
Micky membawaku kesebuah mini market yang jaraknya lumayan jauh dari sekolahan juga dari rumahku. Aku turun dari motor Micky sambil berpegangan pada bahunya.
"Ada mini market disini?" Tanya ku.
Micky tertawa, dia selalu senang tertawa "ada, lo aja yang gak tahu" tukas Micky.
Dia ikut turun sambil merapikan rambutnya. "Cuman orang beriman yang tahu kalau di desa ini ada minimarket" kata Micky.
Aku tertawa mendengar ucapan Micky, kami sama sama masuk kedalam, membeli minuman dan duduk disamping minimarket tepat di warung.
Micky memesan bakso sedangkan aku mie ayam. Aku rindu steak, rindu spaggeti, aku rindu makanan Jakarta.
"Lo jadi senior tapi sering bolos ya?" Tanya ku pada Micky.
Micky menoleh sambil menghentikan adukan baksonya
"Jarang, kalo lagi males Pramuka, gue bolos"
Dia memakan mie yang ada di mangkok tanpa menolehku.
"Bdw, seragam ini cocok buat Lo" puji Micky.
Aku menoleh , menilik seragam pramuka yang kugunakan. Biasa saja tuh.
Aku memakan mie ayam yang sudah mendingin.
"Mick, Lo anggota OSIS kan?" Tanya ku lagi.
Micky berdehem. "Iya, tapi gue gak pernah hadir" dia tertawa.
"Ha ha , nampang nama doang elo mah" cicitku.
"Gue denger denger, elo pernah berantem sama Saga ya? Gara gara apa?" Tanya ku lagi.
Dia menoleh, membasahi bibir dengan lidah kemudian bola mata hitam itu terarah keatas.
"Lupa gue" elaknya "seterkenal itu ya, sampe anak baru bisa denger kabar yang udah basi"
"Gak basi sih menurut gue" aku menyesap es teh "soalnya hubungan elo sama Saga juga belum membaik kan?"
"Kalo gue sama Saga baikan kayaknya kiamat bener bener terjadi"
Aku menatap wajah Micky yang tersenyum smirk, mungkin sedang membayangkan kekesalannya pada Saga.
"Elo suka sama Saga?" Tanyanya tiba tiba yang membuatku tersedak.
"Ha? " Aku melongo saat mendengar ucapannya "ngaco elo mah, mana mungkin gue suka sama dia, kenal aja baru"
Dia menyanggah kepala dengan tangan kanan. Kurasa dia sudah selesai memakan baksonya.
"Yang bener?" Godanya.
"Apaan sih Mick, gue udah punya pacar lagi" jelasku
"Wah, gue berdosa dong ngajak pacar orang jalan" kata Micky masih dengan senyuman mengembang.
"Ha ha , iya makannya itu elo harus nebus dosa elo"
"Eh, elo kalo ngomong pakek elo gue kayak biasa aja gitu sih. Maksudnya ga medok kayak yang lainnya"
Micky tertawa, dia menyesap es teh miliknya "gue dulu tinggal di Bandung, kelas satu SMP pindah kejakarta selama dua tahun, lulus SMP gue pindah kesini"
"Kerjaan papa Lo abdi negara juga?"
"Buronan" Micky tertawa kencang
"Ih serius deh Mick"
"Papa gue dulu kerja di Bank terus di pindahin ke Jakarta. Setelah disana papa pengen tinggal di desa untuk masa tuanya, jadi kami tinggal disini"papar Micky
"Lo gak frustasi tinggal di goa macam ini?" Tanya ku sambil memindahkan mangkok
Micky menggeleng "Saga juga anak pindahan dari Jakarta"
"Uhuk" aku terbatuk "serius?"
"Kelas satu dia pindah kesini, jarak empat bulan dari gue, bedanya gue beneran ikut ospek kalau dia mah enggak"
Hari itu aku tahu Saga dan Micky bukan asli orang sini. Itu sebabnya Saga maupun Micky bisa menggunakan aksen lo gue tanpa medok sama sekali.
🚕🚕🚕
Kami pulang sekitar pukul setengah empat, Micky mengantarkan aku pulang hingga sampai depan gerbang, didepan sana yang membuat aku terkejut adalah, Saga duduk diatas motor. Kurasa dia baru saja tiba didepan rumahku.
Aku turun, memberikan jaket kepada Micky.
"Makasihah ya Mick" kataku padanya.
Micky mengangguk, lalu tatapannya jatuh pada Saga yang juga menatap kami. Saga sudah turun dari motornya, dia berdiri dibelakangku yang tidak kusadari sebelumnya.
"Gue cabut ya Van" ujar Micky. Dia membunyikan motornya, lalu pergi tanpa menyapa kehadiran Saga terlebih dahulu.
Saat aku menoleh Saga sudah menjatuhkan tatapannya pada kedua bola mataku. Dipandangi dengan sedalam itu aku menjadi gugup.
"Ngapain lo disini?"
Saga justru maju selangkah, tangan kirinya memegang gerbang rumahku
"Kenapa lo gak berangkat Pramuka?" Tanyanya
"Waw, kakak senior gue ini perhatian sekali ya. Sampai mengabsen juniornya di rumah" celaku.
Saga tidak marah, dia masih menatap mataku dengan lekat
"Gue tanya, kemana lo gak pergi Pramuka?"
"Apa urusan elo sih Sag nanya gitu sama gue?"
"Kalau gue tanya kemana jawabannya itu nama tempat bukan apa" bentak Saga.
Aku tidak terima dengan bertakannya, kurasa tidak ada yang salah dari kepergian ku bersama Micky tadi.
"Jalan jalan sama Micky" pungkasku.
"Gue tahu kak Saga yang terhormat, lagian kenapa sih lo ngurusin gue sampe segininya?" Aku mendegus "eh senior lain gak gini juga sama gue tau"
Aku membuka gerbang depan, saat itu suara Saga mengejutkanku
"Gue gak suka elo deket deket sama Micky"
Aku menoleh nya, justru semakin tidak paham dengan pemikiran Saga yang menurutku semakin hari justru semakin menyebalkan.
"Gue gak butuh persetujuan elo buat bergaul sama siapa aja"
Aku melangkah maju sebelumnya aku berhenti dan menoleh kearah Saga.
"Gue juga kasih tahu ke elo, elo bukan siapa siapa gue yang berhak ngatur ngatur hidup gue"
Aku pergi tanpa menoleh Saga yang masih berdiri menatapku.
Sampai di kamar, aku membuka ponsel mengirim pesan chat pada Kayla. Anak itu harus tahu apa yang aku alami sehari ini.
Vanda
P
P
P
P
Kayla
Bom terus, gue udah baca Vanda
Vanda
P
Eh iya, udah di reas 😀
Mau curhat
Kayla
Apa lagi, kalau gak berfaedah mending gak usah.
Vanda
Tentang saga 😫
Kayla
Ngapain tu emot bu, sedih?
Vanda
Gue sebel banget sama Saga, masak dia udah marah marah gak jelas sama gue. Dia ngelarang gue bergaul sama Micky
Kayla
Micky mouse?
Vanda
Itu yang dulu pernah berantem sama Saga gara gara Aliya.
Kayla
Marah gara gara apa tu anak?
Vanda
Jadi si Micky tadi ngajakin gue bolos Pramuka, nah gue ngikut dong dari pada kena hukuman. Pas gue balik Saga udah didepan rumah gue, dia marah marah, bilang kalo gue gak boleh bergaul sama Micky
Kayla
Jelas lah dia marah, orang elo bukannya Pramuka malah bolos
Vanda
Ih Kay, bukan itu maksud gue
Kayla
Kenapa? Elo mau gue bilang kalau Saga cemburu elo deket sama Micky.
Busyet, sadar Bu, elo baru beberapa hari kenal Saga
Vanda
😌😌😌😌😌 Keliatan banget ya ngarepnya
Kayla
Lo kena pelet apa sih, bisa cepet banget suka sama orang
Inget Ajil Ajilllll
Vanda
Gak suka, cuman penasaran aja
Kayla
Sama kali bege. Udah ah gue mau les.
Oh ya, buku tugas sama catatan yang dikumpul udah gue paketin ke alamat elo.
Vanda
Read