JAKARTA
ANKOT Empat Puluh dua



"nih ada telfon dari Kayla" Mama tiba tiba menerobos masuk ke kamar dan memberi ponselnya.


Aku mendegus, sebenarnya aku belum sepenuhnya berbaikan dengan Kayla, karena membahas masalah Ajil kemarin kami jadi bertengkar.


"Ap_" belum selesai kalimatku, Kayla langsung nyerocos tanpa henti


"Vanda, Lo mau sampai kapan sih gak ngebalas whatshAap gue, gak nge balas DM gue. Gak angkat telfon gue, Lo beneran marah sama gue?" Ucapnya penuh penyerangan.


"Ampun deh Kay, pelan pelan ngomongnya" tegurku


"Abis elo nyebelin sih, langsung matiin telfon gitu aja dan sampe sekarang elo gak bales pesan pesan gue. Sebenarnya gue kurang apa sih jadi temen elo?, gue udah baik sama elo, gue udah mau bantuin elo deket sama Ajil dan Panji, sekarang mentang mentang elo udah di desa, ketemu cowok cowok yang Lo bilang ganteng dan punya temen baru, elo jadi lupa sama gue" cerocosnya panjang kali lebar.


"Please deh ya, gue ngerti gue salah tapi jangan ngomong sepanjang rel kereta api gini dong" cerca ku.


"Jelasin ke gue, kenapa elo ngilang gitu aja dan gak mau chating sama gue?" Tanya Kayla merajuk.


"Huh" aku menghela "pas Lo nelfon kemarin gue lagi gak enak badan"jelas ku dengan suara melemah "masalah berita gue tidur sama Ajil itu semuanya bohong. Gue udah cek Instagram dia, dan dia posting foto foto yang gue gak tahu dia ngambil foto gue itu kapan kan" jelasku


"Sumpah demi Tuhan Kay, gue gak pernah tidur bareng Ajil, foto itu dia ambil pas kita liburan di Bali, foto itu kita, Monica dll tidur bareng bareng di hotel, waktu nunggu pesawat" aku menjeda "bukan cuman gue yang ada disana, Monica, Angel, Bima, Raja, semua ada diruangan itu. Kebetulan gue capek banget saat itu, jadi gue tidur. Dan itu gue selimut, dalamnya pakek baju kok" aku mengusap rambut kasar " gue gak tau waktu itu dia ngambil foto gue"


"Sumpah ya, si Ajil bego banget. Lo tahu berita itu udah kesebar Van. Bahkan semua orang tahunya kalau elo udah pernah tidur bareng Ajil" kata Kayla menggebu "Lo udah coba hubungi si iblis itu?" Tanya Kayla dengan suara melemah.


Aku menggeleng "belum" jawabku lemah.


"Lo telfon dia deh Kay, Lo jelasin kenapa kemarin elo sama dia bisa putus, dan elo minta dia buat klarifikasi" saran Kayla


"Gue bukan artis Kay, jadi gak usah repot repot klarifikasi segala deh"


"Van, elo lupa kalau si Ajil itu youtuber, dia udah satu juta subscriber men" Kayla menghela nafas "Lo gak inget lirik lagunya youlex , YouTube lebih dari tv"


"Iya iya. Nanti gue telfon dia, sekarang biarin gue istirahat Please. Abis itu kita chatingan seperti biasa" ucapku.


"Youdah, inget ya, kata youlex "banyak orang miring, ngurusi hidup orang lain mulu mungkin hidupnya kagak penting" " Kayla menirukan rapper youlex.


"Kay, inget kata gue, dikurang kurangin NONTON YOUTUBEEEEEE"


Tut Tut Tut


Aku memilih mematikan panggilan. Merebahkan tubuh diatas kasur dan menggulir di Instagram. Melihat beberapa komen sampah di postingan Ajil. Mungkin kata Kayla bener, gak selama nya aku ngediemin orang kaya Ajil, semakin didiamkan, dia justru melonjak.


Ku pencet nomor Ajil dan langsung terhubung, beberapa saat suara nya terdengar.


"Gue mau ngomong" kata ku tanpa basa basi


"Konten porno maksud lo " celetukku. "Maksud Lo ngomong sama anak anak apa, eh Jil kita gak pernah tidur bareng ya. Lo *** atau gimana? Foto itu elo ambil pas kita di Bali kan, Disana ada Monica, Bima, sama yang lainnya. Lo kenapa bilang kalau elo cuman tidur di hotel bareng gue, maksud lo bilang gitu apa Ha?" Teriakku menggebu


"Ha ha ha" Ajil tertawa. Ternyata benar, bahwa lelaki itu semuanya sampah dan brengsek, makanya lelaki jarang sekali menyukai lelaki. Dan hanya wanita yang menyukai sampai seprti lelaki.


"Lo itu sampah tau gak Jil. Hapus postingan elo yang terakhir" aku meneriaki panggilan kami


"Gue mau nanya, setelah ini gue akan hapus postingan itu. Alasan kita putus karena apa?" Tanya Ajil dengan suara parau diujung telfon


"Karena gue bosen sama elo" jawabku enteng seolah tidak terjadi apa apa.


"Brengsek, *** elo Van. Semua udah gue kasih buat elo, seenaknya elo bilang kalau elo bosen sama gue. Bilang aja pelacur kalau elo udah ada cowok baru di sana. Anjing"


Panggilan itu terpaksa ku matikan, aku sudah tidak tahan dengan Ajil. Begitulah sifatnya, dia memang populer, seiring kenaikan subcribe YouTube nya. Tapi itu menjadikannya besar kepala, Ajil yang dulu tidak pernah sekasar ini. Aku memutuskan Ajil karena Saga, aku tidak ingin munafik soal ini. Perlu kalian tahu, sejak awal aku memang tertarik dengan Saga, karena Saga lelaki yang tidak pernah merokok, alkohol, klub malam atau apalah itu.


Sedangkan Ajil, dia berbanding terbalik dengan Saga. Dia selalu melakukan hal apapun demi kontennya, dan itu membuatku muak.


Malam itu aku menangis sesegukan, menangisi hubunganku dengan Saga, menangisi berita tidak jelas dari Ajil dan menangisi semuanya.


Kenapa aku menjadi wanita yang dengan mudah menerima cinta.


🚕🚕🚕


Hinga beberapa hari postingan Ajil masih belum di hapus dari feed Instagramnya. Aku keluar kamar dengan seragam rapi, membawa kartu ujian, papan ujian, pena, pensil, penggaris dan tidak lupa beberapa buku untuk belajar sebelum ujian


"Vanda minum susu dulu nak" kata Mama menyodorkan susu kearah ku


"Inget ya nilai gak boleh turun "kata Mama menepuk pundak.


Dari ujian aku senang. Bahwa Mama akan lebih perhatian dengan belajar ku, bahkan menemani aku belajar hingga larut malam dikamar dan bangun pagi untuk menemani belajar juga menyiapkan sarapan, menu sarapan saat mendekati ujian juga di rubah oleh Mama, menu makanan yang kata papa bisa membantu aku mendapatkan nilai 100. Aslinya mah bohong.


"Nanti pulang jam berapa?" Tanya papa


"Cuman tiga mata pelajaran, jemput sekitar jam 11 an"


Aku mengenakan sepatu di temani Mama yang menunggu dibelakang.


"Vanda berangkat dulu ma" aku menyalami Mama, lalu dicium keningnya.


"Semoga berhasil ujiannya" teriak Mama.


Montor metic papa meluncur membawaku ke sekolah, membawaku untuk berperang dengan soal soal fisika dan bahasa Indonesia.